
Ah, Maaf jika aku terlalu banyak bicara, oh iya aku jika aku boleh tau apa yang kau cari di kerajaan ini, kota perbatasan cukup jauh dari kota raja ini, apakah ada yang engkau cari di sini?" Ucap Zui Chan pelan, yang hanya di balas dengan wajah datar dari si teman bicara, yah ia tak tau nama pria ini, Ah, Maaf jika aku terlalu banyak bicara, oh iya aku jika aku boleh tau apa yang kau cari di kerajaan ini, kota perbatasan cukup jauh dari kota raja ini, apakah ada yang engkau cari di sini?" Ucap Zui Chan pelan, yang hanya di balas dengan wajah datar dari si teman bicara, yah ia tak tau nama pria ini,
"hm baik lah jika kau tak ingin menjawabnya, tidak apa apa, tidak apa apa, tapi satu hal yang harus kau ingat jangan sampai lengah, aku memiliki keyakinan kita akan berteman suatu saat nanti, dan kau tau tebakan ku tak pernah meleset, bersiaplah menjadi teman ku" Ucap zui chan menuangkan teh dan menyesapnya dengan ringan
"Sudah larut, Aku harus pergi" Ucap Lian zi pelan, setelahnya ia berdiri membungkuk beberapa derajat sebagai salam perpisahan, setelahnya ia meninggalkan gazebo menuju gerbang untuk mengambil kudanya kembali
"Berhati hati lah jika tidak kau terkecoh oleh ku," Ucap zui tersenyum kecil Lian zi sudah menghilang dari pandangannya, Ah, Maaf jika aku terlalu banyak bicara, oh iya aku jika aku boleh tau apa yang kau cari di kerajaan ini, kota perbatasan cukup jauh dari kota raja ini, apakah ada yang engkau cari di sini?" Ucap Zui Chan pelan, yang hanya di balas dengan wajah datar dari si teman bicara, yah ia tak tau nama pria ini,
"hm baik lah jika kau tak ingin menjawabnya, tidak apa apa, tidak apa apa, tapi satu hal yang harus kau ingat jangan sampai lengah, aku memiliki keyakinan kita akan berteman suatu saat nanti, dan kau tau tebakan ku tak pernah meleset, bersiaplah menjadi teman ku" Ucap zui chan menuangkan teh dan menyesapnya dengan ringan
"Sudah larut, Aku harus pergi" Ucap Lian zi pelan, setelahnya ia berdiri membungkuk beberapa derajat sebagai salam perpisahan, setelahnya ia meninggalkan gazebo menuju gerbang untuk mengambil kudanya kembali
"Berhati hati lah jika tidak kau terkecoh oleh ku," Ucap zui tersenyum kecil Lian zi sudah menghilang dari pandangannya, entah lah, ia merasa akrab, ia merasa menginginkan pemuda jian itu, katakan lah dia gila, ia memang gila, gila karena telah di tinggalkan orang yang sangat berharga baginy, meskipun ini terdengar aneh namun pada kenyataannya, raja adalah orang spesial di hati Zuid Chan
.
.
Bersambung... lah, ia merasa akrab, ia merasa menginginkan pemuda jian itu, katakan lah dia gila, ia memang gila, gila karena telah di tinggalkan orang yang sangat berharga baginy, meskipun ini terdengar aneh namun pada kenyataannya, raja adalah orang spesial di hati Zuid Chan
.
.
Bersambung...
"hm baik lah jika kau tak ingin menjawabnya, tidak apa apa, tidak apa apa, tapi satu hal yang harus kau ingat jangan sampai lengah, aku memiliki keyakinan kita akan berteman suatu saat nanti, dan kau tau tebakan ku tak pernah meleset, bersiaplah menjadi teman ku" Ucap zui chan menuangkan teh dan menyesapnya dengan ringan
"Sudah larut, Aku harus pergi" Ucap Lian zi pelan, setelahnya ia berdiri membungkuk beberapa derajat sebagai salam perpisahan, setelahnya ia meninggalkan gazebo menuju gerbang untuk mengambil kudanya kembali
"Berhati hati lah jika tidak kau terkecoh oleh ku," Ucap zui tersenyum kecil Lian zi sudah menghilang dari pandangannya, entah lah, ia merasa akrab, ia merasa menginginkan pemuda jian itu, katakan lah dia gila, ia memang gila, gila karena telah di tinggalkan orang yang sangat berharga baginy, meskipun ini terdengar aneh namun pada kenyataannya, raja adalah orang spesial di hati Zuid Chan
.
.
Bersambung...