
Dokter berusaha keras untuk menyelamatkan Dhira.. luka - luka yg di derita Dhira sangat serius.. Dhira pun belum melewati masa Kritis nya..
Mai dan ibu nya baru saja datang.. bersama Lek Budi..
Mai tidak menyangka, nasib kaka nya akan seperti ini.. demi menyelamatkan dirinya, Dhira harus terluka parah mungkin juga dia tidak selamat.. kaka nya, mempertaruhkan nyawa untuk diri nya..
"Buk.. bagaimana jika ka Dhira..!!" ucapan nya terhenti.. Mai tidak sanggup untuk melanjutkan, pertanyaan nya.. "Berdoa saja nduk... semoga kaka mu tidak apa-apa!!" jawab ibu nya..
Mainaka tertunduk sedih.. dia tidak akan memaafkan dirinya sendiri, bila terjadi sesuatu pada Dhira.. bagaimana pun Dhira, harus sembuh.. dan bersama lagi dengan dia..
Dhira membuka mata nya, seluruh tubuh nya terasa nyeri.. dia melihat ke Arah Mai yg tertidur di sampingnya, "syukurlah dia selamat..!!" fikir Dhira..
Dhira mencoba menyentuh rambut Mainaka.. namun dia tidak dapat menyentuh nya.. berulang kali dia mencoba namun gagal..
"Ada apa dengan ku..?!" kenapa ini..!!" fikir nya, Dhira melihat tangannya sendiri.. Dhira mencoba untuk bangun.. dia melangkah kan kakinya, keluar dari kamar itu..
Dia melihat tubuh nya sendiri terbaring, dengan selang infus dan selang oksigen yg menempel di hidung nya.. "Tidak mungkin.. apa gue, udah mati..!! jika gue udah mati.. lalu di mana gue sekarang..!!" fikir Dhira..
Dhira keluar dari kamar perawatan nya, dia melihat ibunya yg duduk sendiri, di ruang tunggu rumah sakit.. terlihat, ibu nya menangis.. "Jika saja, saya tidak meninggalkan anak-anak.. mungkin Dhira tidak akan jadi seperti ini..!!" ucap nya..
"Bagaimana kata dokter nduk..?!" tanya lek Budi..
"Dokter bilang, Dhira koma .. kami hanya menunggu waktu, untuk dia bisa bangun..!!" jawab ibu Dhira..
"Ibu, seperti nya tidak bisa melihat ku.. apa yg harus aku lakukan, agar ibu tidak sedih, gue tidak bisa kembali ke tubuh gue sekarang..!! gue ga tau cara nya gimana..!" fikirnya..
"Nduk.. kamu harus iklas... lepas kan Dhira.. mungkin, Dhira seperti ini, karena kamu Belum iklas..!!" Ucap Lek Budi.. , ibu Dhira menatap tajam pada Lek Budi...
"Engga mas, aku yakin.. Dhira pasti sembuh.. Dhira bisa berkumpul lagi dengan kita di sini..!!" jawab nya..
Dhira menatap sendu pada ibu nya.. "Maafin Dhira buk.. Dhira ga bisa kembali, Dhira gatau caranya untuk kembali ke Tubuh Dhira..!!" lirih nya... dia menangis seorang diri..
Dhira tidak mengerti, kenapa hidup begitu tidak adil untuk nya, dan dia selalu bernasib sial.. seolah dia tidak boleh untuk bahagia..
Angel menatap sedih pada adik nya itu.. kini nasib Nadhira sama seperti diri nya, ia tidak bisa pergi atau kembali ke dalam tubuh nya... Dia menghampiri nya.. "Dhira..!!" panggil nya, ia menyentuh bahu nya..
Dhira menoleh pada nya.. "Kak Angel..!!" jawab nya.. air mata nya menetes .. "Apa aku sudah mati? apa kini aku menjadi arwah seperti kakak?!" tanya nya.. Angel menangis mendengar pertanyaan itu..
ia memeluk Dhira.. "Tidak.. kau tidak akan mati .. Aku akan mencoba menolong mu.. Maafkan aku, karena lagi-lagi aku datang terlambat.. Aku tidak ada saat kau membutuhkan aku.. aku akan berusaha membuat mu hidup..!! apa pun cara nya, kau tidak sendirian.. aku akan terus bersAma mu..!" ucap nya.. ia memeluk adik nya itu..
"Tubuh mu masih hidup.. kakak akan coba, untuk bicara pada seseorang yg bisa membantu kita.. dia juga bisa melihat kakak, dia sama seperti diri mu, kau mampu melihat kakak, dia juga sama" ucap Angel.. Dhira mengangguk..
"Jangan takut.. kakak akan selalu bersama mu.. kau tidak akan sendirian... tapi Dhira, kau tidak bisa pergi jauh dari tubuh mu" ucap nya, Dhira mengangguk mengerti..
**BERSAMBUNG""