A N G E L

A N G E L
bab 63: aku iri



Malam itu Angel termenung sendiri.. ketika dia merasakan


sakit di kepala nya.. “kenapa tubuh ini seperti nya merespon pada diri ku..!!


apa karena aku bukan dia..?  kepala ku


sering sakit akhir-akhir ini..” batin nya.. ia terdiam.. “sudah lama sejak aku


pindah ke rumah Sabdy, aku belum bertemu lagi dengan Rizal.. aku merindukan


dia..” batin  nya.. Angel membaring kan


tubuhnya,.. ia memejam kan mata nya.. lalu tertidur.. tidak lama kemudian dia


keluar dari tubuh itu..  “aku akan


menemui Rizal.. aku rindu pada nya..” ucapnya sendiri.. Angel keluar dari rumah


itu.. ia berjalan di tengah malam.. menuju apartemen Rizal.. beberapa mahluk


seperti dia menghampiri nya..  “hei,


kenapa kau bisa diam di tubuh anak itu tanpa ketahuan.?” Tanya mereka.. tapi angel


tidak menghirau kan nya, ia terus berlalu.. tibalah dia di apartemen Rizal.. ia


masuk ke dalam nya.. “Zal.. zal..?!” panggil nya.. Angel langsung ke kamar nya,


terlihat pria itu tengah tertidur.. “kau tidak merindukan aku yah..?” bisiik nya..  Rizal merasakan hawa dingin pada tengkuk


nya.. ia membuka mata nya.. “kekasih ku datang..!! ada apa sayang..?” ucap nya


dengan suara serak khaas bangun tidur.. Angel tersenyum.. “aku sekarang, sulit


untuk bertemu dengan mu,.. sejak aku di tubuh Nadhira.. baru sekarang aku bisa


pergi ke sini.” Ucap nya.. Rizal hanya terdiam.. “aku mengerti, kau tidak bisa


bebas meninggal kan tubuh itu.. tapi sayang, apa Dhira masih belum juga


kembali..?” Tanya Rizal. Angel menggeleng.. “belum. Aku bahkan tidak tahu, dia


sesuatu.. “tapi.. beberapa hari lalu, dia ada di sini, saat kau ppergi, dan


mulai tinggal bersama sandy, aku bertemu dengan nya, dan aku membawa nya


kemari. Tapi sekarang dia menghilang kembali..” ucap Rizal.. Angel terdiam.. “biar


kan saja dia.. mungkin dia belum mau menujukan diri nya pada ku.. dan aku akan


membuat nya kembali sekolah.. aku akan mulai mengembalikan hidup nya, dia akan


bertemu dengan teman-teman baru nya, besok Sandy dan Tasya, akan mendaftarkan


aku ke sekolah baru,.. dan  aku yakin,


Dhira, ada di sekeliling ku.. aku yakin dia juga memperhatikan aku..” ucap


Angel..  mata nya menerawang.”Zal.. saat


ini aku sedang iri.!” Ucap nya.. Rizal mengernyit.. “iri..? iri pada siiapa dan


kenapa..?” Tanya  nya.. mereka kini duduk


berhadapan.. Angel terlihat sedih.. “aku iri pada Sandy dan juga Tasya..  mereka bisa bahagia.. menikah dan akan segera


memiliki anak.. tapi aku sekarang,  seperti ini.. aku bahkan tidak pernah bahagia, aku tidak bisa hidup


dengan mu..kenapa nasib ku buruk.. bahkan terlalu buruk..” ucap nya..  Rizal mengerti perasaan nya.. “fan jangan


sedih.. walau pun, kau seperti ini sekarang, itu tidak akan menghilangkan


perasaan ku pada mu.. tuhan mempunyai rencana lain  untuk kita berdua. Jangan sedih lagi ya..”


hibur Rizal.. Ingin sekali ia memeluk gadis nya itu.. tapi dia tidak bisa


melakukan nya..untuk memeluk nya pun dia tidak bisa..


Malam itu mereka menghabis kan waktu bersama, Rizal dan Angel bercanda Ria.. hingga pagi menjelang, "Zal aku harus pulang.. aku harus kembali ke tubuh Dhira" ucap nya, Rizal mengangguk... "Baik lah.. fan kau jangan sedih , aku yakin akan ada hal baik yg akan menghampiri mu ..." ucap Rizal... Angel hanya mengangguk... ia menghilang kembali tertarik masuk ke dalam tubuh Dhira..


bersambung