Zevius

Zevius
Munculnya Awal Kekuatan



Lavatia lah yang akhirnya melanjutkan sebuah perjuangan Hamdhan dalam mencari teman Hamdhan dan membebaskan semua orang orang yang terjebak didalam istana tersebut. Pada awalnya Lavatia Kebingungan Harus bagaimana, seperti apa dan apa yang harus dilakukannya saat itu. Tapi disaat Lavatia mencoba mengingat kembali semua perkataan Hamdhan sebelumnya, Akhirnya Lavatia mengingat bahwa Hamdhan pada saat itu ingin kembali dan mencari asal para cylope yang memiliki mata gelap itu. Lavatia pun mencoba mencari para Cylope yang memiliki mata gelap itu. Tidak lama setelah Lavatia mencari, akhirnya lavatia bisa menemukan Para cylope yang memiliki mata gelap. Tidak perlu menunggu lama Lavatia pun langsung mengikuti para cylope bermata gelap itu. Setelah mengikuti para cylope itu dari belakang, Sheila terkejut dengan apa yang telah dilihatnya itu.


•Lavatia:"I-Itu!"


•Cylope:"Graugh!atgsusgiigokp" [Bahasa Alien]


•Lavatia:"Itu adalah bola kegelapan! Darimana mereka mendapat Bola kekuatan itu?"


tidak beberapa lama setelah para cylope itu berbicara, kedua cylope itu mengambil energi gelap itu dengan cara yang sama seperti mereka mengambil energi cahaya.


•Lavatia:"Hah?! (sepertinya mereka sudah selesai menyerapnya! aku harus mengikuti kemana mereka berdua pergi!)"


Saat Lavatia membuntuti kedua cylope itu. Lavatia kebingungan karena...


•Lavatia:"!(Mereka pergi melewati satu tempat dimana tempat itu adalah tempat aku meninggalkan jasad Hamdhan...Tapi kok? Jasad Hamdhan tidak ada? Bercak darahnya masih ada...tapi Hamdhannya tidak ada?, Apa jangan jangan para Cylope itu sudah membawa jasadnya lalu membuangnya ke lava?) *hiks*~ (Maafkan aku Hamdhan, sepertinya aku merasa bahwa ini adalah salahku..)"


Sekilas Lavatia Sedikit terkejut karena hal itu. Tapi sedikit demi sedikit Lavatia mencoba melupakannya. Bagaimanapun Lavatia harus tetap fokus pada misinya saat ini.


Lavatia lagi lagi kembali melihat para cylope itu tembus dinding, Namun tempat dinding itu berbeda dari sebelumnya, Lalu Akhirnya Lavatia pun masuk ketempat itu. Setelah masuk ternyata isinya adalah...


*ZAP!*


•Lavatia:"Hm?(Para Cylope itu lagi lagi tembus ke satu dinding lagi, tapi sepertinya yang satu ini berbeda dari sebelumnya..)Hmmm..(Baiklah aku akan masuk!)"


*ZAP!"


•Lavatia:"A-Apa ini?!!{Pipi merah membara, tubuh terasa panas, dan mata kunang kunang} A-Aku harus menutup mataku!. Ta-Tapi.. Nantinya aku tidak bisa melihat apapun!(Bagaimana ini?. Sebelumnya aku dan Hamdhan masuk keruangan yang isinya perempuan tidak berpakaian alias telanjang bulat~ Itu tidak masalah karena aku perempuan. Tapi ini... Tapi ini...! Laki Laki!! (KYAAAA!!!) AH! Aku tidak peduli! dari pada nantinya aku gak bisa lihat apa apa, lalu mati ditangkap para cylope itu bisa bahaya!"


*puk..*



•Lavatia:"!(Se-Sepertinya ada yang menepuk dan memegang pundak ku!!)



•???:"Lihat~ Sekarang siapa yang mesum...? perempuan mesum~?


•Lavatia:"!!!(Su-Suara ini? jangan jangan?!)"


•???:"Kelihatannya sekarang kamu yang harus menutup matamu itu... serahkan ini padaku."


Lavatia langsung menoleh kearah suara tersebut.


•Lavatia:"Ha-Hamdhan..?"


•Hamdhan:"Yo!"


Lavatia pun sangat Terkejut sekaligus Senang bercucuran air mata, karena Hamdhan yang dia kira sudah mati ternyata masih hidup. Tapi karena suara bahagia yang lavatia keluarkan itu, membuat para Cyclope menyadari keberadaan mereka berdua dan pada akhirnya suatu hal mengejutkan pun terjadi.



•Lavatia:"KYAAA!! Hamdhan! Hamdhan! Kamu masih hidup!! Aku kira kamu sudah mati! Aku~ Aku kira kamu meninggalkan ku selamanya.*HIks* *Hiks* !"



•Hamdhan:"Sudah~ sudah~ yang penting sekarang aku ada disini {Memegang kedua pundak lavatia, menatap Lavatia} Bersamamu~.."


•Lavatia:"Hamdhan~ aku minta maaf. Karena aku sudah ceroboh seperti itu..."


•Hamdhan:"Haha.. ya~ tidak apa apa. Asal jangan diulangi lagi ya..."


•Lavatia:"Ya!."


*Bruk*


•Hamdhan:"Tia! kamu kenapa?"


•Lavatia:"Sepertinya aku kehilangan tenagaku.. tidak apa. Tidak usah dipedulikan, saat aku terlalu terkejut inilah hal yang terjadi pada diriku."


•Hamdhan:"H~ Maaf ya...{Wajah sedih bercampur rasa bersalah}"


GRAAAA!!!


•Lavatia:"Cylope itu! Bagaimana Mereka bisa tau keberadaan kita?!"


•Hamdhan:"{Tatapan seorang pembunuh} (Makluk ini akan kupastikan Musnah!) tenang saja... Itu mungkin karena teriakan kamu sebelumnya."


•Lavatia:"Hah?! (Apa? Oh Ya! tadi aku teriak saking bahagianya!) Maaf Hamdhan"


•Hamdhan:"Tidak usah dipikirkan. Serahkan ini padaku"


•Lavatia:"Tidak! Sebaiknya kamu lari! biar aku yang hadapi mereka!, Hip!{Mencoba berdiri} AH! H~h~ (Ayolah! kenapa aku tidak bisa berdiri?!!)


•Hamdhan:"Tenanglah.. kamu duduk saja~. aku akan tutup matamu dengan Shall mu ini."


Hamdhan lalu melepas shall yang dipakai Lavatia lalu menutupkan mata Lavatia dengan Shall itu.


•Lavatia:"Tunggu Hamdhan! kekuatan dan, serangan mu itu masih dibawah level ku.. bagaimana bisa kamu melawan mereka dengan levelmu yang saat ini?! (A-Aku tidak ingin kehilangan mu lagi...)


•Hamdhan:"Tenang saja.. {Berdiri menghadap para cylope} Biar aku urus ini.. (Sekarang akulah yang harus melindungi mereka)"


•Lavatia:"Tapi~"


•Hamdhan:" Percayalah padaku"


•Lavatia:"..(Semoga kamu berhasil..)"


GRAAAA!!!


Dengan cepat para cylope itu berlari dan mengangkat pentungan yang mereka bawa itu lalu memukulnya kepada Hamdhan


•Hamdhan:"Wagalax..."


•Hamdhan:"Hentikan waktu.."


Kedua mata Hamdhan berubah menjadi berwarna hijau dengan simbol jam di kedua mata itu.


•Hamdhan:"Tidak akan kubiarkan kalian semua melakukan hal hal yang seenaknya didunia ini."


•Hamdhan:"Wagalax! Patahkan Waktu!."


Tangan Hamdhan terisi dengan energi hijau dan membentuk sebuah gumpalan energi waktu.


•Hamdhan:"Habis kalian.."


*DUARRR!!!*


Layaknya serangan meteor. Seketika kedua cylope itu terpukul jauh hingga luar angkasa dan meledak di langit samudra.


•Hamdhan:"Hah~ *Pok* *pok* {menepuk kedua telapak tangannya}(Ternyata ini lah yang dinamakan kekuatan ya?){Sambil menatap langit}


•Lavatia:"Hamdhan?Hamdhan?! apa kamu baik baik saja?!, Hamdhan?!"


•Hamdhan:"Iya~ aku baik."


•Lavatia:"Syukurlah.."


•Hamdhan:"Apakah kamu bisa berjalan sekarang?"


•Lavatia:"{Menunduk dan Menggelengkan kepala}"


•Hamdhan:"Maaf ya~, sini biar aku gendong"


•Lavatia:"{pipi merah} (Hah?!), Tidak-tidak usah kalau begitu. Aku sudah bisa bergerak sekarang!. Hip{Mencoba berdiri} AH! (H~ aku tidak suka ini){pipi merah}"


•Hamdhan:"Jangan memaksakan dirimu!, Memang ini juga salahku aku harus bertanggung jawab, Tenang saja aku ini berbeda dari sebelumnya.. jadi aku bukan orang mesum lagi kaya kamu hehe~"


•Lavatia:"U..!!, Hmph!{Ngambek} (I-itu kan A-Aku terpaksa!.)"


Dengan kekuatan yang dimiliki Hamdhan saat ini, Hamdhan memiliki keyakinan yang lebih kuat lagi atas tujuannya untuk mengalahkan raja monster.


Hamdhan pun berjalan menuju tempat orang orang yang memakai jubah putih Sambil menggendong Lavatia dikedua tangannya, Selama perjalanan.



Hamdhan dan Lavatia saling berbincang bincang saat itu.


•Hamdhan:"Ya~, Sepertinya kamu sia sia datang ketempat ini"


•Lavatia:"Sia sia ?!"


•Hamdhan:"Heem. Soalnya aku sudah tau isi tempat ini"


•Lavatia:"Enggak Juga!, Coba tebak aku menemukan apa? (Aku baru saja menemukan bola energi kegelapan)"


•Hamdhan:"Bola energi gelap kan?"


•Lavatia:"H! Kamu sudah tau?!"


•Hamdhan:"Aku kan sudah bilang..., kalau aku sudah tau isi tempat itu"


•Lavatia:"Hmph~ kalau begitu coba tebak. Mereka mengambil energi itu dengan cara apa? (Dia tidak akan tau kan?, soalnya dia cuma bilang kalau dia tau isi tempat itu)


•Hamdhan:"Dengan cara yang sama seperti Para cylope mengambil energi cahaya"


•Lavatia:"He?.(Malah tau dia!.)"



•Hamdhan:"Hahaha! pertanyaan mu itu terlalu mudah untuk ditebak lavatia~. Apa tidak ada pertanyaan yang lebih sulit lagi?"


•Lavatia:"U..!, Jadi kamu mau pertanyaan yang lebih sulit ya? (Tunggu! bagaimana kalau aku beri dia pertanyaan yang mustahil dia untuk bisa jawab seperti) Kalau begitu coba tebak!."


•Hamdhan:"Hmm?"


•Lavatia:"Siapa nama ayah dan ibuku?"


•Hamdhan:"Hmm..(Dia ternyata mau mempermainkan ku ya, Ooohoho! tidak semudah itu..)"


•Lavatia:"Jawablah.. tuan pandai.. (Ayahku adalah ZeoLava dan ibuku..eum... aku lupa lupa ingat.. kalau tidak salah Felisy-)"


•Hamdhan:"Oh!"


•Lavatia:"kamu tau?! (Tidak~ tidak mungkin dia tau. dia saja belum pernah bertemu dengan orangtua ku)


•Hamdhan:"Tentu.., Ayahmu bernama Zeolava Plaktimus dan ibumu bernama Flowings Felisya lava, apa jawaban ku benar? (SKAK!)"


•Lavatia:"Da-Dari mana kamu bisa tau nama orang tuaku? (Dia sampai tau nama panjangnya juga lagi!)"


•Hamdhan:"Hehe.. Aku sekedar menebak saja..(Aku tidak bisa bilang kalau "aku menggunakan kemampuanku..")"


•Lavatia:"Tidak mungkin kamu cuman menebaknya saja! pasti ada satu kemampuan yang kamu gunakan kan?!"


•Hamdhan:"(Yah ketauan deh) enggak~ mana mungkin aku memiliki kemampuan itu dengan level serendah ini.."


•Lavatia:"Hmm..Iya juga si..(Tapi entah kenapa jawabannya itu sungguh-sungguh mencurigakan?!~ sangat mencurigakan..) Hmmm?"


•Hamdhan:"Apa?"


•Lavatia:"Bukan~. Bukan apa apa.., Hehe. (aku harus cari tau siapa dia ini sebenarnya)"


Bersambung...