
Keesokan Harinya Hamdhan, Sheila dan Yui pergi menuju guild untuk mengambil sebuah misi di papan guild. Selama diperjalanan Hamdhan terus memikirkan tentang dari mana asalnya dan siapa nama Kakek yang telah memberi mereka tempat tinggal waktu itu. Hamdhan Berfikir bahwa kakek itu bukanlah orang biasa melainkan satu makhluk yang berbeda.
•Sheila: "Kenapa Hamdhan ? Masih memikirkan kakek itu~ ?"
•Hamdhan: "Ya.., Sebernarnya aku tidak habis fikir, sebenarnya siapa dia ?"
•Yui: "Sudahlah Hamdhan.. Kalau kamu terus memikirkan nya nanti lama lama kamu bisa bisa settress..."
•Hamdhan: "Lebih baik aku stress dari pada mati penasaran kan ?"
•Yui: "Issh !"
•Sheila: "Memang apa yang sedang kamu pikirkan tentang kakek itu ?"
•Hamdhan: "Aku berfikir bahwa kakek itu bukanlah seorang manusia biasa..."
•Yui: "Lalu ?"
•Hamdhan: "Aku punya firasat bahwa kakek itu sudah bukan lagi manusia"
•Yui: "Hmm~~ OH iya aku ingat !, Sheila kamu kan yang mengambil peta lokasi yang kakek berikan itu ?"
•Sheila: "Iya, Memang kenapa ?"
•Yui: "Sebelumnya saat kamu menerima peta itu apakah kakek itu bilang bahwa [Aku sudah tiada] ?"
•Sheila: "OH IYA !! saat aku bicara [Kakek memberinya cuma cuma] Kakek itu tidak merasa keberatan, lalu sekilas aku mendengar bahwa Kakek itu bilang [Aku sudah tiada]"
•Sheila: "!, Jangan jangan..."
•Yui: "Di.Dia..."
•Hamdhan: "Hantu ?"
...
{Saling melirik satu sama lain}
•Sheila & Yui: "BUAAAAAAHAHAHAHAHAHA ! !"
•Hamdhan: "e?.(Kok ketawa?)"
•Sheila: "Hamdhan bercanda kamu lucu sekali!!! Fu~! Syukusyu!"
•Yui: "Hahaha, Ya !, Mana ada hantu siang bolong gini !! Pft!"
•Sheila & Yui: "BUAHAHAHAHA!!!"
•Hamdhan: "...~ (Kenapa~ KeNAPa ?! aku di anugerahi teman teman seperti ini ?!, Bukannya bantu cari jawaban yang benarnya, ini malah di ketawain)"
Setelah di tengah perjalanan. Hamdhan dan timnya dikejutkan dengan gempa yang sangat kuat, Angin yang bertiup sangat kencang di penuhi dengan pasir gurun yang bertebaran.
•Hamdhan: "Pasir ?"
•Sheila: "Dihutan kok bisa ada pasir gurun seperti ini..."
•Yui: "Eum..Ya~, dan ini masih panas"
•Sheila: "Lihat !, Pasir ini bertebaran dimana mana !"
•Hamdhan: "...(Kejadian janggal ! aku harus menyelidikinya!) Sheila ! Yui ! kita cari petunjuk lain ditempat ini !"
•Yui: "Tapi~ bukankah kita akan pergi ke guild ?"
•Hamdhan: "Kita tidak akan pergi ke guild dulu untuk hari ini, Sekarang kita cari tahu dulu apa yang sebenarnya terjadi disini !"
•Sheila: "Siap {Hormat} komandan"
Hamdhan dan timnya akhirnya merencanakan untuk membatalkan tujuan mereka melanjutkan misi di guild, dan Mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di tempat tersebut.
•Hamdhan: "Sheila! apa kamu sudah dapat petunjuk ?"
•Sheila: "Belum, Kapten!"
•Hamdhan: "Bagaimana denganmu Yui ?!"
•Yui: "Sama Kapten!"
•Hamdhan: "Tcih (Ayolah pasti ada petunjuk !)"
2 Jam kemudian...
•Yui: "Kapten~ aku cape~ Tadi pagi aku lupa belum makan..."
•Sheila: "Aku juga~"
•Hamdhan: "Ya sudah, Kalian istirahat dulu biar aku yang melanjutkan..."
•Sheila & Yui: "Si~Ap~"
•Hamdhan: "(Ayolah petunjuk.. dimana kalian..!)"
Pada akhirnya Hamdhan melanjutkan untuk mencari petunjuknya seorang diri. Tidak lama setelah Sheila dan Yui beristirahat, Hamdhan menemukan sebuah petunjuk baru yang berupa...
•Hamdhan: "Hah~ Sepertinya tidak ada petunjuk...(Sia~ sia~ aku membuang Waktuku)"
KREK !
•Hamdhan: "Hm? Tulang ?...dan ada jejak kakinya juga ! (AKHIRNYA, Aku menemukan sebuah petunjuk !) Bagus! sekarang aku harus memanggil Sheila dan Yui !"
Saat sudah sampai ditujuan, dimana itu tempat istirahat Sheila dan Yui. Hamdhan dikejutkan dengan menghilangnya mereka berdua.
•Hamdhan: "Sheila ! Yui ! Akhirnya aku menemukan sebuah petunjuk!, Sheila ? Yui ? dimana kalian ! Aku sudah menemukan petunjuknya !"
KREK !
•Hamdhan: "Tengkorak manusia, Lagi ? dan ada tulisannya juga !"
Hamdhan pun membaca tulisan yang ada ditengkorak tersebut.
•Hamdhan: "..!!! (GAWAT ! ini GaWat !!!)" seketika Hamdhan pun Berlari kembali menuju lokasi yang memiliki petunjuk jejak kaki tersebut, dan lalu menjatuh kan kepala tengkorak yang bertuliskan
•Hamdhan: "H!H!H! {Berlari} (Aku harap kalian baik baik saja !)"
Berlari dan berlari, akhirnya Hamdhan menemukan sebuah tempat yang Sangat besar seperti istana piramida.
Tempat itu sangatlah gersang, dekat dengan gunung berapi dan dipenuhi makhluk makhluk aneh. sekilas Hamdhan juga melihat Sheila dan Yui dibawa oleh makhluk tersebut.
•Hamdhan: " Tcih ! (Banyak Monster disana !, Tunggu ?!
apa mereka monster ?, kepala dan tubuh mereka seperti manusia namun diwajah mereka hanya ada satu mata besar, tidak memiliki hidung tapi memiliki mulut dan telinga... Makhluk apa mereka??) A~AH bodo amat ! yang penting tujuanku sekarang adalah menyelamatkan Sheila dan Yui ! Tapi bagaimana caranya ?..."
Hamdhan pun melihat lihat sekitar tempat tersebut dan mencoba mencari jalan keluarnya...
•Hamdhan: "Hmm~ (apa itu ?)"
Hamdhan melihat banyak orang disana yang menggunakan jubah putih dan hitam keluar masuk istana, itu memberikan ide tersendiri untuk Hamdhan masuk ke istana piramid tersebut.
•Hamdhan: "Aha ! (Apa kamu sudah tau apa yang kupikir kan ?) Jika kamu tau.. berarti kalian sependapat dengan ku !, Aku akan memanfaatkan Jubah jubah itu untuk menyamar dan masuk kedalam istana piramid itu. Kira kira jubah warna apa ya ?, Jubah mana saja tidak masalah kan ? Hmm~ AH ! itu ada satu warna putih yang menggantung ! akan ku ambil itu !"
Hamdhan lalu mengambil Jubah yang menggantung tersebut lalu memakainya.
Sedikit demi sedikit Hamdhan mencoba pura pura bertingkah seperti yang dilakukan orang orang di sekitar istana tersebut, Tapi Hamdhan menyadari beberapa keanehan disana.
•Hamdhan: "Bongxuagianxjsor (aku kaya orang gila loh! ngomong kaya gitu demi menyamar. Tapi kalau aku perhatikan~... Memang wajah mereka tidak terlihat oleh mataku karena tertutup jubahnya. tapi aku bisa melihat tangan tangan mereka~ kalau dilihat baik baik lebih teliti lagi... semua Tangan tangan yang memakai jubah hitam itu kasar kasar, besar, berbeda beda warna kulitnya, berbulu juga. Sedangkan yang memakai jubah putih semuanya serentak kulitnya berwarna sawo matang putih bersinar, terlihat mulus, ukuran tangan lebih kecil dari tangan yang berjubah hitam. Ini aneh lo !)"
sesaat setelah Hamdhan menyadari hal itu. Hamdhan semakin memiliki perasaan buruk disaat barisan berjubah hitam dan putih berpisah menjadi dua bagian.
•Handhan: "!!! (Lah kok ?! misah ??, Tunggu.. kok aku mulai denger ada suara perempuan ketawa ya ? Rame lagi?! Kayaknya perempuannya banyak...Banyak..?! Ba-nyaK ?!!!. Jangan Jangan !!)
Hamdhan pun masuk ke sebuah tempat yang sangat besar disana berisi puluhan Gadis gadis yang sedang mengganti pakaian dengan pakaian yang sangat sangat sangat aduhay !
•Hamdhan: "HA~! {Mangap, Mangapnya lima kali lipat dari sebelumnya}(Tamat sudah~ aku benar benar Tamat sudah~),(Sebaiknya aku pergi dari sini sebelum Pisangku tumbuh){Berbalik badan}"
•Gadis???: "Hap ! {loncat dan memeluk Hamdhan dari belakang}"
*Boing*
•Hamdhan: "{Pipi terbakar} *Tuing~*
(YAH ! tumbuh deh..)"
•Gadis???: "Mau kemana kamu ? ayo kita ganti baju sekarang ! kita harus bisa menghibur pangeran kita.."
•Hamdhan: "(pangeran ?)"
•Gadis???: "Hey~Ayo ! (Menarik lengan hamdhan)"
•Handhan: " !..! (Aku harus tetap menutup mulutku kalau tidak perempuan ini akan tau suaranya kalau aku laki laki disini)(Perempuan perempuan disini wajahnya seperti manusia berbeda dengan makhluk makhluk yang aku lihat diluar itu"
Saat Hamdhan ditarik oleh gadis tersebut, Hamdhan melihat Sheila dan Yui juga ikut bergabung dengan mereka mengganti pakaian.
•Hamdhan: "!! (Itu, Sheila dan juga Yui ! aku harus mencari cara agar bisa lepas dari gadis ini !)"
•Gadis???: "Lihat Bajuku !, Kira kira Pangeran akan menyukaiku dengan pakaian ini atau tidak ? Bagaimana menurutmu ?"
•Hamdhan: "{Mengangkat jempol}(Baru kali ini ! ada seorang gadis yang meminta pendapatku mengenai pakaian yang akan dia pakai..)"
•Gadis???: "YAY ! Terimakasih !, Pangeran pasti suka !. La~Lala~"
•Hamdhan: "...(Bagus ! dia lengah, genggaman tangannya juga sudah lepas. Sekarang adalah saatnya !)
Hamdhan pun mendekati Sheila dan Yui yang sedang asyik mengobrol dengan gadis gadis lainnya.
•Gadis???: "Yui ! Pakaian mu cantik sekali.."
•Yui: "Benarkah ?"
•Gadis???: "Ya-ya ! dapat dari mana ?!"
•Yui: "Aku membuatnya sendiri"
•Gadis: "Wah ! Hebat sekali ! ajari aku juga ya cara membuatnya !"
•Yui: "Boleh!"
•Gadis???: "Pakaian merah mu juga merona sekali Sheila"
•Sheila: "Hehe~ biasa aja ah !"
•Gadis???: "Kamu buat sediri ya ?!"
•Gadis???: "Hebat Dong !"
•Hamdhan: "... (untuk jawaban Yui itu masih masuk akal, tapi untuk jawaban Sheila "Sedari lahir udah pake baju" Aneh juga kan?! Namanya juga malaikat... ada ada saja jawabannya...)
Hamdhan lalu menarik Lengan Sheila dan Yui
•Sheila: "Eh ! apa ini!?"
•Yui: "Kya!."
•Hamdhan: "Hei ! {berbisik}"
•Sheila: "Hamdhan? Mesum juga ya kamu.. masuk ke tempatnya para gadis yang sedang ganti pakaian..Hihi~"
•Yui: "Iya~ apa kamu juga mau melihat dada kami ? Hehe ?"
•Hamdhan: "Haisshh diamlah !, Aku masuk kesini itu untuk menyelamatkan kalian !, untuk keluar dari tempat ini"
•Sheila: "Menyelamatkan kami dari apa ? Hmm..? Kalau kamu mau menyelamatkan ku kamu bisa menciumku~"
•Hamdhan: "{Memegang pundak Sheila} Dengar Sheila ! Ini bukan waktunya untuk kamu bercanda ! Aku harus menyelamatkan dan mengeluarkan kalian berdua dari tempat ini !"
•Yui: "Ah~ Sifat mu yang gagah itu membuatku ingin memelukmu !"
Hamdhan: "e?"
•Sheila: "Ah~ {Pipi merah cabai}"
•Hamdhan: "Tut-Tunggu Sheila ! apa yang terjadi dengan kalian berdua ? {Pipi memerah}"
•Sheila: "I-Izinkan aku dan Yui memeluk mu.."
•Yui: "KYa!!!"
*BRUK!*
•Hamdhan: "Sheila ! Yui ! (apa yang sudah makhluk makhluk itu lakukan pada mereka berdua !!??, Mata kalian !)
•Sheila: "aku juga ingin ikut !, Hamdhan!!!"
*BRUK!*
•Gadis???: "Hey kalian ?! apa kalian suka sesama jenis..?"
•Yui: "Oh ya kalian belum tau ya?"
•Hamdhan: "!!!(Oh Tidak!)"
•Sheila: "Dia ini seorang laki laki.., Lihatlah !"
*Wush* Sheila pun melepas jubah yang Hamdhan gunakan dan membongkar penyamarannya
•Hamdhan: "..."
•Gadis???: "..."
•Hamdhan: "Eu~Sebaiknya~ aku pergi sekarang..."
•Gadis???: "KYAA ! ! ! PANGERAN KEDUA !!! PANGERAN YANG LEBIH TAMPAN LAGI !!! BIARKAN KAMI MEMELUK MU PANGERAN !!!"
•Hamdhan: "WAAAA!!! UHUK UHUK (Tunggu !, Sepertinya mereka semua tidak sadar.., mereka~ Sedang Tidak sadar !!, Aku harus cepat pergi dari sini sebelum ketahuan oleh makhluk makhluk itu)!!!"
Hamdhan Kabur dan menyelamatkan dirinya untuk mencari pelaku yang telah membuat temannya dan para gadis menjadi seperti itu.
•Hamdhan: "...(Maafkan aku Sheila~ Yui~, Aku harus mencari orang yang telah membuat kalian menjadi seperti ini, aku berjanji akan membuat kalian semua sadar terlebih dahulu, setelah itu aku akan menyelamatkan kalian Sheila~ Yui~)"
Hamdhan pun kabur lewat jendela...
•Gadis???: "PANGERAN ! JANGAN PERGI !"
•Sheila & Yui: "HAMDHAN!"
Hamdhan merasa menyesal karena telah meninggalkan kedua temannya itu didalam istana piramid tersebut. Demi membayar semua penyesalan itu Hamdhan kembali beraksi dengan membuat rencana yang akan dia lakukan sebelum menghadapi masalah berikutnya.
•Hamdhan: "Semoga kalian berdua bisa memaafkanku.., Jadi sekarang apa yang harus ku lakukan. Aku baru masuk ke tempat Orang orang yang memakai jubah putih.., berarti sekarang aku harus mencoba masuk ketempat orang orang yang memakai jubah hitam. Kira kira mereka masuk ketempat seperti apa ? dan apa yang akan mereka lakukan ?"
Hamdhan lalu mencari jubah yang berwarna hitam, lalu mencoba kembali untuk menyamar yang kedua kalinya. Saat Hamdhan berhasil menemukan jubah hitam dan masuk mengikuti barisan yang berjubah hitam Hamdhan terkejut bukan kepalang karena Hamdhan melihat sebuah tempat yang sangat mengerikan di tempat tersebut.
•Hamdhan: "!!!!(Ya tuhan !, I-Ini tempat apa ini?,
Semua laki laki disini dibinasakan ?!, Dan semua orang yang menggunakan jubah hitam itu semuanya melepas jubahnya lalu menceburkan diri mereka kedalam lahar yang panas. ada dua penjaga juga disana ! Penjaga penjaga itu adalah makhluk yang sama seperti makhluk yang diluar itu, menjaga istana piramid. Bahaya ini ! aku harus pergi dari sini! Hamdhan pun melepas jubahnya lalu dia mencoba menerobos kabur dari belakang. Namun usahanya itu sia - sia karena orang orang yang memakai jubah hitam lainnya menahan hamdhan dengan serentak lalu mengangkat hamdhan dan mendorongnya kebarisan yang paling depan.
•Hamdhan: "HEI KALIAN LEPASKAN SAYA ! ! !"
Hamdhan mencoba memberontak namun tetap tidak membuahkan hasil. Orang orang itu malah semakin mendorong Hamdhan dengan lebih keras lagi dan lagi.
•Hamdhan: "TOLONG ! SIAPAPUN TOLONG !"
Makhluk penjaga itu mendengar Hamdhan berteriak, lalu mereka pun berjalan dan mendekati Hamdhan.
GGRAAAARRR!!!!!
Makhluk makhluk itupun berteriak dan bergegas menarik Hamdhan lalu melempar Hamdhan kedalam lava yang panas,
•Hamdhan: "TIDAAKK !"
•???: "ZAPKIEL!!!"
*BruK!*
•Hamdhan: "?. Aku mati ?, apa aku mati ?"
•???: "Tidak, aku menyelamatkan mu.."
•Hamdhan: "Ha?"
•???: "Ya.. aku menyelamatkanmu"
•Hamdhan: "Siapa kamu ?"
•???: "Namaku Lavatia Aku adalah seorang Lavas dan umurku adalah 23 tahun"
•Hamdhan: "Lava ya..? Terimakasih karena sudah menyelamatkan ku tadi."
•Lavatia: "EP!, Aku menyelamatkan kamu tidak gratis ya!"
•Hamdhan: "He? (Tunggu, Apa ?)"
•Lavatia: "Aku memintamu untuk membayarnya sekarang, saat ini juga !"
•Hamdhan: "Tapi aku tidak punya uang (ini pertama kalinya aku melihat orang menyelamatkan nyawa seseorang harus dibayar !)"
•Lavatia: "Oh tenang saja... aku tidak meminta sepeser uang pun darimu."
•Hamdhan: "Lalu apa yang kamu inginkan"
•Lavatia: "Aku ingin kamu mengeluarkan ku dari istana ini"
•Hamdhan: "Memangnya kamu kenapa ingin keluar dari sini ?"
•Lavatia: "Sudah lakukan saja apa yang aku katakan ! Jika tidak, aku akan lempar kamu kembali kedalam lava"
•Hamdhan: "I-Iya iya, Hah~ (Beban tambahan.)"
Hamdhan Lalu mencoba mencari jalan keluarnya bersama dengan satu orang perempuan yang bernama Lavatia. Mereka berdua berusaha agar tidak ketahuan para penjaga dan semua orang yang memakai jubah hitam.
•Hamdhan: "Ah ya !, Sebelum aku membantu mu keluar dari tempat ini, aku minta kamu untuk membantuku membebaskan kedua teman ku yang sedang tidak sadar di tempat Gadis gadis yang memakai jubah putih"
•Lavatia: "Aku tidak peduli !!, Yang aku inginkan sekarang adalah keluar dari tempat ini !, jika tidak kamu pun tau apa konsekuensinya!"
•Hamdhan: "Tcih! (Egois dia) Ya~ terserah kamu.. aku bisa masuk ketempat ini itu berkat kedua teman ku itu. Tanpa mereka aku dan bahkan kamu tidak akan bisa keluar dari tempat ini (Semoga dia percaya)"
•Lavatia: "Jangan berbohong padaku ! aku tau kalau istana ini tidak memiliki pelindung mantra apapun."
•Hamdhan: "Cih ! Ternyata kamu memilih debat denganku ya anjing lucu...!! (Dasar~! Dasar! dia lebih cerdik dari dugaan ku)"
•Lavatia: "(A-Anjing ?... Lu-Lucu ?) {Pipi memerah} Apa maksudmu anjing lucu Hah ?! Jikalau itu benar ada Mantra penghalang!~, aku bisa menghancurkan nya dengan kekuatan lava ku!"
•Hamdhan: "Tapi bagaimana dengan makhluk bermata satu itu ?, kelihatannya mereka semua kuat dengan Lava mu itu ?"
•Lavatia: "~(Iya juga si...)"
•Hamdhan: "Bagaimana ?"
•Lavatia: "Jikalau aku menolong teman mu dulu apakah kamu akan melindungiku saat aku diserang musuh ? dan tidak melanggar ucapan mu ?"
•Hamdhan: "ITU SUDAH PASTI !"
•Lavatia: "Hah?! {Sedikit terkejut} Bahkan dengan nyawamu sendiri??!!"
•Hamdhan: "AKAN AKU LAKUKAN !"
•Lavatia: "B-Bohong.."
•Hamdhan: "Apa?"
•Lavatia: "BOHONG !, Semua perkataan mu itu semuanya Bohong !! Aku tidak percaya ! HMPH! {sambil melanjutkan berjalan} (Selama ini~ Aku sudah menyelamatkan banyak orang yang menjatuh kan diri dari lava itu.., mereka semua bisa seperti itu akibat sebuah sinar senjata pentungan yang para goblin itu sentuhkan kepada mereka semua. Setelah aku menyelamatkan dan menyadarkan kembali orang orang yang jatuh satu persatu kedalam lava itu. Mereka berjanji akan mengeluarkan ku dari istana yang aku benci ini, Tapi~ mereka semua setelah bebas~ mereka malah memanfaatkan aku saja, meninggalkan ku dan melupakan janji mereka~. Aku~ Aku benci Laki Laki !!)
•Hamdhan: "Hey ?! kenapa kamu tidak percaya padaku ??!!"
•Lavatia: "AH! Berisik!. Bo~doh~ Bo~doh !"
•Hamdhan: "Katakan padaku kenapa ??! (kenapa..dia coba ??)"
•Lavatia: "Laki laki memang suka berbohong !, bisanya menyakiti hati perempuan saja !"
•Hamdhan: "Kamu membenci laki laki ?!, lalu kenapa kamu menyelamatkanku tadi?, dan juga tidak semua laki laki sama~"
•Lavatia: "Laki laki semuanya sama!"
•Hamdhan: "Lalu kenapa kamu bisa sampai menyelamatkan ku tadi ?!"
•Lavatia: "Karena aku akan memanfaat kan mu agar aku bisa keluar dari sini!"
•Hamdhan: "Lalu kenapa kamu mau membantuku sekarang ?!"
•Lavatia: "BERisik~Berisikkk !!, Sudah aku bilang aku cuma akan memanfaat kan mu saja! Bo~doh Bo~doh ! HMPHH!!"
Sepanjang perjalanan mencari jalan keluar, Hamdhan dan Lavatia terus berdebat lagi dan lagi, hingga pada akhirnya mereka berdua bisa keluar dari tempat tersebut.
Bersambung~