Advance Life

Advance Life
Bab 4 (Time to Leveling! #1)



Xero telah mencapai sebuah batas antara zona aman dengan zona berbahaya, dimana tiap player dapat saling membunuh sesuka hati.


Pembatas itu berupa dinding energi tipis dan tembus pandang, dengan sedikit warna biru. Tepat di tengah-tengah dinding energi itu, terdapat sebuah tulisan 'Monster lvl 1-10' yang artinya wilayah ini adalah wilayah yang tepat bagi para pemula.


"Kau yakin ingin langsung ke sini?" tanya Lexa, sementara memandangi tulisan hologram tersebut.


"Apa salahnya? Bukankah kita ingin leveling?" tanya Xero balik.


Lexa menghela napas, ia menoleh pada laki-laki di samping sembari memasang wajah kesal "Karakter milikmu itu sudah tak perlu leveling di wilayah seperti ini. Setidaknya pergilah ke wilayah dengan level sebelas ke atas"


Mendengar kata-kata Lexa, Xero memikirkan kemungkinan menggunakan karakter OP ini. Bisa jadi ia sudah diincar oleh guild besar untuk menyerahkan karakter tersebut, entah secara halus atau kasar.


Ia menoleh menatap Lexa dan memikirkan kemungkinan gadis itu dapat berada dalam bahaya kalau terus bersama, lalu menjadi sebuah ancaman atau tawanan. Setidaknya mereka harus mencapai level tinggi agar tak ada pengganggu. Pilihan lain adalah mereka bergabung dengan sebuah guild yang cukup besar sebagai perlindungan sementara-


"Mengapa kau diam saja?" tanya Lexa menyadarkan Xero.


"Maaf, aku sedang memikirkan sesuatu. Bolehkah aku bertanya padamu?"


"Silahkan"


"Bisa kau jelaskan padaku guild-guild besar dalam game ini?" pintanya.


Lexa melipat lengan, mengetuk-ngetukkan jari telunjuk ke pelipis sambil menggembungkan pipi, pemandangan yang berhasil membuat wajah Xero memerah, "Dalam AL, ada lima guild besar yang dapat dikatakan berkuasa. Masing-masing dari mereka memiliki wilayah berbeda, tak hanya luas namun juga penuh akan Drop-item berharga. Setiap player dari guild lain atau player solo, mesti meminta izin terlebih dahulu untuk memasuki area-area tersebut, juga ada bayarannya. Entah itu menggunakan 'Yenom', mata uang dalam game, ataukah barang berharga. Tergantung guild nya.


Di posisi pertama ada 'Black Cerberus', guild yang berasal dari Amerika. Guild yang selalu menjadi juara dua dalam pertandingan liga, tetapi karena memiliki wilayah yang sangat luas dan pasukan yang besar, ia tetap menjadi guild nomor satu dalam server.


Di posisi kedua ada 'Dark Skull', guild yang berasal dari Korea. Guild berbahaya, pemenang pertandingan liga selama dua periode, Winter dan Summer. Mengapa aku mengatakan mereka berbahaya? Karena player mereka terlalu sensitif, mudah emosi juga tak memedulikan player asing. Dengan kata lain, guild egois.


Entah mengapa, Xero dapat melihat sedikit raut wajah kebencian begitu Lexa menjelaskan guild tersebut.


Di posisi ketiga ada 'Rage Crow', guild yang berasal dari Inggris. Guild dengan sebutan 'Player terkaya', sebab kebanyakan dari mereka menggunakan uang yang tak sedikit untuk membangun guild serta membangun karakter. Sayangnya, mereka selalu kalah strategi oleh dua guild sebelumnya, sehingga hanya berhasil menduduki posisi ketiga.


Di posisi keempat ada 'Blazing Behemoth', guild yang menjadi incaran tiap player, guild dengan reputasi terbaik, kebalikan dari guild Horror Sorrow. Mereka sebenarnya bukanlah guild dengan wilayah seluas Black Cerberus maupun Dark Skull, namun yang membuat mereka berhasil mendapatkan posisi keempat adalah kebaikan mereka pada player lain, menjadikan player yang bahkan tak berasal dari guild tersebut pun ikut mendukung.


Last but not least, 'Midnight Howl'. Guild yang benar-benar asing. Tak seorangpun tahu mereka berasal dari negara mana, apa yang mereka lakukan dan mengapa mereka berada di dalam game ini. Bahkan, ketika pertandingan liga, kebanyakan dari mereka mengenakan topeng serigala berwarna hitam seakan mereka menyembunyikan identitas asli dari orang-orang. Tak banyak player yang ingin berhubungan dengan mereka. Guild misterius seperti itu, jujur saja sedikit mengerikan. Guild-guild besar lainnya pun tak mau mengganggu mereka.


Itulah lima guild besar yang perlu kau tahu, lainnya tak terlalu penting " ucap Lexa mengakhiri penjelasan panjangnya.


Kedua, di Midnight Howl, ia dapat menyembunyikan identitas dan tak perlu khawatir orang lain tahu soal dirinya yang mendapatkan karakter Gumiho. Namun, di lain pihak, mereka adalah guild misterius yang tak seorangpun tahu mengapa ada dalam game. Bisa jadi, mereka adalah sekelompok mafia, berencana menguasai game ini secara diam-diam-


"Oh! Aku lupa mengatakan sesuatu. Anggota guild Midnight Howl hanya berjumlah delapan orang" kata Lexa cepat, sekali lagi memotong pemikiran Xero.


Tetapi, berkat itu, ia tahu harus masuk dalam guild apa "Baiklah, aku memutuskan untuk masuk dalam guild Midnight Howl"


Kedua mata gadis tersebut terbelalak lebar. Ia tak menyangka akan ada seseorang yang benar-benar ingin bergabung dengan guild misterius "Apa kau yakin? Ada kemungkinan nyawamu dalam bahaya, terlebih karakter milikmu yang adalah Gumiho dan game ini menggunakan wajah asli para player, sehingga mereka dengan mudah mencarimu, terlebih... wajahmu lumayan tampan dengan rambut.. Auburn serta mata... sehijau zamrud" jelas Lexa dengan suara yang makin lama makin pelan, membuat Xero harus melangkah mendekat untuk mendengarnya.


"Kau bilang apa?"


"Akan mudah mencari wajah setampan itu!"


Xero melangkah mundur, ia berkedip dua kali "Siapa?"


Tanpa menunggu lagi, Lexa melempar sebuah batu tepat ke kepala laki-laki yang tidak peka, lalu berjalan menjauh sembari menghentak-hentakkan kaki seperti seorang bocah.


Xero hanya menggeleng-gelengkan kepala melihatnya, kembali menatap tulisan hologram di atas dan mulai melangkah melewati dinding energinya.


Seketika, Lexa berbalik. Ia terkejut menemukan sosok yang sudah berhasil membuat hatinya cenat-cenut justru berjalan menjauh tanpa memedulikan dia.


"Dasar bodoh" keluh Lexa pelan.


"Siapa? Aku?"


Gadis itu terkejut setengah mati, melompat menjauh, menemukan sosok Xero yang kini berada dibelakang dirinya "B-bagaimana kau... T-tapi.. " sahutnya bingung, mencoba menemukan sosok Xero yang tadinya melangkah keluar dari dinding energi namun kini menghilang.


"Aku baru sadar jika karakter ini memiliki kemampuan untuk berteleportasi sekaligus menciptakan bayangan diri" jawab Xero santai sambil memasang senyum lebar "Tampaknya ada yang sedang kesal"


Lexa merasa benar-benar malu sekarang, terlebih sosok itu kini sedang tertawa melihat tingkah lakunya.


Xero menyeka air mata, menghela napas panjang lalu menatap Lexa dengan tatapan menggoda yang sulit untuk dialihkan begitu melihatnya "Jadi, mau menemaniku leveling atau tidak? Aku tidak akan memaksamu jika kau tidak mau"


"T-tentu saja mau. Humph!" balasnya sambil memalingkan muka, walau jantung Lexa sementara berdegup kencang dan makin kencang lagi begitu melihat senyuman yang dilontarkan Xero.


Lexa mulai bertanya-tanya, apakah karena dia menggunakan karakter Gumiho yang membuatnya terlihat makin menarik atau memang begitulah diri Xero yang sebenarnya..?