
Delina mendorong pria itu dengan sekuat tenaganya, hingga pria itu terjatuh. Saat Delina membuka matanya ia melihat ibunya berada disampingnya, ia tersadar bahwa itu hanyalah mimpi.
..."Sayangg.. kamu mimpi buruk ?? Mama berusaha membangunkan kamu dari tadi tapi kamu terus-menerus bermimpi" kata ibunda Delina....
..."Iya ma.. aku mimpi buruk, orang misterius itu masuk ke kamar aku dan membekap wajahku dengan bantal hingga aku sulit bernapas" tuturnya....
..."Itu hanya mimpi, jadi kamu jangan pikirkan lagi, lebih baik sekarang kamu bersiap-siap sekolah" kata ibunda Delina....
Piere menjemput Delina untuk pergi ke sekolah, karena khawatir kejadian kemarin akan terulang lagi. Saat tiba disekolah Anne dan Levin sudah menunggu mereka, tetapi tidak ada Siera disana.
...Anne mencoba menghubungi Siera, "Si kamu kok belum datang juga ?? Sudah hampir bel masuk Siii.." tanya Anne....
......"Aku demam An.. aku tidak bisa masuk sekolah hari ini" jawab Siera.......
..."Ya udah, kamu istirahat aja Si, nanti setelah pulang sekolah kita akan ke rumah kamu" ucap Anne....
..."Semua ini karena kesalahan aku, Siera sampai sakit karena kejadian semalam, coba saja aku tidak mengajak kalian ke Klub mungkin semua ini tidak terjadi" tuturnya yang masih dihantui dengan rasa bersalah....
..."Berhenti menyalahkan diri sendiri Del !! Lagipula kalau semalam kita tidak ada disana apa yang akan terjadi pada kamu ??!" tegas Piere....
..."Oh iya, semalam ada panggilan telepon dari kamu Del, maaf aku sudah tidur jadi tidak mendengar panggilan telepon dari kamu. Memangnya ada apa kamu telepon aku malam-malam Del ??" tanya Piere....
..."Iyaaa.. kamu juga telepon aku Del, ada apa ??" tanya Anne dan Levin juga....
Lalu Delina menunjukkan kepada teman-temannya surat kaleng yang ia terima semalam dan menceritakan semua kejadian yang ia alami mengenai orang misterius yang seperti mengawasinya, juga ia menceritakan mimpinya.
Teman-temannya merasa mereka harus memecahkan misteri ini. Jika tidak, orang itu akan terus-menerus membayangi Delina.
..."Aku yakin orang itu berada disekolah ini, jadi lebih baik kita tidak membahas ini disekolah" saran Levin....
Mereka sepakat membahas hal tersebut diluar sekolah. Levin meminta Delina untuk memeriksa lokernya lagi.
..."Del, coba kamu periksa loker kamu sekarang, mungkin saja orang itu mengirimkan surat kaleng lagi" pinta Levin dengan suara berbisik....
Anne dan Delina pergi bersama untuk melihat loker Delina, apakah orang itu mengirimkan surat kaleng lagi atau tidak. Saat Delina membuka lokernya, disana ia tidak mendapati apapun yang dikirim oleh orang misterius itu.
Karena sedang berada didekat loker, Anne juga mengambil barang miliknya di lokernya. Anne terkejut karena ia yang mendapatkan surat kaleng itu.
...Delina yang melihat hal itu juga sama terkejutnya, "Ternyata hari ini Anne yang mendapatkan surat kaleng itu" ucap Delina dalam hatinya....
Anne dan Delina membaca isi surat itu, isi surat itu bertuliskan, "Jangan halangi aku dekat padanya, ia adalah milikku !! hahahaha.." surat itu ditulis dengan tinta merah. Anne segera menyimpan surat itu di dalam saku bajunya dan segera mereka kembali ke kelas karena pelajaran akan segera dimulai.
Piere segera bertanya apa yang terjadi pada mereka, sebab Piere dan Levin melihat wajah pucat Anne dan Delina ketika kembali ke kelas.
..."Jangan dibahas disini, kita bahas setelah pulang sekolah saja" tegas Levin sambil berbisik....
Setelah pulang sekolah, mereka bersama-sama pergi ke rumah Siera untuk melihat keadaan Siera yang sedang sakit.
..."Hai Si, bagaimana keadaanmu ??" tanya Delina. "Aku sudah jauh lebih baik" jawab Siera yang masih terlihat lemas....
..."Maaf ya Siii..kamu jadi sakit, semua karena aku" ucap Delina dengan wajah sedihnya. "Bukan karena kamu kok Delll.. kamu jangan merasa bersalah terus donggg.." balas Siera sambil tersenyum....
Ketika mereka tiba di rumah Delina, terlihat ayah dan kakaknya yang kurang menyukai kedatangan mereka. Tetapi ibunda Delina menyambut mereka dengan hangat.
Delina mengajak teman-temannya masuk ke kamarnya untuk mendiskusikan orang misterius dan surat kaleng tersebut.
Delina menunjukkan kepada teman-temannya dimana ia melihat pria misterius itu dan dimana letak ia menemukan surat kaleng itu.
..."Jarak yang cukup dekat jika pria itu berada disana ya Del" kata Delina sambil melihat dari jendela....
..."Itulah sebabnya semalam aku sangat merasa ketakutan" jawab Delina....
Levin kemudian berlari menuju tempat pria itu berdiri kemarin malam, kemudian Levin melihat dari posisi itu bahwa Levin dapat melihat kegiatan di kamar Delina dari balik jendela itu, lalu Levin kembali ke kamar Delina dan mengatakan apa yang ia lihat dari posisi ia berdiri tadi.
...Lalu Anne mengeluarkan surat kaleng yang ia dapat dari loker miliknya. "Surat itu tidak berada di Loker Delina tetapi di loker milikku" tegas Anne yang menjelaskan kepada Piere dan Levin....
Mereka membaca isi surat tersebut, mereka semakin menduga-duga orang misterius itu adalah seorang wanita, mereka menerka-nerka motif wanita tersebut.
..."Apakah wanita itu memiliki perasaan ke seseorang dan wanita itu merasa telah terganggu dengan kehadiran Anne dan Delina ??" tanya Anne dengan kerut di dahinya....
..."Mungkin saja ia adalah salah satu mantan Levin atau Piere.." cetus Delina...
...Mendengar ucapan Delina, Piere langsung tersedak air ketika sedang minum....
..."Ya, mungkin saja orang itu adalah mantan kamuu.." sahut Anne....
..."Kalau begitu mulai besok kita awasi mantan-mantan Levin dan Piere !!" tegas Anne....
..."Tenang aja disekolah mantan aku cuma ada 2, jadi tidak sulit mengawasinya" ucap Levin sambil tertawa....
..."Huhh..!! untung saja mantan kamu cuma 2, kalau banyak akan jadi PR kita dehhh.." kata Siera sambil menghela nafas lalu tertawa seraya mengejek Levin....
..."Iyaaa.. iyaa.. untung saja mantan aku cuma duaaa" balas Levin sambil tersipu malu....
"Kalau aku tidak punya mantan, jadi pekerjaan kita lebih ringan, tidak usah mengawasi mantan aku" tukas Piere.
"Syukurlah...jadi kita cuma perlu mengawasi mantan Levin" kata Anne.
Hari semakin sore, mereka memutuskan untuk pulang, Anne diantar oleh Levin dan Piere pulang sendirian.
Ketika Anne, Levin dan Piere pulang, Delina segera menutup dan mengunci jendelanya.
Hari semakin malam Delina mencoba mengintip kembali dari balik jendela, saat Delina membuka sedikit tirainya, ia terkejut membuat ia gugup hingga terjatuh karena tersandung kursi.
Kemudian ia berlari menuju kamar orang tuanya sambil berteriak minta tolong, karena saat Delina membuka tirai jendela kamarnya, ternyata pria itu benar-benar ada dihadapannya, berada dibalik jendela kamarnya.
..."Maaa...!!! maaa...!! buka maaa...!!" teriak Delina sambil mengetok pintu kamar orang tuanya....
Orang tuanya segera keluar dari kamar begitu juga dengan kakaknya.
"Apa yang terjadi Delll.. ?? Lagi-lagi kamu ketakutan seperti iniii..!!" ucap ibunda Delina.