
Siera segera kembali keruang CCTV untuk memberikan informasi itu kepada Anne. "An situasi sudah tidak kondusif sebaiknya kita segera pergi dari sini, sekarang kita temui Piere dan Levin" saran Siera. Saat Anne dan Siera bergegas ingin menemui Piere dan Levin tiba-tiba kaki Siera tersandung jatuh tersungkur mengenai salah satu meja disana, disaat meja itu bergerak, dinding yang dibelakang meja tersebut perlahan terbuka dan ternyata ada ruang rahasia didalam sana.
...Anne dan Siera saling memandang dengan tatapan terkejut. "Si, ternyata ada ruang rahasia, coba kita cek kedalam" bisik Anne pada Siera dengan wajah penasarannya....
Siera menganggukkan kepalanya, lalu mereka perlahan-lahan memasuki ruangan tersebut. Ruangan itu sangat mencurigakan, karena ruangan itu agak sedikit gelap dan terdapat beberapa pintu didalamnya, juga terdapat beberapa barang sepertinya ruang itu dijadikan gudang, dan disana juga terdapat beberapa pintu mungkin pintu-pintu itu dapat terhubung ke ruang lainnya, tapi entahlah ada apa dibalik setiap pintu itu.
Setelah beberapa saat mereka mengendap-endap masuk, Anne perlahan membuka salah satu dari pintu itu, lalu betapa terkejutnya mereka, karena disana ada Delina yang masih pingsan dengan mulut, kaki dan tangan terikat tetapi yang berada disana bukan hanya Delina, ada 3 wanita lainnya yang bersama Delina.
...Ketiga wanita itu juga terikat tangan, kaki dan mulutnya, tetapi 2 wanita dari ketiga wanita itu sudah sadar dari pingsannya, 2 wanita itu mencoba berteriak minta tolong pada Anne dan Siera, lalu Anne dan Siera segera memberikan isyarat agar mereka tidak berisik karena takut ada yang mengetahui keberadaan Anne dan Siera disana, Anne dan Siera yang melihat hal itu segera ingin melepaskan ikatan Delina dan 3 wanita lainnya....
Siera mencoba membangunkan Delina dan 1 wanita lain yang juga masih dalam pengaruh obat bius, mereka saling membantu melepaskan ikatan Delina dan ketiga wanita itu, saat tersisa 1 wanita lagi yang belum dilepaskan dari ikatan, tiba-tiba 1 dari antara ketiga wanita itu dengan tergesa-gesa melarikan diri lebih dahulu, 1 wanita itu hanya memikirkan keselamatannya sendiri padahal masih ada 1 wanita lagi yang butuh pertolongan yang ikatannya belum dilepaskan.
...Anne dan Siera mencoba membantu wanita itu yang masih terikat, lalu saat mereka bergegas ingin meninggalkan tempat itu, tiba-tiba saja terdengar suara wanita yang minta tolong, "Mungkin itu wanita yang tadi melarikan diri, muu..mungkin dia tertangkap !" kata salah satu dari 2 wanita itu dalam bisik yang terkejut hingga ia berbicara dengan gugup....
Anne dan Delina langsung mengajak yang lain mencari sesuatu apapun yang dapat digunakan sebagai senjata untuk melindungi diri lalu mencari tempat bersembunyi. Benar saja wanita yang melarikan diri tadi tertangkap pada saat keluar dari ruangan rahasia ini.
Dari tempat persembunyian mereka, terlihat wanita yang tadi melarikan diri sedang dipaksa masuk kembali ke ruangan yang tadi, lalu wanita itu dipaksa berbicara oleh 2 orang pria bertubuh besar.
Telepon genggam Siera berbunyi, panggilan itu dari ibunda Siera yang mungkin sedang mengkhawatirkan Siera karena sudah selarut ini Siera belum juga pulang. Tetapi dengan segera Siera mematikan telepon genggam miliknya karena khawatir terdengar oleh kedua pria itu. Beruntung telepon genggam itu berdering di dalam tas miliknya sehingga tidak terdengar oleh kedua pria tadi.
..."Katakan, siapa yang sudah berani masuk ke tempat ini ?!! dan siapa yang berhasil melepaskan ikatan kalian ?!!!" tanya dari salah satu pria itu. "A..a..aku tidak mengenal mereka" ucap wanita itu dengan gugup. "Jangan coba-coba berbohong kepada kami !!" kata pria yang lainnya....
..."Aku.. benar-benar tidak mengenal mereka, mungkin saja.. mereka adalah teman dari salah satu wanita yang disekap bersamaku tadi" kata wanita itu dalam tangis dan gemetar....
Saat kedua pria itu sedang bertanya-tanya pada wanita itu. Anne, Siera, Delina dan kedua wanita tadi mengendap-endap untuk keluar.
..."Jon, kita harus cepat menemukan mereka, jika mereka sampai lolos akan berbahaya untuk kita" kata salah satu pria itu. "Iya kita harus cepat" jawab Jon....
..."Del, An, bagaimana ini.. mereka menemukan kita !!" ucap Siera yang sangat ketakutan. "Lawan mereka dengan sekuat tenaga kita !! atau kita akan disekap mereka !! kata Delina yang sudah siap menyerang dengan kayu ditangannya....
Lalu tiba-tiba kedua wanita tadi memukul kepala kedua pria itu dari belakang. Siera, Anne dan Delina ikut menyerang kedua pria tersebut bersamaan hingga kedua pria itu pingsan. Tiba-tiba telepon genggam milik Anne berbunyi, ternyata Levin yang menghubungi Anne.
Saat Anne sedang menerima panggilan telepon dari Levin, yang lainnya berusaha mendobrak pintu yang menyekap wanita tadi dan berhasil menyelamatkannya.
Levin memberi tahu bahwa ia dan Piere terpaksa melarikan diri keluar dari Klub karena semakin banyak orang yang terlibat dalam perkelahian tadi.
..."Baiklah Lev, kalian cari tempat yang aman, aku dan Siera sudah berhasil menyelamatkan Delina, aku jelaskan nanti" kata Anne lalu menutup teleponnya....
Mereka semua berhasil selamat, lalu mereka bersama-sama menuju ke kantor polisi terdekat untuk melaporkan kejadian yang mereka alami.
Dipertengahan jalan Anne menghubungi Levin dan Piere, "Lev, tolong kamu dan Piere sekarang juga pergi ke kantor polisi terdekat dari sini, karena aku dan yang lainnya sedang menuju kesana" ucap Anne dengan singkat.
Selama perjalanan mereka mengawasi sekeliling, takut kedua pria tadi mengejar mereka. Saat tiba di kantor polisi mereka langsung bertemu dengan Pak Polisi ditempat dan membuat laporan.
Melihat keadaan mereka yang kacau, polisi disana memberikan minuman hangat agar mereka bisa lebih tenang. Tak lama kemudian Levin dan Piere juga tiba disana. Piere dan Levin memeluk Delina, Anne dan Siera dan mencoba menenangkan mereka.
Polisi yang melihat keadaan Piere dan Levin yang juga kacau dan penuh luka datang menghampiri mereka dan menanyakan mengapa Piere dan Levin dalam keadaan seperti itu.
Lalu Piere dan Levin menceritakan semua kejadian yang mereka alami, Polisi menambahkan keterangan Levin dan Piere kedalam laporan Anne, Siera dan Delina.
Kemudian beberapa Polisi mengantarkan mereka kembali pulang ke rumah masing-masing. Polisi khawatir jika mereka pulang sendiri, orang-orang yang tadi menyekap mereka akan mengikuti mereka dan melakukan kejahatan lagi terhadap mereka.
Pada saat ingin pulang, Siera tiba-tiba jatuh pingsan, mungkin Siera masih Syok dengan kejadian tadi. Sehingga mereka berusaha menyadarkan Siera terlebih dahulu, baru setelah itu mereka kembali pulang ke rumah masing-masing.