Wake Up

Wake Up
Masih Ingin Bersamanya




Sekolah ( Kelas )



Bunyi lonceng di sekolah itu telah berbunyi pertanda jam pulang telah tiba, Keenan dan Gabi pun bergegas untuk berangkat ke rumah Ansiera.


"Gabi, ayo ! "ajak Keenan


" Keenan, Tunggu ! " balas Gabi berlari mengejar Keenan


Sambil mengendarai sepeda motor Keenan merasa ada yang aneh dengan ucapkan Ansiera saat ia mengembalikan buku yang katanya itu milik Gabi. Karena rasa penasarannya ia bertanya pada Gabi yang duduk di belakangnya: " Gabi, rumahnya jauh ya? "


" Jauhlah, emang kenapa? " balas Gabi


" Kemarin aku nawarin buat antar dia pulang, tapi katanya rumahnya dekat " jawab Keenan


" Terus kamu antar dia pulang? " tanya Gabi


" Dianya gak mau " Jawab Keenan


" Hadehhhhh, sih bodoh Ansiera " ucap Gabi dalam hati merasa Ansiera menyia-nyiakan bantuan darinya.


" Lagian kalau aku antar dia pulang, ngapain aku bawa kamu ? " ucap Keenan mengejek Gabi


" Udah bawa motor yang benerrrrr, di depan ada persimpangan terus belok kiri " ucap Gabi merasa dirinya sebagai GPS Keenan.


" Hahahahahaha " tawa Keenan pada sahabatnya itu


- Rumah Ansiera


Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh, sampailah mereka di depan rumah Ansiera dan tidak menunggu lama Gabi langsung menekan bel yang berada di pagar rumah itu. Tak lama Ibu Anna sapaan dari Ibu Ansiera datang membukakan pintu pagar untuk mereka berdua.


" Halo Tante " sambut mereka berdua dengan nada yang sopan.


" Eh, Gabi.... dan........? " ucap Ibu Anna


Keenan yang ditanya oleh Ibu dari wanita yang dia sukai itu secara langsung menegakkan tubuhnya, mengulurkan tangannya untuk bersalaman dan memperkenalkan dirinya: " Keenan Kanaka, teman sekolahnya Ansiera, Tante ". Dengan senyuman Ibu Anna mengajak mereka berdua untuk masuk ke dalam rumah: " Ohh, ayo silahkan masuk ".


Sambil mereka berjalan masuk ke dalam rumah, Gabi menanyakan keberadaan Ansiera pada Ibu Anna: " Tante, Ansiera mana? ". " Ada di kamarnya, tunggu ya tante panggilin " jawab Ibu Anna. " Oke Tante " sahut Gabi.


Ibu Anna mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu sementara itu Ibu Anna memanggil Ansiera untuk turun dan bertemu dengan kedua temannya itu: " Ansiera, Ansiera, teman sekolahmu datang ". Setelah itu Ibunya pergi menyiapkan teh dan cemilan untuk mereka berdua.


Ansiera yang mendengar suara panggilan Ibunya itu bertanya pada dirinya sendiri: " Hah? Siapa? " . Karena rasa penasarannya itu ia bergegas keluar dari kamarnya dan menuruni tangga: " Siapa Ma? " tanya Ansiera pada ibunya


Ibunya yang sedang berada di dapur menjawab: " Gabi dan Keenan ".


Nama Keenan terdengar jelas ditelinga Ansiera membuat jantungnya berdetak kencang pada saat itu, langkahnya terhenti untuk sejenak dengan hati yang tidak percaya kalau pria yang dia sukai datang kerumahnya, rasa gugup bercampur senang dia kembali melangkah menuruni tangga untuk menghampiri kedua temannya itu.


Mencoba menutupi rasa gugupnya, Ansiera menyapa Keenan dengan senyuman yang manis dan nada yang lembut: " Hai Keenan ". Keenan yang khawatir langsung saja menanyakan kondisi dari Ansiera: " Bagaimana keadaanmu Ansiera? kata teman kelasmu kamu sakit ya ? ". " Iya, tadi pagi mau berangkat kesekolah tiba-tiba kepalaku pusing " jawab Ansiera yang masih merasa gugup.


" Ehemmmmmmmmm....... " kode Gabi merasa diiabaikan


" Eh Gabi, astaga maaf yaaa " ucap Ansiera merasa bersalah tidak menyapa Gabi.


" Gakk Apa-apaaaaa, anggap aja aku gak ada " candaan Gabi pada Ansiera


" Jangan gitulah, Maaf yaaaa " balas Ansiera


" Gakkkkkkkk, Malesssss " balas Gabi memalingkan wajahnya


" Kenapa Nan? " tanya Gabi melihat Keenan


" Kenapa ? " tanya balik Keenan melihat Gabi


" Lahhh, kamu kenapa ? Kok lega gitu ? " balas Gabi


" Siapa? Aku ? " tanya Keenan memastikan


" Aissssssss, sudah lupakan " ucap Gabi merasa Kesal


Gabi menjelaskan pada Ansiera maksud kedatangan mereka berdua ke rumahnya: " Kami datang untuk menjengukmu, kami mendengar kabar kalau kamu sakit " ucap Gabi.


" Makasih ya, kalian sudah datang menjengukku " ucap Ansiera dengan senang.


" Maaf ya Ansiera, kemarin aku tidak mengantarmu pulang " ucap Keenan


" A-aaaaaaah, gakk apa-apa, hehe " balas Ansiera merasa malu pada Keenan.


Ansiera yang penasaran kenapa mereka berdua datang kerumahnya akhirnya tahu kalau Keenan dan Gabi datang untuk menjenguknya, namun dia masih tidak menyangka kalau pria yang dia sukai itu datang menjenguknya.


" Ansiera, besok kamu kesekolah gak? " tanya Gabi


" Iya, emang kenapa? " jawab Ansiera


" Besok kalau mau kesekolah pergi sama Keenan aja, rumah kalian kan satu arah, iyakan Keenan? " ucap Gabi menepuk pundak Keenan.


" Asalkan dia mau " balas Keenan


Ansiera merasa canggung setelah mendengar perkataan mereka berdua, Ia menjadi salah tingkah serta gugup mendengar jawaban Keenan.


Dirinya tidak bisa menolak, Ia berpikir mungkin ini kesempatan baginya untuk bisa lebih dekat dengan pria yang di sukainya itu, akhirnya Ansiera menyetujui untuk berangkat kesekolah bersama Keenan besok.


Ibu Ansiera yang berada di dapur telah selesai membuat teh dan cemilan bagi mereka kemudian memanggil Ansiera untuk membawanya ke tempat mereka duduk: " Ansiera, bawakan ini untuk mereka " . " Iya Ma " jawab Ansiera. Ansiera langsung menuju kedapur mengambil teh serta cemilan dan mengantarnya untuk mereka.


Keenan dan Gabi sangat menikmati hidangan yang dibuat Ibu Ansiera: " Cemilannya enak Tante, makasih ya " ucap Keenan dan Gabi.


Sambil menyantap hidangan yang dibuat Ibu Ansiera, mereka bertiga berbincang-bincang mengenai pelajaran di sekolah yang semakin berat dimana Keenan, Ansiera dan Gabriel baru saja naik ke kelas XII SMA, tentunya pelajaran yang akan mereka bertiga hadapi pasti akan lebih sulit dari sebelumnya.


Setelah perbincangan yang cukup lama, waktu menunjukan pukul empat sore , Gabi harus pulang dikarenakan orang tuanya menelpon ada hal penting yang mengharuskan dia untuk pulang kerumah: " Aku pulang dulu yah, penting soalnya ". ucap Gabi pada kedua temannya itu.


" Yasudah kita pamit sama-sama, biar aku anterin " sahut Keenan


" Gak usah, rumahku dekat " ucap Gabi melihat Ansiera dengan wajah mengejek.


Ansiera merasa tidak asing dengan perkataan Gabi, hingga beberapa detik kemudian baru Ansiera sadar kalau ia pernah mengucapkan kata itu pada Keenan. " Gabriel tolollllll " ucap dalam hati Ansiera merasa kesal


Ansiera yang pernah mengucapkan kalimat yang sama pada Keenan merasa canggung dan malu, ia hanya diam dan tak bisa berkata apa-apa.


" Kamu masih mau disini kan ? " tanya Gabi mengetahui Keenan masih ingin berada di rumah Ansiera. Keenan melihat kearah Ansiera dan menjawab pertanyaan sahabatnya itu: " Iya, Aku masih ingin bersamanya ".


Mendengar perkataan itu Ansiera tak bisa berkata-kata lagi untuk yang kedua kalinya.


" Yasudah bro, aku balik duluan yah " pamit Gabi.


" Hati-hati yah broo " balas Keenan


Setelah berpamitan pada mereka semua, Gabriel akhirnya pulang.


Tersisa Keenan dan Ansiera yang berada di ruang tamu, suasana di sore itu menjadi canggung setelah Gabi pulang, Ansiera yang ingin memulai percakapan hanya bisa duduk diam karena gugup dan rasa malu yang berlebihan. Begitu pula yang di rasakan Keenan saat itu.