
Hari sudah beranjak gelap Lian zi berjalan cepat keluar dari kedai pangsit entah mengapa sedari tadi bahkan merasa sedang di awasi, tangan tegapnya masih menggenggam pedang dengan begitu erat,
"Brakk" Tanpa sengaja menabrak Zui Chan yang juga ingin meninggalkan toko
"Maafkan aku" Ucap Zui Chan dengan nada pelan sembari, ia menatap lekat mata yang berada di balik topeng keduanya terdiam sejenak, entah apa yang terjadi hingga sepertinya orang di balik topeng itu terasa begitu dekat dengannya.
Lian bergegas meninggalkan toko sedangkan Zui Chan masih terdiam kaku di tempatnya .
"Tuan tidak apa apa" Ucap Feng zun pelan, sedangan Zui Chan masih menatap kepergian si
(Feng zun; pelayan milik zui Chan)
"Apakah tuan mengenal orang itu" Ucap Feng zun yang juga menatap ke arah punggung si pemuda yang perlahan meninggalkan restoran itu
''Kembali ke istana" Ucap Zui Chan naik ke kereta dan kereta berjalan menuju istana.
Rembulan bersinar terang Zui Chan sedang termenung di memikirkan mata yang ia temukan tadi
"ada apa ini?, mengapa aku memikirkannya" Ucap Zui Chan pelan, selama ini ia tak terlalu memperhatikan sekitar, tapi mengapa ia malah kepikiran dengan sosok di balik topeng itu?
Hari sudah beranjak gelap Lian zi berjalan cepat keluar dari kedai pangsit entah mengapa sedari tadi bahkan merasa sedang di awasi, tangan tegapnya masih menggenggam pedang dengan begitu erat,
"Brakk" Tanpa sengaja menabrak Zui Chan yang juga ingin meninggalkan toko
"Maafkan aku" Ucap Zui Chan dengan nada pelan sembari, ia menatap lekat mata yang berada di balik topeng keduanya terdiam sejenak, entah apa yang terjadi hingga sepertinya orang di balik topeng itu terasa begitu dekat dengannya.
Lian bergegas meninggalkan toko sedangkan Zui Chan masih terdiam kaku di tempatnya .
"Tuan tidak apa apa" Ucap Feng zun pelan, sedangan Zui Chan masih menatap kepergian si
(Feng zun; pelayan milik zui Chan)
"Apakah tuan mengenal orang itu" Ucap Feng zun yang juga menatap ke arah punggung si pemuda yang perlahan meninggalkan restoran itu
''Kembali ke istana" Ucap Zui Chan naik ke kereta dan kereta berjalan menuju istana.
Rembulan bersinar terang Zui Chan sedang termenung di memikirkan mata yang ia temukan tadi
"ada apa ini?, mengapa aku memikirkannya" Ucap Zui Chan pelan, selama ini ia tak terlalu memperhatikan sekitar, tapi mengapa ia malah kepikiran dengan sosok di balik topeng itu?
"Apa yang kau fikiran Lu Zui Chan" Ucap penasehat Lu duduk di samping putranya yang nampak sedikit gelisah sejak memasuki istana
"Tidak ada ayah, aku akan pergi ke perayaan" Ucap Zui Chan meninggalkan penasehat Lu menatap kepergian putranya
"Tuan kereta sudah siap" Ucap seorang prajurit
"Aku akan pergi sendiri, dan satu lagi aku paling tidak suka jika ada yang mengawasi ku" Ucap Zui Chan, ia segera melompat ke kuda dan memacu kudanya meninggalkan istana menuju pusat kota
"Apa yang kau fikiran Lu Zui Chan" Ucap penasehat Lu duduk di samping putranya yang nampak sedikit gelisah sejak memasuki istana
"Tidak ada ayah, aku akan pergi ke perayaan" Ucap Zui Chan meninggalkan penasehat Lu menatap kepergian putranya
"Tuan kereta sudah siap" Ucap seorang prajurit
"Aku akan pergi sendiri, dan satu lagi aku paling tidak suka jika ada yang mengawasi ku" Ucap Zui Chan, ia segera melompat ke kuda dan memacu kudanya meninggalkan istana menuju pusat kota