What Love Is This.?

What Love Is This.?
07



Senin pagi Lisa sedang sarapan bersama keluarga bi.Ijah seperti biasa,Gilang putra bi ijah juga ikut karehari ini dia lah yang harus msngurus kantor cabang terbesar ke 2 di jakarta setiap Lisa kuliah Gilang diberi kepercayaan oleh ayah Lisa sebagai Sekertaris ke 2 ayah Lisa untuk mengawasi Lisa dan memantsu kerja nya.


"Non motor nya masih rusak sebaiknya non pergi ke kampus di antar Gilang sajah."Ucap pak Mulyono.


"Gak usah pak biar saya naik taxi."Ucap Lisa.


"Gak non bibi gak setuju,Gilang ibu minta tolong antar non Lisa sampai ke dalam kampus yah."Ucap bi.Ijah.


"Baik bu."Ucal Gilang.


"Tapi bi."Ucap Lisa sudah terpotong kembali.


"Gak ada tapi tapiaan non disini bibi adalah orang tua non jd wajar bibi takut non kenapa kanapa Gilang juga sudah seperti kakak non."Ucap bi.Ijah terlihat jelas guratan kecemasan.


"Baiklah bi."Ucap Lisa mengalah.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


"Kak udah di sini ajah gerbangnya udah kelihatan kok."Ucap Lisa.


"Gak Lisa kakak udah bilang sama ibu mau anter kamu sampai ke dalam."Ucap Gilang mulai memasuki pintu gerbang Kampus.


Semua mata mulai tertuju ke mobil yang begitu asing bagi mereka,pikiran mereka bertanya tanya apa ada murid baru atau ada yang ganti mobil.


Tak lama setelah mobil berhenti keluar pria tampan lalu dari bagian samping keluar wanita yang mereka sebut kampungan dan mata empat siapa lagi kalo bukan Lisa siswi terkenal akan Kampungannya.


"What itu Lisa."Ucap Desi tak percaya.


"Wah dia merangkak ke mana tuh dapet cowok sekelas kak Leo."Ucap Kania.


"Bunda Maya ingin berada di samping pria itu."Ucap Maya memeluk bukunya.


Setelah keluar dari mobil Lisa bergerak mendekat kepada Gilang dia risih banysk mata yang memandangnya seolah ingin mencabik cabik dirinya.


"Kak Lisa masuk dulu terimakasih tumpangan nya."Ucap Lisa.


"Baiklah belajar yang baik,nanti kakak jemput."Ucap Gilang.


"Gak usah kak udah dari kampus Lisa langsung ke perusahaan hari ini Lisa pulang cepat."Ucap Lisa.


"Baiklah hati hsti jadilah gadis kucingku yang baik."Ucaap Gilang mengacak rambut Lisa.


"Ih kakak."Ucap Lisa tak terima rambutnya berantakan.


"Ya sudah kakak pergi dulu hari ini ada meating dulu."Ucap Gilang masuk kedalam mobil dan mulai meninggalkan Lisa.


"Musang."Ucap Lisa setelah kepergian Gilang.


Di kelas Lisa dapat banyak cemoohan akibat di antar pria tampan tapi Lisa tetaplah Lisa diam adalah hal terbaik menandakan dia tidaklah serendahan mereka tapi jika kesabarannya sudah habis jangan salahkan dirinya.


"Lisa."Ucap Sherena yang duduk di meja Lisa.


"Ya."Jawab Lisa dan duduk di kursinya.


"Tadi siapa apa itu pacar lo."Tanya Sherena.


"Bu..."Ucap Lisa.


"Uh Lisa gue gak nyangka lo jago juga pilih cowok."Ucap Sherena kemudian memeluk tubuh sang sahabat.


"Ya ampun akhirnya lo sama gue bisa double date."Ucap Sherena.


"RENA DIA ITU KAK GILANG BUKAN PACAR AKAU."Ucap Lisa berteriak karena kesal dari tadi di potong terus,membuat semua orang di kelas melihat ke arah dua gadis tersebut.


"Up sorry."Ucap Lisa mwlihatkan deretan giginya yang rapih dan bersih.


"Hah magsud lo apa dia bukan pacar lo."Ucap Sherena.


"Ya."Ucap Lisa.


"Hadeh lo udah buat gue kaya terjun dari lantai 15 ajah remuk hati gue."Ucap Sherena mengelus bagian hatinya.


"Iya Rena jangan terlalu eksaited makan nya aku sama kak Gilang itu udah kaya adik kakak bukan sepasang kekasih."Ucap Lisa menjelaskan kepada Sherena.


"Ya udah gak papa deh gue yakin suatu saat lo dapat yang terbaik,tp ngomong ngomong kak Gilang ok juga lo."Ucap Sherena mengedipkan sebelah matanya.


Setelah kehebogahan Sherena tak lama dosen masuk.


"Pagi semua."Ucap Dosen.


pagi pak,siswa/i.


"Baik silahkan kumpulkan tugasnya terlebih dahulu lalu buka bukunya hal 137 kalian baca sampai 148."Ucap Dosen.


Setelah waktu yang melelahkan kini adalah waktu yang semuaorang tunggu tapi tidak dengan Lisa sekarang gadis itu duduk menyaksikan betapa mesranya Sherena kepada Leo bahkan kegadiran Lisa bagai nyamuk.


"Em Lisa gue hari ini seneng banget. "Ucap Sherena.


"Kenapa."Ucap Lisa.


"Tadi malam gue dapat telpon dari sekertaris Yuna dari KB Company Group gue di panggil buat wawancara jadi model sungguh gue gak nyangka udah di panggil perusahaan Fashion ternama apa lagi yah perusahaan itu kan keja sama sama pemilik rumah mode ternama Korea Somi."Ucap Sherena terlihat jelas binar bahagia di matanya.


"Ah ha selamt Rena."Ucap Lisa tersenyum canggung bukan apa apa Sherena bahagia karena hal yang sudah Lisatahu.


"Kak aku gak tahu kaloaku bisa sampai ke perusahaan KB Company Group."Ucap Sherena kepada Leo.


"Ituadalah prestasimu."Jawab Leo seadanya.


"Bukan nya kak Leo juga keluarga nya memiliki bisnis Real Estate dan pertambangan seperti emas kenapa tidak ada keinginan untuk jadi model salah satu perhiasan nya."Ucap Lisa.


"Itu karena aku tak terlalu suka perhiasan terlalu menohok kalo jadi model perhiasan pasti perhiasannya harus jelas terpampangdan dan itu terlalu seperti perhiasan berjalan tapi make up itu seperti menggambarkan jati diri wanita terlihat tangguh dan cantik tak perlu mwnggunakan psrhiasan sajah kita menjadi lebih percaya diri dan ya itu lebih sederhana."Ucap Sherena terus terang meski Sherena terlahir dari keluarga kaya tapi dia memiliki sifat sederhana sang ibu.


"Aku rasa KB Company Group akan menerima mu."Ucap Lisa .


"Lo mulai deh jadi cenayang tapi jika lo bener gue traktir lo makan di Hotel bintang lima deh."Ucap Sherena.


"Gak perlu terimakasih gunakan lah uangmu untuk orang yang memang membutuhkan."Ucap Lisa sunggu Leo kagum dengan cara pikir Lisa hanya penampilan nya sajah yang usang tidak dengan wawasan pemikiran nya.


"Padahal gue lebih dari cukup buat neraktir lo ajah."Ucap Sherena kemudian meneguk jusnya.


"Terimakasih aku begini sajah sudah cukup dan bersyukur lebih baik berikan kepada orang yang hidupnya butuh pertolongan jika tidak kamu bisa menyumbang ke mesjid supaya amal mu terus mengalir."Ucap Lisa mengelap bibirnya menandakan dia telah selesai.


"Baiklah aku akan bagi dua uang nya nanti kepada orang yang membutuhkan dan mesjid atas nama mu."Ucap Sherena.


"Tidak perlu bilang sajah itu adalah pemberian allah melalu tangan umat nya."Ucap Lisa lalu berdiri.


"Aku telah selesai lagi pula hari ini jam nya sedikit aku mau pulang jaga dirimu baik baik Rena."Ucap Lisa pergi meninggalkan Sherena dan Leo.