
Taeyong yang tidak fokus, membuat mobil yang ia kendarai sedikit tergelincir karena jalanan yang licin akibat sehabis hujan sehingga membuat mobilnya oleng sehingga tidak terkendali.
"KAK AWAS DIDEPAN ADAA... AAAAA" Teriak minhyung membuat Taeyong tersadar kalau mobilnya tidak terkendali.
"AAAAAA" Taeyong sontak berteriak, lalu ia membanting stir mobilnya agar tidak terjadi kecelakaan beruntun.
Mobil Taeyong menabrak tiang listrik hingga mobil bagian depannya rusak parah sedangkan mereka dalam keadaan baik - baik hanya saja terluka sedikit.
"Apa kamu baik - baik saja?" tanya Taeyong panik.
"I'm oke brother" jawab Minhyung tersenyum kearah Taeyong, dengan memegang dan menahan sakit dikepalanya akibat terbentur dasbor mobil.
"Gk apa apa gimana!? Itu kepala mu berdarah gitu? Kita kerumah sakit ya?" Taeyong panik melihat darah yang keluar mengalir dari kening adiknya.
Taeyong seorang yang mudah panikan apalagi kalau melihat orang yang ia sayang sakit atau tersakiti pasti akan sangat panik walau hanya luka sedikit tapi ia paniknya bukan main.
"Ini hanya luka kecil kak tidak usah kerumah sakit" menenangkan kakaknya yang panik.
"Kakak jangan mengkhawatirkan ku, tapi sepertinya tadi kita menabrak sesuatu kak!" tambah Minhyung.
"Iya tadi kak juga merasakan menabrak sesuatu, lebih baik kita keluar dan mengeceknya" seru Taeyong.
"Ayo kak" mereka keluar dari mobil dan melihat apa yang tadi mereka tabrak.
"Kak gimana ini? Kita membawa nya kerumah sakit atau kerumah dan menguburkannya dihalaman?" tanya Minhyung Khawatir dan bingung.
"Kerumah sakit" Taeyong segera kerumah sakit dengan panik.
"Kak tenanglah jangan panik seperti itu kalau kakak panik, aku takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan lagi seperti tadi" Minhyung khawatir dengan kakak nya, yang membawa mobil dengan kecepatan tinggi dan panik. Karena itu akan sangat berbahaya, tidak hanya nyawa mereka saja yang terancam tapi nyawa orang disekitarnya pun akan ikut terancam.
"Gimana kakak gk panik, yang menyebabkan kecelakaan tadi adalah kakak yang tidak fokus mengendarai" ucap Taeyong panik.
"Tapi kalau kakak seperti ini terus, kakak akan mencelakai kita tapi juga akan mencelakai orang lain juga"ucap Minhyung untuk menenangkan pikiran kakaknya.
Kini mereka sudah sampai dirumah sakit.
"Bagaimana keadaan kalian? Apa ada yang terluka parah?" tanya Taemin yang sangat khawatir.
"Mengapa kakak peduli kepada kami? Heh bukannya kakak hanya peduli pada pekerjaan saja?" ucap Minhyung dengan tersenyum miring.
"Lee Minhyung sopanlah, dia adalah kakak kita kenapa kamu berbicara seperti itu kepada kakak mu sendiri?!" ucap Taeyong menceramahi adiknya.
"Kita tidak apa - apa kakak kami hanya luka kecil saja kak" tambah Taeyong sambil tersenyum tipis.
"Syukurlah kalau kalian baik - baik saja" ucap Taemin sambil tersenyum.
"Kalau kami sekarat pun kau akan memilih pekerjaan mu dari pada menemani kami yang sedang sekarat dirumah sakit bukan?" Ucap minhyung kepada taemin.
"Tidak, ucapan kamu yang tadi sangat tidak benar. Kakak pasti akan menemani kalian dan bahkan kalau bisa aku akan bertukar posisi dengan kalian" balas Taemin.
"Halah bagaimana bisa kau meninggalkan perkerjaanmu?! Kau saja tau kami dirumah sakit karena anak buahmu yang selalu mengikuti kemana pun kami pergikan?dan setiap kami lomba, ambil rapot, dan acara sekolah apakah kau datang untuk melihat kami walau hanya sebentar? Gk kan?" Tanya Minhyung.
"Kau dari dulu selalu bilang "iya aku akan datang". Tapi apa buktinya?! Kau tidak menepati perkataan mu yang datang malah para anak buah mu itu!" Tambah minhyung.
**Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan, Mohon dukungan dan sarannya. Jika ada yang salah tolong dikomen ya ๐
LIKE, COMMENT, VOTE, SHARE AND MAKE IT YOUR FAVORITE ๐
TERIMA KASIH๐ค
mampir juga kekarya ku yang lain๐
"Super M", "Cerpen Campuran" dan "7 Harimau ku**"