Vampire Love For Humans

Vampire Love For Humans
episode 9



Arnius pun berjalan ke kamarnya, sebelum ke kamarnya ia mengintip Ken. Ternyata Ken sudah tidur, akhrinya Arnius pun ke kamar. Sesampainya di kamar ia girang karena melihat muka Akshana yg memerah tdi.


"Apakah dia jatuh cinta padaku?? " Tanya dia dlm hati sambil senyum senyum.


"Sudah lah aku ingin mandi" // Berjalan ke kamar mandi.


// Suara shower kamar mandi


// Suara pintu kamar mandi


"Akhrinya sudah selesai" // Sambil mengeringkan rambut.


"Aku ngantuk, lebih baik aku tidur " // Berjalan ke kasur.


// Tidur


Pagi harinya, Akshana bangun dengan luka cakaran di tangannya, Ia bingung karena tidak merasakan sakit. Saat ia liat ke samping ia melihat ada Arnius tidur bersamanya. Seketika Akshana pun berteriak.


Aaaaaaaaa // Teriak Akshana


"Hah ada apa??? aduhh!!! " // Kaget Arnius dan jatuh.


"Ehh maafkan aku " Bicara Akshana.


"Eh kenapa kau berada di kamar ku?? " Tanya Arnius.


"M-maaf t-tpi i-ini k-kamar ku " Jawab Akshana sambil berbalut selimut.


"Hah??? berarti???" Kaget Arnius.


"Maafkan aku, aku akan balik ke kamar ku " Bicara Arnius sambil menunduk.


// Keluar kamar Akshana.


"Mengapa aku bisa ada di kamar Akshana" // Tanya Arnius dalam hati.


"Hai ayah Selamat Pagi " Ucap Ken


"Pagi juga nak " senyum Arnius.


"Mengapa ayah dri kamar kak Akshana?? " Tanya Ken


"T-tdi di ayah hnya memeriksa Akshana" Jawab Arnius dengan gugup.


"Eh tidak biasanya ayah gugup " Bicara Ken.


"Ayah hanya lelah " Bicara Arnius.


"Ayah ingin ke kamar, karena badan ayah kurang enak" Bicara Arnius.


// Pegang tangan Arnius


" Ayah sakit??? " Tanya Ken.


"T-tidak Ken " Jawab Arnius.


// Pusing


" Ayah, ayah ayah. Tolong ayahku, ayahku pingsan " Teriak Ken.


" Eh Arnius pingsan?? " Lari Akshana.


"Biar aku yg bopong Arnius ya Ken" Bicara Akshana.


"Baiklah kak " Bicara Ken dengan khawatir.


"Akhirnya sampai ke kasur " // Taruh Arnius ke kasur dengan perlahan.


" Badan kau panas, sebaiknya aku ambil kompres " Bicara Akshana.


"eehh " // Kaget


"Mengapa dia memegang tanganku?? " Tanya dalam hati.


" Akshana jangan kau pergi " Bicara Arnius.


" Baiklah aku tidak akan pergi " Bicara Akshana.


" Ken, bisa tolong ambilkan kompres?? Kakak minta tolong sekali, karena ayahnya Ken tidak mah di tinggal " Bicara Akshana.


" Baiklah kak" Bicara Ken dengan senyuman.


" Tunggu ya kak " Bicara Ken.


"Baiklah Terima kasih ya Ken " Bicara Akshana.


" Sama sama kak " Bicara Ken sambil teriak.


" Kenapa dia memegang tanganku terus " Bicara Akshana sambil ketakutan.


" Ini kak kompresnya " Bicara Ken sambil memberi kompres.


" Terima kasih ya " Bicara Akshana sambil tersenyum.


" Sama sama kak ^^ " Jawab Ken dengan senyuman juga.


" Sini biar ku kompres terlebih dahulu " Bicara Akshana sambil mengopres Arnius.


" Panasnya belum turun, aku hrs cari bahan bahan untuk membuat herbal. Tetapi Arnius tidak ingin di tinggal " Bicara Akshana


" Kakak di sini saja biar aku yg mencari kan nya " Bicara Ken.


" Jangan Ken, nnti kau kenapa kenapa, tidak perlu " Bicara Akshana.


"Hemm, baiklah " Bicara Ken.


// Mengambil alat dri saku


" Eh apa itu kak?? " Tanya Ken.


" Oh ini alat untuk memanggil makhluk yg menculik kakak kemarin " Bicara Akshana sambil memanggil Makhluk tersebut.


" Halo, ini Akshana maaf ya aku pergi tanpa memberi tahu kan mu, boleh kah aku meminta tolong?? " Tanya Akshana.


" Akshana, kau kemana saja?? aku rindu padamu, meminta tolong apa?? " Tanya Makhluk tersebut.


" Tolong ambil kan bahan herbal yg aku beri kemarin " Bicara Akshana.


" Baiklah, aku akan ke sana dalam 3 menit lagi " Bicara Makhluk tersebut.


" Maaf ya merepotkanmu" Bicara Akshana.


" Tidak apa apa " Bicara Makhluk tersebut.


" Terima kasih ya " bicara Akshana.


"Sama sama " Bicara Makhluk tersebut.