Ananta And Aera

Ananta And Aera
PART 11#



''Kan ada Anta Th bagi Anta teteh itu bukan cuma normal teteh itu istimewah buktinya Anta teh betah tinggal disini''kata Ananta.


''Lo gak usah hibur gue, gue tau kok gue cuma nyusahin hidup lo''ujar Aera.


''Sama sekali tidak Th, sumpah, cuma sama Th Rara Anta bisa melihat dunia yang lain lukisan-lukisan teteh mengajak Anta berpetualang seperti berpetualang kegunung, kepantai, kedasar laut bahkan ke antariksa, pokoknya teh, teteh gak boleh berhenti melukis kalau teteh berhenti melukis apa jadinya hidup Anta''ucap Ananta.


Aera pun langsung memeluk Ananta dengan rasa sesak yang Aera rasakan diiringi dengan tangisannya.


''Apa jadinya gue tanpa orang udik kayak lo''kata Aera.


****


Pohon-pohon yang menjulang tinggi dan rumput-rumput hijau menghiasi bahkan udara yang sangat sejuk menerpa. Menambah kedua sejoli yang ingin mencari sebuah tempat yang indah di dasar pertengahan hutan yang sangat membuat siapa saja yang kesana akan menemui sebuah penenang khususnya untuk para pelukis seperti Aera.


Ananta membawa sebuah kotak box yang di dalamnya peralatan lukisan sedangkan Aera terus meneliti setiap pemandangan yang akan Aera jadikan sebuah karya yang sangat indah.


~Siang Berganti Malam~


Aera tengah menjahili wajah Ananta yang sedang tertidur nyenyak dengan melukis wajah Ananta bagaikan sebuah kumis kucing di bagian kedua pipinya dan memakai warna cat lukis serta kuas yang biasa Aera gunakan setiap harinya untuk melukis.


''Anta jangan pernah ninggalin gue yah lo harus jadi asisten dalam hidup gue''ujar Aera dengan posisi tangan di jadikan bantal di atas meja lukisnya dengan berhadapan dengan Ananta.


~Sebuah Hayalan Dibasahi Air Hujan Secara Asli~


Kedua sejoli itu yang tak lain Ananta dan Aera tengah berlari saling mengejar di tengah air hujan tetapi sesaat.....


''Non udah belum non''ucap Bi Mela yang sudah pegal memegang selang air untuk memancurkannya kearah kedua sejoli yang sedang saling kejar-kejaran dan tertawa lepas.


''Belummmmmm''teriak Aera dengan rasa bahagianya.


''Yalah aku banyak istrikaan nih non''kata Bi Mela.


''Kalau bisa yang lama atuh Bi''ujar Ananta dengan kesenangan nya.


~Malam Hari Pun Tiba~


''Anta, Taa cat biru gue abis''ujar Aera namun tidak ada sahutan dari Ananta.


''Ihhh si Anta''kata Aera yang langsung menuju halaman rumah yang terlihap gelap.


''Anta, Antaa, Antaaa cat biru gue abis''teriak Aera.


''Anantaaaaa, Anantaaaaaaaa''teriak kencang Aera lalu masuk kerumah orang tuanya.


''Anantaaa''teriak Aera lagi.


***


Sampai dimana Aera tertidur disebuah sopa ruang tamu sampai pagi tiba.


''Non Aera, non Aeraa''ujar Bi Mela sedikit menguncangkan tubuh Aera yang sedang tertidur.


''Anantaaa''ucap Aera langsung bangun dari tidurnya.


''Mas Anta kan pergi non''kata Bi Mela.


''Kemana Bi?''tanya Aera.


''Dikirain non Aera tau''ujar Bi Mela.


''Kalau aku tau gak akan pusing kayak ginilah''ucap Aera.


''Yang bibi tau mas Anta tuh pergi naik taksi tadi malam''kata Bi Mela.


''Kemana?''tanya Aera.


''Nah bibi gak nanya non''ujar Bi Mela.


''Heuh ber*ngsek tuh anak main pergi aja lagi''omel Aera beranjak dari sopa.


''Hp aku mana Bi''tanya Aera pada Bi Mela.