Waiting for Love

Waiting for Love
CINTA PERTAMA



Beberapa waktu kemudian bel telah berbunyi menandakan bahwa siswa siswi istirahat.


Berdiam diri dikelas merasa seakan - akan diriku angin lewat.


Tiba - Tiba


"Hai. (salam anak perempuan itu sambil tersenyum)


"Hai juga. Kamu siapa? (tersenyum kepada anak itu)


"Oh ya,  Perkenalkan namaku Chika, Salam kenal. Boleh tau, Siapa namamu? (tersenyum pula)


"Namaku Harumi. Salam kenal juga Chika. (tersenyum senang)


"Kamu tidak ke kantin kah?  Ini aku mau ke kantin. Apakah kamu mau ikut denganku?


"Ikut ikut. Tidak apa - apa kah kalau aku ikut? Takutnya aku nanti mengganggu waktu istirahatmu. (wajah murung)


"Tidak apa - apa kok. Santai aja. Lagian aku tidak ada teman untuk aku ajak ke kantin. Kamu adalah teman pertamaku. (sambil tersenyum)


"Terima kasih chika. Kamu sungguh baik. (tersenyum kembali)  Oh ya, ayo ke kantin nanti keburu makanan dan minumannya habis."


"Okay. (sambil menggandeng tangan Harumi)


Menuju tangga dan turun ke bawah tak terasa ada beberapa orang anak laki - laki sedang menaiki tangga.


Arah mataku tertuju ke salah satu anak laki - laki itu. Sambil terbinar - binar melihatnya tak terasa jantung ini berdetak sungguh kencang.


"Harumi?  Harumi?  HARUMI?" (sambil teriak dan mencubit pipi Harumi)


"Aaaa sakit Chika." (wajah kesakitan dan sambil tersenyum) 


"Ada apa Chika? Kamu kok pakai teriak segala. Santai aja kali. (sambil tersenyum dan tak tau dosa)


"Kamu ini sudah aku panggil dari tadi gak kedengaran, makanya aku teriak ke kamu."


"Hehe maaf Chika." (sambil tertawa pelan)


Setelah menuruni anak tangga, akhirnya kita berdua membeli makanan dan minuman. Sambil mencari tempat duduk di area lingkungan sekolah.


"Harumi. Kamu tadi kenapa melamun seperti itu ditangga. Kalau jatuh gimana?  Kan pasti sakit, bisa - bisa nanti kamu dibawah ke Rumah Sakit Tokyo loh." (wajah bingung sambil tertawa pelan)


"Iya, aku minta maaf Chika. Lain kali aku tidak begitu lagi. Lagian tadi sewaktu kita turun tangga anak banyak anak cowok dan salah satu anak tersebut membuat jantungku berdetak kencang, seolah - olah mataku tak mau melihat yang lain. (menutup mata sambil memegang pipi tersenyum - senyum sendiri)


"Ohh. Itu namanya kamu sedang jatuh cinta pada pandangan pertama Harumi." (sambil memakan makanan yang Chika beli)


"Hemm. Dia ganteng sekali apalagi putih, sipit, tinggi. OMG terlalu sempurna deh." (bayangin cowok tersebut sambil tersenyum sendiri)


"Kamu ya Harumi." (mencubit pipi Harumi sambil tersenyum)


"Hehehee." (tertawa pelan)


Setelah waktu istirahat selesai, aku dan Chika menuju ke kelas untuk melanjutkan pelajaran hingga akhirnya pulang sekolah.


Sesampai dirumah, aku langsung rebahan dikamar.


(membayangkan)


"Kira - kira siapa yah nama cowok itu? Bikin orang penasaran saja. Di lihat sih dia tinggi sekitar 175 cm, matanya sipit, rambutnya gelombang, di poni, kulitnya putih, wajahnya seperti artis boyband korea. Hmm....... Yang aku tau cuma segitu, tapi yang pastinya banyak yang suka sama dia, OMG." (sambil teriak dikamarnya sendiri)


Oh iya kalian semua belum tau ciri - ciri diriku yah. Aku perkenalkan diriku ini.


Namaku Harumi. Rambutku panjang gelombang, di poni juga, tinggiku rata - rata 168 cm. Banyak orang bilang kalau aku ini cantik tetapi aku mengganggap diriku ini jelek. Aku orangnya pendiam, gak suka ikut campur masalah orang lain, tepat waktu dan tak pernah terlambat, suka menangis, merenung, jarang tersenyum kepada orang lain, tidak pandai bergaul, tidak punya banyak teman, yah pokoknya begitulah.


Susah sekali kalau mau cari teman yang benar benar peduli sama kita. Banyak sekali yang menjadi teman kita pada akhirnya teman itu mengkhianati kita dari belakang.


Dan untungnya aku berteman dengan Chika. Chika itu orangnya baik banget. Dia juga tinggi tapi masih tinggi aku. Tingginya sekitar 163cm, dia imut, cantik juga, rambutnya lurus, diponi, matanya sipit, kulitnya kecoklatan sedikit. Aku sih memang belum tau sifat aslinya tapi kalau dilihat dari matanya aku tau kalau dia anak yang baik. Dan semoga aku dan Chika bisa berteman selamanya.


Aku juga ada teman sebangku aku. Namanya Amaya. Dia gak tinggi amat cuma tingginya sekitar rata-rata antara tinggi atau pendek jadi pertengahan lah, mungkin 160cm. Dia baik, cantik juga, rambutnya panjang gelombang, tidak berponi, senyumnya lembut, banyak yang suka sama dia. Yang ku tau cuma segitu tapi semoga dia jadi teman yang baik.


Sekian dulu perkenalannya.


"Pokoknya aku harus tau namanya. Entah itu stalker atau apalah pokoknya harus. Fighting!!! (sambil mengepalkan tangannya dan berteriak "FIGHTING!!!")


To Be Continued