Waiting for Love

Waiting for Love
MEMIKIRKAN SESUATU



1 minggu Chika pergi jauh aku tidak punya teman baik selain dia. Sendirian itu tidak menyenangkan.


Mall


" (dalam hati Harumi) Hmmm.. belanja ke mall harus sendirian juga. Chika apa kabar yah? padahal belum lama ini kita berpisah, aku sangat merindukannya. " (sambil berjalan dan menundukkan kepala)


Tiba - tiba.....


(bruukkkkkkk)


Harumi menabrak seseorang dan terjatuh.


"Kamu tidak apa - apa? " (kata pemuda laki - laki itu)


"Tidak apa - apa. Maaf aku melamun dan tidak memperhatikan jalan." (kata Harumi sambil menundukkan kepala untuk meminta maaf)


Pemuda itu membantu harumi membereskan barang yang dibawa harumi.


"Eehhhh, Harumi???? (kata Pemuda itu dengan nada terkejut)


Harumi langsung mengangkat kepalanya dan melihat wajah Pemuda itu.


"Azazel???? Ngapain kamu disini? " (kata Harumi yang begitu terkejut juga)


"Hmm. Lagi temenin orang tua belanja. " (kata Azazel)


"Heheheee (tertawa kecil) Ciiiee anak mama. " (kata harumi sambil tersenyum)


"Enggak lah (jawab Azazel dengan tegas) ini juga aku butuh barang yang mau kubeli disini., jadi sekalian ikut saja. (kata Azazel)


"Ohh begitu.. (kata Harumi)


Setelah membereskan barang Harumi, Azazel langsung berdiri dan membantu Harumi berdiri juga.


"Kok kamu sendirian? Mana temanmu Chika? (tanya Azazel)


"Diaaaa..... hmmm...... Dia sudah tidak tinggal disini lagi. Orang tuanya ada pekerjaan diluar kota, jadi dia harus mengikuti orang tuanya. (jawab Harumi dengan wajah murung)


"Ohhh.. Ya sudah jangan sedih lagi. Mumpung aku disini juga, ayo aku temani belanja sekalian temani aku belanja juga. " (kata Azazel yang tiba - tiba merangkul bahu Harumi)


"Lah terus kemana orang tuamu, apa kamu tidak ikut mereka saja? Aku sendirian belanja disini tidak apa - apa. Kasian orang tuamu nanti mencarimu kemana - mana. " (kata Harumi sambil melepaskan rangkulan Azazel)


Harumi dan Azazel menjelajahi toko yang ada di mall itu.


Satu persatu barang yang Azazel butuhkan telah didapatkannya. Dan Harumipun ikut senang terkadang Azazel sedikit bergurau membuat Harumi tersenyum.


" (dalam hati Azazel) ternyata Harumi kalau tersenyum cantik juga." (melihat Harumi yang tersenyum)


" (Harumi yang tidak sengaja menoleh ke arah Azazel) Ada apa kamu tersenyum gitu? " (tanya Harumi)


"Tidak apa - apa hehe. " (jawab Azazel dengan tersenyum)


" (dalam hati Harumi) Ini anak ngapain senyum - senyum gak jelas begitu." (dengan wajah terheran)


1 jam kemudian


"Harumi, aku lapar. yuk kita makan, capek banget dari tadi berdiri terus jalan kesana kesini. " (kata Azazel yang perutnya berbunyi terus)


"Iya, aku juga lapar. ayo kita makan." (kata Harumi yang menahan tawa melihat Azazel menahan rasa laparnya)


Harumi dan Azazel menggunakan lift untuk pergi ke lantai 5 tempat khusus banyak makanan disana.


Duduk di pojok dengan ada kaca yang tembus pandang dan kelihatan pemandangannya.


"Wahh disini aja duduknya. Pemandangannya bagus sekali. Kamu tau dari mana kok ada tempat duduk disekitar sini? " (tanya Harumi dengan mata berbinar - binar)


"Yah kan aku sering kesini sama teman - temanku. " (kata Azazel)


"Teman - teman? (Harumi memikirkan sesuatu) Gion juga kamu ajak kesini?" (tanya Harumi dengan wajah murung lagi)


"Iya, kenapa memangnya? " (kata Azazel)


"Tidak apa - apa. Aku cuma bertanya saja." (jawab Harumi dengan memalingkan wajahnya ke samping kaca)


"Hm?? (menoleh kearah Harumi) Kamu kenapa murung lagi? Kamu selalu kebanyakan murung lagi deh. Sudahlah, pikirkan sesuatu yang menyenangkan aja. " (kata Azazel sambil memegang kepala Harumi lalu mengacak - acak rambutnya)


"Iyaa. " (kata Harumi dengan tersenyum)


To Be Continued