
Setelah mereka berdua keluar dari tempat tersebut. Hamdhan dan Lavatia istirahat sejenak.
•Hamdhan:"Hey, Lavatia aku rasa panggilan nama itu terlalu merepotkan~"
•Hamdhan:"Bu-bukan itu maksudku tapi~, Ya.. apa kamu tidak pernah memiliki nama yang tidak terlalu terikat pada kekuatan mu itu?"
•Lavatia:"Itu memang nama yang diberikan oleh ayah ibuku."
•Hamdhan:"O Begitu?, Jadi~ Eum~"
•Lavatia:"Apa?"
•Hamdhan:"Aku masih kepikiran dengan makhluk makhluk aneh itu, Apa kamu tau makhluk jenis apa itu?"
•Lavatia:"Mereka adalah makhluk yang berasal dari keturunan para Cyclope tapi, Mereka berbeda beda juga jenisnya!, Makhluk Cylope yang ada disekitar kita saat ini adalah jenis Cylope Ja'Dangpa atau ja'Dangopa."
Hamdhan:"Jenis apa itu?"
•Lavatia:"Mereka adalah jenis cylope yang dikhususkan untuk menjaga satu tempat kerajaan atau istana apapun itu dalam tingkatan level yang rendah"
•Hamdhan:"Rendah? Rendah?! Katamu. Mereka kuat dengan panasnya Lava disana. mereka juga mungkin bisa berenang di lava panas itu. Tinggi mereka setara dengan pohon pisang, dan badan mereka juga besar. apakah itu yang disebut rendah ?!"
•Lavatia:"Ya."
•Hamdhan:"(Bencana ini!. Makhluk yang memiliki kekuatan seperti itu didunia ini. Masih dibilang rendah?)"
•Lavatia:"Mereka para Cylope ini Jumlahnya ada sekitar 10 jenis"
•Hamdhan:"Jenis Cylope apa yang paling kuat diantara 10 jenis itu?"
•Lavatia:"Mmm~ aku tidak tau pasti, tapi setahuku jenis yang paling berbahaya itu adalah jenis Cylope Bulista."
•Hamdhan:"apa kemampuan mereka?"
•Lavatia:"Kemampuan mereka adalah menghancurkan"
•Hamdhan:"Itu saja?"
•Lavatia:"Kamu tidak tau!. Jenis ini memiliki berat 1 juta ton. Warna mereka Hitam dengan garis garis merah menyala disekujur tubuh mereka, Warna mata mereka merah darah dengan senjata pentungan yang amatlah sangat besar, Sekali saja pentungan itu dipukulkan oleh Cylope ini. Maka seperempat bagian bumi akan hancur. Cylope jenis ini juga kebal terhadap serangan sihir, senjata atau apapun itu yang bersifat melukai Cylope ini. Kelemahan untuk mengalahkannya juga masih belum diketahui."
•Hamdhan:"{Bengong}(Ya. Tuhan... apakah aku bisa mengalahkan raja monster?)"
•Lavatia:"Kalau boleh tau, Namamu siapa?"
•Hamdhan:"Ah Ya! perkenalkan namaku Hamdhan aku adalah seorang petualang"
•Lavatia:"O~"
•Hamdhan:"Ngomong ngomong, aku ingin tahu kenapa kamu sangat ingin sekali keluar dari tempat ini?"
•Lavatia:"Bukan urusan mu!"
•Hamdhan:"Y-Ya~, terserah kamu saja... (Hadeuh~ Perempuan ini~)"
Selang beberapa saat. Mereka berdua kembali melanjutkan rencana mereka yang pertama, yaitu mencari tahu kelemahan dari para cylope itu dan juga mencari tahu apa yang menyebabkan semua orang orang yang berada didalam istana itu terhipnotis sehingga tidak sadarkan diri.
•Hamdhan:"Tia.Sekedar bertanya saja, apa kamu tau kelemahan para cylope itu?"
•Lavatia:"Tidak"
•Hamdhan:"O~, Oh ya! kenapa kita tidak berpencar saja? itu akan lebih mempercepat kita dalam mencari tahu kelemahan cyclope cyclope itu."
•Lavatia:"Tidak!"
•Hamdhan:"He?"
•Lavatia:"Kalau kita berpisah nantinya kamu bisa bisa Kabur dan tidak membebaskan ku dari sini. Jangan harap kamu bisa lolos dariku!"
•Hamdhan:"Iya juga ya, Hahahaha...Ha..(Pintar juga dia) Terserah~"
Akhirnya Hamdhan dan Lavatia pun tidak berpencar. Mereka mencoba mencari petunjuk di sekitar istana tersebut dan pada akhirnya secara tidak segaja Hamdhan melihat sebuah petunjuk.
•Hamdhan:"!
•Lavatia:"Ada apa?"
•Hamdhan:"Ssht, Lihat.."
Hamdhan melihat para Cylope sedang menyerap suatu cahaya aneh yang berasal dari bola cahaya yang sangat besar.
•Lavatia:"Apa itu?"
•Hamdhan:"Bukankah seharusnya kamu tau apa itu? Kamu kan lahir ditempat ini dan tumbuh besar juga ditempat ini?"
•Lavatia:"Kan aku sudah bilang kalau aku tidak pernah keluar dari tempat itu...!"
•Hamdhan:"iya ya. Anehnya mereka itu menyerap cahaya itu dengan menggunakan mata mereka."
•Lavatia:"Menurutku tidak"
•Hamdhan:"~Ayo! Kita ikuti para cylope yang sudah menyerap cahaya itu..."
Dari belakang Hamdhan dan Lavatia mengikuti Cylope tersebut dengan cara mengendap endap. Mereka sangat penasaran dengan apa yang akan cylope itu lakukan dengan kekuatan yang sudah mereka serap itu.Hamdhan dan Lavatia Mengikuti Cylope itu sampai pada suatu tempat.
•Hamdhan:"Cylope itu berjalan menuju dinding?"
•Lavatia:"Apa dia mau menggambar sesuatu mungkin?"
•Hamdhan:"Kita lihat saja"
*ZAP!*
•Hamdhan:"woah!..."
•Lavatia:"H?!"
•Hamdhan:"Dia tembus kedinding"
•Lavatia:"Apa jangan jangan ada tempat rahasia?"
•Hamdhan:"Ayo.. kita coba"
*ZAP!*
Setelah Hamdhan dan Lavatia masuk. Lagi lagi Hamdhan melihat suatu hal yang tidak disangka seperti...
•Lavatia:"Wah! Ini benar benar tempat rahasia..."
•Hamdhan:"{Pipi merah, Kepala mendidih, Mata kunang kunang, Mulut mangap, Badan lemas}Ha-Ha~..~"
•Lavatia:"Hamdhan?..,Hmm? (Kenapa dia?){ikut menoleh kearah yang ditatap Hamdhan} HA...???!"
•Hamdhan:"Apa ini?, Surga kah?!"
•Lavatia:"BUKAN Kamu Mesum! Cepat tutup matamu pake shall ku!!!"
*SRREEET*
•Hamdhan:"AU!Au! Terlaku kencang!, Terlalu kancang!. Mataku Aduh Mataku AAAAA!!!"
...
•Lavatia:"Hah~ Dasar kamu ini..,"
•Hamdhan:"Bukan salahku! Wajarkan?! Aku ini laki laki.."
•Lavatia:"IYA!, Tapi jangan sampe terus di tatapin gitu..!"
•Hamdhan:"Iya..Maaf, Tapi kenapa semua orang disini Dalam keadaan tidur?! tidak memakai pakaian lagi? Perempuan lagi?! Mana laki lakinya?"
•Lavatia:"Mungkin ditempat lainnya?"
•Hamdhan:"Mungkin.."
•Lavatia:"Ya sudah ayo!{Menarik tangan Hamdhan"
•Hamdhan:"Pelan pelan.!"
*tap*tap*tap*
•Lavatia:"Nah! itu dia Cylopenya!"
•Hamdhan:"Mana?!Mana?!"
•Lavatia:"Kamu jangan lihat! biar aku saja!"
•Hamdhan:"Yah~ Gak dapet jatah dong~, aku buka penutup matanya ya~"
*BAM**PLETAK**PLAKS**BAG*CESSsss...*
•Lavatia:"Berani kamu buka! Aku pastikan kamu akan ku bunuh!! Dasar mesum!"
•Hamdhan:"iy~ya~..."
•Lavatia:"hemm? (apa yang akan Cylope itu lakukan?)"
Lavatia lalu melihat para cylope itu memancarkan cahaya yang mereka serap itu ke tubuh orang orang yang tidak sadar.
•Lavatia:"O~ jadi seperti itu!, cara mereka menghipnotis orang orang sampai tidak sadar!."
•Hamdhan:"h?"
•Lavatia:"Ayo!Kita keluar sekarang!"
•Hamdhan:"Hey hey! sudah kubilang pelan pelan!"
*Beledug!!*
•Hamdhan:"A.A.A.A..~"
•Lavatia:"Waduh! Lihat lihat dong kalau jalan.. jadinya kejedot kan."
•Hamdhan:"BAGAIMANA MAU LIHAT! MATAKU MASIH DI TUTUP GINI!!!"
•Hamdhan:"Maaf~Maaf~"
Lavatia lalu melepaskan penutup mata yang dipakai Hamdhan.
•Lavatia:"Nah sudah! ayo cepat!"
•Hamdhan:"Beginikan aku bisa melihat lagi"
Setelah mereka berdua keluar dari tempat itu Hamdhan menanyakan beberapa hal kepada lavatia.
•Hamdhan:"Tadi...Apa saja yang kamu lihat?"
•Lavatia:"Cylope itu memancarkan cahaya yang tadi dia serap itu ke tubuh orang orang yang tidak sadar itu"
•Hamdhan:"..(Begitu!, Jadi cahaya itulah yang membuat Sheila dan Yui menjadi tidak sadar) Lalu?"
•Lavatia: "Sudah itu saja.."
•Hamdhan: "Baiklah~ kita coba cari petunjuk lagi..."
•Lavatia:"OK"
Tapi, sesaat setelah mereka Melangkah pergi Mereka melihat Cylope lain yang sama jenisnya namun pergi ke lain arah.
•Lavatia:"Hamdhan sepertinya itu Cylope yang sama?"
•Hamdhan:"Ya, tapi... Cylope itu memiliki warna cahaya mata yang berbeda"
•Lavatia:"Warnanya terlihat lebih.."
•Hamdhan:"Gelap.."
•Lavatia:"Heem"
•Hamdhan:"Ayo kita cari darimana asalnya."
•Lavatia:"Kenapa? kenapa kita tidak ikuti saja Cylope itu?, Itu akan lebih mempercepat Ku untuk Keluar dari sini dan tentu saja lebih mempercepat kita untuk menyelamatkan teman mu itu!"
•Hamdhan:"Sudah ikut saja aku! kalau tidak, aku akan meninggalkan mu disini"
•Lavatia:"Hmph...(Kalau kamu mau melanggar ucapanmu. Silahkan Saja! aku tidak peduli lagi! Laki laki semua sama saja! aku akan keluar sendiri!)"
Hamdhan tidak menyadari jikalau Lavatia tidak mengikutinya lagi dari belakang. Saat ini Hamdhan mencoba menyelidikinya seorang diri. Terus menerus Hamdhan mencoba mencari apa yang sudah menyebabkan Mata cylope itu berbeda dari yang sebelumnya, dan ternyata Hamdhan menemukan sebuah energi hitam yang sangat gelap.
•Hamdhan:"!!!(Ternyata masih ada energi kedua ditempat ini!, kira kira jika kedua bola energi itu dihancurkan...apa yang akan terjadi ya?. aku harus membuat sebuah strategi dengan kedua bola energi itu.)
SEMENTARA ITU...
•Lavatia:"Dasar Laki laki gak berguna, Dia kira siapa dirinya itu?. Sudah kuduga semua laki laki itu sama!, Aku ragu didunia ini ada yang dinamakan dengan cinta sejati, sekalinya cinta juga hanya sebatas muda, dan selama ada harta. Aku tidak peduli jika nantinya aku tidak punya suami atau pasangan apapun itu yang berkaitan dengan pria!, bahkan teman sekalipun."
Salah satu Cylope disana secara tidak sengaja melihat Lavatia berjalan dalam keadaan yang sedang marah.
GRAAAA!!!!
•Lavatia:"Hah!"
GRAAAA!!
•Lavatia:"Cih! (Kali ini aku tidak akan membiarkan mu menangkap ku lagi!) ZAPKIEL! HANTAMAN LAVA!."
RRAAAAA!!!
*DUARRR!!*
Setelah beberapa hantaman lava, Cylope itu masih dalam keadaan belum tersakiti sama sekali, Akibatnya para Cylope lainnya ikut berdatangan karena mereka semua mendengar suara pertarungan di ujung gerbang istana piramid.
Graaa!!
•Lavatia:"Sial! (Mereka malah berdatangan lagi!. Kalau begini, aku akan sangat sulit lolos dari sini.)Hah?!"
*BAK!*
•Lavatia:"Argh!"
*BUK!*
•Lavatia:"AAAaaa!!"
*DAG!*
•Lavatia:"Uhuk-uhuk, Hah hah..(Tidak~ aku tidak mungkin melawan mereka semua,)
GRAAAAAA!!!
•Lavatia:"..(Hah~? apakah aku akan mati?, akan kah semuanya berakhir seperti ini?, sejujurnya aku ingin lebih mengetahui rasanya bebas, memiliki teman, dan juga...)
•Hamdhan:"TIA!!!"
•Lavatia:"(Memiliki pasangan)"
*BAM!!!!!*
•Hamdhan:"Argh {*KREK*} UHUK!{Batuk berdarah}"
•Lavatian:"Hah?~"
*Bruk*
•Hamdhan:"Argh..~"
•Lavatia:"Hamdhan? HAMDHAN!! kenapa? kenapa kamu ini?! {Meletakkan kepala hamdhan di pahanya}"
Hamdhan:"ARGH!"
•Lavatia:"M-Maaf, Lehermu! Lehermu kenapa?"
•Hamdhan:"AHHHAHA..Argh!"
•Lavatia:"Kamu ini aneh sekali!, Malah tertawa, Jangan banyak bergerak dulu akan aku obati."
GRAAAA!!!!
•Lavatia:"!!! ZAPKIEL JURANG LAVA!!"
GRAAA!!!
•Hamdhan:"Bu-Bukannya mereka ku~at terhadap serangan lava?"
•Lavatia:"aku membuat jurang didalam lava itu, jadi mereka semua akan tenggelam kedalam jurang itu"
•Hamdhan:"Oh~ HAHA- Argh!"
•Lavatia:"Sudah kubilang jangan banyak bergerak!"
•Hamdhan:"Tidak apa, tidak. perlu Khawatir. mungkin ini~ Hanya patah leher saja...Dan juga *KREK* Argh!"
•Lavatia:"Jangan Banyak Bergerak! sekali lagi kamu bergerak akan ku remukkan saja lehermu itu"
•Hamdhan:"Kalau begitu~, Remukkan saja"
•Lavatia:"Ba.Ba-.A-Aku..."
•Hamdhan:"Per~cuma.. kamu mengobatiku."
•Lavatia:"Jangan bilang seperti itu. Aku~ Biarkan aku mencobanya~."
•Hamdhan:"Tidak~. Percuma Tia. Sepertinya bagian tulang leherku ini sudah benar benar hancur. Tolong Kabulkan permintaan terakhirku ini"
•Lavatia:"Jangan bilang seperti itu! Lihat-lihat, Aku, aku pasti bisa...*Hiks*, Kenapa kamu melakukan ini?! kenapa?!"
•Hamdhan: "Ka-~Karena Aku berjanji."
•Lavatia:"H!"
(•Lavatia: "Jikalau aku menolong teman mu dulu apakah kamu akan melindungiku saat aku diserang musuh ? dan tidak melanggar ucapan mu ?"
•Hamdhan: "ITU SUDAH PASTI !"
•Lavatia: "Hah?! {Sedikit terkejut} Bahkan dengan nyawamu sendiri??!!"
•Hamdhan: "AKAN AKU LAKUKAN !")
•Lavatia:"...(Laki-Laki ini benar benar menepati Ucapannya itu. Dia...Dia berbeda dengan laki laki yang aku temui sebelumnya)*Hiks*"
•Hamdhan:"Sudah, sudah. Yang..
penting sekarang ka~mu tau.. tidak semua laki laki itu.. seperti yang kamu pikirkan."
•Lavatia:"BO~DOH!, BO~DOH! *Hiks* kenapa kamu bisa seperti ini?!*Hiks*"
•Hamdhan:"Tidak apa~, Sekarang tinggal ucapanmu yang harus kamu tepati.., Gantikan aku u.untuk menyelamatkan temanku."
•Lavatia:"Tidak-Tidak! Kamu harus membantu ku! *hiks* kita harus membebaskannya bersama. kamu pasti bisa bertahan! Kamu pasti bisa!"
•Hamdhan:"Aku serahkan padamu~."
Hamdhanpun menghembuskan nafas terakhirnya.
•Lavatia:"Hamdhan?*hiks*, HAmdhan?!*Hiks*...Hamdhan~...(Hatiku sangat sakit. Hatiku.. hatiku.. aku sudah kehilangan dia) *Hiks* *Hiks*"
Lavatia Menangis dan menutupkan permukaan wajahnya ke dada hamdhan yang sedang dalam pangkuannya.
Semakin lama Jurang lava mulai menghilang.
•Lavatia:"!(Se-sepertinya kekuatanku sudah terkuras habis karena jurang Lava itu A-Aku tidak bisa menahannya lagi~..) Ah!.."
Jurang itu pada akhirnya menghilang juga bersamaan dengan para cylope yang tenggelam didalamnya. Meskipun seluruh Cylope yang sudah tenggelam ikut menghilang, tapi Masih banyak beberapa Cylope yang tersebar diistana tersebut.
•Lavatia:"Baiklah~ Aku Harus memenuhi permintaan terakhirnya..."
Bersambung...