
2 Hari setelah peristiwa di istana piramid...
Didalam mansion Zevius dan yang lainnya sedang istirahat sejenak setelah menjalankan sebuah misi dari guild. disana mereka...eum..
•Zevius:"Tidur"
•Sheila, Yui,&Lavatia:"zzz.."
•Zevius:"{Suara dikecilkan} Ya. Mereka sedang tidur Tapi~...
(KENAPA HARUS AKU JUGA YANG JADI TEMPAT SANDARANNYA!!!) Sebaiknya aku pindahkan mereka semua kekamarnya.{Mencoba bergerak}"
•Sheila:"E~mm! {Memeluk tangan kiri Zevius} Jangan lari kitiy ku.. aku akan merawat mu~..zzz"
•Zevius:"!!! (apa dia bangunkah?) {Melirik} Hah~ (Tidak..) baiklah..{mencoba melepaskan pelukan Sheila}"
•Yui:"Kendalikan dirimu tongkatku {Memeluk kaki Zevius} ..mm~ zzz"
•Zevius:"!!(aduh! tangan lepas. Kaki pula sasaran..) Hah~ {mencoba melepaskan pelukan yui}"
•Lavatia:"zzz"
•Zevius:"Hah.. sepertinya Tia tidak melindur..(Baguslah)"
Zevius lalu menggendong mereka semua ke kamarnya masing masing.
•Zevius:"Waduh.. teman temanku ini badannya meski terlihat kurus, tapi berat berat ya~ (Hadeuh~), Baiklah terakhir adalah Tia.{mengangkat lavatia}"
•Lavatia:"zzz"
•Zevius:"(Wajah tidurnya itu..) Lucunya~"
•Lavatia:"Mmm~ ibu, ayah! Lihat! aku bisa terbang! hahaha~ akhirnya aku bisa terbang..."
•Zevius:"He?"
•Lavatia:"Terimakasih Ibu, ayah.. aku sayang kalian. Mmuah! {Mencium pipi Zevius} Aku..aku...sayang kalian...zzz"
•Zevius:"{pipi sedikit merah} (dia.. apa dia mimpi barusan?) haha ya~ sepertinya hidup kalian bahagia ya... (Berbeda denganku...)"
Malam Harinya...
•Sheila:"Hamdhan, Hamdhan lihat bunga baruku ini!"
•Zevius:"Sheila~ sudah kubilang jangan panggil aku dengan nama itu lagi."
•Sheila:"Iya~ maaf, {menundukkan kepala}"
•Zevius:"Ya sudah tidak apa apa {memegang kepala sheila}, apa yang ingin kamu tunjukkan padaku itu?"
•Sheila:"Ini. Lihat lah! {sambil memegang setangkai bunga Rose merah} "
•Zevius:"Hmm?"
•Sheila:"Cantik kan?"
•Zevius:"Ya. Cocok sekali dengan warna bajumu dan juga {mendekatkan wajahnya ke sheila}"
•Sheila:"{Pipi merah} A-apa? (apakah dia ingin mencium pipiku?)"
•Zevius:"Matamu"
•Sheila:"e?"
•Zevius:"Ya~ Bunga ini mirip dengan warna baju mu dan juga mata mu. Cantik ya."
•Sheila:"Umph!!! Bodoh Bo~doh!! {Sambil memukul manja dada Zevius} Hmph! {pergi kekamarnya}"
•Zevius:"..? kenapa dia itu?"
•Lavatia:"{Turun dari lantai dua} ada apa Zev? kayaknya sheila kesel banget tuh."
•Zevius:"Aku juga gak tau.."
Sheila:"{Teriak dari lantai dua} HAMDHAN BODOH!!!"
•Zevius:"E?"
•Lavatia:"Kayaknya dia beneran marah banget tuh. Sebaiknya kamu samperin sana"
•Zevius:"Hah~, {Teriak dari lantai satu} OY SHEILA!. Kalau kamu sekali lagi masih terlihat oleh ku dalam keadaan marah, kamu akan merasakan Virus ku.."
•Sheila:"(Virus?) {Teriak dari lantai dua} Aku tidak takut!! Dasar OTAK KARAT!"
•Zevius:"Tcih."
•Lavatia:"Otak karat..?"
•Zevius:"Eu.ya~ tidak usah dipikirkan"
•Sheila:"{Masih ngambek di lantai 2} )@+-%)@-$(#+29-$("
•Zevius:"Oh iya Tia, Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu"
•Lavatia:"Hm?. Apa itu"
•Zevius:"Aku ingin tau apakah kamu itu sangat dekat dengan orangtua mu?"
•Lavatia:"Tentu saja!, aku dan mereka sangatlah dekat, memangnya kenapa?"
•Zevius:"eu. Tidak~ Tidak kenapa napa, sengaja saja aku ingin tau. Lalu dimana orangtua mu sekarang?"
•Lavatia:"Mereka..."
•Zevius:"Kenapa?"
•Lavatia:"...aku..."
•Zevius:"apa?"
•Lavatia:"Maaf Zev aku Mau tidur dulu {Berlari kekamar}*Hiks*"
•Zevius:"Tia! {mengejar Lavatia dari belakang}"
*BRAK!*
•Lavatia:"{menutup dan mengunci kamarnya}"
•Zevius:"Lavatia?! kamu kenapa?! kenapa kamu menangis? Tia! tia!."
*Tok!* *Tok!* *Tok!*
•Lavatia:"Maaf Zev, tolong biarkan aku sendiri *hiks*"
•Zevius:"Tia! aku bisa membantu mu. Apa masalah mu itu?!"
•Lavatia:"Tolong biarkan aku sendiri..."
•Zevius:"Hah~ (aku tidak bisa membiarkan salah seorang temanku menjadi sampai seperti ini) Baiklah kalau begitu... Kalau kamu merasa baikan turun kebawah ya..."
•Lavatia:"..."
Zevius tentu tidak akan meninggalkan temannya itu, yang mencoba menghalangi keingintahuannya dalam masalah yang dihadapi Lavatia. dan pada akhirnya Zevius mencoba menerobos masuk dengan menggunakan skill yang baru baru dimilikinya saat ini
•Lavatia:"*Hiks*, Ibu~ . Ayah~"
•Zevius:"Wagalax Bobus~"
Wagalax Bobus Adalah salah satu kemampuan zevius. Dia mampu menerobos masuk ketempat padat apapun itu, baik dilengkapi dengan sistem keamanan teknologi ataupun sihir.
•Lavatia:"Hiks..."
•Zevius:"Tia~ kamu kenapa sebenarnya?"
•Lavatia:"Hah! Zev! Bagaimana bisa kamu-"
•Zevius:"Tia. Aku ingin dengar jawaban mu. Aku mohon {mendekati lavatia}"
•Lavatia:"Zev. Tolong jangan desak aku seperti ini *hiks* A-Aku tidak bisa {membuka kunci pintu, mencoba untuk pergi}
•Zevius:"{melihat gagang pintu} (Wagalax hentikan waktu)"
•Lavatia:"!!(Aku tidak bisa membuka pintunya!)"
•Zevius:"(Setelah levelku naik untungnya aku meningkatkan kemampuan skill ku ini. Jadi sekarang aku hanya bisa menghentikan satu objek saja (yang aku inginkan), tapi untuk menghentikan waktu secara menyebar jaraknya masih tetap tidak berubah) Tia."
•Lavatia:"Tolong Zev jangan tanyakan hal itu padaku...*hiks* *hiks* {Kaki lavatia melemas}"
•Zevius:"{Mendekati lavatia}..."
•Lavatia:"{menangis sambil duduk bersandar dipintu} *Hiks* *Hiks*"
•Zevius:"{memeluk Lavatia}"
•Lavatia:"!?, Zev?"
•Zevius:"Kenapa?, Kenapa kamu menyimpan beban mu itu seorang diri?, Kamu punya teman teman yang bisa dipercaya kan?"
•Lavatia:"Aku tidak pernah punya satu pun teman yang aku percaya~"
•Zevius:"Kalau begitu {memegang pundak lavatia} Aku yang akan menjadi teman terpercaya mu. Aku akan membantu semua masalah yang kamu hadapi itu, Aku akan selalu mencoba yang terbaik. Jadi~ Jadi kamu tidak perlu memegang beban itu seorang diri lagi, aku ada disini bersama mu, bersama kalian semua.{memeluk Lavatia untuk kedua kalinya}. Tenanglah..."
•Lavatia:"{Balik memeluk Zevius} *hiks* *hiks*"
...
•Zevius:"Tia."
•Lavatia:"Hm? (sudah lama aku tidak di elus elus seperti ini...Hah~ nyaman rasanya)
•Zevius:"Kamu sampai seperti ini. Apakah orangtua mu itu dibunuh oleh seseorang?"
•Lavatia:"H?! Kamu kok bisa tau?!"
•Zevius:"Ya~. Jujur saja ya~ sebenarnya aku ini menggunakan kemampuanku"
•Lavatia:"O!! berarti waktu itu! kamu sampai bisa tau nama orang tua ku itu-"
•Zevius:"Ya. Kamu benar, Aku menggunakan kemampuanku"
•Lavatia:"Tapi bukannya level kamu itu masih level rendah?, mana mungkin kamu bisa memiliki kekuatan seperti itu"
•Zevius:"Sebenarnya~ asalku ini bukanlah dari dunia ini"
•Lavatia:"Apa maksudmu?"
•Zevius:"Yah aku rasa~ kamu bisa tanyakan itu pada Sheila dan Yui nanti"
•Lavatia:"U~,Ayolah. Tidak apa. Aku ingin mendengarnya langsung darimu"
•Zevius:"Haha. Iya..iya.."
Zevius lalu menceritakan kembali semua asal usulnya dan kisahnya selama hidup di bumi.
•Zevius:"Yah~ seperti itulah, sampai sekarang aku memiliki kalian semua sebagai teman"
•Lavatia:"Kamu..."
•Zevius:"Hm?"
•Lavatia:"Kamu ternyata laki laki yang kuat~ ya.."
•Zevius:"Hahaha ya~ tidak juga (Aku ini masih laki laki lemah, jika aku benar benar laki laki kuat, maka seharusnya pada saat itu aku tidak bunuh diri melainkan mencari solusi yang terbaik lagi)"
•Lavatia:"Zzz"
•Zevius:"{melihat Lavatia} {memelankan suara} Hah~ sepertinya kamu sudah tidur ya?"
Zevius lalu membaringkan Lavatia dan menyelimutinya. Setelah itu Zevius mencoba memeriksa seluruh isi mansion seorang diri, dan tanpa di sadari dia menemukan satu hal yang mengejutkan.
•Zevius:"Selamat malam tia~ {menutup pintu}"
Lavatia:"zzz {senyum}"
*tap* *tap* *tap*
•Zevius:"{Sambil berjalan menyusuri setiap lorong} (Mansion ini benar benar besar dan juga sepi, Teman teman ku semua sudah tidur. Ini kesempatan bagus untuk ku menyusuri tempat ini sendirian dan mencari sesuatu. Siapa tau aku dapat New info atau petunjuk misterius lainnya di mansion ini)"
•???:"H~"
•Zevius:"!!{berhenti melangkah} (sepertinya ada seseorang?!)"
Dari Lorong yang sangat gelap muncul sesosok Tengkorak berjalan
•???:"H~"
•Zevius:"Siapa kau?"
•???:"H~"
•Zevius:"Tidak menjawab ya... (Mari kita panggil saja dia Undead)"
•???:"H~"
•Zevius:"Hei undead! bisa tidak kau pergi dari situ?! aku mau lewat"
•???:"{Berlari dan mengangkat pedang}"
•Zevius:"!!! {tendangan refleks}"
•Zevius:"Ups.., Maaf ya~ gak sengaja {Lanjut melangkah}"
!!!H~!!!H~!!!H~
Zevius melihat ada banyak sekali undead yang sama persis dengan sebelumnya.
•Zevius:"Hm? (Waduh kayaknya undead itu baru pembukaan saja ya... Mari kita lihat... jumlah mereka ada berapa..) Wagalax Target.."
•Zevius:"Hahaha! (jumlahnya ada lima puluh.. kalau segini sih aku pasti bisa mengalahkan mereka semua tanpa skill)
MAJU KALIAN!!!"
5 Jam kemudian
•Undead:"H~!"
•Zevius:"Haduh~, Hah~ Hah~{Ngos ngosan}. Oy! sebenarnya jumlah kalian itu ada berapa?! perasaan, Aku sudah menggalahkan lebih dari lima puluh un..DHEAD!!! HAH! (Sial! skill ku tetap menunjukkan jumlah yang sama! lima puluh undead, Tidak satupun berkurang. Apa apaan ini?!!)"
•Undead:"H~~!!"
•Zevius:"HADEUH...~~!!"
*BRUK!" Tumbang.
•Zevius:"Cape aku~, aku mau tidur dulu..Ah..ZZZzzz"
Karena terlalu lelah Zevius pun Pingsan dan tidak sadarkan diri.
Selama Zevius pingsan. Zevius tidak dibunuh oleh para undead itu melainkan dia dibawa ke suatu kastil melalui portal yang ada di ujung mansion. Sheila, Yui, dan Lavatia, juga tidak menyadari bahwa para undead itu telah menculik Zevius. Tepat pada tengah malam, Zevius kembali sadar dari pingsannya.
•Zevius:"{Membuka mata} ha? aku dimana ini? (Jangan jangan!!) APA AKU MATI LAGI?!!"
•???:"Selamat datang anak ku!"
•Zevius:"h?{melihat ke arah datangnya suara tersebut} Ha???!!!"
Zevius kaget bukan kepalang melihat seorang Kakek yang sedang santai dilayani para gadis gadis muda.
•???:"Perkenalkan Aku adalah Trovos Felisius. Aku adalah seorang Raja Harem"
•Zevius:"??{Melihat dengan tatapan khawatir}"
•Trovos:"Kamu akan menjadi penerus raja harem berikutnya"
•Zevius:"(Harem~ Harem~. Apaan tu?!) Boleh aku tanya?, Apa itu Harem?. dan juga.. mereka itu Makhluk jenis apa? (Ya. Wajar aku menanyakan hal itu, Udah gila kali mereka ya?!! Sama kakek kakek gitu, sifat getek nya duh ampun....~!. Apa mereka sudah kehabisan laki laki di alam semesta ini?!)"
•Gadis-Gadis?:"Hahahaha!!,"
•Zevius:"E?,(Bukannya di jawab ini malah ketawa.)
•Trovos:"Haha!, Kamu tidak tau anak muda??!,"
•Zevius:"Ya."
•Trovos:"Begini ya.."
•Zevius:"Ya?."
•Trovos:"Gimana ya?. Oh tidak aku lupa. Hahaha!!"
•Gadis-Gadis?:"Haha. Kamu ini~ apakah memang harus kami yang menjelaskannya?"
•Trovos:"Hehehe. Tolong ya~ Gadis gadis ku~ Mmuah {Mencium pipi salah satu gadis}"
Gadis-Gadis?:"Kyaa!! aku juga mau, cium kami juga Rajaku..."
Trovos:"Hahaha. Baiklah-Baiklah, Mmuah, Mmuah, Mmmmmuah!! {mencium satu persatu gadis}"
•Zevius:"...? (Mereka yang di cium kok aku yang jijik ya?)"
•Gadis-Gadis?:"Ah~ Rajaku memang hebat!, Kamu adalah raja terbaik kami!! {Seluruhnya memeluk Trovos} kami mencintai mu Raja!!"
•Zevius:"...(Inilah yang dinamakan dengan cinta gila yang sesungguhnya. Mereka di cium kakek kakek enjoy~ aja.Parah kan?. Bahkan mereka juga balik mencium kakek kakek itu, PARAH KANNN??!) OY KALIAN !, Sudah beres mesra mesraannya?!, Cepat Jawab pertanyaan ku itu!!"
•Trovos:"Coba kamu jelaskan padanya Via"
•Via:"Baiklah Rajaku~. (Huh!. Kenapa selalu aku yang disuruh suruhnya?. mentang mentang dadaku rata, dia memperlakukan ku seperti ini)"
•Zevius:"?"
•Via:"Hei kamu! Calon Raja!"
•Zevius:"hm? (Padahal aku tidak pernah menyetujui ini)"
•Via:"Dengar ini!"
•Zevius:"Ya?"
•Via:"Harem adalah satu bentuk kelompok pasangan yang saling mencintai. Laki laki yang memiliki banyak pasangan hidup itu dinamakan harem, Mereka akan hidup bahagia bersama selama hidupnya. Dan kami adalah para gadis Succubus."
•Zevius:"Succubus itu apa?"
•Via:"Kamu cari aja jawabannya sendiri!"
•Zevius:"...?(Gadis ini!!, Hah... Sabar~ Zevius Sabar~.) iya terserah. (Aku tidak mungkin tau succubus itu apa. Bantu aku mencari jawabannya ya kawan.)"
•Trovos:"Bagaimana penerusku apa kau ingin menjadi-"
•Zevius:"Tidak!"
•Trovos:"!! (Tanpa pikir panjang!) {Bediri dari singgasananya} Lancang sekali Kau!. Menolak tawaranku yang langka ini!!"
•Zevius:"Aku Tolak!"
•Trovos:"Kenapa?! Jarang jarang kamu bisa memiliki gadis-gadis sebanyak ini didalam hidup mu!!!. Sangatlah Jarang Laki laki yang mendapat tawaran seperti ini dariku!"
•Zevius:"Apa Kau Tidak Dengar?!! AKU TOLAK!"
•Trovos:"Tcih!"
•Zevius:"Sudah selesai? Kalau begitu.. Aku ingin kembali ketempat tinggal ku sekarang {Melangkah pergi menuju pintu kastil}"
•Trovos:"Hadang Dia!"
•Succubus:"Baik Raja"
Dengan sayap yang dimiliki para succubus, Mereka terbang lalu menghadang Zevius di depan pintu kastil.
•Succubus-succubus:"Mau kemana kamu manis?, Iya~ buru buru amat"
•Zevius:"Minggir kalian!"
•Trovos:"Mereka tidak akan pergi tanpa izin dariku!"
•Zevius:"Kalau begitu suruh mereka untuk menyingkir sekarang!."
•Trovos:"Kau kira aku akan membiarkan mu pergi begitu saja? HAHAHA! tidak semudah itu!"
•Zevius:"Lalu apa mau mu?"
•Trovos:"Aku ingin tau alasan mu menolak Tawaranku itu!"
•Zevius:"Singkat saja. aku tidak suka itu"
•Trovos:"ALASAN APA ITU! APA KAU INGIN MEMPERMAINKAN KU HAH?!!!"
•Zevius:"{Mengangkat tangan dan jarinya lalu menunjuk kearah Trovos} Dengar ini. Aku adalah seorang laki laki sejati. Aku tidak ingin menjual diriku semurah itu!. Jikalau aku menerima tawaran mu itu, Aku tidak ingin sampai tidak adil kepada mereka semua, aku yakin {Melihat para succubus} mereka adalah gadis gadis yang polos, lembut, dan cinta kasih yang melebihi apapun itu. Mereka semua perhatian kepada mu tapi...{menurunkan tangannya} aku yakin, Masih banyak dari mereka yang tidak diperlakukan ADIL oleh mu!"
Seketika dengan perkataan Zevius itu, para Succubus termasuk Trovos diam membisu.
•Zevius:"Kalian para Succubus juga pasti ingin merasakan bagaimana rasanya memiliki pasangan yang tidak dimiliki orang lain selain kalian bukan?"
Succubus:"..."
•Zevius:"Sekarang coba bayangkan jika kalian memiliki satu pasangan hidup yang tidak dimiliki orang lain. Kalian bisa curhat berduaan, berbagi masalah berduaan, Senang dan tertawa juga berduaan. Kalian memiliki anak dan akhirnya yang terjadi hidup kalian bahagia selamanya"
•Succubus:"{seluruh succubus membayangkan perkataan yang di katakan oleh zevius}"
•Zevius:"Berpelukan, Tertawa, berjalan bersama disinari cahaya matahari yang indah, Saling curhat dan bercerita di bawah bintang langit malam, Saling mengunci rahasia satu sama lain, dan hal menyenangkan lainnya yang dilakukan pasangan sejati yang sesungguhnya."
•Succubus:"{seluruh pipi para Succubus merah merona}"
•Trovos:"Jangan Dengarkan dia!!, dia hanya mencoba untuk mempengaruhi kalian saja!"
•Zevius:"Aku bukan mempengaruhi, Tapi aku menceritakan kejadian nyata yang telah terjadi di alam ini. Banyak di luar sana pasangan yang mendapat kebahagiaan seperti itu."
•Trovos:"Ah! Jangan banyak bicara! Cepat kurung dia kedalam penjara kastil bawah tanah!"
•Succubus:"..."
•Trovos:"Apa yang kalian lakukan?! cepat kurung dia!"
•Succubus:"Ba-Baik raja..{Mendekati Zevius}"
•Zevius:"Berhenti. Biar aku sendiri yang berjalan ke penjara itu. Kalian tidak perlu memegangku"
•Via:"Ti-tidak bisa! nanti kamu kabur"
•Zevius:"Aku bukan orang licik seperti itu. Seorang raja yang meminta alasan dari jawaban yang aku tolak malah Memenjarakan ku. Itu sudah menunjukkan kalau dia itu bukanlah Raja yang adil"
•Succubus:"..."
•Zevius:"{Melangkah menuju penjara}"
•Trovos:"Apa Kalian Bodoh! Via! Pegang dia! jangan sampai dia kabur!"
•Via:"Baik raja"
•Trovos:"Setelah dia didalam penjara, ikat dia dengan rantai dan pasang alat perangsang nya!,Dengar ini Orang Gak Berguna!, Kau akan merasakan bagaimana nafsu yang sesunggungnya didalam penjara!. Bernafsu, SAMPAI MAU MATI RASANYA!!!"
•Zevius:"... (akan kupastikan dia menyesal!)"
•Via:"Maaf, Ini perintah Raja"
•Zevius:"Ya. Tidak apa"
•Via:"{Memegang tangan Zevius}
H! (Perasaan apa ini? Hati.. Hatiku Hangat. Aku seorang Succubus aku memiliki perasaan yang sangat sensitif bukan hanya dari hati namun..){melihat tangan Zevius} (Fisik juga, Aku bisa merasakan tangannya yang hangat dan eum.. dan..)
•Succubus?:"kamu kenapa via? Wajah mu memerah.. apa kamu tidak enak badan?"
•Via:"Hah?! Eu. tidak-tidak hanya sedikit pusing saja hehe."
•Succubus:"hm?"
•Zevius:"(Bersiaplah Kakek tua!)"
Zevius Akhirnya dibawa masuk kedalam penjara bawah tanah, dirantai dan di dalam penjara Zevius berisi gas perangsang yang keluar dari setiap sudut penjaranya.
•Zevius:"Cih! (Gas ini.. benar benar gas perangsang. Aku rasa mataku... mataku mulai.. berkunang!. Aku harus tahan dengan gas ini!)"
Setelah mengunci dan merantai Zevius di penjara. Via dan temannya kembali kepada raja Trovos untuk melaporkan bahwa Zevius telah dikurung dan dirantai. Sesudah melaporkan perihal itu Via kembali kekamarnya bersama Kakaknya.
•Via:"{Memeluk tangannya yang sudah memegang tangan Zevius}"
•Succubus?:"Kamu kenapa Via? dari tadi wajah mu memerah terus, dan sekarang memeluk tangan mu sendiri ada apa?."
•Via:"Apa hati kamu pernah merasakan hangat, Kak?"
•Gea:"Eum~ tidak. Hatiku dan hati teman kita yang lainnya juga selalu dinginkan."
•Via:"Aku rasa.."
•Gea:"Apa?"
•Via:"Aku sudah merasakan hal itu."
•Gea:"Benarkah?, Sejak kapan?"
•Via:"Sejak aku memegang tangan pria yang di penjara itu"
•Gea:"Tidak mungkin!, dia itu hanya makhluk biasa!"
•Via:"Tapi Aku Sudah Merasakannya Sendiri Kak!"
•Gea:"hah? (Dari matanya... sepertinya perkataannya itu, memang serius.)"
•Via:"Apa kakak ingat perkataan ibu kita dulu, tentang Orang yang jika kita pegang tangannya lalu hati kita merasa hangat?"
•Gea:"Oh ya! aku ingat, Kalau tidak salah ibu kita bilang, orang itulah yang akan menjadi Sosok terkuat penyelamat alam, adil, penyayang, tidak pilih kasih, hangat dan ibu kita juga sempat bilang kalau..."
•Via:"...!"
•Gea:"...!"
•Via&Gea:"Dia akan menjadi pasangan sejati kita!"
Malam Harinya...
Bersambung...