
Kini Zahra sudah mendarat diKorea dengan selamat. Sekarang ia tengah mencari taksi untuk diantar ke Apartementnya, 10 menit ia mencari taksi tetapi tidak ada taksi yang kosong.
"Sudah hampir 15 menit aku mencari taksi tapi tidak ada satu pun taksi kosong yang bisa kutumpangi" gumam Zahra yang terus masih mencari taksi.
Ketika Zahra sedang mencari taksi, ada seorang kakek sekitar umur 60 tahun yang menghampirinya.
"Permisi nona, apakah kau sedang mencari taksi?" Tanya kakek itu.
"Ah iya saya sedang mencari taksi dari tadi tetapi semuanya penuh" jawab Zahra sambil tersenyum ke kakek itu.
"Apakah bapak seorang supir taksi?" Zahra melihat seragam yang dipakai kakek itu.
"Ya benar nona saya seorang supir taksi, apa nona ingin naik taksi saya?" Kakek itu membalas senyuman Zahra.
"Iya saya mau" Zahra senang akhirnya ia mendapatkan taksi.
["Alhamdulillah akhirnya dapat taksi juga"] batin Zahra merasa senang.
"Sini nona biar saya bawakan barangnya" kakek itu hendak membantu Zahra membawakan barangnya.
"Tak apa pak saya bawa sendiri saja" Zahra tidak tega kalau harus melihat kakek itu membawakan barang bawaan nya yang banyak.
"Tapi nona akan sangat sulit kalau membawakan semua sendiri" ucap kakek.
"Baiklah bapak bawa yang ini saja, yang lain biar saya saja yang membawanya" Zahra menunjuk 1 koper besar yang tidak terlalu berat.
"Baiklah nona" kakek itu langgsung membawa nya ke taksi miliknya.
"Maaf ya kalau merepotkan bapak" Zahra bicara sambil berjalan mengikuti kakek itu dari belakang menuju mobil taksinya.
"Tidak merepotkan, ini memang sudah tugas saya untuk melayani penumpang dengan baik" ucap kakek itu sambil tersenyum ramah.
Sampai didepan taksi sang kakek langgsung membuka bagasi taksi miliknya, lalu ia dan Zahra menaruh koper dan barang Zahra yang lain kedalam bagasi taksi. Setelah itu masuk kedalam taksi.
"Ingin diantar kemana nona?" Tanya kakek.
"Tolong antar saya ke alamat ini ya pak" Zahra menunjukan kertas bertuliskan alamat apartement yang akan Zahra tinggali selama ia mengenyam pendidikan dikorea.
"Kalau boleh tahu, Nona berasal dari negara mana?" Tanyanya ke Zahra.
"Saya dari Dubai pak" jawab Zahra.
"Oh Dubai, ada keperluan apa sampai datang kesini? sampai membawa begitu banyak barang" Kakek bertanya lagi.
"Saya dapat Beasiswa kuliah dinegara ini" jawab Zahra.
"Wah pasti nona sangat pintar ya sehingga bisa mendapatkan Beasiswa" kakek memuji Zahra.
"Saya tidak terlalu pin.." omongan Zahra terpotong, ditengah mereka mengobrol tiba - tiba saja mobil taksi yang Zahra tumpangi mesinnya mati.
"Ada apa dengan mobilnya pak?" tanya Zahra.
"Apa mobilnya kehabisan bahan bakar pak?" tambah Zahra.
"Tidak nona, bahan bakarnya tadi batu saja saya isi" jawab kakek.
"Lalu mengapa pak?" tanya Zahra lagi.
"Mesin mobil tua ini sering mati seperti ini nona" jawab kakek.
"Mohon Maaf nona kalau terganggu atas ketidak nyamanan di perjalanan, harap dimaklumi mobil taksi saya ini sudah tua jadi sering seperti ini. Tapi tenang saja nona saya pastikan mesinnya bisa hidup kembali" kakek menyampaikan maaf.
"Iya tidak apa - apa pak, saya juga lagi tidak tergesa - gesa" ucap Zahra sambil tersenyum.
Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan, Mohon dukungan dan sarannya. Jika ada yang salah tolong dikomen ya ๐
LIKE, COMMENT, VOTE, SHARE AND MAKE IT YOUR FAVORITE ๐
TERIMA KASIH๐ค
mampir juga kekarya ku yang lain๐
"Super M" dan "7 Harimau ku"