Waiting for Love

Waiting for Love
PULANG



"Perkenalkan Gion, ini teman lamaku Harumi Aurorelia dan Perkenalkan Harumi, ini teman kegiatan photograferku Gion Deryalbert." (kata Azazel dan memperkenalkan Gion ke Harumi dan Harumi ke Gion)


"Hai Gion salam kenal." (sapa Harumi senyum sedikit)


"Hai Harumi salam kenal juga." (sapa Gion)


(terdiam)


"Ngapain kalian berdua pada diam gini, haduh repot banget sih." (kata Azazel sambil memegang tangan Harumi dan Gion kemudian menggandengkannya)


"Nah gini salaman." (kata Azazel yang tak tau apa - apa)


Kemudian tangan Harumi dan Gion lepas dengan sendirinya.


"Kalau begitu aku langsung pulang saja sama temanku Chika, dia pasti sudah nunggu dari tadi. Byee Azazel." (kata Harumi sambil berlari tergesa - gesa dan melambaikan tangannya ke Azazel)


"Lohhh Harumi? Makan bersamanya gimana ini?" (teriak Azazel ke Harumi)


"Kapan - kapan saja kalau ada waktu." (teriak juga Harumi)


Beberapa detik Harumipun tidak kelihatan lagi.


"Mmmm??? Harumi???" (kata Gion sambil bingung dan berfikir)


"Kenapa Gion?" (kata Azazel sambil melihat wajah Gion)


"Ahhh HARUMI." (kata Gion dengan muka terkejut)


"Ada apa dengan Harumi, Gion? Apakah kamu mengenalnya?" (tanya Azazel)


"Bukan mengenalnya. Yahh dia pernah menyatakan perasaannya ke aku tapi lewat sms gitu." (jawab Gion)


"Apaaaa???? Harumi menyatakan perasaannya ke kamu? Lewat sms?" (kata Azazel dengan terkejutnya)


"Iyaa. Kenapa emangnya?" (tanya Gion)


"Bukan kenapa emangnya Gion. Terus kamu jawab apa?" (tanya Azazel dengan wajah penasaran)


"Yah aku jawab, maaf tapi aku sudah punya pacar gitu." (jawab Gion dengan wajah biasa)


"Kamu ini....." (kata Azazel sambil pukul kepala Gion lalu pergi meninggalkan Gion)


"Kenapa memangnya? SALAH?" (kata Gion dengan teriak)


"IYA KAMU SALAH!" (kata Azazel dengan teriak nada marah)


"Kenapa dia marah - marah?" (kata Gion yang menggerutu dan kebingungan)


Di dalam kereta menuju ke rumah


"Tadi kamu kok lama sekali Harumi?" (tanya Chika)


"Iya, tadi habis ketemu sama teman lama SD." (jawab Harumi sambil merenung)


"Ohh. Ganteng gak?" (tanya Chika dengan bercanda)


"Kamu ini pikirannya ganteng - ganteng saja. Dasar kau Chika." (jawab Harumi sambil memukul Chika dan merenung lagi)


"Lah kok merenung lagi? Kan tadi bagus kamu tersenyum? Sekarang merenung lagi. Ketemu teman lama kan seharusnya senang, ngapain murung segala?" (tanya Chika)


"Terus apa?" (tanya Chika dengan wajah kebingungan)


"Masalahnya temanku ini itu.........  (jawab Harumi dengan ragu)


"Apa sih Harumi, bicara yang jelas dong!" (kata Chika dengan suara agak keras)


"Itu....  Temanku itu berteman sama Gion." (kata Harumi sambil merenung)


"Apaaaaaa???" (teriak Chika dengan nada keras)


Para penumpang langsung melihat Chika dan Harumi.


"Maaf maaf maaf semuanya hehe." (kata Chika kepada para penumpang)


"Terus kamu tau dari siapa kalau Gion itu berteman dengan teman lamamu?" (tanya Chika dengan penasaran)


"Bukan tau dari siapa - siapa tapi aku yang melihatnya." (jawab Harumi dengan suara agak keras)


"Yang melihatnya?  Tunggu sebentar...   Emmm................ Jangan - jangan Harumi.......... " (ucap Chika dengan agak terkejut)


"Iya Chika,  jangan - jangan itu." (ucap Harumi dengan wajah sedih)


"Apaaaaaa???" (teriak Chika dengan nada keras lagi)


Para penumpang langsung melihat Chika dan Harumi lagi.


"Maaf maaf maaf semuanya mengganggu lagi hehe." (kata Chika kepada para penumpang)


"Berarti ini tadi ceritanya kamu ketemu teman lamamu tapi juga ketemu dengan Gion yang berada disamping teman lamamu?" (kata Chika dengan terkejut)


"Iyaaaa Chika. Hmmmm... " (ucap Harumi yang bersedih)


"Ha.. Ha.. Ha.. Ha.." (tertawa Chika dengan terputus putus)


"Dunia ini memang sungguh kecil." (ucap Chika)


"Seharusnya kan kamu senang karena teman lamamu berteman dengan Gion, kan bisa pdkt sama Gion. Minta tolong temanmu agar bisa dekat dengan Gion pasti ada harapan." (kata Chika sambil tersenyum)


"Bukan senang atau tidak senang. Tetapi rasa suka ini berubah jadi rasa sakit bahkan menyakitkan hatiku. Mungkin saja kalau Azazel tidak berteman dengan Gion pasti aku bisa bertemu dengan Azazel terus,  tetapi sekarang Azazel berteman dengan Gion, aku pasti tidak akan menemuinya lagi." (kata Harumi sambil menutup wajahnya)


"Kenapa?  Kan masih bisa bertemu." (ucap Chika)


"Aku dan Azazel emang bisa bertemu tapi sekarang gak mungkin bertemu apalagi berteman karena pasti Gion sudah menceritakan ke Azazel kalau aku itu suka sama Gion. Aku malu sama Azazel. Ketemu dia seolah harga diriku jatuh." (kata Harumi sambil menangis)


"Ya sudah aku gak akan paksa kamu. Yang oenting pokoknya kamu sekarang harus happy yah." (kata Chika dengan tersenyum)


"Thank u Chika." (kata Harumi sambil membersihkan air matanya)


"Tadi kamu bilang teman lamamu namanya Azazel yah." (tanya Chika dengan berfikir)


"Iya. Kenapa Chika?" (kata Harumi dengan melihat wajah Chika)


"Namanya ganteng juga ya hehehe." (kata Chika sambil senyum sinis)


"Mulai lagi, hadehh...." (Kata Harumi sambil memegang kepalanya)


To be Continued