
Korea.
"Kak."Ucap Lisa berlari menghampiri somi.
"Lisa."Somi langsung memeluk sang adik air matanya sudah tak terbendung lagi saat kedatangan Lisa.
"Bagaimana ini semua bisa terjadi kak."Tanya Lisa.
"Lee Shu kecelakaan."Ucap Somi terbata bata.
"Kak Lee Sho biasanya sangat hati hati bawa mobil kak."Ucap Lisa.
"Malam itu Lee Sho pulang jalanan bersalju dan gelap dari arah berlawanan mobil truk melaju dengan cepat dan menabrak mobil Lee Sho hinggaterseret beberapa meter lalu terbalik dan menabrak pembatas jalan ."Ucap Somi di sela isak tangisnya.
"APA."Lisa Syok mendengar sang kakak ipar di tabrak dia tau pasti kakaknya tak akan menjalankan mobil tergesa gerakarena dia sangatlah hati hati dan benar sajah ketika mendengar cerita kakak nya Somi ternyata Lee Sho suami Somi ditabrak mobil Truk.
"Kak yang sabar kak Yoong Ho pasti baik baik sajah percayalahl."Ucap Lisa.
Jauh dari Korea Leo terbangun agak siang dan untung sajah ini hari minggu dia menuruni anak tangga masih dengan kaos putih dan celana selututnya yang berwarna hitam.
"Pagi pah....ma..."Sapa Leo mencium pipi kedua orang tuanya.
"Aku gak di sapa kak."Ucap Gadis yang masih duduk di bangku SMA.
"Iya Revita bawel pagi."Ucap Leo mwndudukan bokongnya di kursi.
"Baik karena Leo telah ada mari kita mulai sarapan ini."Ucap Lorenzo.
Acara makan pagi berlangsung dengan baik setelah sarapan pagi Leo di suruh sang ayah ke ruangan kerjanya untuk membahas beberapa masalah di perusahaan yang harus di tangani Leo langsung.
"Leo papah mau kamu pergi ke Prancis perusahaan di sana mengalami masalah."Ucap Lorenzo.
"Tapi pah sekolahku belum selesai."Ucap Leo.
"Papah sudah putuskan kamu akan lanjut di Prancis."Ucap Lorenzo.
"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan papah."Ucap Leo pasrah.
"Dan ya kamu akan menetap di sana selama 3th lamanya urus perusahaan disana sampai maju seperti perusahaan disini,dan papah telah memutuskan kamu berangkat 3 hari lagi."Ucap Lorenzo.
"Baiklah pah."Ucap Leo.
Setelah dari ruangan sang ayah Leo pergi ke kamar lalu mandi dan berpenampilan rapih dia mengambil kunci mobilnya hari ini dia telah membuat janji bersama teman teman nya di rumah Renald.
Rumah Renald.
"3 hari lagi gue pindah ke prancis."Ucap Leo.
"What kok ngwdadak."Ucap fino menyemburkan kopi kepada orang di hadapan nya.
"Serius lo."Timpal David.
"Hmm bokap nyuruh gue pegang perusahaan di prancis."Ucap Leo.
"Fino."Ucap seorang dengan kegeraman.
Semua menatap Renald batapa terkejutnya para pria tersebut melihat Renald yang sudah basah kurup oleh kopi mukanya sudah memerah giginya mebyatu dan menimbulkan suara yang menandakan pria itu sedang menahan emosi.
"Buset Ren kalo kopi itu di minum bukan di pake cuci muka."Ucap Fino.
"Diem lo kampret semua ini gara gara lo."Ucap Renald mengusap wajahnya kasar.
"Lo kalo mau ngomong telen dulu tu kopi udah mening gue suguhin kopi kalo gue suguhun racun mati lo."Ucap Renald.
"Udah lah lo berdua ribut ajah kaya bocah Fino lo minta maaf ajah."Ucap David.
"Ya udah Sorry Ren."Ucap Fino mencium punggung tangan Renald.
"Idih jijik gue ngapain pake di cium segala sih emang gue suami lo."Ucap Renald tak terima.
"Ya kalo gue buat salah sama ayah dan bunda gitu."Ucap Fino.
"Ah kamptre* lo gue bukan bonyok lo."Ucap Renald mengelap punggung tangan nya.
"Udah lah Ren lo jangan makin di perpanjang."Ucap David.
Setelah sekian lama perdebatan antara Renald dan Fino akhirnya mereka damai hanya dengan ancaman seorang Leo.
"Lo pada kalo gak diem gue suruh kepala sekolah keluarin lo pada dari kampus."Leo.
Ucapan horor dari sang cucu pemilik kampus yang mampu membungkam siapa sajah termasuk ke tiga sahabatnya.
"Leo kalo lo pergi gimana dengan Sherena."Ucap Renald.
"Sampai saat ini gue gelum bisa jatuh cinta sama dia."Ycap Leo memejamkan matanya.
"Serius lo gue kira lo pacaran sama Sherena lo bener cints."Ucap David.
"Gak gue gak cinta semua karena Renald."Ucap Leo.
"Ren lo harus jelasin apa yang lo sembunyiin dari gue dan David."Ucap Fino.
"Kagak ada gue gak sembunyiin apa apa."Ucap Renald mengelak.
"Sebaiknya lo jujur kalo lo nganggep kita sahabat."Ucap David.
"Ini berat bagi gue Vid."Ucap Renald menaruh gelas wine.
Trak.
BegitulahRenald jika sedang banyak masalah mau mslam atau pagi dia pasti akan meminum wine tapi dengan kadar wajar.
"Justru jika lo gak bagi masalah lo akan semakin berat."Ucap Fino.
"Baiklah jika lo pada ingin tahu,Sherena gadis yang gue cintai tapi dia cinta Leo gue gak mau gadis yang gue cintai gak bahagia makan nya gue suruh Leo jadian dengan Sherena."Ucap Renald memang gila ide Renald tapi apalah daya jika cinta yang mendasari.
"Lo gila ya itu semua akan membuat Leo maupun Sherena sakit,Leo sakit gak bisa buat Sherena bahagia dan Sgerena akan sakit hati jika dia tahu Leo tidak mencintainya dan apa lagi jika suatu saat Leo menemukan seseorang yang sepesial untuk dia itu akan menjadi pukulan terdalam untuk Sherena."Ucap Fino tak habis pikir dengan semua pemikiran gila Renald.
"Dan lo kenapa harus nyakitin Viona juga."Tanya David.
"Viona gadis itu tulus mencintai gue tapi sampai saat ini juga gue belum bisa membalas perasaan nya tadinya gue terima dia hanya untuk buat gue lupain Sherena ternyata gue salah gue makin mencintai Sherena."Ucap Renald.
"AKHIRI SEMUA INI REN."Fino marah kepada Leo yang notaben nya masih menaruh lerasaan kepada Viona.
"Lo kenapa Fin."Ucap Leo.
"Jangan bilang lo masih mencintai Viona."Ucap Renald.
"YA GUE AKUI GUE MASIH PUNYA PERASAAN UNTUK DIA DAN GUE AKUI GUE KECEWA SAMA VIONA KARENA SIFATNYA YANG JAHAT KE ADIK GUE TAPI GUE JUGA GAK MAU LIAT URANG YANG PERNAH BERATI BAGI GUE DI SAKITI."Ucap Fino setelah mengucapkan itu semua pria itu pergi keluar meninggalkan ketiga pria yang masi bengong.
TBC.