Wish You Were Here

Wish You Were Here
01



Kim Zahra adalah Seorang gadis muslimah cantik berdarah korea - arab yang mendapatkan beasiswa diuniversitas ternama dikorea. Ia gadis yang berasal dari keluarga konglomerat didubai akan tetapi keluarganya sangat menyukai kesederhanaan jadinya ia pun juga sangat suka yang sederhana. Walaupun ia kaya tapi ia sangat sopan santun kesemua orang, rajin beribadah, ceria, baik hati, memiliki jiwa sosial yang tinggi, dan berteman dengan siapa pun tanpa memandang status sosial maupun fisik.


Hari ini adalah hari persiapan dan pengecekan barang yang akan dia bawa ke negara kelahiran abi nya itu. Sebenarnya semua sudah siap dan ia juga sudah mengeceknya berkali - kali dari sebulan yang lalu, tetapi umi nya selalu menyuruhnya untuk mengecek lagi.


"Umi aku sudah sering kali mengeceknya dan semuanya sudah lengkap tidak ada yang kurang mi" ucap Kim Zahra kepada Umi nya.


"Kamu sudah mengeceknya dengan benar belum?" Ucap Umi zahra.


"Sudah mi, Umi kan setiap hari menyuruhku untuk mengecek barang - barang yang akan ku bawa kesana" Ucap Zahra


"Coba kamu cek sekali lagi siapa tau kamu lupa memasukan barang yang seharusnya kamu bawa kesana!" Suruh Umi kepada Zahra


"Ya baiklah Umi aku akan mengeceknya lagi" Zahra menuruti permintaan Umi nya. Zahra pun langgsung menuju kamar lalu mengambil kertas panjang yang berada dimeja belajarnya, kertas panjang itu berisikan daftar barang yang ia harus bawa.


Daftar barang itu ditulis oleh Uminya sudah lama sejak Zahra memberitahu Orang Tua nya kalau ia berhasil mendapatkan beasiswa keluar Negeri. Umi nya membuat daftar barang itu karena khawatir terhadap putrinya yang akan tinggal jauh dari Orang Tua untuk pertama kalinya.


Zahra kini berada dikamarnya, ia sedang sibuk mengecek barang yang akan dibawa besok.


"Jaket tebal sudah, Mukena sudah, Sajadah, Al-Qur'an juga sudah. Semua yang ada didaftar sudah ada jadi besok tinggal berangkat saja" gumam Zahra


"Akhirnya aku akan segera bertemu nenek ku, sudah lama sekali aku tak bertemu dengannya" ucap Zahra yang senang karena dia akan bertemu dengan sang nenek yang sudah lama tidak bertemu, tetapi seketika raut wajah Zahra menjadi sedih ketika ia mengingat sesuatu hal yang kelam dimasa kecilnya.


"Ah sudah lah mungkin sekarang sudah berubah, lebih baik aku temui Abi, Umi dan yang lain dibawah" Zahra yang berpikir positif, lalu ia keluar kamar menuju ruangan keluarga yang berada dilantai bawah.


Sekarang ia sudah duduk bersama dengan keluarganya,


"Alhamdulillah kalau sudah lengkap semua" ucap Umi dan membalas senyuman putri sulungnya itu


"Aisyah kamu benar - benar tidak ingin dijemput oleh anak buah abi untuk mengantar mu ke rumah nenekmu dan keapartement mu yang ada disana?" Tanya seorang pria yang sudah berumur tetapi masih kelihatan awet muda kepada Zahra.


Abi nya memanggil ia Aisyah karena nama lengkap Zahra sebenarnya adalah KIM AISYAH AZZAHRA. KIM nya berasal dari marga Abi nya dan nama nya adalah Aisyah Azzahra. Orangtua Zahra bercerita kepada Zahra bahwa mereka memberi nama itu karena terinspirasi dari nama Istri dan Anak nya Rasullah S.A.W. Tetapi dia sering dipanggil Zahra oleh keluarga dan teman-temannya, hanya Abinya saja lah yang memanggilnya Aisyah.


"Iya Abi tidak usah, selama Zahra masih bisa melakukannya sendiri Zahra akan berusaha, Zahra tidak ingin merepotkan orang lain" jawab Zahra sambil tersenyum. Zahra bukannya sombong yang tidak membutuhkan bantuan orang lain, tetapi dia gadis yang sangat mandiri jadi selagi dia masih bisa mengerjakannya sendiri dia akan berusaha melakukannya sendiri.


"Ya baiklah kalau itu yang kamu inginkan Abi tidak bisa memaksa mu lagi. Tetapi jika kamu mengalami kesulitan disana, kamu bisa langgsung menghubungi orang ini" ucap abi sambil memberikan kartu nama orang tersebut dan diterima oleh Zahra


"Iya bi aku akan meminta bantuannya jika aku mengalami kesulitan selama disana.Terima kasih Abi Umi sudah mengizinkan dan membantu ku mempersiapkan semuanya" ucap Zahra sambil tersenyum, lalu memeluk Abi dan Uminya.


"Iya sama-sama anak ku" ucap Abi Umi sambil tersenyum dan membalas pelukan Zahra lalu keduanya mencium kening Zahra.


Setelah mereka berpelukan,Zahra melihat adiknya yang sedang fokus menonton film kartun kesukaan adiknya itu lalu ia ikut menonton sambil memakan kue yang Uminya buat tadi.


Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan, Mohon dukungan dan sarannya. Jika ada yang salah tolong dikomen ya ๐Ÿ˜Š


LIKE, COMMENT, VOTE AND SHARE


TERIMA KASIH