
Keluarga mereka terkejut melihat anak mereka dalam keaadan kacau dan pulang ke rumah diantar oleh Polisi. "Ada apa ini Del, mengapa kamu seperti ini dan mengapa Polisi mengantarkan kamu pulang ??" tanya ibunda Delina yang bingung sambil memeriksa tangan dan kepala Delina. Ibunda Delina mengira anaknya mengalami kecelakaan.
..."Aku baik-baik saja kok maa..." kata ...
...Delina sambil tersenyum kecil yang coba menyembunyikan kejadian sebenarnya. Karena Delina tidak ingin membuat ibunya khawatir....
Namu Polisi menyampaikan kejadian yang sebenarnya dialami oleh Delina dan Polisi mengatakan, "Selamat malam Bu, kami dari Kepolisian Jakarta Selatan mengantarkan putri ibu pulang ke rumahnya dikarenakan putri ibu baru saja mengalami musibah, putri ibu baru saja mengalami penculikan" tegas Polisi itu.
..."Motif dari penculikan itu masih dalam penyelidikan Polisi, bersyukur teman-temannya berhasil menyelamatkan putri ibu" sambung Polisi itu. Polisi meminta agar Anne lebih waspada dan berhati-hati agar kejadian serupa tidak terulang kembali....
..."Syukurlah kamu selamat nakkk... mama tidak bisa hidup tanpa kamu sayanggg..." ucap ibunda Delina sambil menangis dan memeluk putrinya....
Esok hari mereka kembali ke rutinitas seperti biasa, mereka bertemu disekolah dan melakukan kegiatan seperti biasanya.
...Sebelum pelajaran dimulai, mereka bersenda gurau bersama lalu tiba-tiba Delina berkata, "Maaf ya, karena aku memaksakan pergi ke Klub, jadi kalian harus mengalami musibah seperti itu kemarin, keselamatan kalian juga terancam karena aku" ucap Delina dengan raut wajah yang merasa bersalah....
..."Tidak apa-apa Del, lagipula kita kan tidak tahu kemarin akan ada kejadian seperti itu" kata Siera sambil memeluk bahu Delina....
..."Yang terpenting sekarang kita baik-baik saja dan semoga Polisi bisa segera menemukan pelakunya" pungkas Anne....
Pada jam istirahat Delina ingin mengambil beberapa barang di dalam loker miliknya. Temannya yang lain pergi dahulu ke kantin untuk makan siang.
...Saat Delina membuka lokernya disana terdapat sepucuk surat, Delina membuka surat itu dan membacanya. Di dalam surat itu tertulis, "Bagaimana pengalaman semalam ?? Apakah kamu menikmatinya ?? Meski kejadian semalam bukanlah aku yang perbuat tapi aku menikmati melihat semua itu" ucap seseorang yang misterius....
Delina terkejut melihat isi surat itu, karena orang yang mengirimkan surat itu berarti ada di lokasi kejadian, sebab orang itu tahu kejadian yang dialami mereka semalam.
Delina menunjukan surat itu kepada temannya, saat mereka membaca surat tersebut, merekapun terkejut dan Levin memberi kesimpulan, "Berarti ada orang yang tidak menyukai kamu Del, mungkin seseorang itu memiliki dendam atau ia pernah sakit hati padamu" ucap Levin.
..."Kemungkinan orang itu ada disekolah ini, karena dia bisa menaruh surat itu di loker milik Delina" sela Anne. ...
..."Iya, karena orang itu tahu dimana letak loker milik Delina" tambah Siera....
..."Coba kamu ingat-ingat, siapa yang terakhir kali berselisih paham denganmu, mungkin dia orangnya" saran Siera....
..."Tapi setidaknya dia bukan pelaku kejadian semalam" kata Piere....
..."Iya, jadi abaikan saja surat itu. Mungkin orang itu hanya ingin cari perhatian" kata Anne yang mencoba menenangkan Delina....
Beberapa hari kemudian, saat Delina ingin tidur ia menutup jendela terlebih dahulu. Pada saat menutup jendela kamarnya tanpa sengaja Delina melihat seseorang yang berdiri di seberang rumahnya dan menghadap kedepan kamarnya.
Orang itu hanya berdiri diam tanpa bergerak, orang itu menggunakan topi, dan masker menutupi wajahnya, dengan segera Delina menutup jendela dan tirai di kamarnya.
Beberapa saat kemudian Delina mengintip dari balik tirai jendela kamarnya, dan ternyata orang itu masih berada disana.
Delina takut jika saat ia tertidur, orang itu akan menyelinap masuk ke kamarnya, maka Delina pergi ke kamar orang tuanya.
..."Maaa... maa.. mama buka pintunya !!" seru Delina sambil mengetuk pintu kamar orang tuanya....
..."Maaa.. aku takut !! Ada seseorang yang berdiri cukup lama diluar sana, ia berdiri menghadap ke kamarku maaa..." ucap Delina dengan panik karena ketakutan....
..."Coba sekarang kita cek ke kamar kamu" ajak ibunda Delina sambil menggenggam tangan Delina....
Bersama mereka masuk ke kamar Delina, mereka mengintip dari balik tirai jendela, saat ibu Delina melihat keluar jendela, ia tidak mendapati siapapun diluar sana.
..."Tidak ada siapapun disana, mungkin kamu salah liat nakk.." ucap Ibunda Delina....
..."Aku tidak salah liat maaa.. aku mau tidur sama mama malam ini yaaa.." pinta Delina dengan memelas....
..."Kamu sudah besar, masa kamu tidur sama mama ...
...sayanggg..." ucap ibunda Delina....
..."Sudah sekarang kamu tidur lagi yaaa.." pinta ibunda Delina sambil memeluk Delina....
Lalu ibunda Delina pergi meninggalkan Delina dan kembali ke kamarnya. Delina masih merasa takut, ia membuka laci meja di kamarnya lalu mengambil sebuah foto ayahnya.
..."Paaa.. jika papa masih ada disini, pasti papa dan mama menemaniku disini hingga aku tertidur, tapi saat ini hanya foto papa yang menemani aku disini saat aku sedang merasa takut" ucap Delina dengan air mata di pipinya....
Delina beranjak dari kursinya dan kembali ke tempat tidurnya sambil memeluk foto ayahnya. Tanpa sengaja kakinya seperti menginjak sesuatu, saat ia
melihat kakinya ternyata ia menginjak sebuah kertas.
...Delina membaca kertas itu, di dalam surat itu tertulis, "Aku selalu ada bersamamu" ucap orang misterius itu didalam suratnya....
...Delina semakin takut, "Jadi orang yang tadi sempat mendekat ke kamarku dan menyelipkan surat ini dari sela-sela jendela ??" tanya Delina dalam hatinya ....
Dengan segera Delina mengambil ponselnya dan masuk kedalam selimut tidurnya.
...Delina mencoba menghubungi Anne dan Siera tetapi tidak ada jawaban, "Mungkin mereka sudah tertidur karena kejadian tadi sangat melelahkan" ucapnya dalam hati....
Kemudian Delina mencoba menghubungi Levin dan Piere tetapi Ia mengurungkan niatnya dan mematikan kembali panggilan ponselnya.
..."Aku tadi sudah sangat menyusahkan mereka, jadi lebih baik aku tidak menggangu tidur mereka" ucapnya lagi dalam hati....
Tanpa terasa tubuh yang sudah sangat lelah dan malam semakin larut membuat Delina tertidur lelap.
Saat Delina tertidur lelap, ada sosok pria misterius yang mendekati Delina, perlahan membelai wajah Delina dengan lembut sambil memandangi wajah Delina, lalu Delina tersadar dari tidurnya kemudian pria itu dengan cepat mengambil bantal yang berada disamping Delina.
Pria itu sekuat tenaga membekap wajah Delina dengan bantal, sehingga membuat Delina kesulitan bernafas. Delina terus-menerus berusaha sepenuh tenaga memberontak melepaskan bantal yang menutupi wajahnya sambil sesekali ia berteriak minta tolong.
..."Tolonggg... tolonggg.. maaa... kakkk.." jerit Delina berharap ada yang mendengar suaranya....
Melihat Delina menjerit minta tolong, maka semakin kuat pria itu menekan wajah Delina dengan bantal.