Zevius

Zevius
Kota Permulaan



Hamdhan, dan Sheila pun Memulai awal petualangan mereka di sebuah Negeri yang damai dan jauh dari Markas para Monster yang tangguh.


Amulan AREA,


[Negeri permulaan]



•Hamdhan:" {Menghirup Nafas} HAH ~, Bersiap menjalani hidup baru dan petualangan baru. Halo Dunia Fantasi.. dan Selamat tinggal Bumi! "


•Sheila: " AH!HeUAhA-AHaHeukheuAeEHe@(+$ {Emosi gak jelas sambil Menggaruk kepalanya dengan kedua tangannya} "


•Hamdhan: " ( Oy~ Berisik, Nanti disangkanya aku gaul sama orang gila. Dianggap gak waras kan aku nantinya...), Ngomong - ngomong bukannya ini sudah saatnya untuk kamu membantuku ? Lihat pakaian ku.. Masa didunia Fantasi ini aku memakai baju Seperti ini, apakah ada baju yang bisa aku pa-huk uhuk- "



•Sheila: " MWAAAA-AHA-AHA HAAA! AHA-AHA ! ! ! {Sambil Marah Sheila menarik narik kerah baju Hamdhan dengan Kuat dan keras} ".


•Hamdhan: " I-IYa - Iya ! Maaf !, sekarang kamu boleh kembali kerumah mu~ dari sini biar aku yang urus...{sembari menurunkan kedua lengan Sheila dari Kerahnya} ".


•Sheila: " Apa Maksud mu ?!, Aku marah seperti ini karena Aku tidak akan bisa pulang jikalau kamu belum mengalahkan Raja Monsternya !, Apa yang harus ku lakukan sekarang~ ?? Heu..eu.eu...".


•Hamdhan: " Oi, Tenanglah Sheila~ Sebelum kita mulai berpetualang kita harus tau dulu dimana tempat kita untuk menyimpan uang di dunia ini ...Hmmm~ kalau dibumi namanya bank kalau disini.. eum... Guild mungkin ?"


Sheila pun sedikit terkejut dengan perkataan Hamdhan.


•Sheila: " Bukannya otak kamu itu karatan ?, Kok sekarang jadi mendadak pintar ? "


•Hamdhan: " Yosh ! , Ayo Sheila "


•Sheila: " Eu, Tunggu ".


Hamdhan dan Sheila pun mencari tempat yang dinamakan Guild tersebut.


•Sheila: " Untuk catatan saja ya Hamdhan, Pastikan kamu tidak terlalu sering memanggilku dengan sebutan malaikat didepan umum. Karena itu akan menimbulkan keributan "


•Hamdhan: " OH iya kalau kamu itu malaikat penjaga ketiga alam atau apalah itu, seharusnya kamu tau kan semua lokasi disini ? "


•Sheila: " {Mengelengkan kepalanya} Aku tidak tau... soalnya aku ini hanya penjaga saja~ jadi mana mungkin aku mengurus hal hal sekecil itu "


•Hamdhan: "....( Enggak guna banget si...)". Setelah mencari dan mencari serta menanyakan lokasi kepada beberapa orang, Akhirnya Hamdhan menemukan tempat tersebut dan benar saja nama tempat tersebut dinamakan "Guild".



Tanpa berlama lama Hamdhan dan Sheila pun masuk ketempat tersebut, didalam tempat itu sangatlah ramai, isinya para petualang dan para pengembara semua.


•???: " Oy~ " Tanya seorang pria berbadan kekar


•Sheila: " HiH ! {Ketakutan} "


•Si keker: " Sepertinya Aku baru lihat Kalian disini~ "


•Hamdhan: " Ya~ Begitulah. Kami para pendatang yang jauh dari Negeri seberang {Sambil memasang wajah Beraninya} kami juga ingin menjadi seorang petualang disini dan mengalahkan raja monster "


•Si keker: " Begitu ya.., Ya ! Selamat datang di Neraka ! Loket pendaftaran ada di sebelah sana {sambil menunjuk ke arah Loket tersebut} "


Hamdhan pun Berjalan menuju arah yang ditunjukkan si Kekar tadi, Lalu Hamdhan pun Bertemu Seorang pemilik Guild yang sedang duduk manis di tempat Loket pendaftarannya.


•Hamdhan: " Permisi...nona "


•Nona Guild: " Ya, Ada yang bisa kubantu ? "


•Hamdhan: " Begini~ aku dan temanku ingin mendaftar untuk menjadi seorang petualang disini."


•Nona Guild: " Ah ! begitu.. Kalau kalian ingin daftar, kalian harus memiliki uang pendaftarannya dulu..."


•Hamdhan: " Siap - Siap (Tunggu...), Sheila kamu punya uang ? "


•Sheila: " {Menggelengkan kepalanya} Enggak... kamu kan membawa ku kesini tanpa adanya persiapan "


•Hamdhan: " .... ( Gak guna banget si...) ".


Karena tidak ada uang pada akhirnya Hamdhan dan Sheila Beristirahat sejenak...


•Hamdhan: " Oy.., Apa ini ? Belum apa apa udah Mentok Begini..."


•Sheila: " Yah~ namanya juga otak karat mau gimana lagi.."


•Hamdhan: " Berhenti memanggilku seperti itu ! "


•Sheila: " Yah !, Kalau begitu ini tugas untuk ku ! "


Sheila pun mendekati seorang kakek tua yang sedang minum tepat bersebelahan dengan tempat duduk Hamdhan dan Sheila.


•Sheila: " Wahai manusia yang suci ! "


Kakek itupun menatap Sheila


•Sheila: " Perkenalkan ! aku adalah seorang malaikat yang datang dari alam lain !. Jika kau adalah seorang makhluk yang suci~ {Membungkuk kan badan} Akan sangat membantu jika kau memberiku sebagian harta mu ! "


•Kakek: " Apa itu Malaikat ? "



•Sheila: " GHA! "


•Hamdhan: " GHA! "


•Sheila: " Oh iya~ Maaf ya {Sambil sedikit melangkah pergi}


•Kakek: " Ah - Nona muda ! ini ada sedikit yang bisa aku berikan kepadamu. Meski apapun kondisinya saya turut prihatin atas penyakit yang diderita nona~ "


•Sheila: " I-iya, Terimakasih banyak ya kek... "


•Hamdhan: " H... {memasang wajah prihatin} ( Tidak kusangka ternyata kepalanya sakit selama ini. Mungkin gara gara aku membawanya kedunia ini kali ya ? ) "


Sheila lalu kembali ketempat duduknya


•Sheila: " Ini~ Hamdhan {Berwajah sedih} (Aku lupa kalau ini dunia Fantasi.. Bukan bumi..) "


•Hamdhan: " Sheila~ "


•Sheila: " Ya ? "


•Hamdhan: " Aku turut prihatin atas penyakit yang kamu derita~ "


•Sheila: " Apaan sIii ? Aku gak GILA...! "


Seluruh Petualang yang ada di dalam guild pun menatap ke arah Sheila.


•Sheila: " Eh. Maksud aku .. eum ..- "


•Hamdhan: " Gila ? {Sambil mendekat ke telinga sheila} "


•Sheila: " BUKAN ! ! "


•Hamdhan: " Haha, Iya~ iya~ Terserah kamu.. ayo kita daftar sekarang, Nona Gila~ "


•Sheila: " Hmph ! heuh ! {Ngambek} "


Hamdhan dan Sheila akhirnya bisa mendaftarkan diri menjadi petualang, Hamdhan memilih menjadi seorang Petarung dan Sheila menjadi seorang Pendeta Tinggi . Misi pertama Hamdhan dan Sheila kali ini adalah menangkap seekor Ayam Raksasa. Setelah diberi Lokasinya Hamdhan dan Sheila langsung berangkat menuju tujuan yang diarahkan. Tapi... Setelah sampai disana tiba tiba.


•Hamdhan: " WAAAAAA ! !. Sheila Tolong ! ! ! {Sambil berlari Sekilat mungkin} "


Terlihat dari jarak 50 Meter Sheila hanya menertawakan Hamdhan yang setengah mati ketakutan di kejar ayam yang tingginya seperti gedung lima lantai.


•Sheila: " Lihat wajah mu Hamdhan ! kayaknya kamu mau kencing ya BahHAHAHA!! "


•Hamdhan: " ( Begitu ini selesai, ku kuliti dia hidup hidup.. ) HAH ! Hah ! hah ! {Ngos - Ngosan} "



•Sheila: " Aku akan menolong mu jika kamu memanggil ku Kakak "


•Sheila: " Yah apa boleh buat setelah ini aku ingin mendengar permintaan maaf darimu karena sudah memanggilku gila..."


Tanpa Hamdhan sadari ayam yang mengejar hamdhan tadi berpaling lalu mendekati Sheila.


•Hamdhan: " Hah ! hah ! ha!...He ? "


•Sheila: " lalu memberikan hasil buruan mu kepadaku setelah itu - Hph! [ Suara Sheila di patuk ayam ].


•Hamdhan: " HA ! "


•Ayam: " Gulp~Gulp "


•Hamdhan: " JANGAN SAMPAI DIMAKAN DONG ! "


Hamdhan lalu berlari dengan cepat dan membunuh ayam tersebut sebelum Sheila masuk ke perut ayam raksasa itu.


•Hamdhan: " H~.. H~.. H~.. {Ngos ngosan} "


Tubuh Sheila dipenuhi air liur ayam Raksasa.


•Sheila: " hiks~ Makasi Hamdhan.. terimakasih... terimakasih banyak ya Hamdhan Hiks-Hiks ~ {Sembari memegang Baju Hamdhan} "


•Hamdhan: " {Memasang wajah jijik} ( Bau ! ) Y-Ya sudah, tidak apa apa yang penting sekarang Ayam Raksasanya sudah mati kan..."


•Sheila: " I-Iya {Sambil mencoba berdiri} Hi.. Aaaahhh ! "


•Hamdhan: " Kenapa ? ada yang salah ? "


•Sheila: " Tidak! ti~dak ada "


•Hamdhan: " Yah, kalau begitu ayo.. "


•Sheila: " Eut-Tu-Tunggu !, Sepertinya lendir Ayam itu telah menyerap sebagian tenaga ku, jadi aku eu.. Hehe. Tidak bisa bergerak. "


•Hamdhan: " Apa ?!, Yang benar saja ? "


•Sheila: " I-ini bukan salahku !, Salahkan ayam ini Hiks-. Jadi Gimana ini Hamdhan ?"


•Hamdhan: " ... (Sudah jelas kamu yang gak Hati hati sambil ngetawain aku tadi. Sekarang malah menyalahkan ayam pula.) {Sambil berfikir} Hmmm... (Kalau ku gendong, Lendirnya gaes ! Baunya luar biasa menyengat, nanti aku juga bisa bisa terserap energinya ) OH ! "


•Sheila: " Apa ?, Ada apa ? "


•Hamdhan: " .... ! {Sambil berlari menuju suatu tempat} "


•Sheila: " Hamdhan ! Tunggu ! Jangan tinggalkan aku sendiri disini ! Hiks~ "


Hamdhan pun meninggalkan Sheila sendirian, Sheila menangis sembari memanggil Hamdhan.


•Hamdhan: " Hmm Danau, sungai atau apapun itu yang penting air ! {sambil berlarian mencari sumber air terdekat}


Setelah setengah jam mencari akhirnya Hamdhan menemukan sebuah danau terdekat dengan lokasi sheila berada.



•Hamdhan: " Nah !, Hah.. Hah.. Akhirnyah... aku menemukan air. Sekarang aku harus membawa Sheila kesini ! (Beginilah nasib seorang petualang ya..) "


Setelah menemukan sumber air tersebut Hamdhan kembali lagi ketempat Sheila Berada.


•Sheila: " Hamdhan Hiks Teganya kamu meninggalkan aku sendiri disini. Kamu yang membawa ku kesini, Kamu juga yang meninggalkan dan membuang ku disini. Jahat-Jahat-Jahat ! (Meski aku dibawa sebagai benda, tapi aku ini Makhluk juga, Jahat !­) "


•Hamdhan: " Sheila ! Akhirnya aku menemukan air ! {berlari bercucuran keringat}. "


•Sheila: " Ha-Hamdhan ? "


•Hamdhan: " Ayo kita pergi kesana !, Tunggu~ kamu menagis ? Kenapa ? (Yah~ sudahlah memang biasa dia suka begitu) Sudah ayo kita pergi ! "


•Sheila: " A-aku gak apa apa {Sambil menghapus air matanya} (Aku kira dia pergi dan membuangku disini, Ternyata dia mencari air...) Lagian kamu kemana ? gak bilang bilang ?!"


•Hamdhan: " Aku lupa tadi~ soalnya lagi nyari solusi buat pertanyaan kamu tadi~, Sudah ayo kita kesana! "


•Sheila: " Aku kan sudah bilang enggak bisa gerak tadi Hmph~ "


•Hamdhan: " Makanya dari itu aku gendong kamu~ "


•Sheila: " Ha ? "


Hamdhan pun mengangkat Sheila dan menggendongnya dengan kedua tangan Hamdhan


•Hamdhan: " Setelah disana pastikan semua tubuhmu itu bersih dari air liur ya {Tersenyum manis} (Gawat juga kan kalau dia pulang badannya bau dan berlendir) "


•Sheila: " {pipinya merah} I-iya ( Perasaan Apa ini ? Hatiku berdebar, Setelah melihatnya berkeringat dan Tersenyum seperti itu kepadaku ? ) "


Hamdhan Berlari lagi sambil menggendong Sheila menuju Danau tersebut. Sheila merasa memiliki pelindung dan pahlawan didalam hatinya, namun persaan itu masih belum bisa Sheila terima karena Sheila adalah seorang malaikat sedangkan hamdhan adalah seorang manusia, Bagaimana mungkin malaikat dan manusia bisa saling mencintai sedangkan mereka berdua adalah Makhluk yang saling berbeda alam.


•Sheila: " (Andai aku manusia mungkin aku sudah bisa berpacaran dengannya) {Menutup mata sambil menyandarkan kepalanya ke dada Hamdhan} Hihi~ "


•Hamdhan: " Nah ! kita sudah sampai !, Kamu mandi dulu sana {Sambil meletakkan Sheila di tepi danau}, Jujur ya... lendir itu Bau sekali~ "


•Sheila: " Iya~ Iya~. Bukain bajuku ! {Sedikit tersipu} "


•Hamdhan: " Ha ? {Sambil membayangkan sheila} Ndas Mu ! Gak mau ! (Bisa bahaya kalau aku liat tubuh yang kaya gitu..)


•Sheila: " Kamu tau kan aku gak bisa gerak, kamu minta aku supaya mandi, sekarang gimana aku mau mandi kalau bajuku masih kepake ?!. bukain bajuku jangan coba coba ngintip ! Tutup mata kamu ! "


•Hamdhan: " Siapa juga yang mau liat... "


•Sheila: " Siapa lagi kalau bukan buaya darat ?! "


•Hamdhan: " Hah...( Ciwi-ciwi ada ada saja kamu ini ) "


Hamdhan pun membuka bajunya dan menjadikan bajunya sebagai penutup mata


•Hamdhan: " Baiklah, Mana kamu ? "


•Sheila: " Aku disini~, coba maju dikit, ya - ya mundur lagi mundur lagi, kiri kiri, kanan Kanan~ Stop ya~ eh maju maju nah sip [Kayak tukang parkir] "


•Hamdhan: " yang mana baju kamu ? "


•Sheila: " yang ini "


•Hamdhan: " Coba~, *Boing* (Wah~ apa ini bulat, lembut, kenyal ?, kayaknya bukan baju ..) "


•Sheila: " kya !, kemana tanganmu menyentuh ? {pipinya memerah} "


•Hamdhan: " M-maaf ! apa boleh buat kan ? aku tidak bisa melihat.. {pipinya memerah} (Waduh makin bahaya ini kalau kelamaan, Harus aku percepat) "


Setelah melepas baju Sheila Hamdhan pun menunggu di tepi danau tentunya dalam keadaan kedua matanya masih tertutup.


•Sheila: " Hah~ segarnya~, Nan na na~ na~ na~ "


•Hamdhan: " ... {wajah yang masih merah} (Meskipun mataku tertutup tapi~ tetap saja aku masih bisa mencium baunya) {Terbayang Sheila saat mandi} (Ayolah ! ayolah ! Hamdhan hilangkan Bayangan itu di dalam dirimu ! coba pikirkan yang lain !. Pi~ 172627378283726252836193739) "


•Sheila: " Aku sudah mandi


•Hamdhan: " sudah!? {membuka penutup matanya}, Kalau begitu sekarang Ayo kita pergi ke guild untuk menjual hasil buruan kita ! "


•Sheila: "EP ! tunggu dulu sekarang kurasa tenagaku sudah pulih lagi, bajuku juga sudah bersih. Sekarang giliran kamu juga untuk mandi badanmu juga bau pastinya setelah meng..,menggendong ku tadi {wajahnya sedikit memerah} Terimakasih ya "


•Hamdhan: " {Mencium ketiaknya} Ya, Kurasa aku perlu itu, Tapi~ (Kok tubuhku tidak terpengaruh sama Air liurnya ya ? padahal saat aku menggendong Sheila aku yakin tubuhku juga terkena Liur si Ayam Raksasa.., Hmmm~ Aneh..) "


•Sheila: " Apa ? "


•Hamdhan: " Tidak~ Tidak ada apa apa "


Saat Hamdhan sedang mandi dan Sheila menutupi matanya dengan menggunakan baju Hamdhan Tiba tiba ada seorang Gadis dengan baju layaknya seorang penyihir mendekati Hamdhan dan berkata.


•???: " Halo~ permisi~ Boleh aku gabung dengan tim kalian ? "


•Hamdhan: " Ha ? "


Bersambung~