
Hari ini Lisa sibuk dengan segala aktivitas kuliah nya di tambah nmalam nanti ada lerayaan ulang tahun Viona dibar semua Siswa/i di undang oleh Viona termasuk Lisa gadis kampungan yang di benci Viona.
"Lisa lo dateng kan."Tanya Sherena.
"Akan aku usahakan Rena."Ucap Lisa.
"Gue harap lo datang Viona gak akan macam macam selama ada gue."Ucap Sherena meyakinkan Lisa.
"Baiklah aku akan datang."Ucap Lisa membereskan buku kedalam tasnya.
Malam hari Lisa keluar dengan penampilan seperti biasa celana jans,kaos dan jacamatanya lalu tas selempangnya.Sama selerti hari hari biasa tidak ada lerubhan ataupun polesan make up sedikitpun Lisa tetaplah Lisa.
Bar.
"Vio selamat ulang tahun."Ucap Dedi.
"Come on brader lo nambah tua ajah gak nyangka gua."Ucap Maya memeluk Viona.
"Ck gue harap bego lu nyangkut dirumah lu."Ucal Viona bedecih menanggapi ucapan Maya.
"Makin tua makin keluar auranya nih gimana Renald gak berpaling."Ucap Kania menyerahkan kotak dari bran trenama.
"Thanks."Ucap Viona menerima kado dari para sahabat setengah ahlaknya.
Beberapa saat setelah pesta di mulai Lisa baru datang karena tadi dia telat motor matiknya kembali berulah mogok di tengah perjalanan untung sajah ada Leo yang lewat jalan yang sama dan akhirnya memberi tumpangan.
"Lisa lo kok lama dan kalian kenapa bisa bersama."Ucap Sherena menatap Lisa dan Leo.
"Jadi gini Rena."Lisa menceritakan semua awal kenapa dia bisa bersama kak Leo datang ke acara Viona di mulai dari motor yang mogok dan taxi yang tidak ada yang lewat.
"Baiklah aku mengerti untung sajah Kak Leo lewah jalan sana memang sepi dan rawan akan orang jahat."Ucap Sherena.
Lisa mendekat kepada Viona dan memberikan sebuah kotak berupa jam yang membuat semua orang membelalakan matanya bagaimana seorang Lisa gadis kampungan bisa membeli barang meaah yang Desi,Kania,san Maya sajah mikir 100 kali buat membelikan barang semahal itu untuk Viona.
"Lo maling ya."Ucap Desi.
"Atau lo habis jal*** tadi."kata Kania.
"Ah i...itu aku kemarin dapat lotre dari sabun mandi yabg aku kirim kemasannya makan nya aku beli ajah jam Viona kan suka jam."Ucap Lisa gugup pasalnya yang beli hadiah sekertarisnya Yuna.
Mampus aku kak Yuna kenapa pake beli jam Bvlgari sih kenapa gak beli tas biasa ajah,Lisa.
"Oh pas orang susah emang pasti ngandelin lotre atau apapun itu."Ucap Maya.
"Cukup ya kalian hina Lisa dia udah baik tapi kalian hina dia seenggaknya kalian hargai Lisa."Ucap Sherena muak mendengar lenghinaan untuk Lisa.
"Tapi gue ragu ini jam kayaknya kalo gak kawe yang stengah harga atau jangan jangan aksesoris murah yang bener bener kw."Ucap Viona mendekat ke arah Lisa.
"Vi udah lah."Ucap Renald.
"Gak bisa gadis kampungan ini akan mengacaukan pestaku dengan membawa barang Kw ini."Ucap Viona melempar Jam pemberian Lisa.
Brakkk.
Jam tersebut terjatuh sangat kencang menabrak meja kaca dan meja tersebut pecah bersamaan jam tersebut yang ikut pecah di bagian kacanya.
"APA."Ucap Viona.
DERETT DERETT DERETT.
Hp Lisa berbunyi memepacah lamunan Lisa dia mengangkat Telpon tersebut dengan cepat setelah tahu siapa yang menelpon nya.
Percakapan telpon.
"Hallo."Ucap Lisa.
".........."........
"Apa baiklah aku akan segera ke sana sekarang."Ucap Lisa segera berlari keluar tak memperdulikan Sherena dan Viona yang sedang bersi tegang.
Orang orang yang melihat Lisa lari keluar heran termaduk Sherena gadis tersebut Refleks mengejar Lisa keluar dari bar meninggalkan acara yang sudah kacau akibat si tuan rumah acara itu sendiri.
"LISA TUNGGU GUE."Ucap Sherena terus mengikuti langkah Lisa.
"Renald urus pacar lo."Ucap Leo.
Di luar Lisa langsung memberhentjkan taxi yang lewat dan langsung menyuruh Taxi tersebut melaju dengan cepat gurat cemas dan khawatur terpampang jelas di wajah Lisa.
"LISAAAA."Teriak Sherena.
"Rena sudah."Ucap Leo memegang tubuh Rena yang limbung dia menangis sejadi jadinya dia takut Lisa kecewa kepadanya apa yang sudah dia janjikan akan melindunginya tapi dia malah mendapat penghinaan.
"Kak Lisa."Ucap Rena menangis di pelukan Leo.
"Berikan waktu untuk dia Rena."Ucap Leo.
"Dia pasti kecewa dan marah kepada ku jika tidak dia pasti tak akan pergi meninggalkan acara tadi."Ucap Sherena gadis tersebut benar benar merasa bersalah dan Khawatir.
"Rena dengan kan jika dia kecewa itu pasti tapi dia itu sahabatmu tak ada alasan dia marah kepadamu."UcapLeo meyakinkan Rena yang masih menangis di pelukan nya.
"Sebaiknya dirimu lulang dan tenangkanlah dulu hati dan pikiran mu Lisa akan baik baik sajah temui dia besok."Leo memampah Sherena gadis terswbut benar benar tak memiliki tenaga untuk berjaln dia sangat sedih melihat Lisa yang pergi begitu sajah setelah pertengkaran yang dialaminya.
Bandara.
Pesawat Pribadi telah siap untukterbang malam ini menuju Korea hanya mwnunggu sang penumpangnya sajah yang belum tiba tiba .
"Kak."Ucap Lisa.
"Nona tuan berpesan jangan khawatir bantulah kakak anda ."Ucap Yuna.
"Baiklah kak aku percayakan semua kepada kakak,dan jaga papah dan Eoma disini."Ucap Lisa gadis tersebut segara naik kepesawat tak mau menunggu waktu lebih lama lagidan setelah semua siap pesawat mulai terbang mengudara membelah lagit malam yang begitu sunyi.
Beberapa jam telah berlalu pesawat telah mendarat dengan aman dari semalam Lisa tak bisa memejamkan matanya hatinya Khawatir dan pikiran nya tertinggal di negara masa kecilnya.
"Segera kerumah sakit Xxxx."Ucap Lisa kepada Sopir yang dituguskan menjempunya di bandara.
Didalam mobil Lisa hanya terdiam menatap Lurus keluar kaca mobil dia termenung mendengar tangisan dari telpon malam tadi bagaimanapun adik kakak pasti akan merakan satu sama lain ysng mereka alami.
TBC.