
Setelah berjalan lumayan lama sambil melihat lihat orang - orang yang pada berjualan, akhirnya sampai juga di depan Tokyo Tower.
"Wahh (sambil menatap keatas) Kalau dilihat dari sini besar sekali yah." (mata terbinar - binar)
"Iya Harumi. Ayo kita masuk dan naik keatas sekalian lihat pemandangan dari atas bagus sekali loh." (menggandeng tangan Harumi dan membawanya masuk ke dalam Tokyo Tower)
Memasuki lift dan menuju keatas, lalu keluar dari lift menuju ke pojok ruangan dan sambil melihat arah pemandangan dari ketinggian.
"Indah sekali (wajah merona). Chika, tolong fotokan aku." (kata Harumi sambil memberikan hpnya ke Chika)
"Okee (menerima hp Harumi) Siap yah. 1, 2, 3 Cheese." (kata Chika sambil memotret Harumi kemudian mengembalikan hpnya ke Harumi)
"Bagus bagus. Kamu mau aku fotokan?" (tanya Harumi)
"Boleh boleh. (jawab Chika sambil memberikan hpnya ke Harumi)
(menerima hp Chika) "Siap yah. 1, 2, 3 Cheese." (kata Harumi sambil memotret Chika kemudian mengembalikan hpnya ke Chika)
"Thank u Harumi." (kata Chika sambil tersenyum)
"Okay." (senyum balik Harumi)
Sekitar setengah jam foto - foto waktu tidak terasa udah sore. Sudah waktunya untuk pulang ke rumah.
"Ayo Harumi sudah sore ini kita pulang dulu." (kata Chika)
"Okee Chika, ayo pulang." (kata Harumi)
Tiba - tiba.....
(dalam hati harumi) "Di samping sana kok ada banyak anak perempuan yah? (wajah heran Harumi) Aku tak kesana dulu."
"Chika, aku kesana dulu bentar yah." (kata Harumi menunjukkan arah)
"Iya, jangan lama - lama Harumi." (kata Chika)
Harumipun berjalan untuk menuju ke tempat dimana para perempuan itu berkumpul
"Permisi mau tanya, disini kok ramai sekali, memangnya disini ada apa?" (tanya Harumi ke salah satu perempuan berambut pendek)
"Ohh itu ada anak laki - laki ganteng sekali orangnya." (kata anak berambut oendek sambi memperhatikan laki - laki itu)
"Kalau gitu terima kasih." (kata Harumi sambil berusaha keluar dari desekan para perempuan lainnya)
(dalam hati Harumi) "Siapa sih yang sudah bikin ramai seperti ini? Bikin pusing saja." (sambil menjijitkan kedua kakinya dan berusaha untuk melihat siapa sebenarnya anak laki - laki itu)
"I.. Itu... Gion dan teman - temannya??? (Harumi terkejut dan memundurkan kakinya)
"Ehh...?? Bukannya itu Azazel? Azazel temanku waktu SD ? (wajah heran) Kok bisa dia berteman sama Gion? Waduh gawat ini, aku harus cepat kabur dari sini, kalau gak pasti ketahuan Azazel dan Azazel pasti akan memanggilku kemudian jelas Gion tau aku. Gawat....!!" (berusaha untuk kabur dan melewati banyak anak perempuan)
Secara gak sengaja Azazel melihat satu perempuan yang berusaha untuk keluar dari kerumunan para perempuan lainnya.
"Bukannya itu Harumi? Ngapain dia ada disini? (wajah heran Azazel)
"HARUMI....... Apa dia gak kedengaran yah? HARUMI............... (Azazel memanggil Harumi dengan sangat keras)
(langkah kaki Harumi berhenti) "Aduh... Ketahuan lagi." (wajah terkejut dan menoleh ke arah Azazel)
Azazel berlari menuju ke arah Harumi.
"Hai Harumi. Apa kabar? Sudah lama tidak bertemu." (sapa Azazel tersenyum sambil bersalaman dengan Harumi)
"Hai juga Azazel. Kabarku baik. Iya sudah lama tidak bertemu." (sapa juga Harumi tersenyum paksa sambil bersalaman dengan Azazel)
"Kamu habis dari mana saja? Tadi aku gak sengaja melihatmu dari kerumunan perempuan - perempuan itu makanya aku memanggilmu. Kok tadi buru - buru balik, emangnya ada apa? (tanya Azazel)
"Yah jalan - jalan disekitar sinilah. Gak buru - buru balik begitu, ini kan sudah sore makanya aku mau pulang. Ya udah aku mau balik dulu yah, Byee." (Harumi melambaikan tangan dan berusaha kabur dari Azazel)
"Tunggu dulu Harumi (memegang tangan Harumi) Kita kan baru ketemu, ngapain tergesa - gesa begitu. Sekalian ayo makan bersama sama. Kamu kan juga bawa teman tuh pastinya, ajak juga temanmu itu." (ajak Azazel sambil tersenyum)
"Tapi........ (Harumi dengan wajah gugup)
"Udahlah, Ayo ikut kita yah." (senyum Azazel)
Tiba - Tiba.....
(seseorang menghampiri Azazel)
"Azazel. Kenapa kamu lama sekali? Aku sudah dari tadi mencarimu ternyata kamu disini." (tanya Gion)
(dalam hati Harumi) "Duhh ada Gion lagi, gara - gara Azazel ini aku gak bisa kabur. Malu banget habis mengungkapkan perasaanku ke dia dulu. Apa Gion masih ingat yah? Gawat kalau dia ingat aku ini." (sambil gugup)
"Oh ini ketemu temanku SD dulu sama berbicara sedikit dengannya." (jawab Azazel ke Gion)
"Siapa teman SD kamu?" (tanya Gion ke Azazel lalu menoleh ke arah Harumi)
(Harumi dan Gion saling tatapan mata)
(Deg, jantung Harumi berdetak dan membuat Harumi semakin gugup)
TO BE CONTINUED