Zevius

Zevius
Kelahiran Awal Seorang Anak yang Tersakiti



2 November 2008, Adalah Hari Kelahiran seorang anak Laki Laki yang tampan, Kulitnya yang putih nan lembut bagaikan sutra, wajahnya yang bulat bagaikan Kapas, dan suaranya yang lucu bagaikan kenari. Dia diberi nama Hamdhan. Dia tinggal bersama ayah dan ibunya di satu rumah yang sederhana. Semasa kecilnya dia selalu mendapat penderitaan yang pedih layaknya orang dewasa, dimulai dari penderitaan hati, perasaan, mental, fisik, pikiran, serta jiwa yang ada di dalam dirinya, semua itu telah ia rasakan di masa kecilnya. Tapi.. semua itu masih bisa ia pendam didalam dirinya selama keluarganya masih utuh dan masih bisa bercanda ria bersama Mereka.



Tahun demi tahun berlalu. Semakin tahun Hamdhan semakin dewasa pula dia juga memiliki seorang adik laki laki. Di usianya yang ke 14 tahun ini Hamdhan telah tumbuh menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya dan selalu menuruti apa apa yang di perintahkan oleh orang tuanya, Setiap kali orang tuanya menawarkan sebuah pilihan kepada Hamdhan, Hamdhan selalu berkata "Gimana (mamah/bapa) saja" dengan ini orang tuanya pun bersyukur memiliki anak seperti Hamdhan karena dia tidak sulit untuk diberi arahan, bahkan Hamdhan juga tidak pernah protes jika dia tidak diberi uang jajan selama bertahun tahun.


Namun dari Tahun ke tahun semua kebahagiaan yang dia miliki mulai pudar juga. Wafatnya satu per satu keluarga yang disayangi nya mulai dari nenek, kakek, Paman, Bibi dan orang terdekat lainnya seolah olah semua kebahagiaan yang telah ia miliki Terbang begitu saja. Hamdhan pun sadar bahwa kebahagiaan yang dia miliki tidak akan selalu ada di dalam dirinya.


Seolah waktu Berbalik, Semua Penderitaan yang ia Alami semasa kecinya itu Semakin Menghancurkan dirinya mulai dari Tetangga yang membeci keluarga Hamdan yang hanya di sebabkan oleh profokator yang sirik dengan keadaan keluarga Hamdan, Pencemaran nama baik keluarganya yang telah menyebar dari 1 hingga 2 Desa lebih, Melerai ayah dan ibunya berkelahi tepat didepan mata Hamdhan sendiri bersama dengan adiknya hingga menangis. Hal itu semakin membuat diri, Hati, dan jiwanya Hancur Layaknya dilindas sebuah kereta. Dia pun akhirnya membuat keputusan.



"Ya ! Tuhan, Aku tahu ini ujian yang kau berikan padaku. Aku tahu ini adalah sumber mengalirnya pahalaku. Aku tahu ini adalah pelajaran yang kau berikan padaku... tidak apa jika kau memberikan semua hal itu kepadaku, asal jangan keluargaku yang kau jadikan ujian bagi diriku. Aku..Mohon ! kepadamu ya tuhan...


Bantulah aku, agar bisa merubah sifat kedua orang tuaku menjadi dulu lagi... bantulah aku...Aku rela mengorbankan, luka, jiwa, dosa, Bahkan nyawa sekalipun akan ku korbankan demi untuk merubah sifat mereka...".


Hamdhan pun membuat sebuah sumpah yang tidak segan segan mempertaruhkan nyawanya demi merubah sifat kedua orang tuanya.


"Jikalau setelah 1 tahun dihari kelahiranku Orang tuaku hanya menyadari perubahan sifatku tanpa adanya perubahan sifat dari mamah atau bapak ku AKU BERSUMPAH AKAN MENGAKHIRI HIDUPKU DIDEPAN WAJAH MEREKA ! ! !".


Tepat pada tanggal 2 November 2023, Di hari kelahiran Hamdhan. Hamdhan meminta sebuah hadiah dari kedua orang tuanya agar Ayah dan Ibunya bisa masing masing menyadari kesalahannya dan merubah sikap mereka seperti dulu lagi dimana dulu ayah dan ibu Hamdhan bersama adiknya bisa saling menyayangi , saling memperhatikan , belajar bersama dan juga tertawa bersama.


Sayang seribu sayang, 1 tahun kemudian sifat kedua orang tuanya tidak kunjung berubah dan Hamdhan telah berada di ujung sumpahnya. Hamdhan sangatlah sedih, sembari menulis sebuah surat, dia menunggu saat yang tepat dimana ayah dan ibunya sedang beristirahat tapi Hamdhan juga menunggu agar adik kesayangannya itu tidak ada di rumah. Hamdhan pun berjalan sembari membawa pisau ditangannya (Tangannya dingin, hati bimbang tidak beraturan, akal sehatnya sudah Hancur, Mentalnya Rusak, dan Jiwanya Hitam). Hamdhan Mendekati kedua orang tuanya.


"Mamah, Bapa. Setahun sebelumnya dihari kelahiran Hamdhan. Hamdhan meminta ke mamah sama bapa untuk merubah sifat, tapi sampai saat ini semua permintaan Hamdhan ini belum juga tersampaikan..."


Ibu Hamdhan mulai menunjuk kan emosinya "Ya ! Hamdhan, mamah juga kesel sama orang orang yang ngejelek jelekin mamah sampai kayak gitu !! Bapa kamu juga ! Udah mamah kasih tau jangan kasih senyum, Jangan Nanya sama orang yang kaya gitu tapi Bapa kamu mah Eeeee Masihh tetep nanya !!!"


Tidak ada sedikit pun perkataan yang keluar dari bibir ayah Hamdhan saat itu, kepalanya tertunduk, kedua matanya tertutup dan dengan wajahnya yang kesal sembari memikirkan kesalahannya sendiri "...."


Hamdhan lalu mencoba mengambil keputusan menengah dan keputusan terakhirnya. Dia tidak memihak ayahnya ataupun ibunya, yang Hamdhan pikirkan saat itu adalah Kebahagiaan diantara keduanya. " Itulah juga sebelumnya Hamdhan juga pernah bilang, Jangan saling menyalahkan seperti itu... saling Koreksi diri dan ubah sikapnya masing - masi-"


ibu Hamdhan pun semakin Emosi dengan perkataan Hamdhan tersebut, dan langsung menyelah perkataan Hamdhan serta mengatakan hal yang seharusnya tidak boleh di ucapkan oleh ibu kandung Hamdhan itu sendiri. " Ah ! da kesel !! . Kamu lagi Hamdhan ! Dosa Ngelawan ke orangtua kaya gitu ! Kamu itu anak mamah bapa bukan ! Dasar anak sesat ! "


Hancurlah sudah hati Hamdhan setelah mendengar perkataan itu dari ibu kandungnya sendiri, Hamdhan pun berpesan kepada kedua orang tuanya... " Pesan terakhir Hamdhan... jangan sampai adik Hamdhan satu satunya itu mengalami hal yang sama seperti kakaknya... (Aku...tidak percaya dipanggil seperti itu oleh orangtuaku sendiri...Tapi~ aku masih senang mereka tetap memanggil namaku dan juga (aku/kamu)... itu adalah kata kata terakhir yang akan aku simpan dalam diriku....)


Dengan Wajah tersenyum, Hamdhan melihat wajah kedua orang tuanya untuk terakhir kalinya... Tanpa Berpikir panjang...


"HAMDHAN ! ! !" Serentak kedua orangtua Hamdhan Berteriak setelah melihat Hamdhan mengiris Lehernya sendiri menggunakan sebuah pisau tajam.


Hamdhan pun memutuskan urat nadi yang ada dilehernya dan mengeluarkan kertas yang tadi ia tulis itu lalu memberikannya kepada kedua orangtuanya...


"Baga..ima..napun juga ... Kalian adalah o..orangtua yang melahirkan.. ku kedunia ini..... A...Ku.. Sayang Kalian...~". sambil tersenyum Hamdhan memejamkan matanya, sambil menyatukan tangan kedua orangtuanya untuk saling berpegangan tangan. Ibu Hamdhan pun membuka kertas yang diberikan Hamdhan kepada kedua orangtuanya, dan didalam surat itu tertulis " Cintaku hanya untuk orangtua ku tersayang ... ".



Saat itu juga kedua orangtua Hamdhan Menangis Luarbiasa.. Orangtua Hamdhan pun Trauma karena hal itu. Tapi semua pesan yang Hamdhan katakan saat itu dilaksanakan oleh kedua orangtuanya dan 2 Hari Setelah pemakamam Hamdhan, sifat kedua orangtua Hamdhan itu berubah drastis. Dan akhirnya adik Hamdhan itu tidak mengalami hal yang sama seperti Kakaknya Hamdhan.


Cahaya putih menyinari mata Hamdan, dengan perlahan Hamdhan pun membuka matanya...


"Dimana ini ?, Kok semua hi..tam ?"


suara misterius dan mengerikan pun keluar dari cahaya putih yang menyinari kepalanya itu, Suaranya besar, keras dan juga berat. " Kamu berada di alam baka Hamdhan...". Kebingungan Hamdhan pun menjawab " A-alam baka ?, Si-siapa kamu ?! " ,Suara Misterius itu balik menjawab " Aku adalah Malaikat penjaga "


dan untuk kedua kalinya hamdhan bertanya lagi dengan nada yang lebih santai lagi " Surga atau neraka ? " dan untuk kedua kalinya pula suara itu balik menjawab " Tidak Keduanya... ", Bingung, Hamdhan lalu menjawab " Ha ? ", dengan singkat malaikat itu menjelaskan. " Aku adalah Malaikat penjaga dunia penghubung antara dunia manusia, dunia ghaib, dunia fantasi, dan dunia ketenangan sebelum manusia masuk surga dan neraka mereka melewati ku dulu, apakah mereka ingin terlahir kembali sebagai manusia lagi, lanjut saja ke surga neraka atau berpetualang menyelesaikan misi. ". Sedikit demi sedikit Hamdhan mencoba memahami penjelasan tersebut. " Ooo... He-em he-em ~. Tunggu. Apa maksudnya dunia Fantasy ? dan berpetualang ? baru dengar aku !. ". Dengan pertanyaan yang diajukan Hamdan tersebut, Sontak saja Membuat suara itu Tertawa Terbahak bahak Sembari mengatakan hal yang membuat Hamdhan merasa jengkel karenanya. " Pft !, BUAHAHAHAHAHAHA....!, Manusia modern jaman sekarang tidak tau yang dimaksud dengan dunia Fantasi HHAHAHAHA !, Baru tau aku !! HAHA "[Ucap suara Misterius tersebut], " Tcih.. (Apaan coba bukannya dia itu malaikat ?) " [Jawab Hamdhan menahan kesal].


Perlahan Hamdhan melihat seorang Gadis Bermata merah muda, rambutnya panjang berwarna merah muda, Wajahnya putih mulus, bertubuh ramping dan pakaiannya yang menurut Hamdhan itu aneh. Turun dari cahaya, suara yang besar dan mengerikan itu pun perlahan berubah menjadi suara seorang gadis. " Ku kira kau itu pintar sekali !!, tidak tahunya begini Puft ! BUAHAHAHAHA !!! ", Hamdhan pun meng iyakan kalau sebenarnya dia emang pintar " A-aku memang pintar ! " (Enggak juga si) [Ucapnya dalam hati], " Ya~ya~ya~ terserah. Dengan begini stressku menghilang " ucap Gadis itu tanpa adanya rasa bersalah. Diam tapi kesal Hamdan berbicara dalam hati " ... ( Ini Malaikat atau jin ? baru mati sudah emo~si~ aku... ! )" gertak hamdhan di dalam hati.


Gadis itu memperkenalkan dirinya lagi untuk kedua kalinya...


" Yah !, Perkenalkan namaku Sheila seperti yang kubilang tadi aku adalah seorang malaikat ", " Hai Sheila, namaku Hamdhan, Kalau boleh aku tanya...? ", " Oh ! Silahkan ", " eum~ Jadi apa sekarang ? ", " Sekarang ?. Se~Ka~Rang~, Hmmm...? " Gadis itu berpikir apa yang akan dilakukan sekarang. " Ji~~ "ucap Hamdhan kebosanan. " Hmmm~.... OH ! sekarang adalah saatnya kamu memilih kamu mau Lanjut kembali terlahir sebagai manusia, Lanjut Ke dunia Fantasi atau Lanjut ke surga neraka ? ", " Dunia Fantasi itu apa ? ", " Itu adalah dunia khayalan dimana kamu bisa menggunakan kekuatan dan mengumpulkan point point saat kamu bertarung melawan monster disana... singkatnya seperti permainan mungkin~ ", " Memang ada ? ", " Ya a~da !. kamu juga dirumah sehari hari biasanya menghayalkan ? " Tanya Sheila, " Ya~ iya sih... " Jawab Hamdhan dengan wajah yang menggambarkan sebuah kata [" Kok dia bisa tau ? "]. Sheila pun kembali bertanya " Jadi gimana ? ", " Hmmm...( Kalau aku tinggal lagi didunia itu akan tergantung lagi pada kepedihan yang sudah aku alami sebelumnya, aku juga tidak memiliki kekuatan untuk menyelesaikan masalah yang akan aku atasi nantinya. Kalau aku lanjutkan ke surga neraka itu tergantung pada amalku didunia sebelumnya sedangkan aku tidak tahu amalku sebanyak apa..., Kalau aku lanjut ke dunia Fantasy~ Hmmm... aku tidak tahu jelasnya seperti apa ? kalau begitu...), Baiklah aku lanjut kedunia Fantasy... ", " Baiklah kalau begitu kamu bisa memilih 2 kekuatan atau benda yang nantinya akan kamu bawa kedunia fantasy ", " OK ! " Jawab Hamdhan kegirangan.


Beberapa menit kemudian...


Sambil berpikir dengan serius, dan berputar putar Hamdhan mencoba mencari pilihan yang tepat untuk dirinya. " Hm.. ( Disini semua kekuatannya imba banget... ! aku perlu mencobanya satu persatu...) ". Sambil santay kaya dipantai Sheila enak enaknya makan, sedangkan Hamdhan berusaha keras mencari pilihan untuk kelanjutan hidupnya " Hey~ ,Sudah belum... ayolah... *Kress* [Sambil Makan keripik] apapun kekuatan yang kamu pilih hasilnya akan sama saja... ", " Tapi ini perlu Aku Pastikan dulu ! ", " Terserah kamu... *Kress* Cepat pilih... Aku masih harus mengurus manusia mati lainnya... ", " Skehed ! ( Mentang mentang dia Lumayan cantik bisa seenaknya memperlakukan ku seperti ITU !!! ) H..H..H.. mm...[Menghela Nafas] Cepat pilih ya... Baiklah kalau begitu. 2 Kekuatan atau benda yang akan ku bawa kedunia Fantasy Ya... ", " Begitulah ", " Baiklah, untuk kekuatan aku memilih Kekuatan untuk mengendalikan waktu dan untuk benda aku memilih mu... ", " Hmm? *Kress* *Kress*...... Ya~, Kalau begitu tolong berdiri di cahay-, Tunggu kau bilang apa tadi ? "


Satu orang malaikat lagi muncul dari cahaya yang sebelumnya ia lihat setelah malaikat pertama turun. " Permintaan dari Hamdhan telah memenuhi peraturan dan akan segera dikabulkan... ". Terkejut dan bingung Sheila pun Berkata " He. ? ". " Bersiaplah utuk pergi kedunia Fantasi dan berpetualang disana ", " A-apa ini ? i-ini bercandakan hehe gak mungkinlah ... I-Ini Salah ini !! melanggar aturan ini !! Di Larang membawa Malaikat ke dunia Fantasi kan !! Tunggu - Tunggu ~ huhu ! " Ucap Sheila merengek ketakutan..." Selamat jalan ya Sheila, dari sini aku yang akan mengambil alih tugasmu. Bantu dia untuk mengalahkan raja monster disana ya Sheila... ", " Apa maksudmu ? meskipun aku ini malaikat, tapi aku tidak punya kekuatan untuk mengalahkan Raja Monster !, mustahil aku bisa mengalahkannya ! ".


Perlahan Hamdan dan Sheila terangkat ke atas menuju pintu cahaya yang perlahan terbuka. " Tu-tunggu dong ! ".



" HuHuHuHuHu~, Jadi bagaimana rasanya dianggap seperti orang bodoh yang dibuang hah... dengan begini kau ku bawa bagaikan alat yang akan kugunakan dan kau harus melakukan apapun yang aku katakan !! " ucap Hamdhan Menakut nakuti Sheila. " Kyaaa! Aku ogah dibawa kedunia Fantasy sama Makhluk ini !, Gak Mau Gak Mau !!!! KYAAAAAAAA !!!!!! ". " BUAHAHAHAHAHAHA ! ! ! "


Bersambung . . .


Mau tau kelanjutannya ? Tapi aku ingin kalian terhibur dulu dengan kisahnya setelah itu barulah aku melanjutkan kisahnya. Teman kuharap kalian suka ^_^ .


Salam...