What Love Is This.?

What Love Is This.?
02



14.30


Lisa berjalan keluar dari kelasnya menuju parkiran tempat ia menyimpan sepedahnya yang usang,Lisa gadis lugu yang hidup mandiri Lisa pergi dari rumah dan tentu dengan izin orang tuanya yang ada di Bandung sementara dia Kuliah di Jakarta cukup jauh dari rumahnya,saat Lisa sampaidi parkiran betapa terkejutnya dia melihat sepedah bekas nenek(ibu sang ayah)sudah rusak seperti di lindas kendaraan berat membuat sepedah usang itu penyok dan bengkok di bagian tertentu.


"Nenek."Pekik Lisa melihat sepedah kesayangan Alm.neneknya rusak.


"Hiks hiks nek maafkan Lisa."Isak Lisa memeluk erat sepedah yang sudah rusak itu.


"Heh udik."Ucap seorang siswi dari belakang Lisa.


Lisa menoleh dan dia melihat empat orang siswi yang menatap nya sinis seolah ingin memakan Lisa hari itu.


"Lo bangun."Ucap Viona menarik tas punggung Lisa seperti menarik anak kucing yang malang.


"Asal lo tahu disini tuh ya lo harus inget parkiran ini hanya untuk orang seperti kita, sepedah butut kaya gini sebaiknya lo buang di tong sampah depan."Ucap Viona mencengkram rahang Lisa dengan kuat.


"Auh sakit kak."Ucap Lisa masih terisak.


"Gue gak suka kalo ada orang yang so soan kaya lo inget itu."Ucap Vikna menunjuk nunjuk kening Lisa dan melepas cengkramannya.


"AKh."Lisa terjatuh dan terduduk lututnya berdarah terkena besi panjang dari ban sepedahnya.


"VIONA."Teriak seseorang menghampiri kerumunan.


"Sherena."Gumam Viona.


"Lisa ayo bangun."Sherena membantu Lisa berdiri namun matanya menangkap sesuatu yang fatal.


"VIO KAMU APA APAAN HAH,JANGAN BILANG KALO SEPEDAH INI RUSAK JUGA GARA GARA KAMU."Bentak Sherena muak dengan kelakuan sepupunya.


"IYA KALO MEMANG IYA KENAPA HAH,DAN LAGIAN GUE CUMA BALES DIA BUAT LO."Ucap Viona yang sudah terpancing emosi.


"Buset gak akan kelar nih kalo gini caranya."Bisik Desi.


"Mampus dah kali ini gue gak mau ikut campur ah takut gue sama Sherena."Ucap Kania berigidig ngeri.


"Kalian bego ya yang mesti di takutin allah bukan tu orang orang."Ucap Maya.


"Woy dalam ke adaan begini bisa  gak lo pinter dikit jangan bego."Ucap Kania sudah mulai kesal dengan sikap Maya jang oon.


"Wah lo ngajak glut ya."Tanya Maya  yang sama terpancing emosi.


"Goblo* lu pada dan lo Maya gue tahu Allah yang wajib gue takuti tapi asal lo tahu kali ini lo lihat keadaan di depan jika Sherena  marah lo mau bokap lo yang kena imbas gue sih kagak."Ucap Desi si penengan antara kubu Maya  dan Kania.


"Ih bego bukan bilang dari tadi kalo gitu gue cabut dari tadi Maysaroh."Ucap Maya yang sudah ngibrit duluan.


"WOY MAYA BALIK LO GUE UDAH EMOSI NIH DASAR PEA,TOLOL,OON,BEGO,BODOH GUE BENER BENER GAK ABIS PIKIR SAMA LO WOY DARI TADI GUE UDAH NGOMONG BANG***"Teriak Desi yang sudah Kesal kepada sikap Lola Maya untungnya Kania menahan dia yang hendak menyusul Maya jika tidak di tahan endingnya pasti sama mereka akan jambak jambakan sampai salah satu mereka kalah dan di damaikan oleh Viona.


"Udah Desi malu orang pada liatun tuh udah ya sabar ya."Ucap Kania mengelus ngelus dada Desi.


"Huffhhh dosa apa gue dulu sampe dapet temen gak waras kaya Maya."Ucap Desi sudah mulai tenang dan bisa di ajak ngobrol.


"GUE GAK PERLU BANTUAN LO VIO LO TERLALU OVER PROTEKTIF."Ucap Sherena.


"Dan satu lagi gue akan bilang sama om Tiyo."Ancam Sherena.


"Lisa ayo biar pak mun ajah yang urus ini kamu naik mobil bersama gue."Ucap Sherena membawa Lisa ke dalam mobilnya melewati setiap kerumunan.


"Permisi non saya mau ambil sepedahnya."Ucap pak Mun kepada Viona.


"AKH AMBIL AJAH SANA BUANG KE LAUT."Bentak Viona kepada pak Mun dan pergi begitu sajah.


Dari kejauhan empat pria sedang melihat sebuah pertunjukan yang begitu menarik perhatian orang salah satunya adalah Lonardo yang biasa di panggil Leo saat di luar rumah.


"Diem lo kalo jomlo abadi mening diem lah."Ucap Reynald tak terima.


"Lah mening gue Jomlo tapi terhormat Leo juga yang lebih tampan dikit dari gue jomlo fisabililah ya kan Leo."Ucap Fino lalu melirik Leo.


Namun yang di lirik pergi melengos begitu sajah meninggalkan ke 3 sahabatnya.


"Mampus di tinggalin udah jomlo di tinggal temen juga."Ucap David dan ikut pergi bersama Renald.


"Meningan lo pergi ke dukun gih Fin minta pasang susuk dari pada lo jadi bujang lapuk karatan."Ucap Renald sedikit berteriak.


"Kampret lu semua,WOY TUNGGU GUE BAMBANG."Ucap Fino di akhiri teriakan.


Kini Lisa berada di mobil Sherena dia masih sajah merasa bersalah kepada mendiang nenek nya karena tidak bisa menjaga pemberian terakhir neneknya ,meski sepedah itu usang tapi sepedah itulah yang membuat Lisa dekat dengan sang nenek.


"Ne-k ma-af-in Li-sa u-dah ga-bi-sa ja-ga sepe-dah dari ne-nek."Isak Lisa hatinya hancur nenek yang dia sayangi memberikan itu dengan tulus namun semua telah hancur akibat Lisa membawa sepedah itu ke kampus sejak kecil Lisa hanya dekat dengan nenek sang ayah karena ibu dari ibunya telah meninggal di saat ibunya mengandung Lisa.


"Lisa udah nanti dong nanti gue deh akan tanggung jawab."Ucap Sherena memeluk Lisa.


"Gak perlu Sherena ini semua salah aku."Ucap Lisa.


"Gak ini semua bukan salah lu Viona terlalu egois dan gue maaf atas nama Viona."Ucap Sherena.


"Lisa udah maaf-in Viona lagi pula itu juga bukan salah dia."Ucap Lisa menatap Sherena.


"Ya udah jangan nangis deh tar gue traktir es cream coklat."Ucap Sherena membujuk Lisa.


"Janji."Tanya Lisa mengacungkan klingkingnya.


"Janji."Ucap Sherena menyatukan kelingking mereka berdua.


"Makasih Rena."Ucap Lisa.


"Eh tau dari mana nama gue Rena."Ucap Sherena heran.


"Lah kan bener kamu Sherena."Ucap Lisa.


"Iya tapi itu panggilan gue di keluarga ajah."Ucap Sherena.


"Oh ya mungkin itu kebetulan tapi Lisa bolehkan manggil Rena biar gak terlalu panjang."Tanya Lisa.


"Boleh Lisa asal jangan lo panggil gue Junayedi."ucap Sherena.


"Lah kenapa.?"Tanya Lisa.


"Ya kali gue di sama-in kaya dugung di kebun binatang."Ucap Sherena mengingat dugung kecil yang 2 bulan lalu ia temui bersama keponakan nya.


"Ahhahha kamu lucu ada ada ajah aku malah mau manggil Sumi."Ucap Lisa.


"Hah siapa tuh sumi.?"Tanya Sherena alisnya terangkan heran mendengar kata SUMI.


"Sumi orang gila di deket rumah aku yang suka bilang bang Juned I Love you 3000."Ucap Lisa.


"Ahahah boleh asal gue juga panggil lo markonah."Ucap Sherena.


"Siapa lagi tuh.?"Tanya Lisa.


"Itu janda tua usia 70 th yang ngejar pak jepri duda 85 th pensiunan militer hahahha."Tawa Sherena dan Lisa pecah memenuhi ruangan mobil mereka pergi menuju mall untuk memenuhi janji Sherena kepada Lisa teman barunya.


Typo bertebaran.