
"kau " menjawab dengan rasa bersalah
"Sudah ganti pakaian mu lalu kita makan malam" Ajak Arnius
"Baiklah, tunggu sebentar " Menjawab dengan raut wajah merasa bersalah.
"Cepat, aku tunggu disini" Perintah Arnius.
"B-baik " Jawab Akshana.
"Ayah sedang apa?? " Tanya Ken.
"Ayah sedang menunggu temanmu mengganti baju" Jawab Arnius.
" Namanya Kakak Akshana Ayah, jangan panggil dia teman!! " Jawab dengan nada kesal Ken.
"Baiklah Akshana cepat, makanan keburu dingin" teriak Arnius.
"Baiklah aku sudah siap, ayo kita makan!! " Ajak Akshana.
"Dasar wanita tidak punya malu" Menggumam Arnius.
"Apa kau bilang wanita tidak punya malu??!!! " Tanya Akshana dengan nada tinggi.
"Iya" jawab Arnius.
"Huh, aku pergi saja dari rumah ini nanti" Bicara dengan nada kesal didalam hati Akshana.
"Ayo cepat makan!! " Teriak Arnius.
"Ken dan ayah Ken duluan saja ya " Bicara Akshana dengan senyuman lebar.
"Mengapa kak?? " Tanya Ken.
"Kakak ingin ke toilet sebentar terlebih dahulu" Jawab Akshana.
"Baiklah, aku duluan ya kak " Jawab Ken dengan senyuman.
"Baiklah sudah aman disini, lebih baik aku langsung pergi daripada nanti ketahuan" Bicara Akshana.
"Ha, ada jendela disana" Bicara kecil Akshana.
Akhirnya Akshana melarikan diri lewat jendela , tapi sayangnya Jendela itu lumayan tinggi.
"Jendela ini tinggi, bagaimana mau lompat yg ada aku mati nanti" bicara didalam hati.
"Ah tak usah kelamaan lebih baik langsung lompat saja" Bicara Akshana.
Akhirnya tanpa ragu Akshana melompat lewat jendela.
"Fyufff" lompat Akshana.
"Duk" Suara jatuh.
"ha, ayah itu suara apa?? " Tanya Ken.
"Mungkin hanya hewan" Jawab Arnius.
"Ken tetap ditempat mu biar ayah yg melihatnya" Perintah Arnius.
" Baiklah ayah" Jawab dengan murung.
"Oh tidak sekarang Arnius akan datang bagaimana ini, lebih baik aku mengumpat " Bicara Akshana dengan sangat gemetar.
Arnius pun memeriksa keluar, dan dia mendapati tidak ada apapun diluar.
"Hah, tidak ada apapun diluar sini lebih baik aku masuk " Bicara Arnius dengan nada tinggi.
"Huh, selalu saja bicara menggunakan nada tinggi " menggumam Akshana.
"Fyuhh, untung saja tidak ketahuan" Lega Akshana.
"Sekarang aku ingin pergi kemana?? " Tanya Akshana.
"Bagaimana Ayah?? " Tanya Ken.
"Tidak ada apa apa diluar" Jawab Arnius.
"Oh seperti itu, baiklah " Bicara Ken dengan senyum.
"Mana Akshana ini lama sekali dia" Menggumam Arnius.
"Kak Akshana mana ya?? Katanya ingin kekamar mandi sebentar" Bicara Ken.
"Biar ayah cek ke atas" Bicara Arnius dengan kesal.
"Baiklah aku tunggu" Bicara Ken sambil menunggu.
"Akshana kau dimana, cepat makanan mulai dingin" Teriak Arnius.
"Lebih baik aku cek ke kamar mandi" Bicara Arnius.
Saat ingin mengecek kamar mandi, Arnius melihat jendela sudah terbuka.
"Ha, sejak kapan jendela ini terbuka?? lebih baik aku tutup saja" bicara Arnius.
"Akshana, kau sedang apa dikamar mandi?? huh lama sekali " Tanya Arnius dengan nada tinggi sembari menggumam.
"Lama sekali biar ku cek dikamar mandi" Bicara Arnius.
"Klik" suara Arnius membuka Pintu kamar mandi.
" Ha dikamar mandi tidak ada siapa siapa" Bicara Arnius sambil kebingungan.
"Coba ku cek di kamar" bicara Arnius.
"Klik" suara Arnius membuka pintu kamar.
"Dikamar juga tidak ada, apa jangan jangan jendela terbuka sebab Akshana kabur, dan suara tadi itu suara Akshana jatuh" Bicara Arnius sambil kebingungan dan berfikir.
" Aku harus mengejar dia sebelum terjadi apa apa " Bicara Arnius dengan khawatir.
"Bagaimana ayah apa kak Akshana sudah selesai?? " Tanya Ken.