Advance Life

Advance Life
Bab 6 (Time To Leveling! #3)



30 menit telah berlalu, Xero kini mencapai level 15 dengan peningkatan yang cukup membuat Lexa ingin menukar karakter.


"Aku benar-benar membenci karaktermu" ucapnya, melipat lengan di depan dada.


"Kalau bisa, aku juga tidak ingin menggunakan karakter curang ini. Aku lebih suka mengandalkan kekuatan sendiri untuk mencapai tujuan. Namun, setiap player hanya bisa menggunakan satu karakter saja, kecuali ia ingin membuat karakter baru sesudah menghapus karakter sebelumnya" balas Xero.


"Lalu kenapa kau tidak menghapus karakter itu dan menggunakan karakter biasa?" tanya Lexa.


Xero merasa ia harus menjelaskan situasinya jika ia ingin terus bermain bersama Lexa. Ia tak mungkin selamanya menyimpan rahasia dari gadis itu, sementara dia sudah mulai percaya pada Xero. Akan begitu tidak adil baginya.


"Sejujurnya, aku memiliki sebuah situasi yang tak dapat kujelaskan padamu sekarang, situasi yang membuatku mesti memanfaatkan karakter ini sebaik mungkin" jelasnya sesudah menghela napas.


Lexa merasa Xero adalah seseorang yang termasuk dalam kategori misterius. Ia sama sekali tak tahu apa-apa mengenai dirinya, sedikit tak percaya kalau ia benar-benar mempelajari bela diri serta... ada sesuatu dalam tatapan laki-laki tersebut yang membuat dirinya terasa berbeda.. sesuatu yang dingin menusuk, seperti sebuah belati.


Namun, sama seperti sebelumnya, Lexa mengusir pikiran-pikiran itu dan mencoba untuk mempercayai Xero. Tak banyak orang mengatakan hal yang sama sepertinya, saat mereka berbincang di menara. Lexa tahu, orang-orang yang merasakan hal itu, adalah seseorang tanpa niat jahat dan ingin merasakan sebuah petualangan baru.


Setidaknya, untuk sekarang.. Lexa ingin mencoba mempercayai Xero. Meskipun ini adalah hal yang berat setelah ia mengalami sebuah kejadian tak mengenakkan dengan seorang pemimpin guild, Lexa harus bisa melangkah ke depan, mencoba sesuatu yang baru tanpa harus terbelenggu kenangan masa lalu.


Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan tanpa berbicara mengenai hal itu lebih panjang lagi. Masing-masing hanya memberitahukan apa yang mereka lakukan pada hidup, diluar dari AL.


Dari sini, Xero tahu Lexa adalah seorang gamers liga besar. Sebenarnya ia sudah curiga dari awal, sebab muka gadis itu begitu familiar... dan ternyata, dugaannya memang benar, dia adalah Lexa Seo Yoon, seorang gadis blasteran Korea-Amerika yang berprofesi sebagai gamers dan sudah memenangkan beberapa pertandingan liga besar khusus perempuan. Seorang bintang serta gadis impian bagi para gamers lainnya.


Tapi, ada beberapa hal yang membuat Xero bertanya-tanya, salah satunya adalah... 'mengapa ia menggunakan sebuah karakter berlevel 25?', seharusnya pemain liga besar seperti dia memiliki karakter di atas level 85.


Xero mulai berpikir, kemungkinan besar ini ada hubungannya dengan Lexa yang tampak memasang sebuah dinding transparan di antara mereka, seolah ia ingin melindungi dirinya sendiri dari sesuatu. Perasaan itu sudah mengganggu Xero semenjak ia merasakan sesuatu dalam hatinya, namun...


"Apa kau memikirkan sesuatu?" tanya Lexa, sambil memerhatikan raut wajah laki-laki di sampingnya yang tampak sedang adu mulut dengan pikiran sendiri.


"Oh! Umm.. aku tidak memikirkan sesuatu yang penting, cuma berpikir apa diriku pantas bermain bersama seorang pemain liga besar sepertimu.. haha..."


Seketika ia berhenti melangkah, berbalik pada Xero dengan raut wajah penuh keterkejutan "Jadi kau tahu aku ini siapa?!" tanyanya cepat.


"Uhm.. bukankah itu sudah jelas? Lexa Seo Yoon, seorang gamers liga besar yang begitu pandai bermain game sekaligus gamers tercantik abad ini?" ucap Xero, memasang raut wajah bingung, sebab pertanyaan dia yang agak tidak masuk akal "Apa ada masalah dengan itu?"


Lexa menghela napas berat, memijat pelipis "Kadang aku memiliki penyesalan tersendiri, sebagai seorang pemain liga besar yang diberi kecantikan ini"


"Hah?"


Gadis itu menggigit bibir, mencoba mengatakan sesuatu yang tertahan. Ia mengambil waktu untuk mengambil napas beberapa detik, lalu kembali menghadap pada Xero "Aku sedikit membenci kehidupanku ini"


"Karena.. jujur saja, menjadi seseorang yang memiliki nama dalam liga besar, belum lagi menjadi sorotan publik karena kecantikan. Hidupku.. terasa seperti dalam sebuah sangkar" jelasnya "Aku tahu.. ini terdengar sedikit tidak adil, sebab banyak yang juga ingin menjadi seperti diriku, tapi... aku-


Xero dengan cepat menahan mulut Lexa dan mendorongnya ke belakang sebuah pohon. Lexa tampak meronta ketakutan untuk beberapa detik, namun melihat tatapan Xero serta suaranya yang mengucapkan " Tenanglah" dengan lembut.. entah mengapa, hati Lexa merasa nyaman dan dengan begitu saja, ia percaya pada laki-laki tersebut, laki-laki yang bahkan masih belum ia ketahui nama aslinya...


Tak lama, terdengar derap langkah beberapa player. Xero mengintip untuk melihat nama di atas kepala mereka dan menemukan.. nama mereka berwarna merah terang. Instingnya memang tidak pernah salah.


"PK" ucap Xero pelan, setelah menarik tangannya dari mulut Lexa.


"Player Killers? Apa yang mereka lakukan di zona pemula ini?" tanya Lexa, berusaha untuk ikut mengintip.


Xero menggeleng pelan "Aku tak tahu, namun sudah pasti tujuan mereka tidaklah baik. Jika diperhatikan dari item serta equipment yang mereka gunakan, kemungkinan besar mereka berada di level 30-an"


Lexa menarik diri, menatap Xero. Terkejut menemukan tatapannya yang terasa begitu dingin menusuk, seolah ia menatap langsung ke dalam jiwamu dan mencabik-cabiknya, menjadi serpihan-serpihan kecil.


Tidak sampai lima detik kemudian, sekelompok player pemula sedang berjalan dari arah berlawanan sambil bercanda satu sama lain. Level mereka barulah mencapai 15 dan 16.


"Kita harus menolong mereka" desak Lexa sambil berbisik.


"Tunggu, kita harus mengetahui apa tujuan para PK itu muncul di zona awal ini. Jika sudah mendapatkannya, kita akan mengambil langkah untuk menghadapi mereka, sebab tak semua permasalahan harus diselesaikan dengan pertarungan"


Lexa kembali terkejut mengetahui sifat Xero yang sudah lebih dewasa dibanding seseorang yang pernah hadir di hidupnya dan menyelesaikan apapun dengan jalan kekerasan.


Tanpa sepengetahuan Xero, Lexa menambahkan nama laki-laki itu dalam daftar teman dekat dan meletakkannya dalam posisi teratas sembari tersenyum lembut.


"Apa!? Kalian ingin kami menyerahkan diri dan bergabung dengan guild kalian? Apa-apaan itu!" sahut salah seorang dari player pemula "Tentu saja kami takkan menerimanya! Jangan harap kami akan tunduk hanya karena kalian memiliki level yang lebih tinggi!"


Sesudah mengatakan itu, mereka mengeluarkan senjata masing-masing dan mengarahkannya pada tiga PK di depan. Tiga orang tersebut hanya tertawa, lalu tersenyum remeh "Dasar tak tahu diri"


Seseorang yang berada di tengah, melangkah maju penuh percaya diri. Di genggamannya terdapat sebuah pedang biasa dengan level tinggi. Sekelompok player pemula itu mulai ragu harus menyerang atau bertahan. Namun begitu si PK mulai mengerahkan serangan, tak satupun dari mereka yang berkutik melihat skill miliknya.


Sambil tertawa senang, ia melompat tinggi, mengayunkan pedangnya ke bawah dengan energi besar berwarna ungu. PK itu sudah begitu yakin akan membunuh para player ini, hingga ayunan pedangnya ditahan oleh seseorang yang entah muncul darimana, menggunakan sebuah pedang berlevel rendah, hasil drop membunuh para Kobold.


Xero menendang, lalu melompat dan melakukan tendangan Round House tepat ke wajah orang tersebut hingga terlempar menghantam kedua temannya di belakang.


"B-bagaimana bisa.. " sahut PK itu, tak percaya.


Xero tersenyum, memajukan tangan kanan dan menggerakkan dua jarinya, gestur menantang "Come here"