
Orang tuanya segera keluar dari kamar begitu juga dengan kakaknya segera menghampiri Delina yang sedang berteriak memanggil-manggil orang tua mereka.
..."Apa yang terjadi Delll.. ?? Lagi-lagi kamu ketakutan seperti iniii..!!" ucap ibunda Delina....
..."Maaa... orang itu sekarang benar-benar ada di depan kamar aku !!! Bukan lagi ada diseberang rumahhh.." ucap Delina dengan tubuh gemetar karena ketakutan....
..."Orang siapa yang kamu maksud ??!!" tanya Jorse kakaknya Delina....
..."Seorang pria, aku tidak tahu itu siapa, karena wajahnya ditutupi oleh masker !!" tegas Delina....
Orang tua dan kakaknya menemani Delina untuk melihat pria misterius tersebut. Namun lagi-lagi pria itu tidak berada disana ketika mereka semua cek dibalik jendela.
..."Tuhhh...kan Delll.. tidak ada apapun disana.., mungkin kamu berhalusinasi karena masih trauma dengan kejadian penculikan kamu" kata ibunda' yang masih tidak percaya....
..."Tapi aku tidak berbohong maaa... itu nyataaa..!!" tegas Delina berusaha meyakinkan orang tua dan kakaknya....
..."Sudahlah.. !! Jika kalian tidak percaya.., aku akan hadapi sendiri !! Sekarang kalian bisa tinggalkan aku sendiri.." ucap Delina yang sudah putus asa meyakinkan keluarganya bahwa apa yang ia lihat adalah nyata....
..."Baiklah.. malam ini mama akan tidur bersama kamu.." bujuk ibunda Delina karena terlihat Delina yang sudah mulai kesal karena tidak ada yang mempercayainya....
..."Tidak usah.. ! Aku bisa menghadapinya sendiri !!" jawab Delina dengan ketus tetapi matanya berkaca-kaca....
Ibunda Delina mengajak suami dan anak laki-lakinya untuk keluar dari kamar Delina dan meminta mereka melanjutkan tidur, lalu ibunda Delina kembali ke kamar putrinya.
Disana ia melihat putrinya sedang duduk diatas kasur, menangis sambil memeluk sebuah foto. Ia tahu foto itu pastilah foto ayah kandungnya yang sudah meninggal akibat kecelakaan.
Menyaksikan putrinya seperti itu, ikutlah mengalir air mata seorang ibu namun ia segera menyeka air matanya dan menghampiri putrinya.
Tanpa berkata apapun, ibunya duduk disampingnya lalu memeluk Delina.
...Dengan berlinang air mata Delina mengatakan isi hatinya, dengan lembut ia berkata, "Maaa.. aku sangat merindukan pelukan hangat ini, meski setiap hari kita bertemu, kita ada dalam satu atap, sesungguhnya aku sangat merindukan mama, yang hanya duduk berdua bersama akuuu.." ungkap isi hati Delina dengan air mata yang semakin deras....
Tak dapat membendung lagi air mata itupun mengalir deras mendengar ungkapan hati putrinya.
Ibunda Delina tidak dapat berkata apa-apa lagi, sambil menghela nafas hanya kata "Maaf" yang terucap dibibirnya.
Kemudian ibunya segera menyeka air matanya, juga air mata yang membasahi pipi putrinya.
Malam itu Delina kembali merasakan pelukan hangat ibunya yang menemaninya tidur, sebelum mereka tidur ibunya meminta Delina menceritakan semua yang ia alami yang belum diketahui oleh ibunya.
Kemudian Delina menceritakan awal ia diculik hingga surat kaleng yang ia dan Anne terima, juga orang misterius yang berada diluar kamar Delina, semua diceritakan Delina kepada ibunya.
Saat Delina sedang menceritakan kepada ibunya, tiba-tiba Delina berhenti ditengah-tengah ceritanya, ia baru menyadari sesuatu.
"Kenapa kamu berhenti cerita sayangg..?? Apa ada kejadian yang kamu lupa ??" tanya ibunda Delina.
..."Tidak maaa.., tapiii.." ucap Delina terhenti sambil memegang kepalanya seakan sedang berpikir sesuatu....
..."Tapi apa sayanggg..??" tanya lagi ibunda Delina....
......"Sepertinya aku melupakan sesuatu..., sepertinya aku pernah melihat pria itu di Klub" jawab Delina dengan lambat sambil memaksa pikirannya untuk mengingat.......
..."Coba pelan-pelan kamu ingat nak ! Tapi jangan dipaksakan jika memang kamu belum mengingatnya" kata ibunda Delina sambil membelai rambut panjang putrinya....
Melihat hal itu, ibunda Delina menyadari bahwa ini adalah hal yang serius dan semua hal yang dialami oleh putrinya adalah nyata bukan halusinasi.
Ibunda Delina merasa bersalah kepada putri semata wayangnya, selama ini ia tidak percaya dengan semua ucapan putrinya.
Tanpa disadari air mata membasahi pipinya, air mata itu jatuh ke wajah putrinya. Delina menyadari ibunya sesungguhnya mengkhawatirkan dirinya dan masih menyayanginya, hanya saja ibunya tidak menunjukkan itu dihadapannya.
Kemudian Delina beranjak dari tidurnya, lalu duduk untuk menyeka air mata ibunya dan membiarkan ibunya meletakkan kepalanya di bahu Delina.
...Ibunya tersenyum kecil sambil berkata, "Anak mama sekarang sudah besar, mama sekarang bisa berbagi lelah mama ke kamu, kelak kamu yang akan menjaga mama, karena sekarang kamu sudah besar" bisik ibunya dengan senyum bangga....
..."Aku pasti akan menjaga mama dengan sekuat tenaga aku, aku ingin mama bahagia" balas Delina dengan senyum haru....
Delina tidur lelap dalam dekapan ibunya, pelukan hangat ibunya membuat ia merasa aman dan tenang.
Matahari mulai bersinar, ibunda Delina membangunkan putrinya, saat Delina membuka mata ia melihat diatas kasurnya sudah ada 2 porsi nasi goreng kesukaannya dan air jeruk hangat.
..."Selamat pagi sayanggg.." ucap ibunya dengan senyum lebar....
..."Pagi maaa.. tapiii.. kok sarapan aku ada disini ?? bukanya di meja makan ?? Terus kenapa ada 2 porsi ?? Aku mana sanggup habiskan semua ini ma" tanya Delina dengan wajah bingungnya....
..."Aduhhh.. anak mama banyak banget pertanyaannyaaa..." sela ibunda Delina....
..."Kita akan sarapan berdua disini !! jawab ibunda Delina dengan tersenyum....
..."Berdua maaa...?? Kita sarapan berdua disini ?!" tanya Delina yang terkejut....
..."Iya, sudah jangan bicara lagi, nantiii.. nasi gorengnya jadi dingin" sela ibunya sambil menghidangkan nasi goreng didepan putrinya....
Sesekali ibunya menyuapi Delina, begitu juga sebaliknya sesekali Delina menyuapi ibunya. Mereka terlihat begitu bahagia.
..."Mama seperti menyuapi putri kecil mama, seakan waktu berjalan mundur" ucap bahagia ibunda Delina....
..."Aku akan selalu menjadi putri kecil mama" sela Delina menikmati bahagianya....
Setelah selesai sarapan Delina segera bergegas bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Saat Delina sedang menunggu taxi yang tidak jauh dari rumahnya, tiba-tiba ada orang menutup mata Delina dari belakang, Delina reflek menginjak kaki orang itu karena berusaha melepaskan tangan orang itu yang menutupi matanya.
Karena merasa kesakitan orang itu melepaskan tangannya, dengan cepat Delina berlari kencang
...orang itu mengejar Delina sambil berteriak "Berhenti Del !! Aku Piere !!" teriak Piere sambil berlari mengejar Delina....
Mendengar hal itu, kemudian Delina mulai melambat larinya dan menoleh kebelakang. Ternyata benar, itu adalah Piere.
Delina dengan cepat menghampiri Piere lalu memukul Piere karena kesal dengan keusilan Piere yang menurutnya itu tidak lucu sama sekali.
..."Aauuuu..!!" teriak Piere yang merasa kesakitan karena pukulan yang diberikan Delina....
..."Itu engga lucu sama sekali Piere !!" bentak Delina karena kesal....
..."Maaf Delll.. aku cuma bercanda..!!" tegas Piere coba menenangkan Delina yang masih terlihat panik ....