All I Ever Want Is Your Love

All I Ever Want Is Your Love
Chapter 9



"Apa kalian sudah selesai bicara? Aku akan memulai pelajaran ini. Cepatlah bicaranya." Jefrey membuka suaranya dengan mengucapkan beberapa katan dengan nada dinginnya. Seketika itu juga, Rey dan Vi langsung menoleh kearahnya. "Ah, dasar orang ini. Kenapa harus dia yang ditunjuk untuk mengajari Vi. Apa bisa gadis cerewet itu bisa bertahan dengan sikap dinginnya." Ucap Rey dalam pikirannya. "Yah, semoga saja dia bisa bertahan." Sambungnya lagi.


"Baiklah, Vi. Aku akan menunggumu sampai selesai saja. Daripada nanti kau memintaku menjemputmu. Belajarlah baik-baik agar nilaimu naik. Aku akan tunggu diluar dulu."


"Kau tidak mau pulang saja? Aku akan meminta pak Andy saja untuk menjemputku. Tapi terserah kau saja jika mau menungguku. Bukan aku yang memintanya jadi kau nanti jangan marah-marah padaku." Balas Vi menyetujui perkataan sahabatnya yang tadinya ingin ia tolak. "Ya sudah, aku akan tunggu diluar saja. Semangat!" Rey mendekati Vi dan membisikan sesuatu kepadanya. "Semangat, kau harus bertahan dari si manusia es itu. Bukankah kau mau menaklukkannya." Bisik Rey yang membuat Victoria tersenyum kecil. "Baiklah, lihat saja nanti." Balasnya. Rey pun pergi melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu meninggalkan Vi dan Jefrey yang masih ada disana. Melihat Jefrey yang masih berdiri lumayan jauh dengannya, Vi pun memanggilnya.


"Hei, apa kau akan terus disana sampai nanti? Apa kau tidak ingin mempercepat pelajaran ini? Ayo mulai saja sekarang, aku ingin cepat-cepat pulang." Cetusnya dengan cepat. Jefrey yang mendengarnya pun hanya terdiam dan berjalan dengan buku-buku ditangannya mendekati meja Vi. Ia melekatankan buku-buku itu dengan sembarangan di meja Vi. Dan mengambil salah satu buku itu untuk dibacanya. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka berdua. Hanya ada keheningan disana. Sampai akhirnya Vi lagi yang memulai percakapan diantara mereka.


"Apa sekarang sudah bisa dimulai? Aku harus apa?" Tanya Vi kepada Jefrey yang saat itu sedang membaca buku ditangannya. Jefrey melirikkan matanya kearah Vi. Ia meletakan buku yang dari tadi ia pegang keatas meja. "Kau harus apa? Bukankah kau harus belajar materi yang belum kau mengerti? Kenapa harus bertanya padaku. Bacalah bukumu dan baru kau boleh bertanya padaku apa yang kurang kau mengerti. Baru aku akan membantumu." Ucapnya dengan dingin sambil menganbil kembali  buku yang tadi ia letakan dan melanjutkan aktivitas membacanya. Sedang Vi yang saat itu merasa kesal dengan perlakuan Jefrey mencoba menenangkan dirinya.


"Apa-apaan sikapnya itu. Apakah itu sikap seorang guru? Dia bahkan hanya menyuruhku saja dan tidak berkata apa-apa lagi. Menyebalkan sekali. Jika saja kau bukan orang yang disuruh oleh pak Arnold, sudah ku maki-maki kau seperti si Rey itu." Vi berucap dalam pikirannya agar tidak terdengar oleh laki-laki yang ada dihadapannya. Ia pun segera membuka bukunya dengan malas.


***


Tak banyak interaksi yang mereka lakukan selama kurang lebih dua jam saat belajar bersama. Hanya beberapa kata saja yang diucapkan oleh Jefrey setelah Vi bertanya cukup panjang, sehingga membuat perempuan itu kesal dibuatnya.


"Ayolah jam, cepatlah berputar, Ahh, rasanya otakku sudah tidak bisa diisi lagi. Aku mau pulang...." pikirnya dalam hati seraya meletakkan kepalanya diatas meja.


"Apa Rey masih ada diluar atau dia sudah pulang lebih dulu. Tapi tadikan dia bilang kalau dia akan menungguku. Tapi, kapan ini selesai....., aku mau pulang saja. Ku kira akan menyenangkan belajar bersama manusia es ini, ternyata terbalik dari apa yang aku pikirkan."


"Tidak, tidak boleh. Bukankah aku sudah bilang kalau aku akan menaklukkan manusia es ini kepada Rey, kalau gagal dia pasti akan meledek ku lagi." Vi tiba-tiba mengangkat kepalanya yang tadi ia letakkan dimeja.


"Bertahanlah Vi, kau pasti bisa melakukannya. Sedingin-dinginnya Es pasti akan mencair jika dihangatkan." Senyum pun tercetak diwajahnya setelah ia menyemangati dirinya sendiri.


Tapi satu yang ia hampir lupakan, bahwa masih ada seorang laki-laki yang meliriknya dengan bingung setelah ia melihat Vi yang tadi tiba-tiba mengangkat kepalanya dan tersenyum kemudian. "Ada apa dengan orang itu." Guman Jefrey bingung yang melihat perempuan yang ada didepannya tiba-tiba tersenyum.


"Apa kau sudah selesai semua memahaminya? Kalau belum belajarlah lagi dirumahmu. Ini sudah petang dan aku akan pulang. Catat apa saja yang tidak kau pahami dan berikan padaku besok." Suara Jefrey menghamburkan khayalan Victoria seketika. Ya, karena gadis itu melupakannya.


Vi pun melihat kearah Jefrey yang saat itu sedang merapihkan buku-buku miliknya kedalam tas dan berencana segera pergi dari tempat itu. "Baiklah akakn ku catat, nanti jam istirahat akan kuberikan kepadamu." Jawabnya dengan santai.


"Tidak, berikan padaku besok saat ada pelajaran bersama lagi. Bukankah sudah kukatakan agar tidak mengganggu ku selain di jam belajar bersama. Ingatlah."  Setelah mengucapkan kata-kata yang membuat Vi semakin kesal dengannya, Jefrey langsung pergi tanpa mengeluarkan kata lagi dan menghilang dari pandangan perempuan itu. Sedang Vi yang masih tidak bergeming dari tempatnya karena perkataan Jefrey yang tadi laki-laki itu ucapkan.


"Jangan mengganggu ku selain saat di jam belajar bersama." Ucapnya mengulangi kata-kata yang tadi diucapkan Jefrey.


"Dasar manusia itu, lihat saja nanti kalau sudah kutaklukkan. Akan kau tidak bisa jauh-jauh dariku seperti si Rey." Ucapnya sambil menaikkan sedikit sudut bibirnya. Segera ia pun merapikan buku dan barang-barang miliknya yang tergeletak diatas meja yang ia gunkan tadi kedalam tas miliknya.


"Sepertinya sudah semua. Baiklah ayo pulang. Tapi tunggu, apakah dia benar-benar masih menungguku diluar. Tapi inikan sudah dua jam, apakah dia tidak bosan menungguku. Atau dia sudah pulang lebih dulu." Pikirnya bingung.


"Ku telepon saja deh. Ah, dimana ponsel ku." Vi mencari ponselnya di semua sakunya dan di tasnya.


"Ah, ini dia." Ia pun mengambil ponsel itu dan segera membuka kontak bernamakan Rey diponsel itu dan menekan tombol telepon yang sudah tertera disana.


Dan disisi lain, Rey yang saat itu tengah bermain game online di parkiran motor. Ponselnya tiba-tiba terhenti dan digantikan dengan layar panggilan masuk dari seseorang yang tidak asing lagi baginya. Rasanya ingin sekali ia tolak karena sedang bermain game online, tapi nanti pasti Vi akan menggerutu padanya. Ia pun akhirnya menjawab telepon dari sahabatnya.


"Kenapa kau lama sekali menjawab telepon saja!" Baru saja ia berkata sedikit, terdengar suara dari sebrang ponsel itu yang tiba-tiba memotong perkataannya. Rey yang bingung pun hanya terdiam. "Apa itu lama, kurasa tidak. Kenapa dia malah marah-marah."


"Kenapa meneleponku, apa kau tahu kalau tadi aku sedang bermain game. Ada apa."


"Kau dimana? Apa kau sudah pulang?" Tanya Vi dari sebrang telepon. Rey melihat kearah jam yang melekat ditangan kananya yang ternyata sudah lebih dari dua jam laki-laki itu menunggu Vi di parkiran. Laki-laki itu tersenyum kecil dan tanpa ragu Rey pun langsung menjawabnya


"Ya. Aku sedang berbaring dikasurku sekarang. Kenapa memangnya." Ucapnya yang berbalik dari kenyataan sebenarnya. Ia tahu, Vi pasti akan menanyakannya untuk memastikan dirinya sudah pulang atau masih menunggu perempuan itu. Ia pun dengan pelan melangkahkan kaki untuk menjemput sahabatnya diruangan yang tadi ia datangi.


"Kau sudah pulang? Bukankah tadi kau bilang akan menungguku? Kenapa kau jadi pulang?"


"Aku tidak boleh pulang kerumahku?"


"Ya sudah, tutup saja teleponnya jika kau sudah dirumah. Aku akan pulang sendiri saja."


"Tunggu disana aku akan segera sampai" Ucapnya lalu menutup panggilan itu dan berjalan menuju perpustakaan.


Sedang Rey menuju ke Perpustakaan, tak sengaja dirinya berpapasan dengan Jefrey  yang saat itu menuju keparkiran tempat dirinya meletakan motor miliknya tadi pagi. Dan tanpa sepatah kata apapun mereka berjalan melalui satu sama lainnya.


Jefrey membalikkan tubuhnya sebentar melihat Rey yang sedang berjalan menuju Perpustakaan dan tesenyum kecil.


"Dia benar-benar menunggu perempuan itu, setia sekali."


.


.


.


.


.


.


Halo,


Thank U sudah mampir🙂


Sepertinya akhir-akhir ini jadi slow up. Maaf semuanya