YOU BASTARDS

YOU BASTARDS
BASTARD - 1



Yordania University, disinilah Sabrina sekarang, dia baru saja mutasi dari tempat kuliah lama nya. Bina Nusantara University. Dikatakan miskin tidak juga, buktinya orangtua Sabrina bisa menguliahkan di tempat elit.


Ayah nya jenderal TNI dan ibu nya hanya ibu rumah tangga biasa. Ia pindah karena tugas sang ayah, tadinya Sabrina ingin kost saja di Bandung, tapi ibu dan ayah nya tidak mau anak gadis kesayangan nya kenapa-kenapa.


Nasib jadi anak tunggal.


Dan bertemu kembali bersama sahabat sejati sejiwa yang tidak pernah lost contact dari awal mereka lulus SMA. Yaitu Gesa Putri Alika.


"Aaaa... Seneng banget gue, loh." Gesa berseru lebay memeluk erat bestie tercinta.


Sabrina tersenyum membalas pelukan hangat Gesa.


"Gimana Bandung? A'a Bandung cakep-cakep katanya?" Gesa bertanya setelah melepas pelukan mereka.


Sabrina tampak tak acuh. Dia memakan bakso urat nya terlebih dahulu. "Biasa aja. Gak ada yang menarik selain Karta."


Karta lagi. Laki-laki bajingan itu sangat beruntung dicintai dengan tulus oleh seorang Sabrina.


Gesa memutar matanya jengah. "Karta lagi, Karta lagi, Karta lagi."


"Jangan-jangan lo sengaja mutasi kesini gara-gara ada bajingan satu itu?" Gesa menyipit, menatap Sabrina yang enjoy Dengan bakso nya.


"Mungkin."


"Kan, ih udahlah, Karta tu playboy cap kadal. Semua cewek gudluking disini udah dia embat."


Gemas sekali Gesa pada Sabrina. Gadis malang yang dibutakan oleh perasaan nya pada Karta Taik!


Gesa memperhatikan Sabrina lamat-lamat. Merasa gadis itu yang dulu nya buluk abis kini bertranformasi menjadi sosok dewi Yunani. Cantik, kulit eksotis, dan postur tubuh yang lumayan berisi di bagian dada dan bokong.


Sekarang gak ada lagi tuh kerikil-kerikil kecil di pipi dan jidat Sabrina. Dia mulus dan glowing di tambah polesan make up yang membuat nya semakin bersinar.


Perfecto. Karta pasti langsung kepincut.


Dan benar saja, di ujung pintu kantin anak Ekonomi, disana Karta sedang berjalan berdampingan bersama pacar baru nya yang juga anak Akuntansi.


Sabrina mengalihkan pandangan. Benar saja, pria tampan namun playboy itu tetap sama seperti dulu.


"Tetep ganteng dan keren." puji nya, air muka Gesa seperti menahan boker. Dia jijik.


"Ganteng sih, tapi gak sama kelakuan nya!"


Si kadal busuk dan dayang nya itu melewati meja Sabrina dan Gesa. Karta yang sedari dua kilo sudah merasa tak asing dengan Sabrina itu semakin menyipit.


"Sabrina?" Kan, kadal busuk ini mulai tercengang dengan perubahan drastis nya.


Sabrina ini bukan tipikal cewek yang suka malu-malu tai kucing jika suka orang. Dia akan bersikap cuek aja.


Mendongak. Menatap lelaki yang sampai saat ini masih menjadi sosok yang paling dia rindukan setiap malam nya.


"Hai, Karta. Apa kabar?"


Gesa mendelik tajam pada bestie nya. Bisa-bisa nya dia dengan ramah bertanya kabar. Harus nya begitu ketemu Sabrina menampar, menjambak, dan menendang si Kartanagara Widiaja.


Lelaki bajingan! Benci sekali Gesa dengan nya.


Karta tersenyum simpul melihat penampilan Sabrina yang luar biasa glow up. "Berubah lo," Karta memberi pernyataan tidak menjawab pertanyaan Sabrina.


Sabrina cuek, dia mengedikkan bahu. Walaupun jantung nya sekarang berdetak kencang sekali.


"Hm... Cewek baru lo?" Sabrina bertanya. Karta sedikit tersentak ketika wanita itu menggunakan bahasa gue-elo karena biasanya dia selalu memakai aku-kamu jika dengan Karta.


Karta mengangguk.


Satu fakta menarik di otak Karta tentang Sabrina sekarang. Dia tertarik dengan nya. Fix valid no debat debat!


Sabrina akan menjadi incaran selanjutnya setelah Stella, si anak maba Akuntansi.