
''Apa lo bilang''tanya Aera.
''Euh! teteh mau kemana ada ikan asin_''ujar Ananta terhenti.
''Ih bukan itu tadi lo bilang ada nasi kerak?''tanya Aera.
''Ada nasi kerak juga''ucap Ananta sambil menyodorkan nasi kerak kepada Aera.
~Mereka Pun Akhirnya Makan Bersama~
Nasi kerak sambal kentang.
Datanglah teman pria yang meminta izin gabung duduk bersama.
''Th dia boleh mau ikut makan gak?''tanya Ananta.
''Boleh yah?''kata pria satu
Aera pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai memperbolehkannya duduk bersama.
Nasi kerak tempe orek cabai ijo.
Nasi kerak bumbu telor asin.
Nasi kerak bumbu telor rendang.
''Selamat ulang tahun ya''ujar pria satu pada Aera sambil menyalami tangannya.
''Aera selamat ulang tahun''ucap pria dua sambil menjabat tangan Aera.
''Happy birday ya''kata perempuan satu sambil menjabat tangan Aera.
''Happy birday''ujar perempuan ketiga sambil menjabat tangan Aera juga.
''Ehh! sebenarnya gue ngak_''ucap Aera terhenti.
''Anta yang bilang ke mereka kalau Th Rara ulang tahun hehe''kata Ananta cengengesan.
''Selamat ulang tahun Th Rara hehe!!''ujar Ananta sambil melanjutkan makannya lagi.
~Ruang Makan keluarga Aera~
''Pagi semuaaa aku berangkat dulu yah''ucap Aera.
''Tumben semangat sekolah''kata Kak Rama yang merasa heran melihatnya.
-Di Tetean Tangga-
Aera baru saja beres makan dengan masakan Ananta di pagi itu.
''Anta lo kok baik banget sama gue''tanya Aera.
''Hehe karena Anta teh tau Th Rara itu orang baik sebenarnya yah banyak aja orang yang gak mengerti pikiran teteh yang agak liar''ujar Ananta.
''Emang lo ngerti? ngerti dari mana lo?''tanya Aera.
''Dari sorot mata Th sorot mata Th Rara itu teh bersinar bening memancarkan keliaran hati yang_''ucap Ananta terhenti.
''Eh! jangan ngaco deh loh''kata Aera.
''Bener Th, mata teh kan jendela jiwa hehe''ujar Ananta.
''Lo tau dari mana hati gue liar''tanya Aera.
''Nah sok''ucap Ananta memperlihatkan gambaran Th Rara alias Aera.
Aera pun melihat-lihat lukisannya sendiri.
''Yah walau pun Anta tidak mengerti soal lukisan tapi lukisan-lukisan Th Rara itu menarik misterius liar gak ketebak jadi seperti teka teki hehe teka teki berhadiah hehe makannya lukisan teteh itu ada nilainya''kata Ananta.
''Nilai apa maksud lo?''tanya Aera.
''Nilai kalau di jual itu laku ada yang mau Th''ujar Ananta.
''Jadi lo jual?''tanya Aera.
''Ada beberapa Th Anta jual''ucap Ananta.
''Hahhh''kata Aera.
''Yah kalau ngak biaya nasi kerak itu dari mana? aduh duit-duit kosan gak akan cukup cabe mahal, bawang merah mahal, harga beras teh naik turun apalagi daging buat bikin rendang teh euhh''ujar Ananta terhenti karena Aera menatapnya.
''Euhh!''ucap Ananta sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena Ananta takut apa yang di lakukannya salah.
Disitu juga Aera menerima gambaran yang di bawa Ananta lalu Ananta melihat raut wajah Aera yang berbeda dari biasanya pikir Ananta Aera pasti akan marah padanya.
''Yahhhh teteh jangan marah atuh euhh! ya udah silahkan deh kalau mau di pukul silahkan sok silahkan teteh tapi janji setelah itu jangan marah lagi Th''kata Ananta.
''Lo mau gak kalau liat lukisan gue yang lainnya?''tanya Aera.