Waiting for Love

Waiting for Love
KERETA API



Memasuki pintu stasiun kereta api.


"Chika, apa kamu tidak haus?  Tadi kita berjalan cukup lama untuk sampai di stasiun kereta api ini. Aku sangat kehausan. Apa kamu mau juga beli minuman?" (tanya Harumi yang lagi membersihkan keringatnya)


"Aku juga haus Harumi. Okay, tolong sekalian aku belikan minuman yah, kalau bisa yang dingin hehehe." (jawab Chika sambil duduk dan menunggu kereta datang)


"Okay." (kata Harumi sambil tersenyum dan menuju ke tempat minuman itu berada)


Setelah 5 menit kemudian Harumi telah membeli minuman dan berlari menuju Chika.


**Tiba - tiba...


Tuuuuuuuuttthhhhh tuuuuuuuutthhh tuuuuutthhhh**


Kereta api datang.


Kereta telah berhenti.


Semua orang pada naik kereta itu dan....


"Harumi cepat ini keretanya mau penuh,  kalau penuh nanti kita naik kereta selanjutnya loohh." (teriak Chika sambil melambaikan tangannya untuk memberitahukan keberadaannya ke Harumi)


"Iya iya tunggu dong Chika." (teriak juga Harumi sambil berlari begitu kencang dengan membawa minuman yang dia beli)


"Ayo ayo cepat nanti kita terlambat." (kata Chika sambil menggandeng tangan Harumi yang baru sampai di pintu masuk kereta api tersebut)


Kemudian mereka berdua masuk ke kereta itu, duduk di tempat yang agak sepi dan belum diduduki banyak orang.


"Huuffttt akhirnya duduk juga. Kamu tadi kok lama sekali beli minumannya?" (tanya Chika)


"Tempatnya agak jauh dari tempat dudukmu tadi,  dan banyak orang yang beli disitu jadi agak mengantri makanya lama." (jawab Harumi sambil menghela nafas)


"Hmm iya iya." Mana minumanku? (tanya Chika sambil melihat minuman apa yang Harumi belikan)


"Ini aku belikan Pocari Sweat." (kata Harumi sambil memberikan pocari sweat ke Chika)


(tangan Chika membuka botol Pocari Sweat dan langsung meminumnya)


"Nah ini baru segar, habis berlarian tadi." (kata Chika sambil tersenyum lega)


"Bukannya aku ya yang berlarian?  Dasar kau Chika." (kata Harumi cemberut, kemudian tertawa sambil menggelitik Chika)


"Iya, maaf deh." (kata Chika sambil menghentikan gelitikan dari Harumi)


Kemudian Harumi membuka tutup botol Pocari Sweat juga lalu meminumnya.


15 menit kemudian


"Chika.... Chika.... Chika.... Bangunnn...... Sudah mau sampai ini. Sampai kapan kamu mau tidur terus? Aku tinggal lo! (kata Harumi yang lagi membangunkan Chika yang tertidur)


"Hooammm (menguap) Oh ya? Sudah mau sampai ya? Okay okay. Thanks Harumi sudah bangunkan aku. Maaf ketiduran, habis ngantuk banget sih." (Kata Chika sambil membereskan barangnya yang dia bawa)


"Iya tidak apa - apa. Untung saja kamu bisa bangun. kalau gak, beneran aku tinggal." (kata Harumi sambil tertawa)


Tiiiiiiittthhhhhhhhh.....


"Kereta sudah sampai tujuan. Kereta sudah sampai tujuan. Harap penumpang yang dengan tujuan Tokyo Tower harap turun. Sebentar lagi kereta akan berangkat ke tujuan selanjutnya." (kata pemandu kereta api lewat speaker)


"Ayo Harumi kita turun." (kata Chika sambil memegang tangan Harumi dan menuntunnya untuk turun juga)


Berjalan untuk keluar dari stasiun secara tidak sengaja Harumi melihat ke arah samping kanan dari kejauhan.


(dalam hati Harumi berkata)


"Itu......... Bukannya Gion sama teman - temannya?? (sambil melebarkan dan mengusap - usap matanya) Apakah perasaanku saja? Kelihatannya tadi beneran lihat Gion, tapi kok sekarang gak ada? (Harumi berfikir) Mungkin aku salah lihat."


Tokyo adalah tempat semua orang berkumpul. Suasananya begitu ramai sekali. Banyak orang berjualan sambil teriak - teriak biar menarik pelanggan. Suasana yang tak mudah sepi. Dikelilingi wisata - wisata terbaik. Banyak orang luar pada berdatangan kesini.


***Berjalan menuju Tokyo Tower


"Permen kapas, permen kapas. Rasanya yang begitu enak, macam rasa, pilih pilih. Silahkan beli beli."


"Aksesoris Tokyo Tower yang begitu bagus, aku kasih diskon murah, beli yang banyak. Pilih pilih. Silahkan beli beli***."


"Ramai sekali Chika. Sampai aku bingung mau beli yang mana buat oleh - oleh orang tua di rumah." (kata Harumi wajah bingung)


"Tidak bingung juga Harumi. Aku pusing ini. Dari tadi banyak orang yang teriak - teriak sampai sekarang. Apa itu orang gak sakit tenggorokan nantinya?" (kata Chika sambil menutup telinganya)


"Yah mau bagaimana lagi? Orang jualan harus seperti itu biar barangnya laku." (kata Harumi sambil suaranya agak dikeraskan)


"Apa????? Aku tidak mendengarmu." (kata Chika sambil teriak)


"Aku bilang, Yah mau bagaimana lagi? Orang jualan harus seperti itu biar barangnya laku." (kata Harumi berteriak keras ditelinga Chika)


"Aduhh, suaramu kekerasan Harumi... Telingaku jadi sakit ini." (kata Chika sambil mengusap - usap telinganya)


"Salah kamu sendiri yang tidak memperhatikan aku dan kamu tidak mendengarkan apa yang aku bicarakan, makanya aku teriak." (kata Harumi wajah cemberut)


"Iya ya maaf Harumi." (Kata Chika sambil tersenyum)


TO BE CONTINUED