WHERE

WHERE
Apa Yang Terjadi Dengan Delina ?



Keesokan harinya setelah pulang sekolah, Anne dan Siera mencoba bicara lagi kepada Delina, tetapi Delina menghindar dari Anne dan Siera sambil berkata, "Sudahlah kalian tidak usah memikirkan itu lagi, maaf aku harus segera pulang karena ada yang harus aku kerjakan di rumah.


" Siera memegang tangan Delina, meminta Delina mendengarkan apa yang akan mereka sampaikan kepadanya dan Anne mengatakan "Del, kita setuju merayakan ulang tahun kamu di Klub," lalu Delina mengajak Anne dan Siera bicara di taman sekolah juga Levin dan Piere menyusul mereka, lalu Delina mencoba mengungkapkan perasaannya dengan mata yang berkaca-kaca Delina mengatakan, "Kepergian papaku membuat aku hancur, aku berusaha bangkit karena aku masih memiliki mama, tetapi mama menikah lagi setelah 2 tahun kepergian papa, aku tidak lagi memiliki mama seutuhnya, perhatian mama harus terbagi dengan papa sambungku dan juga kakak tiriku, padahal aku masih sangat membutuhkan mama seutuhnya, aku tahu ini juga tidak mudah untuk mama, aku menyadari bahwa aku tidak boleh menghalangi kebahagian mama hanya karena rasa sepi aku setelah kepergian papa, jadi aku mengusir rasa kehilangan aku dengan suara bising di Klub."


Sambil memeluk, Siera bertanya kepada Delina, "Mengapa kamu tidak membagi perasaan kamu ke kita, kami adalah sahabatmu Del ??." Dengan senyum kecil dan mata yang berkaca-kaca Delina mengatakan, "Aku tidak ingin membuat kalian khawatir dan aku juga tidak mau menambah beban kalian, aku tahu kalian juga punya masalah." Anne menggenggam tangan Delina sambil tersenyum juga berkata, "Jika kita menyelesaikan masalah kita masing-masing tanpa saling mendukung atau menolong lalu apa arti dari sebuah persahabatan, jika kita hanya orang asing yang tidak saling ada satu sama lain ??."


Levin dan Piere senang melihat mereka sudah tidak ada salah paham lagi, "Iya Del, kita adalah tempat kamu menumpahkan segala perasaanmu, dan kita sudah memutuskan kita akan ikuti kemauan kamu, kita berpesta di Klub !" kata Levin sambil menari-nari dan tertawa. Sontak semua ikut tertawa melihat Levin yang menari-nari. Piere yang duduk disamping Levin juga ikut menertawakan kelakuan Levin yang berjoget-joget di depan mereka. "Oh iya, tapi kalian janji ya, tidak akan minum minuman yang membuat mabuk dan jangan melakukan hal-hal yang di luar batas" kata Anne yang selalu mengingatkan teman-temannya. "Dengan wajah yang bahagia, serempak mereka mengatakan, "Janjiiiii...!!."


Saat yang ditunggupun tiba, mereka sudah berdandan rapih dan siap pergi ke Klub.


Setibanya di sana Anne dan Siera merasa tidak nyaman dengan kebisingan disana dan juga suasananya membuat mereka ingin segera pergi dari sana, tetapi mereka tetap bertahan karena tidak ingin mengecewakan Delina sahabat mereka dan berusaha menikmati pesta disana.


Beberapa saat kemudian Delina meminta izin ke toilet, saat Delina selesai dari toilet, tiba-tiba ada orang yang membekap mulutnya dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius, meski awalnya Delina sempat melawan hingga sepatunya terlepas dan tasnya terjatuh namun obat bius itu mulai bekerja dan akhirnya Delinapun pingsan dan dibawa oleh orang-orang yang tidak dikenal itu.


Sahabatnya yang lain merasa Delina sudah terlalu lama pergi ke toilet tetapi belum juga kembali, membuat mereka khawatir, lalu Anne dan Siera coba pergi ke toilet wanita untuk memastikan apakah Delina baik-baik saja. Saat Anne dan Siera tiba di depan toilet, mereka terkejut melihat ada tas dan sepatu milik Delina tergeletak di lantai, mereka segera mengecek setiap pintu toilet wanita, tetapi mereka tidak menemukan Delina. Anne dan Siera segera memberi tahu Piere dan Levin, sontak membuat Piere dan Levin terkejut dengan hilangnya Delina.


"Piere sekarang kita ke ruang CCTV, nanti aku jelaskan disana" kata Levin sambil bergegas menuju ruang CCTV. Ketika Levin dan Piere tiba di depan ruang CCTV terlihat Anne dan Siera yang sedang menunggu mereka dengan raut wajah cemasnya.


"Piere, kita dobrak pintu ini bersama-sama karena penjaga CCTV itu baru saja izin pulang" pinta Levin. Pada saat mereka ingin mendobrak pintu itu, tiba-tiba saja ada petugas Klub yang melihat, petugas Klub tersebut mencoba menghalangi Levin dan Piere.


Piere mulai gelap mata, memukul petugas Klub itu dengan bertubi-tubi. Levin yang melihat hal itu segera menghentikan Piere, jika tidak dihentikan Piere bisa menghilangkan nyawa seseorang.


"Apa ini semua ulah kalian ??!! Mengapa kesannya kalian semua menghalang-halangi kami ??!!" tanya Anne kepada petugas Klub tersebut dengan kesal. Siera bergegas berlari keatas panggung dan mencabut saluran listrik tersebut sehingga musik-musik itu terhenti, dan Siera berbicara dari atas panggung menjelaskan, "Maaf aku tidak bermaksud mengganggu acara kalian, aku terpaksa melakukan hal ini karena sahabatku tiba-tiba hilang, tas dan sepatu tergeletak dilantai, seakan sahabatku itu dibawa secara paksa setelah tadi dari toilet, kami sudah mencari disekitar Klub, disekitar parkiran juga sudah dicari namun sahabatku tetap tidak ditemukan, akuuuu.. meminta bantuan kepada staf disini, tetapi mereka tidak membantu sama sekali !! Bahkan aku ingin melihat CCTV pun tidak boleh !!! Staf disini seakan-akan menghalangi kami, maukah kalian membantu aku mencari sahabatkuuuu...aku mohonnn!!" pinta Siera sambil berurai air mata.


Salah satu pengunjung ada yang berkata, "Mungkin dia sedang mabuk !! Nanti kalau sudah hilang mabuknya pasti dia bisa pulang sendiri !!." Piere yang melihat hal itu langsung berlari menghampiri pria itu dan memberikan hadiah pukulan demi pukulan. Levin dengan segera melerai, suasana semakin kacau karena teman dari pengunjung itu juga ikut dalam perkelahian itu. Masalah semakin melebar karena bukan lagi masalah kehilangan Delina tetapi juga keributan yang terjadi menambah masalah baru. Petugas disana juga kewalahan melerai keributan tersebut karena semakin banyak yang terlibat dalam perkelahian itu.


Anne yang melihat semua petugas sedang sibuk melerai mereka, membuat Anne melihat kesempatan untuk diam-diam masuk ke ruang CCTV. Siera yang melihat Anne berlari menuju ke ruang CCTV juga ikut bergegas menuju ruang CCTV itu. Sesampainya mereka disana dengan cepat mereka mendobrak pintu itu dan melihat rekaman CCTV. Anne memeriksa CCTV, tetapi beberapa CCTV tidak merekam, salah satunya CCTV didepan toilet dan parkiran. Tetapi Anne tetap merekam CCTV yang lain dengan telepon genggamnya dan Siere pergi kedepan toilet untuk memastikan mengapa kamera CCTV itu tidak merekam dan benar saja Siera mendapatkan kamera CCTV itu ternyata sudah dirusak, Siera semakin yakin kehilangan Delina memang benar-benar disengaja atau mungkin sudah direncanakan oleh seseorang.