
"Mengapa muka kau memerah?? " Tanya Arnius sambil menahan tawa.
"Tidak, kau kenapa tinggal tertawa saja susah sekali tidak perlu ditahan" Bicara Akshana
"Siapa yg ingin ketawa, kau hanya salah paham" Bicara Arnius sambil menutupi.
"Plakk" suara Arnius menabok kuda.
Sementara Arnius di Hutan, ada penjahat yg menyusup ke rumah Arnius.
"Dimana Ken, aku akan menculiknya" Bicara penyusup tersebut.
"Ayahhhhhhh" Teriak Ken memanggil Arnius.
"Haaa, itu dia " Bicara penyusup.
"Dimana ayah??? aku akan turun saja " Bicara Ken.
Saat ingin menuruni tangga, Ken bertemu penyusup tersebut, al hasil Ken teriak sangat kecang.
"Ada apa Tuan Ken?? " Tanya penjaga.
"Ada penyusup di tangga tadi, dia lari ke dapur cepatt kejar!!!! " Perintah Ken.
"Baikk Tuan Ken" Jawab Penjaga.
Disaat rumah sedang dalam keadaan genting karena penyusup, Akshana dan Arnius masih dijalan menuju Rumah.
"Ah tempatku sempit, untung saja masih ada ruang" Bicara Arnius.
"Hmmm >//< , mengapa dia sangat maju" Bicara Akshana dalam dirinya.
"Mengapa kau maju maju???" Tanya Arnius.
"T-tidak apa apa kau kan tdi bilang bahwa tempat kau sempit jdi aku beri ruang untuk mu" Bicara Akshana sambil muka memerah.
"Muka kau terus memerah, kenapa terus memerah??? " Tanya Arnius.
"Ah t-tidak apa apa kok" Bicara Akshana.
Saat obrolan berlanjut, Akshana malah terjatuh dari kuda dan membuat kakinya sakit.
"A-aaaa sakit sekali" Bicara Akshana sambil kesakitan.
"Makannya pengangan erat" Bicara Arnius.
"Mau pegangan dimana kalau aku pegang rambut kudanya nanti dia malah berlari kencang" Bicara Akshana.
"Ah, kau ini ada saja alasannya" Bicara Arnius.
"Memang benar " Bicara Akshana.
"Kau sebaiknya duduk menyamping, kalau kmu takut jatuh pegangan pada aku. Cepat supaya kita sampai rumah" Bicara Arnius.
"B-baiklah" Bicara Akshana.
Akhirnya Akshana menuruti perintah Arnius, dengan wajah merah dan memeluk Arnius Akshana sudah sangat malu sebab dia blm pernah mengalami kejadian seperti itu.
Saat sampai di rumah Arnius melihat rumahnya berantakan, barang ada dimana mana dan berserakan. Dan Ken pun turun ke bawah untuk melihat apakah itu penyusup atau ayahnya.
"Ken" Arnius balas pelukan Ken.
"Kau kenapa Ken" Tanya Akshana.
"Tadi ada penyusup masuk rumah kak" Jawab Ken.
"Penyusup??? " Bicara Arnius dan Akshana
"Mengapa kau mengikuti kata kataku " Saling Tanya antara Arnius dan Akshana.
"Sudah sudah kalau seperti ini tak akan selesai sebaiknya aku melihat ke dapur " Bicara Arnius.
"Hey keluar kau penyusup, jangan lah kau bersembunyi dari ku" Perintah Arnius dengan tegas.
"Aku akan keluar sebelum kau memberiku gadis itu " Bicara Penyusup.
"Gadis??? yg mana?? Apakah Akshana?? " Tanya Arnius.
"Ya Akshana, kalau tidak anakmu akan ku culik " Ancam penyusup.
"Aku tak takut pada ancamanmu" Bicara Arnius.
"Tidak takut ya, baiklah aku harus menggunakan cara ini" Bicara penyusup.
"Cara apa?!!!! " Tanya Arnius dengan tegas.
"Kau tidak boleh tau bodoh" Bicara penyusup.
"Kemari kau gadis, aku tidak akan menyakitimu " Bicara penyusup sambil memisahkan Akshana dengan Ken.
"Jangannn, Akshanaaaa!!!" Teriak Arnius.
"Akan ku bunuh kau penyusup" Bicara Arnius.
"Tolonggg!!!! Tolong akuu!!!!! Arniusss aku takut ketinggian tolong aku!!!! " Teriak Akshana.
"A-ah tidak kacamataku jatuh sekarang semuanya tampak kabur" Bicara Akshana.
"Jangan khawatir aku akan membunuh Penyusup ini" Bicara Arnius dengan sangat khawatir.
Dengan mudah Penyusup tersebut mencekik Akshana yg tak berdaya.
"Aaaa-aaaaa lepaskan tangan mu dari leherku aku tak bisa bernafas" Bicara Akshana sambil kesakitan.
"Bagaimana??? Kau melihat aku mencekik Wanita ini, sekarang aku akan membawanya ke rumah ku. Apa kau menyerah???? " Tanya Penyusup.
"Uhuk uhuk uhuk" Suara batuk Akshana.
"Aku tak tahan lagi aku tak bisa bernafas, sekarang bagaimana?? ah aku tendang dia" Bicara Akshana.
"Ahhh, wanita sialan beraninya kau menendangku " Bicara penyusup.
"Bagaimana keadaanmu?? " Tanya Arnius yg khawatir.
"Ya aku baik baik saja" Jawab Akshana.
"Kali ini kau selamat wanita sialan, aku akan menyulikmu lain kli" Bicara penyusup