
Kampus.
"Lisa."Ucap Sherena memeluk Lisa yang baru sajah memarkirkan motor matiknya dia kapok membawa sepedah kesayangannya dan akhirnya memilih memakai motor selain kapok dia juga menghemat waktu.
"Eh ada apa Rena."Ucap Lisa gadis itu sedikit terhuyung ke belakang meneriama pelukan dari Sherena.
"Gue gak nyangka doa lo jadi kenyataan."Ucap Sherena melompat lompat sambil memeluk Lisa.
"Eh bentar lepas dulu aku engap."Ucap Lisa yang memang merasa sesak.
"Nah gitu di lepaskan enak,tadi doa apa maksud kamu."Tanya Lisa setelah lepas dari pelukan Sherena gadis cantik yang memiliki tenaga bagai tukang kuli.
"Doa lo kemarin Lisa yang doain hubungan gue sama kak Leo."Ucap Sherena antusias.
"Ohhhh."Ucap Lisa hanya ber oh sajah.
"Ih kok oh ajah sih gak mau tau nih."Ucap Sherena sedikit kesal.
"Enggak."Ucap Lisa sontak membuat Sherena membulatkan kedua matanya.
"Ok ya udah gue gak akan kasih tau."Ucap Sherena kesal gadis tersebut hendak pergi namun ditahan oleh Lisa.
"Kamu jadian sama kak Leo."Ucap Lisa kali ini Sherena sangat terkejut Lisa benar benar seorang canayang ahli untuk Sherena.
"Lisa."Ucap Sherena memegang pundak Lisa masih dengan keterkejutannya.
"Ya."Ucap polos Lisa.
"Lo ada keturunan Cenayang.?"Tanya Sherena membuat Lisa bingung silsilah keluarganya sajah pengusaha bukan peramal atau dukun atau apapun itu.
"Maksud kamu apa ya."Ucap Lisa benar benar bingung.
"Sumpah lo udah berapakali nebak pemikiran gue bener terus ya gue kira lo Cenayang."Ucap Sherena.
"Jadi benar kamu jadian sama kak Leo."Ucap Lisa kini dia yakin sahabat nya sudah melepas setatus jomlonya bersama sang pria pujaan.
"Ya Lisa gue sama kak Leo kemarin malam jadian."Ucap Sherena pipinya bersemu merah mengingat Leo yang menembaknya waktu malam itu menjadi mimpi indah sepanjang masa bagi Sherena seumur hidupnya.
"Selamat ya semoga langgeng,eh aku masuk dulu ya lagian kak Leo liatin kamu terus takut jadi nyamuk aku tuh."Ucap Lisa lari masuk kedalam meninggalkan dua insan yang sedang di mabuk asmara relat satu insan yang sedang di mabuk asmara.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Istirahat Lisa duduk seperti biasa bersama Sherena kali ini Sherena tak mau diam tatapan nya terus mencari seseorang yang ia rindukan dari tadi pagi padahal tadi juga ketemu tapi tetap sajah namanya orang mabuk cinta malam jadi pagi terus ajah di pepet meski hujan badai rintangan nya,tak lama munculah sosok yang Sherena cari ibarat hujan awan mendung terbitlah sang mentari begitulah ekspresi Sherena sekarang ketika melihat Leo sang kekasih.
"Kak sini."Ucap Sherena memanggil Leo supaya mendekat kepadanya,Leo yang merasa di panggil akhirnya mendekat kepada Sherena kekasih barunya.
Leo mendekat dan duduk tepat di samping Sherena pria tersebut tersenyum hangat kepada Sherena sungguh itu bagaikan matahari dan Sherena adalaha sebongkah ES nya meleleh itulah yang Sherena rasakan lain hal nya dengan Lisa yang sudah mulai risih bagaikan nyamuk.
"Em sebaiknya aku pergi dulu masih ada tugas."Ucap Lisa buru buru membereskan kotak bekal nya.
"Lisa mau kemana diem deh gak perlu sungkan gue sama kak Leo gak akan uwu uwuan depan lo kok tenang ajah kita makan bareng yah."Ucap Sherena menahan tangan Lisa yang sedang membereskan kotak makan.
"Ta...tapi."Ucap Lisa menatap Leo dan kini Sherena bertindak kembali.
"Gak papa kan kak."Ucap Sheren.
"Tuhkan udah deh lo duduk ajah."Ucap Sherena menarik tangan Lisa sontak membuat tubuh Lisa tak seimbang dan membuat wajah Lisa dan Leo berdekatan hanya berjarak 1cm kurang lebih.
Mata yang tajam,rahang yang kokoh,hidung mancung,alis tebal dan bibir berisi sungguh ciptaan tuhan yang sempurna berbeda jauh dengan mahluk wanita didepan pria tampan itu bermata empat dan bagai mayat hidup tanpa polesan make up.
"Ah maaf kak aku tidak sengaja."Ucap Lisa membungkukan badan nya membuat Leo yang notaben nya orang Indonesia yang memiliki gen kuat Mexsiko menjadi bingung dan heran.
"Ah kak,Lisa ini sama seperti kakak blasteran hanya dia blasteran Indonesia dan Korea makan nya mungkin dia meminta maaf dengan cara menunduk seperti orang Korea."Ucap Sherena yang paham dengan apa yang dilakukan Lisa karena sering nonton drama Korea.
"Baiklah tak apa."Ucap Leo,setelah itu Lisa kembali duduk makan yang biasanya enak kini berasa hambar seperti memakan pasir,dan batu bata.
Tuhan sampai kapan kamu mengji iman ku,Lisa.
Sementara di bagian lain dari kantin di salah satu meja mereka sedang berbisik membicarakan seorang pria yang sedang duduk ber 3 dengan 2 orang wanita siapa lagi kalo bukan Leo,sugguh itu membuat teka teki dan tanda tanya bagi setiap orang terutama teman teman nya.
"Sejak kapan Leo deket sama Sherena."Tanya Viona kepada 3 orang pria tersebut.
"Entahlah."Ucap Fino acuh tak acuh.
Gue tau lo pasti gak akan mengecewakan gue Leo,Renald.
"Apa mereka pacaran."Ucap Kania.
"Iya kayanya bener deh soalnya kak Leo gak suka dekat sam a cewek asal."Ucap Desi.
"Wah si Leo namanya pebinor nih."Ucap David.
"Pebinor apa sih."Tanya Viona.
"Udah lah lo gak akan ngerti."Ucap fino.
"May lo dari tadi diem gak berkomentar ee lo."Ucap Kania.
"Gak napa napa."Ucap Maya mengangat bahunya.
"Biasanya lo heboh kenapa diem."Ucap Desi.
"Gue lagi mengamati."Ucap Maya yang memicingkan matanya.
"Ngamati apa lo."Ucap Viona penasaran.
"Kayanya dari kacamata Maya yang super bener kak Leo sama Sherena pacaran deh."Ucap Maya seolah olah dia akan dapat pujian.
"BUBAR."Ucap Viona sontak semua meninggalkan maya dan hanya tersisa Kania.
"Eh kenapa pada pergi seharusnya kalian tepuk tangan kalo gak bilang gini'May lo hebat bisa nebak dengan benar gue bangga sama lo,'gitu ajah gue udah seneng'."Ucap Maya.
"Dasar somplak dari tadi kita udah bahas itu May lo lulusan mana sih SLB.?kenapa lagi gue bisa temenan sama lo May malu gue bocah TK ajah menang lawan lo meningan lo gabung tuh sama si Lisa kampunga."Ucap Kania kemudian ikut meninggalkan Maya sendiri.
"Dasar pada gila gue ngomong bener malah ngamuk yang somplak siapa sih."Ucap Maya melanjutkan makan nya sendiri.
...TBC....