
Cinta akan membuat mu tolol. Percayalah, karena buktinya kini ada pada Sabrina Tolol Alanta.
Dia menerima ajakan sleep with me nya si Kartanagara fcking Widiaja. Dan kalian tebak, wajah Karta sumringah seperti emak-emak yang baru dapat arisan.
"Lo masih em ... virgin?" Karta bertanya ragu.
Sekarang mereka tengah berada di sebuah hotel, check-in tentu saja. Jantung Sabrina otomatis berdentum sangat kencang seperti habis lari sprint.
Sabrina mengangguk. Wajah nya polos, kulit kuning langsat, wajah indah berseri karena skincare dan tubuh molek seperti gitar spanyol.
Siapa yang gak mau ajak Sabrina ke ranjang hangat kaum adam? Hanya Adam Gay yang tidak akan melakukan itu.
"Good. Sekarang buka semua baju lo." Karta panas dingin, dia tak sabar melihat bagian dalam tubuh Sabrina. Inti nya sudah mengeras hingga membuat ****** nya kesempitan.
"Argh... Ayo, Sab," Karta menggeram, dia tak tahan lagi. Berdua di kamar hotel dengan wanita paripurna tanpa cacat.
Sabrina geming. Dia takut sekali.
IBU TOLONG SABRINA!!
Sabrina terus merapalkan doa-doa meminta ampunan dosa yang akan dia lakukan.
Glek! Saliva nya susah ditelan.
Kemudian lambat laun, Sabrina melepas celana kulot nya, beralih kepada kemeja chiffon nya, hingga menyisakan Bra, tanktop dan ****** ***** nya.
"Sini," Karta menepuk paha nya, dia yang sedari tadi duduk di pinggiran ranjang.
Wajah Sabrina benar-benar memerah, menahan malu. Pelan-pelan menghampiri Karta, cowok yang dia cinta. Kemudian duduk di pangkuan nya.
Karta yang sudah tak tahan itu, lantas ******* kasar bibir nya. Mengabsen dalam nya mulut Sabrina. Tangan nya bergerilya nakal meraba bokong seksi nya.
Lalu, tangan lain nya menangkup gundukan kenyal yang masih berbalut kan kain. Ciuman nya semakin intens, Sabrina yang masih noob membalas mengikuti irama kecupan dari Karta.
Karta semakin mengganas, dia menjatuhkan tubuh Sabrina ke kasur hingga berada dibawah kungkungan nya. Ciuman beralih semakin kebawah. Tanpa sadar keduanya sama-sama sudah telanjang akibat kebrutalan Karta, tanktop mahal Sabrina robek beserta bra dan CD nya.
"Ahh ... " erangan spontan itu keluar dari Sabrina, ketika Karta mulai memainkan intinya yang dibawah. Lidah nya bermain pada payudara wanita itu.
"Sempit, gue suka." Karta tersenyum miring menatap Sabrina yang melenguh ke enakan.
Dan terjadilah malam itu, penyatuan mereka. Sabrina yang bodoh merelakan mahkota nya untuk seorang lelaki bajingan seperti Karta.
...****************...
Esok pagi, mereka berdua bangun. Sabrina masih linglung. berusaha menepis bahwa kejadian tadi malam adalah kenyataan.
Tapi menyesal bukanlah hal yang bagus. Dia sudah terlanjur. Dan semoga Sabrina berharap Karta akan menjadikan dirinya yang terakhir.
"Karta," panggil Sabrina, dia lemah sekali akibat gempuran brutal Karta tadi malam.
Intinya nyeri dan perih, serta bercak merah bekas semalam tercetak jelas pada sprei putih.
"Mandi sana," balas Karta tidak ada lembut-lembutnya. Dia berujar dingin tanpa menatap Sabrina.
Sabrina heran, kenapa setelah pengorbanan nya semalam Karta malah semakin dingin?
Dengan semua badan yang remuk dan hati yang sedikit teriris, Sabrina pergi ke kamar mandi secara tertatih karena masih sakit pada bagian intinya.
Sementara itu, Karta di luar menelepon pacar nya, dia jelas tidak bisa memutuskan Stella sembarangan. Masih ada satu hal yang belum dia dapat dari wanita itu.
Iya, tidur dengan nya. Sebagai bentuk balas dendam kepada abang Stella.
"Halo, Babe," sapa Karta selembut sutera.
"Malem ini kita nonton, ya? ... hm, oke ... love you too. muah."
Senyum nya berkembang, dia sebenarnya senang dengan sikap hangat Stella. Tapi, tubuh Sabrina jauh lebih menghangatkan ranjang nya.