
Akhirnya Makhluk tersebut pun sampai di Istana. Sesampainya disana Ia di acungkan oleh senjata krna penjaga takut, makhluk tersebut berniat jahat.
Siapa kau??
// tanya salah satu penjaga.
Aku disuruh Akshana untuk kesini
// Bicara makhluk tersebut.
Baiklah silahkan masuk
// Bicara Penjaga sambil membukakan pintu gerbang.
Akshana kau dimana??
// teriak Makhluk tersebut.
Eehh kau sudah sampai
// Bicara Akshana.
Mengapa kau pergi tanpa memberitahu ku??
// Tanya Makhluk tersebut sambil menahan sedih.
Maaf ya, aku meninggalkan mu tanpa memberitahu
// Bicara Akshana.
Ini herbal nya
// Bicara Makhluk tersebut sambil memberi herbal.
Terima kasih ya
// Senyum sambil mengelus Makhluk tersebut.
Iya sama sama
// membalas senyuman.
Baiklah aku langsung pergi saja ya, soalnyaa aku masih ada urusan
// Bicara makhluk tersebut.
Ohh iya, maaf ya mengganggu mu
// Bicara sambil merasa bersalah.
Tidak apa apa kok
// berjalan keluar.
Sampai jumpa
// melambaikan tangan.
Iya
// Terbang.
Siapa itu kak??
// Tanya Ken.
Dia teman ku
// jawab Akshana.
Sebentar ya Ken, kakak mengobati ayah mu dulu
// Bicara sambil meracik herbal.
Iya kak
// bicara Ken.
Kak aku keluar dulu ya
// bicara Ken.
emm, iya Ken
// bicara sambil tersenyum.
Hati hati ya Ken
// bicara Akshana.
Iya kak
// Bicara Ken.
Saat meracik herbal tidak sengaja ia tatap wajahnya Arnius, dengan terpukau dia pun mengelus rambut Arnius.
Kau ini tampan sekali
// Bicara Akshana.
// Cium kening Arnius.
Maaf ya sudah membuatmu celaka selama ini, aku ini memang pembawa petaka saja. Harusnya kmu tidak menolong ku waktu itu.
// Bicara Akshana sambil menatap Wajah Arnius.
Dan tiba tiba Akhsana pun menangis krna dia merasa bersalah atas semua yg terjadi.
// Menangis
M-maaf ya Arnius
// menutup mata.
uhuk uhuk
// Surat batuk Arnius.
Eehh, k-kau??
// terkejut.
Arnius
// memeluk Arnius.
Eehh mengapa??
// terkejut.
Aku rindu padamu, maaf selalu merepotkan mu
maaf telah membuatmu selalu celaka
// Bicara Akhsana sambil nangis.
K-kau rindu padaku??
// Tanya Arnius.
// Bicara Akhsana.
// Memerah muka Arnius.
Mengapa mukamu memerah??
// tanya Akhsana.
T-Tidak apa apa kok
// Jawab smbil memegang pipi.
Ini apa??
// tanya Arnius.
Ini herbal untuk menyembuhkan segala penyakit
Tanpa mereka sadari Ken masuk kamar
Kak apakah ayah sudah bangun??
// Terkejut.
Ehhh Ken, i-ini tidak seperti yg Ken pikirkan ya
// Bicara Akshana.
Apakah benar??
//Tanyab
Ayaahhhhhh
// Lari memeluk ayah.
Keen
// Memeluk Ken.
Ayahh, maafkan Ken ya selalu nakal sama ayah
// Bicara Ken.
Tidak apa apa kok
// Tersenyum
Senyuman Arnius memang tampan
// Dalam hati.
aaahh hatiku berdebar??
// Bisik bisik.
Akshana??? kauu kenapa??
// Tanya Arnius.
Aah t-tidak apa apa kok
// Menjawab dengan gugup.
Benarkah??
// bertanya.
i-iyah
// menjawab dengan gugup.
I-ini minum herbalnya
// memberi herbal.
Terima Kasih ya
// Tersenyum.
Aahhh iya sama sama
(aah hatiku berdebar)
// Tersenyum.
Kau itu cantik sekali
// Bicara Arnius.
Aah terima kasih
// Bicara Akhsana.
Ayah ayah nnti malem kita berburu darah yuk
// bicara Ken.
Haa darah??
// Bertanya Akhsana sambil terkejut.
T-tidak maksud Ken itu, rubah.
// Bicara Arnius.
Ooh seperti itu
// Bicara Akhsana.
Bolehkah nnti malem aku tidur disini??
// tanya Arnius sambil memasang muka tampan.
(aahh wajahnya membuat hatiku berdebar keras)
// Dalam hati Akhsana.
K-kenapa Akshana??
// tanya Arnius.
Oohh tidak tidak, tidak apa apa kok
// Bicara Akshana.
Baiklah, boleh kah??
// tanya Arnius.
B-boleh saja
// Menjawab.
Karena sangking sibuk sama mukanya Arnius
Akhsana sampai sampai tidak tau pertanyaan yg ia jawab.