
Sementara ditempat lain diwaktu bersamaan, ada seorang lelaki yang sedari tadi duduk dirooftop sambil melamun menghadap langit malam dengan dihiasi bulan sabit dan banyak bintang yang sangat indah sekali jika mata memandang. Ia juga ditemani oleh dua hewan peliharaannya yang dari tadi aktif berlari kesana kemari, tetapi lamunan lelaki itu seketika disadarkan oleh cakaran dan gigitan pada bagian kaki dan tangannya yang disebabkan oleh dua hewan itu.
"Auu... Hey kalian kenapa mencakar dan mengigitku?" ucap lelaki itu kepada hewan peliharaannya yang sekarang berada dihadapannya.
"Apa kalian lapar?" tanyanya, dan dibalas dengan menarik pakaian sang majikan menggunakan gigi mereka.
"Oh kalian ingin aku ikut bermain dengan kalian ya" ucapnya sambil tersenyum. Ucapannya itu pun dibalas dengan suara dua hewan tersebut.
"Miaow miaow"
"Gukgukguk"
"Baik lah aku akan ikut bermain dengan kalian" ucapnya lagi lalu ia pun bermain bersama dengan kedua hewan peliharaannya itu. Dia tampak senang sekali waktu bermain dengan keduanya, berbeda waktu ia melamun tadi yang terlihat murung dan sedih.
Dua hewan itu seperti mengerti perasaan majikannya yang sedang sedih lalu mereka mengajak main agar sang majikan tidak sedih lagi. Ia akhirnya berhenti bermain karena ia melihat kedua hewan itu sudah lelah bermain begitu juga dengannya.
Lalu dia duduk kembali dan memangku kedua hewan itu dipaha kanan dan kirinya. Setelah itu dia melihat dan memegang kalung liontin berbentuk bintang yang berada dilehernya.
Ia terus mencurahkan kenangan indah masa kecilnya dahulu kepada kedua hewannya itu. Dia juga beberapa kali tersenyum bahagia ketika mengenang semua kisah masa kecilnya tapi senyuman manis yang terukir diwajahnya berubah kala dia mengingat Ayah dan Ibu nya.
"Seandainya Ayah dan Ibu masih ada disini mungkin aku tak akan kesepian dirumah ini dan ada orang yang mendengarkan segala keluhanku serta memberikan saran atau solusi kepadaku, tapi sayangnya tidak mungkin dan tidak akan ada yang ingin medengarkan curhatanku selain kalian ber.." ucapannya terpotong oleh seseorang berpakai perkantoran rapih dan gagah yang tiba-tiba berbicara kepadanya dari belakang badannya.
"Kata siapa tidak ada yang ingin mendengarkan curhatan mu selain raby dan lily, aku bisa jadi teman curhat mu Lee Taeyong" ucap seseorang, Taeyong yang kenal dengan suara seseorang itu langgsung memutarkan tubuh dan kepalanya kearah suara itu, orang itu berjalan Taeyong dan duduk disampingnya.
"Kau bisa kapan pun curhat masalah yang kau alami kepadaku dan aku juga akan memberi solusi untuk masalah mu itu. Kenapa kamu dari dulu tidak pernah menceritakan masalah mu kepada ku? Kau malah menceritakan masalahmu ke hewan yang tidak mengerti apa yang kau ceritakan kepada mereka" tambahnya
Lee Taeyong ya itu lah nama dari lelaki yang sedari tadi melamun dan berbicara kepada peliharaannya itu. Lee Taeyong memang dari dia kecil hingga sekarang memiliki kebiasaan berbicara kepada peliharaannya itu, karena kebiasaannya itu Lee Taeyong kecil tidak memiliki teman ketika disekolah dasar, teman sekolahnya mengira kalau Lee Taeyong itu memiliki gangguan jiwa karena dia setiap istirahat sekolah pasti memberi makan dan berbicara kepada kucing liar yang ada disekitar lingkungan sekolahnya. Bahkan tetangga rumahnya pun menganggap bahwa Taeyong seorang anak yang memiliki gangguan jiwa, sehingga waktu dia kecil tidak memiliki teman bermain sama sekali, jadi dia hanya bermain dengan kedua adiknya yang masih balita dan kedua hewan peliharaannya itu.
Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan, Mohon dukungan dan sarannya. Jika ada yang salah tolong dikomen ya ๐
LIKE, COMMENT, VOTE AND SHARE
TERIMA KASIH.