WHERE

WHERE
KECURIGAAN MULAI MENGERUCUT



Satu persatu berdatangan ke kelas, tak lama kumudian Siera datang, Siera sudah terlihat lebih baik dan lebih sehat.


"Hai Si... bagaimana, apa kamu sudah lebih sehat ??" tanya Delina.


"Hai...sudah lebih baik" jawab Siera sambil tersenyum.


Jam pelajaran sudah dimulai, tetapi Levin belum berada di kelas, Anne coba bertanya kepada Delina mengapa Levin belum berada di kelas. Namun Delina juga tidak mengetahui dimana Levin berada.


Lalu teman yang berada di kursi depan Anne memberitahukan bahwa tadi Levin sempat pingsan di lapangan, lalu Levin dibawa keruang UKS untuk beristirahat sejenak...


Mendengar hal itu Anne meminta izin kepada guru di kelasnya untuk pergi ke Toilet, yang sebenarnya Anne ingin melihat keadaan Levin di UKS.


Anne bergegas pergi berlari menuju ruang UKS, disana Anne melihat Levin yang sedang berbaring lemas karena sedang sakit.


"Lev...kamu kenapa pingsan ?? Kamu sakit ?? Kamu sakit apa ?? Kenapa kamu tidak memberitahu kita ??" tanya Anne dengan rasa khawatir.


"Aduhhh...Ann.. pertanyaan kamu banyak banget...aku bingung mau jawab yang mana..kalau kamu jadi dokter mungkin pasiennya sudah kejang-kejang mendengar pertanyaan kamu yang banyak itu" sahut Levin sambil tertawa.


"Iiihhh...(sambil menepuk bahu Levin), aku khawatir Lev, kamu malah meledek aku" balas Anne sambil cemberut wajahnya.


"Iya, maaf Ann...aku tadi pagi belum sarapan ditambah aku kurang enak badan juga, jadinya aku pingsan...setelah aku sadar dari pingsan ternyata aku sudah di dalam ruang UKS dan bel sekolah sudah berbunyi, jadi aku tidak memberitahu kalian..tapi aku baik-baik saja Ann.." jawab Levin sambil tersenyum.


"Lev, sebaiknya kamu pulang saja, tidak usah masuk sekolah, kamu istirahat saja di rumah..." pinta Anne dengan wajah khawatirnya.


"Tenang saja Ann, aku cuma butuh istirahat sebentar, setelah itu aku pasti sembuh..." jawab Levin.


"Baiklah Lev, aku tidak akan bujuk kamu untuk pulang, karena kamu keras kepala pasti tidak akan mau dengar" tukas Anne.


"Lev, aku kembali ke kelas dulu ya... karena td aku pura-pura izin ke Toilet, padahal aku cuma mau cek keadaan kamu..." pinta Anne.


"Iya Ann, thank you ya..." jawab Levin.


Lalu Anne segera kembali ke kelas. Beberapa saat kemudian Levin pun masuk ke kelas mereka untuk mengikuti pelajaran.


Saat jam istirahat Delina pergi ke loker miliknya, disana Delina terkejut melihat surat kaleng yang ada didalam lokernya.


Delina kembali mendapatkan surat kaleng lagi, hal itu membuat Delina takut.


Delina menunjukkan surat kaleng itu kepada teman-temannya, mereka membuka surat kaleng tersebut. Isi surat kaleng itu membuat wajah mereka menjadi pucat setelah membacanya.


Surat kaleng itu bertuliskan "Aku akan membuat kamu menyesal !!! Jika kamu masih bersamanya."


"Baiklah, setelah pulang sekolah kita akan membahas ini di rumah Levin, sekalian kita mengantar Levin pulang karena tadi Levin kurang enak badan." kata Anne. Dan merekapun setuju.


Setibanya mereka di rumah Levin, mereka tidak lupa membahas surat kaleng itu. Di halaman belakang, dengan serius mereka membahas surat kaleng itu.


Delina yang pertama memberikan pendapatnya. "Setelah aku pikir-pikir, sepertinya orang yang mengirimkan surat kaleng dan orang yang meneror aku di jendela kamarku adalah orang yang berbeda."


Mengapa kamu berpikir itu adalah orang yang berbeda Del ??" tanya Siera.


"Karena orang yang meneror Delina terlihat seperti sosok laki-laki sedangkan surat ini sepertinya yang mengirimkan adalah perempuan yang merasa terganggu dengan kehadiran Delina dan aku" sela Anne.


"Sekarang kita bisa menduga-duga tentang motif surat kaleng ini, tapi motif dari sosok pria yang meneror Delina bagaimana ??" tanya Levin.


"Apa mungkin sosok pria tersebut adalah mantan kamu Del ??" tanya Piere.


"Tidak mungkin mantan aku melakukan hal ini, karena aku tau mantan aku tidak akan menggangu atau menyakiti diriku." Jawab Delina sambil menatap Piere.


"Apakah mantan kamu ada disekolah atau disekitar rumahmu Del ??" tanya Anne.


"Sudahlah tidak usah membahas mantan aku lagi, karena aku yakin mantan aku tidak akan melakukan hal ini." Sela Delina.


"Lebih baik kita membahas mantan Levin saja" pinta Delina.


Akhirnya mereka memfokuskan pada mantan-mantan Levin dan tidak membahas mantan Delina karena menghargai permintaan Delina yang tidak ingin membahas mantannya.


"Lev, setau aku mantan kamu yg bernama Clara sudah pindah keluar negeri dan cuma ada 1 mantan kamu di sekolah yaitu anak baru yang baru saja pindah di semester 2 karena ayahnya pindah tugas kesini" jelas Anne.


"Iya benar Ann, tapi hubungan aku dengan Milka baik-baik saja" ucap Levin.


"Oohhh.. jadi mantan kamu itu yang bernama Milka ??" tanya Siera.


"Iya Si, tapi kami sudah berteman biasa saja, karena akupun pacaran dengan Milka hanya berjalan 5 bulan saja, kami putus karena saat itu ayahnya dipindah tugaskan keluar kota, lebih tepatnya ke Kalimantan dan akupun tidak menyangka di semester 2 ini, dia kembali lagi padahal sudah mendekati ujian " kata Levin.


"Berarti kecurigaan kita sudah mengerucut kepada Milka mengenai surat kaleng ini" ucap Piere.


"Tapi menurut aku, Milka tidak mungkin melakukan hal ini, karena hubungan kitapun baik-baik saja" tukas Levin.


"Tapi bagaimana kalau Milka masih menyimpan perasaan ke kamu Lev ??" tanya Piere.


Dan yang lain menyetujui pendapat Piere. Pendapat Piere sangat masuk akal menurut yang lainnya.


"Hubungan aku dan Milka hanya berjalan 5 bulan, jadi tidak mungkin perasaan Milka dalam ke aku, jadi kalau dia masih memendam rasa kepadaku itu sangat tidak mungkin" jelas Levin.


"Tapi hati orang tidaklah ada yang tau Lev, meskipun hubungan kalian singkat tapi mungkin saja Milka benar-benar cinta sama kamu Lev" kata Delina.


"Baiklah mulai besok diam-diam kita akan mengawasi Milka, semoga saja bukan Milka pelaku surat kaleng itu" ucap Levin dengan wajah cemasnya. Karena Levin tidak ingin hubungan yang awalnya baik-baik saja menjadi rusak karena masalah ini.


Keesokan harinya mereka mengawasi gerak-gerik Milka, untuk sementara menurut mereka Milka bersikap normal-normal saja.


Hari terus berlalu, tidak ada lagi surat kaleng di loker sekolah mereka. Mereka berfokus untuk mengikuti ujian sekolah, sesekali mereka belajar bersama. Pada hari itu, mereka berencana untuk belajar bersama di rumah Delina.


Sekitar pukul 17.00 wib Levin, Siera, Anne dan Piere tiba di rumah Delina. Mereka belajar juga makan malam bersama, setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.


Delina bersiap-siap untuk tidur, pada saat Delina bersiap untuk tidur, Delina baru menyadari lampu diluar kamarnya tidak menyala. Delina pergi keruang tamu untuk menyalakan lampu diluar kamarnya, namun tetap tidak menyala.


Delina berpikir mungkin saja lampu diluar kamarnya sudah putus jadi harus diganti. Tetapi masih ada lampu taman jadi tidak terlalu gelap sekali, jadi Delina berpikir esok hari saja mengganti lampu yang di depan kamarnya.


Lalu Delina kembali bergegas ke tempat tidurnya, saat Delina menarik selimut tidurnya, tak sengaja Delina melihat ada sesosok bayangan di depan jendela kamarnya yang berdiri, bayangan itu terlihat jelas karena pantulan sinar dari lampu taman.


Melihat hal itu, Delina langsung menarik selimutnya hingga menutupi wajahnya. Perlahan Delina mengambil telepon genggamnya yang berada di meja samping tempat tidurnya.