
"Untung saja aku masih memiliki sedikit uang" Ucap Lian zi menatap beberapa koin emas yang berada di kantongnya, Lian zi mengambil pedang dan beranjak mendekati perayaan
"Tuan" Ucap pria paruh baya penilik penginapan yang saat ini ia tempati
"Ada apa" Lian zi pelan, ia menikmati kehidupan seperti ini, kehidupan di istana memang sedikit menyebalkan, dan yah ia menjadi mahluk yang hebat, ia pasti kembali, tapi tidak dalam waktu dekat ini, ia harus menyelidiki kebenaran semunya
"Ada yang ingin menemui mu, dia menunggumu di toko'' Ucap si pria tua dengan begitu sopan
Sedangkan Lian?, ia hanya diam tak berniat mengatakan apapun, ia segera mendekati kudanya dan memacu kuda menuju hutan,
"Aku sudah kehilangan semuanya, apa lagi yang di inginkannya dari ku, bahkan saat ini aku sudah di ikat dengan 100 peraturan itu "Ucap Lian menatap langit malam yang hening, hanya ada suara telapak kaki kuda yang membawanya menjauhi kota
"Akhirnya kau datang" Suara seorang pemuda yang sontak membuat Lian membalikan tubuhnya, Lian hanya diam perlahan turun dari kudanya
"Aku akan segera mengenal mu, kau mau berteman dengan ku?" Ucap Zui Chan mengikuti langkah Lian zi yang perlahan duduk di pohon dan mengikat kudanya. Mencapai langit, yah, setiap perayaan memang akan menerbangkan lampion, itu adalah adat yang memang sudah ada sejak lama, bahkan masyarakat percaya jika lampion itu mampu mengantarkan harapan mereka ke para dewa
"Kau bukan orang asing bagi ku" Ucap Zui Chan perlahan duduk di samping Lian zi
"Benarkah?, jika begitu aku akan pergi, jangan ikuti aku" Ucap Lian zi melompat dan menunggangi kudanya menuju penginapan, Zui chan menghela nafas pelan
"Apakah seorang bangsawan semudah itu berteman?" Ucap Lian zi datar
"Seperti itulah, aku hanya merasa pernah mengenal mu, mungkin di kehidupan sebelumnya, ayiaaa, entah lah yang pasti aku akan sangat dengan jika aku bisa berteman dengan mu" Ucap Zui Chan kembali menatap Lian, senyuman terukir indah di wajahnya, tapi senyuman itu terlihat begitu kaku, Ini senyuman pertama setelah beberapa tahun yang lalu, kehidupannya berubah semenjak tiga tahun lalu, kehilangan adalah hal yang paling menakutkan bagi setiap manusia, begitu juga dengan Zui Chan, ia telah kehilangan sosok yang sangat mengerti dia, sosok yang dengan ia sebut sebagai sahabat, ah sudah lah semua sudah berlalu, penantian sudah berujung temu, melunakan hati yang beku bukan hal yang sulit, selagi memiliki kemauan semua bisa di lakukan, mari bekerja keras
"Sepertinya tidak" Ucap Lian zi datar, Lian zi masih menatap keindahan negri Huan dari ketinggian, langit pun nampak begitu indah dengan di hiasi lampion yang beterbangan mencapai langit, yah, setiap perayaan memang akan menerbangkan lampion, itu adalah adat yang memang sudah ada sejak lama, bahkan masyarakat percaya jika lampion itu mampu mengantarkan harapan mereka ke para dewa
"Kau bukan orang asing bagi ku" Ucap Zui Chan perlahan duduk di samping Lian zi
"Benarkah?, jika begitu aku akan pergi, jangan ikuti aku" Ucap Lian zi melompat dan menunggangi kudanya menuju penginapan, Zui chan menghela nafas pelan