
LANJUTAN
ππ€ππππ€ππππ€ππππ€ππππ€ππ
"Apakah kakak tidak menyadarinya kenapa aku sering berbicara kepada mereka dibanding sama kakak?! Itu karena kakak dari dulu hingga sekarang sibuk dengan kuliah dan bekerja" jawabnya atas pertanyaan kakaknya itu.
"Ya kamu benar aku terlalu sibuk dari dulu sehingga aku tidak ada waktu untuk kalian, maafkan aku yang sedari dulu selalu merepotkanmu padahal waktu itu kau masih kecil tapi aku malah sibuk dan meninggalkanmu bersama kedua anak itu dirumah. Aku sangat berterima kasih kepada mu, karena kamu telah merawat dan mendidik kedua anak itu menjadi anak yang selalu mendapat peringkat dan juara pertama setiap kali lomba, padahal saat itu kau juga sedang sibuk bersekolah dan sering ikut lomba dari sekolah tetapi kau masih sempat merawat dan mendidik kedua adikmu. Bahkan kau juga membersihkan rumah dan membuat makan sendiri untukku dan kedua adikmu itu, aku sangat merasa bersalah sekali kepada kalian dan merasa tidak berguna sekali sebagai kakak" ucap penyesalan dan terima kasih kakaknya itu kepada Taeyong sambil menangis tersedu - sedu karena mengingat perlakuan dia terhadap ketiga adiknya.
Taeyong yang melihat kakaknya menangis langgsung menghapus air mata kakaknya dan memeluknya yang masih menyesali perlakuannya dulu terhadap adik - adiknya. Taeyong pun masih terus menenangkan kakaknya agar tidak menangis lagi, dan dia juga mencoba menghibur sang kakak.
"Masa seorang Lee Taemin BOSS BESAR yang sudah memiliki 15 cabang perusahaan diberbagai negara dan terkenal kuat dalam persaingan proyek dengan perusahaan lain malah menangis dengan hal sepele seperti ANAK KECIL saja, huuuu payah" Ledeknya kepada sang kakak agar kakaknya tidak sedih dan menangis lagi.
Sang kakak yang mendengar ledekan adiknya langgsung berhenti menangis dan memberi pukulan pelan ke lengan adiknya itu.
"Auu sakit sekali" ucap taeyong yang pura - pura kesakitan sambil mengusap lengan yang dipukul kakaknya tadi.
"Maaf apa sangat sakit sekali padahal aku hanya memukul pelan tadi" ucap Taemin dengan muka panik.
"Hahaha aku hanya berakting tadi kenapa kakak sampai sepanik itu?" ucap Taeyong sambil menertawakan kakaknya yang mudah sekali ditipu olehnya.
"Aishh kau ternyata menipuku, bulan besok akan ku potong setengah uang bulananmu" ancam Taemin keTaeyong.
"Maaf kak, aku janji tidak akan seperti itu lagi kepadamu, Jangan dipotong ya uang bulanan ku kak" ucap Taeyong yang memohon dengan bertingkah imut.
"Hahaha iya tidak jadi deh" ucap kakaknya sambil tertawa melihat tingkah adiknya itu.
"Oiya ucapan kakak yang tadi itu, kakak tidak usah merasa bersalah karena kami tahu kalau kakak sibuk kerja banting tulang untuk membayar sekolah kami dan kebutuhan kita sehari - hari dan sebenarnya aku juga pernah ingin menceritakan masalah ku ke kakak, tetapi tidak jadi karena aku tahu kakak pasti lelah sekali setelah bekerja seharian penuh. Aku juga ingin berterima kasih ke kakak karena selama ini kakak sudah bekerja keras demi kami" ucap Taeyong sambil tersenyum ke kakaknya, dan dibalas senyum lagi oleh Taemin.
"Aku sangat bangga kepada mu walaupun kau sibuk tapi kau selalu menjadi juara pertama dari sekolah dasar sampai kuliah saat ini. Dan setiap lomba pun kalian selalu mendapatkan juara walau tidak juara pertama semua tapi aku selalu menganggap kalian adalah juara pertamanya" ucap Taemin senang dan bangga terhadap ketiga adiknya itu. Setelah itu suasana menjadi hening, mereka berdua kini sedang melihat langit malam yang indah bersama.
Memang sejak Taeyong sekolah dasar dia yang merawat dan mendidik kedua adiknya sehingga kedua adiknya itu tumbuh menjadi anak yang pandai disekolah mereka. Bahkan yang mengajarkan adiknya pertama kali belajar membaca, menulis dan menghitung adalah Taeyong sendiri dan Taeyong juga yang paling tahu perkembang serta masalah yang adiknya hadapi sedari mereka kecil hingga sekarang, kakaknya Taemin tidak tahu sama sekali tentang perkembang adik - adiknya itu apalagi permasalahan mereka, baru beberapa tahun ini saja ia mengetahui tentang mereka, itu juga berkat orang suruhannya.
Walaupun Taeyong sibuk mendidik, mengurus adik dan rumah dia masih bisa belajar dengan baik sehingga dia selalu menjadi juara umum disekolahnya, dia juga selalu menjadi perwakilan sekolahnya untuk lomba olimpiade Matematika dan Sains antar sekolah. Tidak hanya Taeyong yang sering ikut lomba tetapi kedua adiknya juga sering ikut lomba disekolah maupun diluar sekolah, mereka bertiga tidak hanya pandai dibidang Akademik tapi mereka juga pandai dibidang Non Akademik mereka bertiga memiliki bakat yang luar biasa.
Ketika kedua adiknya mengikuti lomba Taeyong akan menyempatkan waktunya untuk datang melihat dan memberi semangat kepada adiknya tetapi kalau waktu lomba adiknya bersamaan dengan waktu sekolah atau lomba yang dia ikuti, dia tidak akan datang dan itu membuat Taeyong merasa sedih sekali karena tidak bisa melihat adiknya lomba, padahal adiknya sudah bilang tidak apa - apa. Berbeda dengan Taemin yang selalu tidak sempat datang saat adik - adiknya lomba, dia sempat menghadiri lomba Taeyong tetapi hanya sebentaran saja lalu ia pergi lagi untuk mengurus pekerjaannya.
"Grrrgrrr" suara itu sepertinya berasal dari perut yang mempertandakan sudah lapar.
"Suara apa itu?" tanya Taeyong sambil menahan tawa sebenarnya ia sudah tahu kalau itu suara perut kakaknya.
"Suara perut kakak hehehe" jawab Taemin sambil menyengir kepada Taeyong.
"Ya sudah kak kita kebawah, kebetulan mereka berdua juga belum makan malam. Raby dan lily juga sudah tidur" ucap Taeyong yang tertawa kecil karena suara perut kakaknya tadi.
"Kita pesan antar makanan saja direstoran nanti aku yang akan membayarnya, jadi kau tidak usah repot - repot memasak gimana?" tanya Taemin.
"Kalau pesan antar kelamaan kak nanti keburu cacing diperut kakak itu mengamuk, dan aku takut kedua anak itu akan mengamuk juga karena kelaparan haha" ucapnya sambil tertawa.
"Baiklah aku akan membantu memasak, sini si lily biar kakak yang gendong" ucap Taemin sambil mengambil dan mengendong lily secara perlahan dari pangkuan Taeyong.
Mereka berdua berdiri dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju kedalam rumah.
"Tumben sekali lily sudah tidur biasanya masih main hingga larut malam?" tanya Taemin.
"Sepertinya mereka ke lelahan bermain tadi, kakak juga tumben sudah pulang jam segini, biasanya larut malam baru pulang?" jawab Taeyong terus bertanya balik ke kakaknya.
"Karena dokumen yang kakak kerjakan hanya sedikit tadi jadi bisa pulang lebih cepat. Oiya Nanti kamu mau masak apa chef internasional Lee Taeyong?" Jawabnya dan bertanya lagi sambil menggoda adiknya.
"Aku bukan chef kak dan masakan ku tidak seenak direstoran. Aku akan memasak makanan kesukaan kalian semua" jawab Taeyong dengan wajah malu.
"Tapi bagi kakak masakan mu itu sekelas internasional, bahkan chef yang sudah internasional masakannya akan kalah enak dengan masakan buatan mu" ucap Taemin memuji masakan sang adik.
Mereka terus mengobrol sambil berjalan ke ruangan khusus untuk kedua peliharaannya dan ke arah dapur untuk memasak.
Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan, Mohon dukungan dan sarannya. Jika ada yang salah tolong dikomen ya π
LIKE, COMMENT, VOTE AND SHARE
TERIMA KASIH