Waiting for Love

Waiting for Love
GION



Ayam berkokok begitu keras, suara yang membangunkan semua orang dari tidurnya.


Tak sabar untuk berangkat ke sekolah.


Selesai mandi, ganti baju seragam sekolah, makan pagi, pakai kaos kaki, kemudian pakai sepatu waktunya berangkat.


Hari yang sungguh cerah, berjalan dan bersenandung lagi. Berangkat sekolah selalu pagi dan tak pernah satupun terlambat.


Tiba sampai sekolah, Harumi langsung masuk ke kelasku.


"Pagi Harumi." (sapa Chika)


"Pagi juga Chika." (sapa Harumi)


Harumi menghampiri tempat duduk Chika.


"Chika, kamu kok berangkat pagi sekali? Aku kira, aku duluan yang sampai, ternyata kamu yang sampai duluan hehe." (kata Harumi tersenyum riang)


"Soalnya rumahku dekat dari sini jadi selalu berangkat pagi." (kata Chika tersenyum)


"Yang benar kamu tinggal di dekat sini? Ya sudah kapan - kapan aku main kerumahmu saja." (kata Harumi)


"Iya aku tinggal di dekat sini. Okay main saja ke rumahku. Rumahku selalu terbuka untukmu Harumi." (kata Chika sambil tersenyum senang)


"Oh iya Chika, nanti bantu aku selidiki anak cowok yang kemarin yah? " (kata Harumi)


"Ngapain kamu pakai selidiki segala? Seperti kamu ngejar orang penjahat aja." (kata Chika menahan senyum)


"Hmm, aku kan cuma ingin tau siapa namanya?" (kata Harumi wajah murung)


"Iya ya nanti aku bantu kamu selidiki siapa namanya." (wajah Chika sambil tersenyum)


Setelah berjam - jam pelajaran, berhari - hari sekolah, sekitar 2 minggu akhirnya aku dan Chika mengetahui nama anak cowok itu.


Jam istirahat sekolah di tempat duduk bawah pohon seperti biasanya.


"Iya, aku baru tau kalau dia punya Facebook. Namanya sesuai dengan wajahnya yang ganteng itu. (kata Harumi sambil membayangkan wajahnya, kedua tangan ditaruh disamping kedua pipi)


Pelajaran dimulai kembali, dan waktu jam pelajaranpun selesai lalu pulang. Sebelum pulang aku melihat ada banyak siswa - siswi yang ikut ekstrakulikuler.


"Chika, kamu gak ikut ekstrakulikuler ta?" (tanya Harumi)


"Entahlah. Aku juga bingung mau ikut ekstrakulikuler apa. Kalau Harumi ikut ekstrakulikuler?" (tanya balik Chika)


"Kamu kok mala tanya balik aku. Aku aja juga gak tau. Hmm, enaknya ikut ekstrakulikuler apa yah?" (sambil Harumi berpikir)


"Eh eh Harumi lihat deh. Bukannya itu Gion yah?" (arah mata Chika tertuju pada Gion)


"Mana Chika,  mana? Kok aku gak kelihatan. Mana dia? (Harumi Kepo)


"Itu tu dipojok halaman sekolah sama anak - anak ekstrakulikuler marching band." (tangan Chika menunjukkan arah ke Gion)


"Iya,  aku lihat. Wahh Gion ternyata ikut ekstrakulikuler marching band yah." (Wajah Harumi penuh dengan keinginan)


"Kamu mau ikut ekstrakulikuler marching band ta?  Kalau ikut gak apa - apa. Lumayan bisa deket sama Gion." (senyum Chika sambil menyenggol tangan Harumi)


"Iya ya. Aku ikut aja deh. Pintar juga ide kamu Chika. Habis ini ikut aku kesana yah, mau daftar ekstrakulikuler marching bandnya." (Kata Harumi)


"Aku kan selalu pintar dan penuh dengan ide dan gak seperti kamu Harumi. Sekalian aku anterin kamu kesana juga." (Kata Chika dengan percaya dirinya)


"Iya ya. Thank u Chika." (Kata Harumi)


"Okay - okay santai saja kali." (kata Chika)


Tanpa sadar aku sudah bersahabat dengan Chika,  walaupun dia bukan teman sebangku tapi rasanya senang sekali bisa berteman dengan Chika apalagi bersahabat dengan dia. Semoga aku dan Chika bisa jadi Sahabat selamanya.


TO BE CONTINUED