
Sekolah
Kaleb yang terlihat kesal, menuju ke kelas Keenan dan menghamburkan seisi tas milik Keenan serta lacinya. Teman-teman kelasnya tidak bisa berbuat banyak, karena Kaleb sendiri yang melakukannya.
Kaleb terkenal jahat dan brengsek di sekolah, terlebih lagi dia adalah cucu dari kepala sekolah mereka sehingga siswa maupun siswi di kelas itu takut untuk menegurnya, bahkan ketua kelas hanya bisa melihat diam tanpa suara.
Mereka tidak berani, karena siapa yang berurusan dengan Kaleb, berarti dia berurusan dengan kepala sekolah. Anak Emas, begitulah julukan Kaleb di sekolah.
"Kau berani melawanku? ini akibatnya," teriak marah Kaleb di sertai senyum tipis seperti penjahat.
Keenan yang masih berdua dengan Ansiera tidak tahu apa-apa. Bahkan, dia juga tidak mau tahu. Keenan mengantar Ansiera ke kelas, karena pelajaran akan segera di lanjutkan.
"Saat jam pulang sekolah, tunggu aku di kelasmu, Oke?" titah Keenan itu mendapatkan anggukan kepala dari Ansiera.
Ansiera kemudian masuk ke kelasnya dan duduk di kursinya, Ansiera mengangkat tangannya setinggi dada, dan memperlihatkan jari jempolnya dengan senyum manis menandakan semua sudah oke, Keenan membalasnya dan segera menuju ke kelasnya.
"Kenapa kau tidak masuk?," tanya Keenan pada Gabriel yang sedang berdiri di depan pintu. Gabriel melipat kedua tangannya di depan dada, dan hanya menunjuk dengan mulutnya pada Kaleb yang sedang mengobrak-abrik tas, maupun laci Keenan dengan senang.
Keenan dan Gabriel berjalan masuk dan menghampiri Kaleb yang begitu senang dengan perbuatannya, Gabriel hendak ingin memukul Kaleb, namun di hentikan oleh Keenan.
Keenan yang pendiam hanya menganggap Kaleb sebagai angin lalu, dia mengangkat tas serta buku-bukunya, kemudian merapikan laci serta wilayah itu dan duduk santai di kursinya. Siswa-siswi di kelas menjadi takut akan ada perkelahian, akhirnya salah satu dari mereka pergi melapor pada guru.
Merasa di abaikan oleh Keenan, Kaleb menarik kerak kemejanya, Gabriel mencoba menghentikannya namun di cegat oleh teman-teman Kaleb.
"Akan ku tanya sekali lagi, apa kau berani denganku!?" marah Kaleb menggebu-gebu.
"Akan ku tanya sekali lagi, siapa yang tidak berani denganmu?" balas Keenan terlihat santai.
"Bukkk!" pukulan Kaleb jatuh tepat pada area samping kiri bibir Keenan, membuat bibirnya itu berdarah.
"KALEB!" Pak guru datang melepas cengkraman Kaleb.
"Kalian berdua ke ruangan guru, SEKARANG !!! teriak Pak Robby, guru Fisika.
Jam pelajaran di mulai tanpa mereka berdua di kelas masing-masing. Hati Gabriel tidak tenang sedari tadi, dia masih kesal dengan pukulan Kaleb ke wajah Keenan, dia menggerakan tangannya mencoba menangkis saat di pukul, dia melakukan itu di waktu pelajaran berlangsung.
"Gabriel, apa kau mau jadi petinju?" tanya ibu Sonya. "Tidak, Bu". Gabriel berhenti dengan wajah yang polos.
Jam pulang telah tiba, bel sekolah sudah berbunyi. Ansiera yang sudah mendapat titah dari Keenan, tidak berpindah dari tempat duduknya, menunggu Keenan datang untuk menjemputnya.
Yang dia harapkan tidak sesuai dengan realita, ternyata Gabriel yang datang menjemputnya.
"Keenan mana?" tanya Ansiera penasaran melihat pintu masuk.
"Hari ini aku ada berita untukmu," ucap Gabriel dengan serius.
"Apa? yang buruk dulu," tawar Ansiera.
"Oke, Aku yang akan mengantarmu pulang!" sahut Gabriel menjawab berita buruk yang ingin di dengar Ansiera.
"Memang Keenan kemana?" tanya Ansiera penasaran.
"Terus yang baik?" lanjut tanya Ansiera.
"Sebenarnya, kedua berita buruk, hehe, sekarang Keenan berada di ruang guru! jawab cepat Gabriel dengan senyum tipis.
"Hah! Serius?" kaget Ansiera. "Gabriel, lain kali langsung ke intinya saja!" Ansiera meninggalkan Gabriel dan pergi ke ruang guru.
Ruang guru menjadi tempat omelan terbaik untuk para guru, perkataan yang buruk selalu merujuk masuk di telinga Keenan. Kaleb terlihat begitu santai, karena ruang guru sudah biasa baginya. Sebenarnya Keenan sudah mengetahui hal ini akan terjadi, namun Keenan tetap terlihat sangat santai.
"Siapa yang memulai pertengkaran?" tanya pak Robby menunjuk dengan rotan. "Keenan, pak!" sahut Kaleb cepat.
"Cihhhhh........, Pak ! Apa aku terlihat brengsek sepertinya?" teriak Keenan menunjuk Kaleb, membuat semua guru di ruangan itu diam dan melihat Keenan, pak Robby juga tidak jadi memukulnya.
"Pak, di mana aku pernah berbuat kesalahan di sekolah ini? Dimana, pak!?" tegas Keenan mendiamkan pak Robby. Keenan adalah salah satu anak kesayangan pak Robby di sekolah, namun di dalam situasi ini, pekerjaan adalah yang utama yaitu pak Robby tidak mau di pecat karena membela Keenan.
"Jangan karena dia cucu kepala sekolah, terus kalian para guru harus membela kesalahannya?" kesal Keenan pada semua guru yang berada di ruangan itu.
"Kalau dia bisa menyombongkan dirinya sebagai cucu kepala sekolah, apa aku bisa menyombongkan diriku karena mengharumkan nama baik sekolah?"
"Hey, apa yang telah kau buat selama berada di sekolah ini?" tanya Keenan serius pada Kaleb.
"Apa aku pernah berbuat onar di setiap kalian masuk ke kelasku?" seru Keenan yang di dengar Ansiera dan Gabriel yang telah sampai di depan ruangan guru.
"Aku tidak suka bertele-tele, cepat keluarkan saja aku dari sekolah ini!". Keenan meninggalkan ruang guru dengan kesal. Keenan tidak takut dengan ancaman di keluarkan dari sekolah, lagian kalau pindah ya pindah saja, ketemu Ansiera ya tinggal datang menjemputnya, pikirnya.
Di sekolah itu, Keenan adalah siswa yang sangat jenius, bahkan brilian, dia mewakili sekolah itu sampai di tingkat international dan mengharumkan nama sekolah mereka. Itulah yang membuat dia terkenal dan banyak perempuan menyukainya di sekolah.
Mereka langsung pulang setelah Keenan keluar dari ruang guru, Gabriel dan Ansiera sangat terkejut melihat sifat Keenan yang langka itu, dia bukan hanya memarahi satu guru, bahkan semua guru yang ada di ruangan itu di marahinya.
Lautan yang tenang, tidak selamanya tenang. Mungkin seperti itu pribahasa yang cocok untuk Keenan.
Gabriel pulang dengan motornya sendiri, sedangkan Keenan mengantar Ansiera pulang kerumah. Mereka berpisah di tengah jalan setelah itu. Sesampainya mereka di rumah Ansiera, Keenan langsung berpamitan pulang, namun di cegat Ansiera katanya akan mengobati lukanya terlebih dahulu setelah itu baru Keenan bisa pulang.
Mereka berdua masuk kedalam rumah, tak ada seorangpun di dalam rumah itu, ibu Anna masih berada di sekolah tempat ibu Anna mengajar. Ansiera menyuruh Keenan untuk naik ke kamarnya, nanti dia akan menyusul dengan air dan P3K. Tak menunggu lama, Keenan naik ke kamar Ansiera.
Tak lama, Ansiera naik dengan perlengkapan yang sudah dia janjikan tadi. "Keenan, tolong aku buka pintunya!", seru Ansiera kesusahan di depan pintu. Keenan cepat-cepat membukakan pintu untuknya.
"Mana lukamu, sini aku lihat!", ucap Ansiera melantai. Keenan juga ikut duduk melantai bersamanya dan menunjukan luka padanya. Ansiera membasahi kapas dengan alkohol, dan menaruhnya tepat di luka Keenan.
"Ahhsssssssstttt..."
"Apa sakit?" tanya Ansiera meniup lukanya.
"Tidak, yang sakit itu, kalau kau pergi meninggalkan aku," goda Keenan disertai senyuman.
"Hahahaha, kau sangat tidak cocok menggoda wanita," ucap Ansiera.
"Terus?" tanya Keenan kecewa
"Kau yang harus di goda wanita," balas goda Ansiera membuat mereka menahan tawa mereka, dan melepaskanya bersama-sama.
"Aduh-duhhh", jerit sakit Keenan menahan bibirnya. Ansiera cepat-cepat memegang kepala Keenan dan dengan cepat meniup-niup luka Keenan.
Jarak yang begitu dekat membuat Keenan tidak sabar untuk mencium Ansiera. Keenan langsung menempelkan bibirnya ke bibir Ansiera, Ansiera terkejut. "Diamlah", gumam Keenan sambil mencium bibir Ansiera. Ansiera tidak menolaknya, karena dia juga ingin dicium Keenan.
Bibir mereka saling bertabrakan satu sama lain, bibir Keenan dan Ansiera tersusun berselingan membuat ciuman itu semakin panas, kini tangan Keenan memegang bagian pipi Ansiera, sedangkan Ansiera membalasnya dengan merangkul belakang kepala Keenan.
Sungguh ciuman pertama yang sangat, sangat, sangat, indah dan spesial (nikmat).
Ciuman mereka itu adalah Ciuman pertama dengan cinta pertama Keenan maupun Ansiera. Ciuman itu bertahan cukup lama.
Sikat, nan, sikatttttttt.....!
...****************...
Hallo teman-teman, jangan lupa mampir di Novel karya Author FAIZ BELLZZ, judul CINTA KEDUA. gak kalah seru juga gaessss dan di pastikan seru !.
๐๐
Like, komen dan favorit jngan lupa gaes๐คฉ