
Malam itu Angel termenung sendiri.. ketika dia merasakan
sakit di kepala nya.. “kenapa tubuh ini seperti nya merespon pada diri ku..!!
apa karena aku bukan dia..? kepala ku
sering sakit akhir-akhir ini..” batin nya.. ia terdiam.. “sudah lama sejak aku
pindah ke rumah Sabdy, aku belum bertemu lagi dengan Rizal.. aku merindukan
dia..” batin nya.. Angel membaring kan
tubuhnya,.. ia memejam kan mata nya.. lalu tertidur.. tidak lama kemudian dia
keluar dari tubuh itu.. “aku akan
menemui Rizal.. aku rindu pada nya..” ucapnya sendiri.. Angel keluar dari rumah
itu.. ia berjalan di tengah malam.. menuju apartemen Rizal.. beberapa mahluk
seperti dia menghampiri nya.. “hei,
kenapa kau bisa diam di tubuh anak itu tanpa ketahuan.?” Tanya mereka.. tapi angel
tidak menghirau kan nya, ia terus berlalu.. tibalah dia di apartemen Rizal.. ia
masuk ke dalam nya.. “Zal.. zal..?!” panggil nya.. Angel langsung ke kamar nya,
terlihat pria itu tengah tertidur.. “kau tidak merindukan aku yah..?” bisiik nya.. Rizal merasakan hawa dingin pada tengkuk
nya.. ia membuka mata nya.. “kekasih ku datang..!! ada apa sayang..?” ucap nya
dengan suara serak khaas bangun tidur.. Angel tersenyum.. “aku sekarang, sulit
untuk bertemu dengan mu,.. sejak aku di tubuh Nadhira.. baru sekarang aku bisa
pergi ke sini.” Ucap nya.. Rizal hanya terdiam.. “aku mengerti, kau tidak bisa
bebas meninggal kan tubuh itu.. tapi sayang, apa Dhira masih belum juga
kembali..?” Tanya Rizal. Angel menggeleng.. “belum. Aku bahkan tidak tahu, dia
sesuatu.. “tapi.. beberapa hari lalu, dia ada di sini, saat kau ppergi, dan
mulai tinggal bersama sandy, aku bertemu dengan nya, dan aku membawa nya
kemari. Tapi sekarang dia menghilang kembali..” ucap Rizal.. Angel terdiam.. “biar
kan saja dia.. mungkin dia belum mau menujukan diri nya pada ku.. dan aku akan
membuat nya kembali sekolah.. aku akan mulai mengembalikan hidup nya, dia akan
bertemu dengan teman-teman baru nya, besok Sandy dan Tasya, akan mendaftarkan
aku ke sekolah baru,.. dan aku yakin,
Dhira, ada di sekeliling ku.. aku yakin dia juga memperhatikan aku..” ucap
Angel.. mata nya menerawang.”Zal.. saat
ini aku sedang iri.!” Ucap nya.. Rizal mengernyit.. “iri..? iri pada siiapa dan
kenapa..?” Tanya nya.. mereka kini duduk
berhadapan.. Angel terlihat sedih.. “aku iri pada Sandy dan juga Tasya.. mereka bisa bahagia.. menikah dan akan segera
memiliki anak.. tapi aku sekarang, seperti ini.. aku bahkan tidak pernah bahagia, aku tidak bisa hidup
dengan mu..kenapa nasib ku buruk.. bahkan terlalu buruk..” ucap nya.. Rizal mengerti perasaan nya.. “fan jangan
sedih.. walau pun, kau seperti ini sekarang, itu tidak akan menghilangkan
perasaan ku pada mu.. tuhan mempunyai rencana lain untuk kita berdua. Jangan sedih lagi ya..”
hibur Rizal.. Ingin sekali ia memeluk gadis nya itu.. tapi dia tidak bisa
melakukan nya..untuk memeluk nya pun dia tidak bisa..
Malam itu mereka menghabis kan waktu bersama, Rizal dan Angel bercanda Ria.. hingga pagi menjelang, "Zal aku harus pulang.. aku harus kembali ke tubuh Dhira" ucap nya, Rizal mengangguk... "Baik lah.. fan kau jangan sedih , aku yakin akan ada hal baik yg akan menghampiri mu ..." ucap Rizal... Angel hanya mengangguk... ia menghilang kembali tertarik masuk ke dalam tubuh Dhira..
bersambung