
Persahabatan tidak harus memiliki karakter yang sama, perbedaan memberi warna tersendiri. Tidak jarang juga perbedaan pendapat atau karakter menimbulkan salah paham dan masalah di dalam suatu hubungan, tidak terkecuali persahabatan. Menerima kekurangan dan kelebihan orang lain mungkin menjadi salah satu solusinya. Karena perbedaan itu dapat melengkapi, meskipun begitu tidaklah mudah menerima kekurangan atau kelebihan orang lain.
Begitupun dengan persahabatan Anne, Delina, Siera, Piere dan Levin. Mereka adalah murid SMA kelas XII, persahabatan awalnya hanya terjalin antara Anne, Siera dan Levin. Mereka adalah sahabat yang kompak, mereka selalu ada satu sama lain dalam keadaan apapun.
Anne memiliki karakter yang lebih dominan dari sahabat lainnya, Anne yang lebih sering mengambil keputusan ketika mereka berdiskusi, sedangkan Delina kurang menyukai jika hidupnya diatur, Delina menyukai kebebasan dan melakukan apapun yang ia mau. Karakter Delina dan Anne yang bertolak belakang membuat mereka sering mengalami konflik, sebanyak apapun konflik diantara mereka maka sebanyak itupun mereka mencoba untuk saling memahami. Lalu Siera adalah wanita yang lembut, ia sering menjadi pendengar yang baik bagi sahabat lainnya untuk berkeluh kesah, meski begitu ada kegemaran Siera yang kurang disukai oleh para sahabatnya, yaitu kegemarannya membaca buku, karena Siera sering asik sendiri dan melupakan sahabatnya yang berada disisinya, tetapi dengan berjalannya waktu mereka bisa menerima kegemaran Siera itu.
Piere seperti pelindung bagi mereka, karena jika ada orang yang mencoba menyakiti mereka maka Piere akan menghadapinya, terutama Delina karena Delina adalah sahabat yang lebih lama ia kenal. Sedangkan Levin seperti matahari bagi mereka, karena Levin yang sering menghidupkan suasana ditengah mereka. Levin dapat mengusir kejenuhan mereka, Levin mampu membuat sahabat - sahabatnya tertawa bahagia. Persahabatan mereka telah terjalin selama 3 tahun. Persahabatan mereka terjalin semasa SMA dan sekarang mereka sudah mengikuti Ujian Akhir, mereka merencanakan liburan setelah Pengumuman Kelulusan mereka. Dua bulan sebelum kelulusan adalah Ulang Tahun Delina tetapi mereka belum sempat merayakannya secara meriah, karena disaat Delina Ulang Tahun pada saat itulah mereka sedang menghadapi Ujian Akhir, maka dari itu mereka merencanakan perayaan Ulang Tahun Delina setelah Ujian Akhir selesai. Delina ingin merayakan Ulang Tahunnya disebuah Klub dan hanya dirayakan bersama para sahabatnya saja. Ternyata diam - diam Delina terkadang pergi ke sebuah Klub untuk melepaskan rasa gundah dihatinya.
"Maaf Del, aku tidak suka tempat yang bising" kata Siera dengan ragu. "Iya Del, tempat itu tidak baik untuk kita" kata Anne yang mencoba menasehati Delina. "Tapiiii.. bolehkah aku yang menentukan dimana aku merayakan ulang tahunku ?" tanya Delina dengan sedikit kecewa karena penolakan Anne dan Siera. "Tapi Delll... benar apa yang dikatakan Anne, tempat itu tidak baik untuk kita, masih banyak tempat yang lebih menyenangkan selain dari itu" kata Levin mencoba memberi pengertian kepada Delina. "Kenapa selalu Anne yang mengambil keputusan setiap kita diskusi ??!!" tanya Delina dengan sedikit kesal. "Dan sekarang perayaan ulang tahunku juga Anne yang mengatur ?!! kenapa sihhh.. kalian selalu sepakat dengan Anne ??!!" tanya Delina lagi yang bertambah kesal. "Del.. maksud aku, kamu boleh pilih dimana saja tempat yang kamu mau, kecuali Klub !" kata Siera yang mencoba merubah kebiasaan buruk Delina. "Tapi, ini adalah Ulang Tahunnya, biarkan Delina yang memutuskan dimana tempat yang dia mau" kata Piere dengan pendapatnya.
"Sudahlah kalian tidak perlu memikirkan ulang tahunku" kata Delina sambil beranjak pergi meninggalkan para sahabatnya. "Del.. tunggu !!" kata Anne yang mencoba menghalangi Delina pergi. Tetapi Delina tetap melangkah pergi meninggalkan mereka. "Biarkan aku yang menenangkan Delina" kata Piere yang bergegas pergi menyusul Delina. Anne dan Siera bersedih karena Delina telah salah paham dengan maksud mereka. "Mungkin lebih baik kita mengikuti keinginan Delina, karena biar bagaimanapun juga ini adalah hari spesialnya" ucap Anne dengan berat hati. Karena Anne tahu tidak baik jika mereka pergi ke Klub dan mungkin juga orang tua mereka tidak akan memberi izin. "Besok kita coba bicara lagi dengan Delina" kata Levin.