Zevius

Zevius
Anggota baru dan Kakek Misterius



Seorang gadis yang berpakaian layaknya seorang penyihir mendekati Hamdhan dan berkata.


•???: " Halo~ permisi~ Boleh aku gabung dengan tim kalian ? "


•Hamdhan: " Ha ? " {Perlahan Hamdhan pun menoleh}


•???: " {Menarik / membuang nafas} (Semoga aku bisa masuk kedalam tim ini) Perkenalkan namaku Madeisako yui, aku biasa dipanggil yui, aku datang dari negeri Ghamar tempatnya para penyihir ahli dan profesional. aku datang kemari untuk bergabung dengan tim kalian. "


•Hamdhan: " Tapi kami tidak pernah membuat, memasang atau mengumumkan apapun tentang penerimaan anggota tim di papan Guild. "


•Yui: " I-iya aku tau itu.. aku sengaja saja datang kesini untuk masuk kedalam tim kalian.. "


•Hamdhan: " Bagaimana ya.. ? (Punya firasat buruk aku tentang ini... tapi... kalau ada anggota baru bukannya malah makin bagus?, karena kita bisa bagi bagi pekerjaan dan mempercepat pekerjaan. Tapi Risikonya itu jumlah ((Bagi Hasilnya)) juga makin besar) yah Baiklah~ tidak ada salahnya dicobakan.. kalau begitu kamu boleh masuk ke tim kami.."


•Yui: " Yay ! Mulai saat ini hingga seterusnya mohon kerjasamanya~ "


•Hamdhan: " Iya~, Sekarang bisa tidak kamu membiarkan ku mandi sebentar ? dan tutup matamu juga seperti yang di lakukan rekan kita itu {Sambil menunjuk kearah Sheila} "


•Yui: " OKAy "


Yui pun pergi mendekati Sheila dan duduk disebelah Sheila.


•Hamdhan: " Akhirnya aku bisa san- "


•Yui: " Hamdhan. "


•Hamdhan: " Aduh ! APALAGI ?!! (Kaget aku) "


•Yui: " Sheila bilang aku harus punya penutup mata agar tidak bisa mengintip kamu~ "


•Hamdhan: " ... (Kamu sekarang itu bicara sama aku dengan mata terbuka, sudah lebih dari Mengintip Iyui~... iyui~) tanpa penutup mata juga bisa. "


•Yui: " Caranya ? "


•Hamdhan: " cukup dengan menutup mata kamu, Lalu duduk di sebelah Sheila "


•Yui: " Okay.. {Menutup mata dan duduk di sebelah Sheila} "


•Hamdhan: " Hah...~ "


Setelah Hamdhan selesai membersih kan diri. Hamdhan, Sheila dan Yui kembali ke guild untuk menjual hasi buruan mereka. Setelah menjual Hasil buruannya itu Hamdhan dan timnya mendapat upah sebesar 130.000 Moko.


•Hamdhan: " O~ Jadi ini mata uang yang dipakai dialam ini ya~ "


•Sheila: " Yups!, Namanya koin Moko itu singkatan dari Monster koin ... "


•Hamdhan: " Kira kira koin ini kalau dirupiah kan jumlahnya berapa ya ?! ( Semoga lebih besar dari mata uang rupiah )


•Sheila: " Mungkin~ 65 Ribu. "


•Hamdhan: " YOSH ! !, Tunggu-apa ? "


•Sheila: " 65 Ribu~. semua total buruan kita itu~ dibeli Guild seharga 65 Ribu. Semua petualang disini semuanya sama seperti itu~. "


•Hamdhan: " YANG BENAR AJA ! (MANTEP SEKALI KAN~~ KITA BERBURU SAMPE TARUHAN NYAWA SAMA AYAM ITU... DAN SEKARANG HASIL BURUANNYA CUMA DIBELI DENGAN HARGA 65 RIBU. TEMPAT APAAN INI ?!!!!) Tidak bisa di biarkan ini~ kita harus demo ini~ !!! "


•Yui: " Sabar~ Hamdhan Sa~bar~, Semua nasib petualang sama disini... "


Hamdhan: " {Menari nafas} FUH...{Menarik nafas} Fuh... (Nyesel Aku datang ke alam ini ) "


•Sheila: " (OH IYA ! Sekarang kita bertiga mau tinggal dimana ?) A-anu Hamdhan. "


•Hamdhan: " Ya ? "


•Sheila: " sekarang kita mau tinggal dimana ? "


•Hamdhan: " HA ! (Aduh !) "


•Yui: " Kenapa ? "


Hamdhan: " Aku juga tidak tau harus tinggal dimana... "


•Sheila,Yui: " HE~! "


•Hamdhan: " Tapi tenang saja, aku akan mencoba Mencari jalan keluarnya.. (Waduh~ kok aku bingung ya gaes ?) "


•Sheila: " hm...{ Berfikir } "


•Yui: " hm...{ Berfikir } "


Berfikir kemudian...


•Sheila: " Ah ! Ah ! Aku tau { sambil mengacungkan jari dan tangannya }


•Hamdhan: " Apa ? "


•Sheila: " Kenapa kita tidak tinggal dan bangun tempat tinggal di dekat Danau itu ? "


•Yui: " Iya benar Itu !! kenapa tidak terpikirkan olehku ya ? "


•Hamdhan: " ( Ga~wat, tidak kusangka mereka itu sama bodohnya. Kalau kita tinggal disana, bagaimana saat kita ingin buang air disana ? Mandi mungkin tidak masalah.. karena...)




•Hamdhan: " Hihihi~ {Tawa tawa samar} "


•Yui: " Kamu kenapa Hamdhan ? "


•Hamdhan: " O-O-Oh a-aku tidak apa apa "


•Sheila: " Hmm~ Aku bisa melihat ada niat Mesum yang akan kamu lakukan ya ? "


•Hamdhan: " Ss-Siapa bilang ?!, yang aku pikirkan adalah bagaimana cara membangun rumah di tempat itu... "


•Sheila: " Hm?... "


jeng-jeng..


•Hamdhan: " ... { Mulai Berkeringat } "


•Sheila: " Hmmm?... "


JEng-JEng...!


•Hamdhan: " ...{ Berkeringat } "


•Sheila: " HMmmmm... ? "


•Yui: " Slurp.. { Minum soda } "


JENG-JENG !


•Hamdhan: " .... { Keringat panas } "


•Sheila: " HMMMMM ...?!!!! "


•Sheila: " Ya~ Sudahlah lagi pula tidak penting juga kan ?.. "


•Hamdhan: " Fyuh... ( Hampir saja aku di panggil otak karat atau julukan buruk apapun itu tentang ku oleh nona ratu yang satu ini ! ) "


•Sheila: " ( Aku harus hati hati hidup dengan makhluk yang satu ini ) "


•Hamdhan: ".e.? ( Sepertinya dia akan terus mewaspadaiku ya ? apa aku bercanda terlalu berlebihan padanya ? ) Hah...~ "


•Sheila: " Hei Hamdhan.. "


•Hamdhan: " Hmm ? "


•Sheila: " Bagaimana dengan kekuatan mu itu yang mengendalikan waktu ? sudah bisa kamu rasakan kah ? atau belum ? "


•Hamdhan: " Aku sama sekali belum bisa merasakannya, ditambah lagi aku tidak tau cara mengeluarkannya dan menggunakannya.."


•Yui: " Kekuatan ? Mengendalikan waktu ? Apa itu ? "


•Hamdhan: " Ah ! Bukan apa apa..., Ini dia hanya mengarang saja. karena biasa dia lagi Sakit.. "


•Yui: " Kasian ya~ "


•Hamdhan: " He-em "


•Sheila: " A-apaan sii ? Aku udah bilang aku Enggak GILA !


•???: " Permisi... "


•Hamdhan: " ? "


•Sheila: " ? "


•Yui: " ? "


•Hamdhan: " Ya ? ada yang bisa kami bantu kek ? "


•???: " Sepertinya kalian sedang mencari tempat untuk tinggal ya? "


•Sheila: " Kok kakek bisa bisa tau ?!!, apa kakek punya kekuatan super ?!! "


•???: " Ahhahaha Tentu tidak gadis muda~, aku hanya tidak sengaja mendengar percakapan kalian saja, Ter utama Gadis muda~ Suaranya kencang sekali sampai terdengar diluar guild "


•Sheila: " {Pipinya memerah} "


•Hamdhan: " {Pandangan sinis} Bikin malu satu tim aja~ {Suara samar}


•Yui: " {Pandangan sinis} Iya~ {Suara samar}


•... {Hening}


•Hamdhan: " Ya~ betul kek kami sedang mencari tempat untuk tinggal, Memangnya ada apa ya kek ? "


•???: " Kalian semua bisa tinggal di tempat yang sudah kakek tinggalkan selama ini "


•Hamdhan: " Apa kami di pungut biaya tinggal disana kek, atau tidak ? "


•???: " Tentu kalian tidak di pungut biaya sepeser pun, kalian juga bisa memilikinya jikalau kalian mampu menetralkan tempat itu, Ini peta lokasinya "


•Sheila: " Ka- Kakek memberikannya cuma cuma kek ? "


•???: " Iya~ Lagi pula kakek sudah tiada jadi kakek tidak membutuhkan nya "


Sheila Mengambil peta lokasinya dari kakek tersebut. setelah sesaat Sheila melihat peta tersebut, Kakek yang ada dihadapan Sheila itu pergi.


•???: " Kakek pergi dulu ya~, ada urusan yang harus kakek kerjakan , Semoga kalian betah. "


•Sheila: " Terimakasih ya kek... "


•???: " {Tersenyum} "


•Yui: " eu... Hamdhan kamu tidak apa apa ? "


•Hamdhan: " {Mangap} "


•Yui: " Hamdhan ? "


•Hamdhan: " {Masih Mangap} Hei siapapun... bisa tidak tampar aku...Aku tidak bermimpi ka- "


PLAKS ! ( Suara Hamdhan di tampar Sheila ) Sampai Mental Satu meter


•Hamdhan: " HEI ! !, apa itu tadi ?! "


•Hamdhan: " Ya ! Tapi gak sekeras itu juga ! Kamu Mau membunuh ku ?! "


•Sheila: " Tapi sekarang kamu sadarkan kalau ini bukan mimpi~. Coba lihat Yui peta ini.. "


•Yui: " Heum~ Sepertinya tempat itu~ Yang kutau dihuni banyak monster "


•Hamdhan: " Aw~ ( Tidak kusangka perempuan sebohay dia bisa menampar sekeras ini~ ) Rasa rasanya Wajah ku seperti ditampar logam panas~ "


•Sheila: " Kira kira berapa monster yang ada disana ? "


•Yui: " Tunggu sebentar ... "


Yui pun menggunakan Skillnya dalam mendeteksi banyak monster yang ada di satu tempat yang ingin dia selidiki. "


•Yui: " Satu..Dua...Tiga,empat. AHA ! "


•Hamdhan: " Berapa, berapa ? empat kah ? "


•Yui: " Mungkin sekitar Seribu monster "


•Hamdhan: " HA ?????!!!! "


•Sheila: " {Mangap} "


•Yui: " Yeps, Sekitar seribu "


•Hamdhan: " ( Inilah yang dinamakan dengan perkataan yang tidak sesuai dengan hasil, Sebaiknya aku tidak boleh terlalu berharap ) Hei Sheila ayo kita per~ ?, Sheila ? "


•Sheila: " {Masih Mangap} "


•Hamdhan: " BAGUS ! WAKTUNYA PEMBALASAN HIAAAA "


•Yui: " BERHENTI ! "


•Hamdhan: " He ? "


•Yui: " Kamu jangan kasar kasar sama seorang wanita~ {Sambil memeluk Sheila} "


•Hamdhan: " Tatatatatapi didididia- ! "


•Yui: " Pokonya tetap Eng-Gak-Bo-Leh ! "


•Hamdhan: " Hah~ ( Sekali kali perempuan ini harus aku Jahili ) Hei Yui~ aku ini selain seorang petualang aku juga adalah seorang pejuang keadilan gender "


•Yui: " Te-terus ? "



•Hamdhan: " Jadi~ aku tidak peduli dengan kedudukan wanita itu seperti apa. Jika kamu tidak menyingkir~ maka aku akan Mengambil Celana dalam mu lalu memajang, menghias dan menjualnya kepada laki laki cabul yang mampu membahayar nya dengan harga mahal H~H~H~ {Wajah mesum} "


•Yui: " Ka~mu bercanda kan ? ( Ya mungkin dia hanya bercanda... , Tapi dari wajah mesumnya itu sangat membuatku takut ) "


•Hamdhan: " Kuberi Kamu tiga kesempatan Yui "



•Yui: " {Ketakutan} A~ku tetap tidak akan menyingkir "


•Hamdhan: " Sa~tu "


Yui: " {Masih ketakutan} A-Aku masih Tit-tidak mau ( Apa Harus ? Ah tidak ! a-aku harus tetap melindungi Sheila ) "


•Hamdhan: " Du~a "


•Yui: " {Sangat ketakutan}... ( Pergi, Jangan, pergi, Jangan ?!!? AH ! Aku takut kalau dia benar benar akan melakukannya... )


•Hamdhan: " Dua Setengah~ "


•Yui: " {Keringat bercucuran} .... (BAGAIMANA INIIII AHHH AKU BINGUNG! ! !)



•Hamdhan: " Ti~ "


•Yui: " {Sangat sangat ketakutan} ... ( BAGAIMANA INIIIIIIIiiiii !!!!!!???? )


•Hamdhan: " Ga !, HIAAAA ! ! ! "


•Yui: " AMPUNI AKU ! AMPUNI AKU !, Iya iya kamu boleh balas~, tapi jangan ambil celana dalam ku... Hiks~ "


•Hamdhan: " Memang itu rencana ku "


PLAKS ! (Suara Hamdhan menampar Sheila) Sampai mental satu meter


•Hamdhan: " Nah... Sekarang kita bisa saling bagi bagi rasa sakit Hehehe~ "


•Sheila: " Apa itu Tadi ?!! "


•Hamdhan: " Aku hanya membuatmu sadar kembali~ { Memasang senyum iblis } "


•Sheila: " Oh~ Begitu, Makasi ya~.. "


•Hamdhan: " ? ( dia malah bilang makasih lo ?!!, Rusak ni orang kali ya ?! ) "


•Yui: " ... ( Dia malah bilang makasih ) mulia sekali dia "


•Hamdhan: " ... ( Sama gilanya dia juga ) Ya sudah ayo kita berangkat kerumah baru kita ! "


•Sheila/Yui: " YA ! "


Selama diperjalanan Hamdhan dan timnya selalu berjumpa dengan banyak monster mulai dari Monster Ayam, Monster cacing, Monster Lebah dan Monster Lintah. Namun semua itu terbayarkan setelah mereka sampai di tempat tujuan mereka, dan terkejut setelah melihat seperti apa rumah mereka yang sebenarnya



•Hamdhan: " {Mangap} "



•Yui: " {Mangap} "



•Sheila: " {Mangap} "


•Hamdhan: " {Masih mangap} Hei Sheila~ "


•Sheila: " {Masih mangap} Ya~ ? "


•Hamdhan: " {Masih mangap} Apa ini benar Rumahnya ?~ "


•Sheila: " {Masih mangap} Entah~ ? "


•Yui: " {Masih mangap} Menurut ku inilah tempatnya... "


•Hamdhan: " {Masih mangap} Ini sih bukan rumah namanya... "


•Sheila & Yui: " {Masih mangap} Lalu ? "


•Hamdhan: " {Masih mangap} Ini...,



{Teriak} MANSION NAMANYA ! ! ! ! "


Saking gembiranya, Mereka semua teriak


kegirangan dan tanpa mereka sadari bahwa mereka mengungkapkan isi hati mereka secara tidak sengaja. Seperti...


•Sheila: " Aku akan cari kamar ku, lalu aku akan simpan semua barang barang imutku Hihi~ "


•Yui: " Aku akan cari kamar ku, lalu akan kurapikan dan kusimpan semua mantra mantraku ini... Yey !, tidak ada siapapun yang bisa mengambilnya tanpa izinku sekarang "


•Hamdhan: " Aku akan cari kamarku, Ambil tisu, Lalu senang senang ! Udah gak kuat "


•Yui: " Gak kuat ? "


•Hamdhan: " E ? ( Waduh keceplosan ! )


•Sheila: " Ya !, Apanya yang gak kuat ?! "


•Hamdhan: " Itu !, Melepas sepatu ku ini yang [ Udah Gak muat.. ] ( Ciwi mah gak usah tau, Ini ma urusan Cuwu ! )


•Yui: " Ou... "


•Sheila: " Hmmm {Tatapan curiga} ? "


•Hamdhan: " apa ? Kenapa ? ada yang salah ? "


•Sheila: " Hmph ! { Ngambek } "


•Hamdhan: " Hah.. ( ngambekan mulu dia ma... ) "


Malam hari pun tiba, Setelah mereka bersiap siap dan memilih kamar mereka masing masing. Hamdhan dan timnya menyiapkan rencana untuk besok pagi. Rencana yang mereka buat adalah rencana untuk memburu Monster lagi dan menjualnya kembali, seperti yang Hamdhan dan Sheila lakukan sebelumnya, Setelah itu mereka akan mencoba mengambil sebuah pekerjaan yang tingkat kesulitannya lebih tinggi dari memburu seekor Monster ayam. Mereka akan mencoba mencari pekerjaan tersebut di papan guild, dengan tingkatan pekerjaan yang lebih sulit maka bayaran yang didapatkan juga akan semakin besar.


Hamdhan masih tergolong dalam kategori level 3, Itu sebuah tingkatan level yang sudah meningkat saat Hamdhan membunuh 1 Monster ayam yang mematuk Sheila sebelumnya. Sheila tergolong dalam kategori level 2, itu sebuah tingkatan awal Sheila yang belum membunuh Monster ayamnya namun~ Sheila membantu Hamdhan dalam menyerang Monster ayamnya, Tentu~ dengan cara [Mengorbankan dirinya]. Yui tergolong dalam kategori level 15, itu adalah sebuah tingkatan level yang telah Yui peroleh sebelum bergabung kedalam tim Hamdhan.


•Hamdhan: " Sheila "


•Sheila: " Ya ? "


•Hamdhan: " Aku ingin tahu, siapa sebenarnya Kakek kakek yang kita jumpai waktu itu dan memberikan tempat ini pada kita ? "


•Sheila: " Aku juga penasaran, Oh iya Yui, Kamu kan seorang Penyihir.. apa kamu mempunyai satu kemampuan untuk mencari tahu kebenaran dari kakek itu ?


•Yui: " Aku punya~, Tapi.. Sebelum kamu menanyakan hal ini padaku. Aku sudah melakukannya. Jadi~ pada saat kalian berdua Berbicara dengan kakek itu, Aku bosan lalu aku mencoba kemampuan baruku yang bisa mencari tahu identitas sebenarnya dari satu orang, Saat itu pertama kali aku coba kepada dirimu Hamdhan... "


•Hamdhan: " A-Aku ? "


•Yui: " Ya ! , Saat itu juga aku tahu asalmu sebenarnya dari mana, Kamu berasal dari Sebuah dunia yang dinamakan bumi kan ? "


•Hamdhan: " Kok-Ko-Kok ! { Dia Tau ! } "


•Yui: " Kamu bisa kedunia ini, Karena kamu sudah mati di bumi, Memiliki pengalaman dengan keluarga yang~ Yah aku gak enak ngucapinnya. Karena sumpah dan janjimu kepada tuhan itu sudah tidak bisa ditarik lagi akhirnya kamu pun bunuh diri dengam menggunakan pisau, dan Meninggalkan sebuah surat yang kamu tulis dengan penuh penyesalan serta rasa cinta. Hiks~ Hiks~ Aku sampai Merasa Sedih setelah aku mengetahui hal itu. Hiks~ "


•Hamdhan: " ... {Memeluk Yui} Sudah sudah, Itu sudah menjadi masa lalu. Meski begitu aku senang bisa memiliki teman teman seperti kalian di dunia ini ( Dia sampaj tahu detilnya ! ) "


•Sheila: " Lalu, bagaimana dengan ku ?! apakah aku juga kamu jadikan sebagai percobaan kemampuan mu ?! Aku seorang malaikat kan !!! "


•Yui: " (Hihi~) Tidak~, aku juga tidak tau apa itu malaikat ?! "


•Sheila: " GA' ! {Kecewa, Sedih} "


•Yui: " Haha! aku cuma bercanda... Kamu memang benar seorang malaikat, Kamu sampai bisa ke dunia ini karena permintaan Hamdhan itu Ya ? "


•Sheila: " TUH KAN ! APA KU BILANG ! AKU ENGGAK GILA KAN ?, HAH ! Skakmat "


•Hamdhan: " Ji~ ( Baru segitu aja udah Senang, SoNGOng Lu ! ) Lalu bagaimana dengan kakek itu ? "


•Yui: " Saat aku coba melakukannya kepada kakek itu.. tidak ada satupun yang muncul dipikiran ku.. ini aneh sekali. Kemampuan Baruku pada saat itu tidak mampu mencari tahu tentang data data dari kakek yang kita temui waktu itu... "


•Hamdhan: " Hmm... ( Kok itu bisa terjadi ya ?, Yui padahal mampu mengetahui asalku yang bukan dari dunia ini, bersamaan juga dengan Sheila yang seorang malaikat. Apakah ada suatu penyebab yang menimbulkan hal ini terjadi ?, Hmm.. Tentu ! Pasti ada penyebabnya, Tapi apa ?. Aku harus mencari tahunya ! ) "


•Sheila: " Hmm... ( Aneh ... )


Bersambung~