
Pandangan CX terus tertuju pada sosok gadis di depan. Selama dirinya memainkan VRMMO, tak pernah ia melihat karakter secantik dia, terlebih di Advance Life tiap player hanya bisa menggunakan wajah asli dengan sedikit tambahan make up atau tato wajah.
Namun, CX langsung sadar begitu tatapannya bertemu dengan sorot mata gadis itu. Sorot mata yang begitu tajam, seakan melihat masuk ke dalam jiwa dan mengirisnya menjadi beberapa bagian.
Tak banyak orang dapat memiliki tatapan menyeramkan tersebut, kecuali jika ia telah melalui sesuatu yang begitu berat dalam hidupnya. Tapi, tetap saja, CX menyadari gadis itu tak pernah mengambil nyawa seseorang. Tatapan seorang pembunuh dan seseorang yang melalui hal berat, sangat jauh berbeda.. dan cuma antar sesama pembunuh lah yang dapat menyadari hal tersebut.
"Aku benar-benar baru dalam game ini, jadi aku tidak mengerti apa kelebihan karakter dengan sembilan ekor milikku" ucap CX, memasang raut wajah polos.
Ia tak menyangka, gadis ini mudah jatuh dalam sandiwaranya, "Hadehh.. " ia menepuk kepala, menggeleng-gelengkannya kemudian menatap CX dengan tatapan 'mengapa ada orang sebodoh dia?' "Begini.." gadis itu berdeham, lalu melanjutkan "Ras yang kau pilih adalah Beast, dengan kata lain hewan yang dapat berjalan serta bertarung seperti manusia. Dalam setiap ras, terdapat satu karakter tersembunyi yang sangat sulit didapatkan para player, kesempatannya hanya 0.001%. Karakter tersebut sudah tak memerlukan job atau senjata lain, sebab sistem telah menyediakannya sendiri dan mereka dapat dikatakan adalah karakter OP (OverPowered).
Mengapa aku menyebutnya OP? Karena, dirimu yang sekarang masih level satu sudah dapat melawan seseorang di level 10 dengan sangat mudah. Bahkan, kau dapat dianggap sebagai Mid-Boss oleh para player" jelas gadis itu pelan agar player yang tampak noob di sampingnya dapat mengerti.
CX menghela napas, menyandarkan tubuh di pagar pembatas menara, menatap ladang hijau di kejauhan, terletak di luar dinding yang menjaga kota "Namun.. aku tahu karakter ini juga memiliki bayaran yang besar atas kekuatan besarnya bukan?"
Si gadis tampak terkejut mendengar pertanyaan seperti itu keluar dari mulut seseorang yang tampak tak pintar sama sekali, "Oh? Ternyata kau lebih cerdik dari yang kubayangkan. Ya, memang benar. Setiap karakter OP dalam game ini memiliki kelemahan besarnya tersendiri"
Angin kembali berhembus pelan. CX menghela napas sekali lagi. Ia tak pernah membayangkan hidupnya akan selalu berada di ujung tanduk, meskipun kali ini kasusnya berada dalam game.
Tetapi, ia sudah berhasil melewati neraka hidup-mati dalam MDO, mengapa ia tak bisa melewati game ini? Tentu saja dia bisa.
"Baiklah, terima kasih atas infonya" CX meregangkan badan sedikit, menepuk dada dengan kepalan tangan dua kali dan tersenyum, senyuman yang tanpa sadar membuat gadis itu tersipu malu, menjadi salah tingkah. Sayangnya CX tak melihat dan justru mengatakan "Sudah saatnya aku pergi menjelajahi dunia ini, dunia yang telah lama kutunggu.. dunia yang mungkin akan membantuku menyadari apa pentingnya arti hidup"
Mata si gadis terbelalak. Ia tak pernah menyangka akan mendengar kalimat itu keluar dari seseorang yang bahkan tak ia kenali. Kedua tangannya terkepal, selagi ia menggigit bibir ingin mengatakan sesuatu. Hatinya makin berdegup cepat, melihat CX mulai melangkahkan kaki.
"T-tunggu!"
CX berhenti, berbalik pada gadis tersebut "Hm?"
"Izinkan aku ikut denganmu"
CX sedikit terkejut, lalu tersenyum lembut, mengulurkan tangan "Aku sudah menunggumu untuk mengatakan itu, meskipun kita baru saja bertemu" ia tertawa kecil.
Begitu si gadis menerima tangannya, CX langsung menarik dia, mengangkatnya seperti seorang putri dan melompat tinggi ke atap-atap rumah.
"Bagaimana kau tahu karaktermu dapat melompat tinggi?" tanya gadis itu penasaran.
Tak lama, tak lagi terdengar suara keduanya. Mereka bersama-sama menikmati apa yang kini sedang terjadi. Untuk pertama kalinya dalam hidup CX, ia dapat tersenyum bebas serta merasa seakan sedang terbang di udara yang luas dan untuk pertama kalinya, seseorang melihat senyuman tersebut dari CX.. senyuman yang mampu menenangkan hati siapa saja, juga membuat perasaan nyaman di dalamnya...
Tidak jauh dari tempat mereka melompat dari satu bangunan ke bangunan lainnya, seseorang berjubah hitam sedang memerhatikan menggunakan penglihatan jarak jauh. Tak satupun player ingin mendekat, tak hanya karena level dia yang terlalu tinggi, tapi begitu melihat lambang tengkorak tertusuk sebuah pedang, di belakang punggung laki-laki itu, mereka tak ingin berurusan dengan salah satu guild besar dalam AL.
Dengan tenang, ia memanggil pemimpin guild melalui voice chat. Tiga detik selanjutnya, terdengar bunyi 'klik' dan sebuah suara membalas "Apa kau sudah menemukannya?"
"Ya, desas-desus itu ternyata benar. Seseorang telah berhasil mendapatkan karakter Gumiho dan sepertinya ia sudah berhasil mendapatkan seorang kawan... " terdengar jeda panjang hingga Sang pemimpin menanyakan ada masalah apa, namun laki-laki itu tampak sedikit takut untuk membicarakannya "Anda.. harus melihat ini sendiri"
Ia mengambil gambar sosok CX, mengirimkannya pada Sang pemimpin. Tak butuh waktu lama hingga terdengar suara sebuah barang dilempar ke dinding, membuat laki-laki tersebut sedikit bergidik ngeri.
"Terus perhatikan player itu! Jangan sampai kita kehilangan jejaknya!!" bentak Sang pemimpin, memutuskan panggilan.
Laki-laki itu hanya bisa menghela napas, melompat turun dari atas bangunan, kembali berbaur bersama para player serta NPC. Ia sudah dapat menebak, kedatangan player baru ini akan merubah sejarah permainan Advance Life. Entah itu ke hal yang baik atau buruk.
Di dalam ruangan guild, lebih tepatnya ruangan pribadi Sang pemimpin, begitu banyak barang tergeletak di lantai dengan kondisi yang tak lagi baik.
Seorang laki-laki muda, berumur sekitar dua puluh tahunan, tampak begitu emosi, duduk bersandar di depan meja, mengepalkan tangan. Ia melangkah menuju sebuah cermin seukuran tubuh. Disana, ia melihat seorang laki-laki tampan yang telah sukses membangun guild serta berhasil memenangkan begitu banyak pertandingan liga besar.
Zirah hitam, tampak begitu kuat dan agung, sekaligus melambangkan sebuah kematian, sudah menjadi mimpi buruk bagi banyak player. Guild mereka adalah guild yang paling ditakuti karena kekuatan serta keseriusan orang-orang yang berada di dalamnya, seakan mereka memainkan AL tidak untuk refreshing, melainkan demi bisnis, yang dimana memang dapat dilakukan, berhubungan item dalam game dapat dibeli menggunakan uang nyata, bahkan uang dalam game dapat diubah menjadi uang nyata.
Namun, entah mengapa.. ia sama sekali tak melihat seorang pemenang dalam pantulan tersebut.
"Semenjak gadis itu ada.. semenjak gadis itu muncul dalam hidupku!" Ia melayangkan tinju tepat ke ujung sebuah foto, foto seorang gadis cantik yang sedang tersenyum riang di bawah pancuran sinar matahari.. gadis yang sama dengan yang bersama CX sekarang.
Tiba-tiba, sebuah pesan masuk. Sang pemimpin membuka layar hologram dan segera mengecek chat tersebut.
'Maaf, aku lupa memberitahu, nama player tersebut adalah Xero'.
Dengan cepat, Sang pemimpin mencari melalui log pencarian player, bergegas mengetik 'Xero' dan menemukan sosok orang tersebut.
"Haha.. Hahaha.. Hahahahaha! Aku akan membuatmu membayar ini! Aku akan membuatmu menderita sudah mencuri Lexa dariku"