Vampire Love For Humans

Vampire Love For Humans
episode 10



Akhirnya Makhluk tersebut pun sampai di Istana. Sesampainya disana Ia di acungkan oleh senjata krna penjaga takut, makhluk tersebut berniat jahat.


Siapa kau??


// tanya salah satu penjaga.


Aku disuruh Akshana untuk kesini


// Bicara makhluk tersebut.


Baiklah silahkan masuk


// Bicara Penjaga sambil membukakan pintu gerbang.


Akshana kau dimana??


// teriak Makhluk tersebut.


Eehh kau sudah sampai


// Bicara Akshana.


Mengapa kau pergi tanpa memberitahu ku??


// Tanya Makhluk tersebut sambil menahan sedih.


Maaf ya, aku meninggalkan mu tanpa memberitahu


// Bicara Akshana.


Ini herbal nya


// Bicara Makhluk tersebut sambil memberi herbal.


Terima kasih ya


// Senyum sambil mengelus Makhluk tersebut.


Iya sama sama


// membalas senyuman.


Baiklah aku langsung pergi saja ya, soalnyaa aku masih ada urusan


// Bicara makhluk tersebut.


Ohh iya, maaf ya mengganggu mu


// Bicara sambil merasa bersalah.


Tidak apa apa kok


// berjalan keluar.


Sampai jumpa


// melambaikan tangan.


Iya


// Terbang.


Siapa itu kak??


// Tanya Ken.


Dia teman ku


// jawab Akshana.


Sebentar ya Ken, kakak mengobati ayah mu dulu


// Bicara sambil meracik herbal.


Iya kak


// bicara Ken.


Kak aku keluar dulu ya


// bicara Ken.


emm, iya Ken


// bicara sambil tersenyum.


Hati hati ya Ken


// bicara Akshana.


Iya kak


// Bicara Ken.


Saat meracik herbal tidak sengaja ia tatap wajahnya Arnius, dengan terpukau dia pun mengelus rambut Arnius.


Kau ini tampan sekali


// Bicara Akshana.


// Cium kening Arnius.


Maaf ya sudah membuatmu celaka selama ini, aku ini memang pembawa petaka saja. Harusnya kmu tidak menolong ku waktu itu.


// Bicara Akshana sambil menatap Wajah Arnius.


Dan tiba tiba Akhsana pun menangis krna dia merasa bersalah atas semua yg terjadi.


// Menangis


M-maaf ya Arnius


// menutup mata.


uhuk uhuk


// Surat batuk Arnius.


Eehh, k-kau??


// terkejut.


Arnius


// memeluk Arnius.


Eehh mengapa??


// terkejut.


Aku rindu padamu, maaf selalu merepotkan mu


maaf telah membuatmu selalu celaka


// Bicara Akhsana sambil nangis.


K-kau rindu padaku??


// Tanya Arnius.


// Bicara Akhsana.


// Memerah muka Arnius.


Mengapa mukamu memerah??


// tanya Akhsana.


T-Tidak apa apa kok


// Jawab smbil memegang pipi.


Ini apa??


// tanya Arnius.


Ini herbal untuk menyembuhkan segala penyakit


Tanpa mereka sadari Ken masuk kamar


Kak apakah ayah sudah bangun??


// Terkejut.


Ehhh Ken, i-ini tidak seperti yg Ken pikirkan ya


// Bicara Akshana.


Apakah benar??


//Tanyab


Ayaahhhhhh


// Lari memeluk ayah.


Keen


// Memeluk Ken.


Ayahh, maafkan Ken ya selalu nakal sama ayah


// Bicara Ken.


Tidak apa apa kok


// Tersenyum


Senyuman Arnius memang tampan


// Dalam hati.


aaahh hatiku berdebar??


// Bisik bisik.


Akshana??? kauu kenapa??


// Tanya Arnius.


Aah t-tidak apa apa kok


// Menjawab dengan gugup.


Benarkah??


// bertanya.


i-iyah


// menjawab dengan gugup.


I-ini minum herbalnya


// memberi herbal.


Terima Kasih ya


// Tersenyum.


Aahhh iya sama sama


(aah hatiku berdebar)


// Tersenyum.


Kau itu cantik sekali


// Bicara Arnius.


Aah terima kasih


// Bicara Akhsana.


Ayah ayah nnti malem kita berburu darah yuk


// bicara Ken.


Haa darah??


// Bertanya Akhsana sambil terkejut.


T-tidak maksud Ken itu, rubah.


// Bicara Arnius.


Ooh seperti itu


// Bicara Akhsana.


Bolehkah nnti malem aku tidur disini??


// tanya Arnius sambil memasang muka tampan.


(aahh wajahnya membuat hatiku berdebar keras)


// Dalam hati Akhsana.


K-kenapa Akshana??


// tanya Arnius.


Oohh tidak tidak, tidak apa apa kok


// Bicara Akshana.


Baiklah, boleh kah??


// tanya Arnius.


B-boleh saja


// Menjawab.


Karena sangking sibuk sama mukanya Arnius


Akhsana sampai sampai tidak tau pertanyaan yg ia jawab.