Wish You Were Here

Wish You Were Here
09



Zahra kini sudah ada dihalte depan gedung apartemennya. Ketika Zahra sedang duduk sambil menunggu taksi, ada seseorang yang duduk disebelahnya.


"Aku sekarang sudah dipecat, bagaimana caranya aku bisa membantu kakak untuk membayar uang sekolahku? Dan lagi pekerjaan dizaman sekarang tidak ada yang paruh waktu, kalau aku bekerja seharian dan tidak sekolah pasti kakak akan sangat kecewa kepada ku" gumam seseorang disamping Zahra dengan suara kecil.


Walau dengan suara kecil tapi zahra masih bisa mendengarnya karena jaraknya cukup dekat. Zahra yang mendenger itu ia menoleh ke arah seseorang tersebut, ternyata orang itu adalah OB yang tadi tidak sengaja ia tabrak.


"Anda yang karyawan tadi itu kan?" Zahra mengenali wajah orang itu.


"Nona yang tadi?" Kim Jungwoo pun mengenali Zahra.


"Iya, kenapa wajah anda murung?" tanya Zahra pahadal ia sudah tahu kenapa wajah Kim Jungwoo terlihat murung.


"Tidak, tidak apa - apa nona ini saya senyum" Jungwoo langgsung mengubah ekspresinya dengan cepat.


Zahra mengetahui kalau senyum Jungwoo itu dibuat - buat untuk menutupi rasa sedihnya. Senyum senang dan senyum pura - pura itu sangat berbeda jadi mudah untuk dikenali.


"Kertas apa ini?" Zahra mengambil kertas yang terjatuh dari tangan Jungwoo.


Jungwoo yang menyadari bahwa itu kertas miliknya langgsung merebut cepat dari tangan Zahra.


"Bukan kertas apa - apa nona" Jungwoo panik.


"Apa anda dipecat? Maafkan saya, karena saya anda jadi dipecat oleh atasan mu" Zahra merasa bersalah.


Sebelum kertas itu direbut oleh Jungwoo, Zahra sudah melihat isi surat tersebut.


"Kenapa nona bisa tahu isi surat ini? Apa nona bisa membaca tulisan hangul?" tanya Jungwoo secara beruntun.


"Iya saya bisa sedikit membaca tulisan hangul" jawab Zahra dengan tersenyum manis ke Jungwoo.


"Jadi benar anda baru saja dipecat dari pekerjaanmu?" tanya Zahra.


"Ya begitu lah nona, mungkin ini adalah takdir untuk saya" jawab Jungwoo dengan nada sedih tetapi wajahnya tetap tersenyum.


"Sekali lagi maafkan saya karena ketidak hati - hatian saya, anda jadinya dipecat" Zahra merasa bersalah.


"Nona disini lagi menunggu bus juga?" tanya jungwoo.


"Tadi niatnya sih saya ingin menaiki bus tapi saya tidak tahu harus turun dimana" jawab Zahra.


"Nona sebaiknya naik taksi saja, karena kalau orang asing belum pernah menaiki bus dinegara ini akan sangat membingungkan dengan jalur dan busnya" saran jungwoo.


"Terima kasih sarannya" balas Zahra dengan sedikit membungkukan tubuhnya.


"Sama - sama, bus saya sudah datang. kalau begitu saya duluan ya nona" pamit Jungwoo dibarengi dengan senyuman dan sedikit membungkukan tubuhnya.


"Iya" Zahra membalasnya.


Setelah Zahra mendapatkan taksi, ia langgsung menuju alamat rumah neneknya.


Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan, Mohon dukungan dan sarannya. Jika ada yang salah tolong dikomen ya 😊


LIKE, COMMENT, VOTE, RATE, SHARE, FOLLOW AND MAKE IT YOUR FAVORITE 😉


TERIMA KASIH🤗


mampir juga kekarya ku yang lain😁


"Super M", "Cerpen Campuran" dan "7 Harimau ku"


Kalian juga boleh kok promot karya kalian nanti aku mampirin balik. 🤗


Aku mau promot IG ku juga boleh kali yak :v


Real akun (Official) @ainun.z_14 and fake akun (Unofficial) @aiz.ar


Monggo difollow nanti tak follback kalian tinggal dm atau komen aja. Tapi aku lebih sering buka yang @aiz.ar kalau kalian mau follow 2² nya gpp sok lah :v